
"Agh..." Zen pun tersadar dari pingsannya, tetapi saat ia bangun ia pun berada di suatu tempat yang belum pernah ia kunjungi
"Dimana ini? kenapa aku bisa di sini?" Ucap Zen kebingungan
"Apa yang terjadi?" Bingung Zen
Zen pun berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya, tetapi saat ia berusaha mengingatnya kepalanya pun menjadi sakit
(Touch)
Zen pun kaget karena ada seseorang yang menyentuh keningnya
"Hai kak" Ucap gadis kecil tersebut
Zen yang masih kebingungan dan kaget pun mengulangi kata gadis kecil tersebut "Hai kak?" Ucap Zen kebingungan
Gadis kecil tersebut pun tersenyum yang membuat Zen semakin kebingungan
"Kamu siapa? Tanya Zen
"Namaku adalah Sayu" Jelas Gadis kecil tersebut
"Sayu?" Pemikiran Zen pun tidak stabil yang membuatnya menjadi aneh
"Kakak tenangin diri dulu, jangan ngingat apa apa dulu" Ucap Sayu sambil mendekat dan jongkok menatap mata Zen
Zen pun semakin kebingungan karena ia tidak mengingat apapun di tambah dengan situasi yang ia alami sekarang membuatnya semakin kebingungan
Sayu pun mengucapkan sesuatu "Nama kakak adalah Zen" Zen yang mendengar ucapan sayu pun masih kebingungan dan terus memikirkan ucapannya
"Zen??" Gumam Zen
Perlahan lahan Zen pun mulai mengingat semuanya dari awal ia di khianati oleh orang terdekatnya sampai ia di reinkarnasi kembali oleh Dewi
"Kenapa aku di sini? seharusnya aku berada di akademi Destro, apa yang terjadi?" Gumam Zen kebingungan
Zen pun mengingat sekilas kejadian yang sebenarnya terjadi yang membuat kepalanya kembali merasakan sakit
"Agh!!!" Zen~
"Kakak!" Panik Sayu
Tiba tiba Sayu pun memunculkan segelas air tanpa rapalan sihir dan langsung memberikannya kepada Zen
Zen pun mengambil dan meminum air tersebut, saat Zen meminumnya Zen pun menyadari sesuatu dan langsung bertanya kepada Sayu "Sayu bagaimana kamu mendapatkan ini?" Tanya Zen
Sayu pun menjelaskan pertanyaan Zen secara rinci dan mendetail "Aku hanya menciptakannya kak, aku bisa menciptakannya karena kita berada di alam bawah sadar kakak, di sini Sayu bisa menciptakan apa saja yang sayu mau" Jelas Sayu
Zen pun sedikit memahami ucapan Sayu, tetapi yang membuatnya lebih penasaran adalah siapa Sayu sebenarnya
"Siapa kamu sebenarnya? bagaimana kamu bisa memasuki alam bawah sadarku?" Tanya Zen
"Aku adalah tas senjata yang kemarin memasuki tubuh kakak, dan ini adalah wujud asliku" Jelas Sayu
"Jelaskan secara mendetail" Ucap Zen
Sayu pun menuruti ucapan Zen dan menceritakan semuanya
"Sayu dulu adalah seorang pemulung yang memungut besi besi tua untuk di jual, suatu hari, Sayu pun pergi ke sebuah desa terbengkalai yang bernama desa Quila, desa tersebut sangat terbengkalai dan umurnya sudah 152 tahun" Jelas Sayu
"Saat Sayu sedang mencari besi besi tua, Sayu pun melihat cahaya kecil dari dalam puing puing reruntuhan, Sayu pun berusaha untuk memindahkan semua puing puing dan melihat ada apa di dalam puing puing itu, setelah Sayu berusaha keras memindahkannya Sayu pun melihat ada beberapa senjata, Sayu pun berniat untuk menjual senjata senjata itu di toko antik, tapi saat Sayu memegang senjata itu, Sayu tiba tiba merasakan energi sihir yang sangat besar dan langsung menyambar Sayu hingga pingsan" Jelas Sayu
