The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 115 : Demon Girl, Aina



"Jangan bunuh aku!!" Gumam Iblis itu sangat panik dan ketakutan, ia terus menangis tanpa bersuara.


Zen pun menatap Iblis itu dengan tatapan dingin yang membuatnya semakin ketakutan.


"Tidak ada yang perlu di takuti, siapa namamu" Tanya Zen.


Gadis itu pun hanya terdiam karena masih ketakutan dengan Zen, ia berfikir jika ia akan segera di musnahkan dan Zen hanyalah basa basi sebelum memusnahkannya.


"Na.. Namaku Aina" Pasrah gadis itu sembari menangis.


"Begitu kah.." Ucap Zen perlahan duduk dan mengelus kepala gadis itu, Elia dan Kiguno pun sedikit terkejut melihat Zen.


Mereka berdua pun berjalan mendekati Zen dan bertanya "Ada apa Zen?" Tanya Elia kebingungan, karena Zen terlihat sangat peduli dengan Iblis itu.


Zen pun terus mengelus kepala Iblis itu yang membuatnya perlahan semakin tenang, melihat Iblis itu yang mulai tenang Zen pun sedikit tersenyum dan mengucapkan "Dia mirip dengan adikku dan dia juga mirip denganku" Ucap Zen sedikit tersenyum.


Iblis itu yang mendengar ucapan Zen pun mulai luluh dan ia pun sedikit menyukai Zen.


"Begitu kah.." Paham Elia tanpa mempermasalahkan hal itu.


Kiguno pun menjadi kebingungan dan bertanya "Kenapa kamu begitu tenang Elia?" Tanya Kiguno.


Elia pun menoleh dan menatap Kiguno "Habisnya Zen saja tidak mempermasalahkannya, aku juga tidak bisa berbuat apa apa, dan itu juga tidak jadi masalah buatku" Jelas Elia.


Zen pun berhenti mengelus kepala gadis itu dan bangun sembari mengucapkan "Pergilah" Ucap Zen meminta agar Iblis itu meninggalkan mereka.


Iblis itu pun mengucapkan "Terima kasih" Ucap Iblis itu sembari menundukkan kepalanya ke bawah, ia meneteskan airmata karena merasa sangat senang dan terharu.


Zen lah satu satunya orang yang memperdulikannya seakan akan Zen adalah kakaknya.


Gadis itu tidak pernah mendapatkan kasih sayang, ia terlahir di kawasan Iblis dan di kutuk menjadi Iblis, saat ia akan di kutuk kedua orang tuanya berusaha membawanya kembali ke kawasan manusia, tetapi mereka berdua di bunuh tepat di depan mata gadis itu yang membuat gadis itu mempunyai trauma dengan Iblis, itulah sebabnya ia sering di rundung oleh Iblis lainnya.


Sayap Iblis itu pun muncul dan ia pun mengepakkan sayapnya, sebelum ia pergi ia bertanya "Anu.. Siapa nama kamu?" Tanya gadis itu menatap mata Zen


"Namaku Zen" Ucap Zen santai.


Gadis itu pun tersenyum dan mengucapkan "Sampai jumpa lagi tuan Zen!.." Teriak gadis itu dan terbang menjauh dari hutan itu.


"Tuan Zen..." Gumam Zen merasa aneh dan sedikit kesal.


"Kenapa kamu membiarkan dia pergi Zen?" Tanya Kiguno.


"Entahlah, aku hanya ingin melihatnya tetap hidup saja, dia pasti sangat menderita" Ujar Zen.


"Sudah lupakan semuanya, ayo kita kembali ke akademi!.." Ucap Elia memotong pembicaraan mereka.


"Ayo kita kembali" Ujar Zen berjalan balik ke arah akademi, Elia dan Kiguno pun hanya mengikuti Zen yang berjalan dengan santai di dalam hutan itu.


...-Disisi Lain-...


(Slash!!!)


(Ting!!!!)


(Bom!!!!!)


Pertarungan yang begitu sengit, api membara dimana mana, benar benar sangat tidak menguntungkan bagi Rio karena ia hanya menguasai elemen tanah dan api, ia tidak menguasai elemen air yang membuatnya harus terus bertahan di dalam api yang membara itu.


"Sial sekali!" Gumam Rio sedikit kesal karena ia sangat terpojokkan oleh keadaan.


"Apa apaan ini?! Tidak mungkin!!, Rio terpojokkan oleh Okare!, sangat tidak di duga sekali!!!" Takjub sang komentator.


"Fire-" Pria itu tiba tiba muncul tepat di belakang Rio dan mengayunkan pedangnya yang besar itu.


(Slash!!!)


"Fire Destruction!"


"Agh!!!!" Tebasan itu tepat mengenai punggung Rio, tidak hanya itu Rio pun terpelanting dan terbakar akibat serangan yang kuat itu.


(Brak!)


Rio pun terkapar lemas di permukaan yang panas, arena yang terus terbakar oleh api dimana mana, Rio pun benar benar kalah telak pada babak ke 8 nya, ia benar benar dikalahkan dengan mudah oleh Okare, bahkan ia tidak dapat melakukan serangan balasan.


Okare pun berjalan ke arah Rio dan menancapkan pedangnya tepat di samping kepala Rio "Istirahatlah, kamu sudah berkerja keras" Perintah pria itu dan meninggalkan Rio.


"Pemenangnya adalah Okare dari guild Earth yang mewakili akademi King Fire!!!!" Jelas komentator yang membuat para penonton semuanya bersorak.


"Hebat sekali!!!!"


"Guild Earth memang yang terbaik!!"


Berbagai komentar penonton pun terlontar, tidak hanya komentar, bahkan ada juga provokasi yang memprovokasi Rio dari guild Eternal Fire dikarenakan mereka memang tidak menyukai guild Eternal Fire, walau begitu, masih banyak juga yang tetap mendukung guild Eternal Fire.


Tim medis pun membawa Rio dari arena tersebut dan mengobati seluruh luka yang di terimanya.


"Kerja bagus Rio" Ucap Ayani.


"Pertarungan selanjutnya pertandingan ke 8 grup B, Eternal Fire melawan Valkyrie!!" Bracket pertandingan babak ke 8 pun muncul, Siyon melawan salah satu anggota dari guild Valkyrie yang masih tersisa selain kakaknya sendiri.


Seorang pria berambut biru dan menggunakan kacamata pun memasuki arena, ia terlihat begitu keren sembari membawa tombak yang terus ia mainkan, ia memutar tombak itu menggunakan jari jarinya hingga ia berhenti di tengah arena.


"Sepertinya sudah saatnya giliranku ya" Ucap Siyon.


"Semangat Siyon!!" Ucap Ayani menyemangati Siyon.


"Terima kasih" Siyon pun bangun dari bangku penonton dan turun untuk memasuki arena.


Saat Siyon berjalan turun, ia pun melihat ke arah kakaknya yaitu Asuka yang tersenyum menatapnya dari tadi.


"Kamu pasti bisa Siyon, jangan kalah sebelum aku mengalahkanmu" Ucap Asuka dalam hatinya sembari tersenyum.


Siyon pun berjalan dengan santai memasuki arena diiringi sorakan meriah yang menyambut Siyon karena kekerenannya dan kehebatannya dalam pertarungan.


Siyon pun menciptakan katana miliknya, saat Siyon menciptakan katana miliknya, sorakan meriah kembali terdengar jelas dari bangku penonton.


"Kami harus memenangkan turnamen kali ini!" Gumam Siyon menatap pria itu dengan tatapan serius dan siap untuk bertarung dengannya.


...~Bersambung~...