"Saat Sayu sadar Sayu kaget karena Sayu sudah berubah menjadi sebuah tas yang menompang semua senjata tersebut, senjata senjata itu selalu berteleportasi ke berbagai tempat dan akhirnya berteleportasi ke tempat kak Zen, dan saat itu Sayu pun merasa bingung kenapa saat itu senjata senjata itu berteleportasi tepat di hadapan kak Zen, Sayu pun melihat kak Zen yang hanya melewati Sayu dan itu berulang ulang seperti dejavu, dan sampai di titik kak Zen kewalahan dan mendekati Sayu, entah kenapa senjata senjata itu membawa Sayu masuk ke dalam tubuh kak Zen, dan inilah yang terjadi, Sayu berada di alam bawah sadar kak Zen sampai sekarang" Jelas Sayu
Zen yang awalnya kebingungan sekarang sudah sedikit mengerti situasinya dan kembali bertanya kepada Sayu
"Tempat apa ini Sayu?" Tanya Zen sambil melihat sekelilingnya yang di penuhi bunga bunga cantik
"Ini adalah dunia yang Sayu buat, sayu menciptakan apa yang Sayu inginkan dan jadilah seperti ini" Jelas Sayu
"Seperti ini" Sayu pun menciptakan sebuah bunga yang cukup indah
"Keren" Kagum Zen
Sayu pun tersenyum
Zen pun mencoba hal yang di coba Sayu
Tiba tiba muncul seekor kelinci, Sayu yang melihat Zen dapat menciptakan kelinci pun terkagum dan sangat senang, Sayu pun menciptakan sebuah wortel dan ia berikan kepada kelinci tersebut
Zen pun tersenyum melihat Sayu yang senang bermain dengan seekor kelinci, Zen pun bertanya kepada Sayu "Sayu kenapa kamu tidak menciptakan hewan hewan di dalam sini??" Tanya Zen
"Aku tidak bisa kak.." Ucap Sayu
"Kenapa??" Tanya Zen kembali
"Karena untuk menciptakan hewan di sini juga memerlukan energi sihir yang cukup kuat, sedangkan Sayu hanya seorang gelandangan dan hanya memiliki energi sihir yang kecil" Jelas Sayu
Zen pun terdiam sejenak
"Baiklah" Zen pun berjalan mencari area kosong dan ia pun menciptakan pemandian air panas hanya dengan hitungan detik
Sayu pun takjub melihat Zen yang dapat menciptakan apa saja
"Sayu kemari" Ucap Zen sambil memanggil Sayu
Sayu pun mendekati Zen dan Zen pun menyuruh Sayu untuk masuk ke dalam pemandian air hangat tersebut
Sayu pun menuruti ucapan Zen dan masuk kedalam, saat ia memasukkan kakinya
"Sakit!" Sayu pun kaget dan kembali mengangkat kakinya karena airnya terasa sangat panas yang membuat jari jari kakinya melepuh
"Kenapa Sayu apa yang sakit?" Tanya Zen
"Airnya sangat panas kak.." Ucap Sayu sedikit meneteskan airmata
Zen pun meminta maaf karena ia tidak bermaksud untuk menyelakai Sayu
"Kemari Sayu akan ku obati kakimu" Ucap Zen
Sayu pun mendekati Zen dan duduk sambil menunjukan luka di kakinya
"Healing" Perlahan lahan jari kaki Sayu yang melepuh pun kembali sembuh
"Hebat sekali!.." Kagum Sayu dalam hatinya
Setelah menyembuhkan kaki Sayu, Zen pun berdiri dan mendekati kolam pemandian air panas yang ia ciptakan
"Water" Zen pun menambah air untuk menetralkan air panas di dalam kolam tersebut, Sayu yang melihat Zen menggunakan sihir pun kagum karena ia tidak pernah menggunakan sihir sama sekali dalam hidupnya
"Baik kak!.." Ujar Sayu senang
Sayu pun langsung memasuki kolam dan ia merasa sangat senang, karena akhirnya ia bisa mandi di dalam pemandian air hangat
Sayu yang kegirangan pun terus memainkan air di dalam kolam, Zen yang melihat penampilan Sayu pun kembali memanggil Sayu, Sayu pun menghampiri Zen dan Zen menyuruhnya untuk duduk, saat Sayu duduk, Zen pun menciptakan sisir dan shampo
Sayu yang kebingungan dengan apa yang di ciptakan Zen pun bertanya tanya
"Apa itu kak??" Tanya Sayu
Zen pun menjawab pertanyaan Sayu dengan ramah "Ini adalah sisir, biasa di gunakan untuk merapikan rambut yang berantakan, dan yang ini shampo, benda ini selalu di gunakan untuk membersihkan rambut dan membuat rambut menjadi lebih halus" Jelas Zen
"Sini naik dulu" Ucap Zen
Sayu pun menurutinya dan naik ke atas kolam, Zen pun membersihkan rambut Sayu, Sayu yang kebingungan pun kembali bertanya kepada Zen
"Kak, shampo itu emang di gunakan seperti ini?" Tanya Sayu
"Iya, yang sabar ya, nanti kamu juga bisa melihat perbedaannya" Ucap Zen
Beberapa saat kemudian setelah Sayu cukup puas bermain air, ia pun naik dan Zen menciptakan pakaian berserta handuk untuk Sayu
Sayu pun pergi ke dalam sebuah ruangan kecil yang telah di ciptakan Zen, di dalam ruangan Sayu pun segera mengelap seluruh tubuhnya dan memakai pakaian yang di berikan Zen saat ia telah memakai pakaian yang di berikan Zen, seketika ia pun langsung mengingat masa lalunya yang dimana orang tuanya membawanya jauh dari rumah dan mengajaknya untuk bermain petak umpet, saat Sayu membuka matanya ia pun menyadari bahwa ia telah di buang oleh orang tuanya
Sayu yang panik takut kejadian itu terulang lagi pun langsung keluar ruangan, saat ia Zen pun menghilang
Sayu pun menangis dan merasa sangat kesepian
"Sayu?" Ucap Zen
Sayu pun kaget karena ia seperti mendengar suara Zen yang memanggilnya, tiba tiba Zen pun muncul dari belakang ruangan yang sebelumnya di masuki oleh Sayu
"Kenapa kamu menangis?" Tanya Zen kebingungan
Sayu pun langsung memeluk Zen dan menangis dengan sangat kencang
Beberapa saat kemudian Sayu pun berhenti menangis dan menceritakan semuanya kepada Zen hal apa yang membuatnya menangis, Zen yang mendengar cerita Sayu pun langsung mengelus kepala Sayu
"Tenang saja Sayu, aku tidak akan meninggalkanmu seperti yang pernah dilakukan oleh kedua orang tuamu" Ucap Zen sambil mengelus kepala Sayu
"Benar kak??" Tanya Sayu tersedu sedu
"Iya benar.. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian" Ucap Zen
Sayu pun merasa tenang dan Zen pun membawa Sayu ke suatu ruangan lainnya, saat masuk Sayu ia pun kaget karena ruangan yang di masukinya adalah sebuah kamar yang cukup mewah, Sayu pun di suruh duduk oleh Zen di sebuah bangku, Sayu pun menuruti ucapan Zen dan Zen pun menyisir rambutnya
"Kenapa kakak membuat semua ini?" Tanya Sayu
"Aku hanya ingin melihat Sayu senang" Jelas Zen sedikit tersenyum
"Baik sudah selesai" Zen pun membawa Sayu ke sebuah lemari yang terdapat cermin didepan pintunya
Sayu pun merasa sangat senang dan tidak percaya, karena penampilannya yang berubah menjadi sangat cantik
"Ngomong ngomong Sayu, umurmu sekarang berapa?" Tanya Zen
"Umurku 8 tahun kak, umur kakak berapa?" Tanya Sayu
"Umurku 10 tahun" Jelas Zen
Zen pun menciptakan sebuah cermin dan memberikannya kepada Sayu, Sayu pun kebingungan kenapa Zen memberinya cermin padahal di depan lemari sudah ada cermin
"Kamu bisa melihat kegiatanku melalui cermin itu" Jelas Zen
"Benarkah kak?" Sayu pun melihat dan benar saja, ia melihat dirinya dan Zen yang sedang berada di dalam ruangan tersebut
"Sayu, kamu di sini dulu ya.. Aku akan kembali keluar, jika kamu kesepian panggil saja aku nanti" Ucap Zen sambil mengelus kepalanya
"Tapi bagaimana cara kakak mendengarkan Sayu?" Bingung Sayu
"Ini kan alam bawah sadar kakak saat latihan kakak juga sudah pernah memasuki alam bawah sadar kakak sekali dan pastinya kakak bisa kesini kapan saja, mulai sekarang, kamu adalah adikku" Ucap Zen
Sayu pun merasa senang mendengar ucapan Zen dan menganggukkan kepalanya
"Kalau begitu kakak pergi dulu ya" Ucap Zen
"Baik kak" Ujar Sayu sambil tersenyum bahagia
Zen pun menutup matanya
...-Disisi lain-...
Zen pun tersadar dari pingsannya
"Dimana ini?" Bingung Zen
"Agh.." Zen pun bangun dari tidurnya dan melihat sekitar
"Apakah ini ruanganku?" Bingung Zen
(Tng!!) Sebuah mangkuk kaleng pun jatuh ke lantai
"Zen?"
Zen pun melihat ke arah orang yang memanggilnya dan melihat Veliona yang meneteskan airmata
"Veliona?" Ucap Zen kebingungan karena Veliona berada di ruangannya
Veliona pun langsung berlari dan memeluk Zen dengan erat
"Kenapa Ve-"
"Ha!....." Veliona pun menangis, Zen yang tidak tau apa apa pun hanya memeluk Veliona agar ia merasa baikan Veliona pun terus menangis tak berhenti, Zen yang melihat lengan Veliona pun melihat ada beberapa luka bakar di lengannya tetapi ia tidak mengucapkan sepatah kata pun sampai Veliona tenang
Beberapa saat kemudian Veliona yang sudah tenang pun melepaskan pelukannya
"Apa yang terjadi?" Tanya Zen
"Kamu tidak sadarkan diri selama lima hari" Ucap Veliona yang membuat Zen kaget
"Saat kita berada di akademi Destro, pemimpin akademi menyuruh bawahannya untuk membawamu ke ruang pengobatan, tetapi sesampainya di sana, Arata tidak mau kamu berada di sana dan mengusir kita, karena kekayaan keluarga Arata yang tidak tertandingi Kak Liya sang Pemimpin akademi Destro pun terpaksa menuruti keinginan Arata dan kita pun di antarkan kembali menggunakan kereta api sama seperti saat kita berangkat kemarin" Jelas Veliona
"Saat kamu telah di letakkan di kasur, mereka pun memutuskan untuk pulang, tapi saat aku masuk ke kamarmu, tiba tiba ada cahaya merah yang menyelimuti seluruh tubuhmu, saat aku mencoba untuk menarikmu keluar malah aku yang terpental dan tiba tiba cahaya tersebut menghilang bersama dengan luka luka di tubuhmu, saat aku mencoba membangunkanmu, kamu tidak bangun bahkan sampai sekarang" Jelas Veliona
Zen yang memahami situasinya pun memeluk Veliona dan berterima kasih kepadanya karena sudah menjaga dan merawatnya sampai sekarang
...~Bersambung~...