The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 122 : The Defeat And The Surrender?



(Nging!!!)


(Boomm!!!!!!)


Ledakan yang besar pun tercipta, api yang membara membakar seisi arena, walaupun begitu, pertarungan masih berlanjut, terlihat Raft terus mengejar dan menyerang Luca tanpa membiarkannya melakukan serangan balasan, walau begitu Luca tidak begitu peduli, Raft seakan akan sudah memojokkannya tetapi baginya Raft hanyalah menyapu debu debu di dalam arena.


(Slash!! Slash!!! Slash!!!)


Ayunan katana yang begitu cepat terus mengarah ke Luca, tetapi Luca dengan mudah menghindari serangan serangan tersebut tanpa tersentuh sedikitpun.


"Teknik katana" Raft pun menundukkan kepalanya dan menghilang.


(Slash!!!)


Raft pun mengayunkan katana miliknya dan menyerang Luca tepat di kakinya, Luca yang menyadarinya pun melompat, tetapi di saat ia melompat ia menyadari sesuatu.


"Sarung katananya?!" Gumam Luca terkejut.


Raft pun tiba tiba menghilang dan muncul tepat di atas Luca, terlihat pedang Raft yang berada di udara sejak awal ia menyerang, Raft melempar pedangnya ke atas dan menyerang Luca menggunakan sarung katana miliknya, dan seperti yang ia harapkan, Luca melompat ke udara yang membuatnya akan sulit menghindari serangan selanjutnya.


"Aku tidak akan kalah! Aku tidak akan membiarkan usaha teman temanku sia sia!!" Gumam Raft.


"Kami pasti akan mengalahkan kalian Blue Predator!!"


"Amarah merah!" Raft pun menatap Luca dengan tatapan tajam dan aura pembunuh yang luarbiasa.


"Hshh.." Nafas Raft pun terbakar dan bersamaan dengan munculnya api berbentuk kepala singa yang besar tepat di katananya.


"Fire Hunter!!!" Raft pun mengayunkan katana miliknya.


(Slash!!!!!)


(Tcs!!!)


"Apa ini?!" Gumam Raft sangat terkejut.


Katana milik Raft pecah karena di gigit oleh seekor naga biru air yang tiba tiba muncul dari belakang Luca, terlihat Luca juga berubah, matanya yang berubah menjadi biru tua dan pakaiannya yang seketika berubah menjadi gaun biru pendek yang di selimuti oleh selendang biru muda panjang.


"Siapa dia?!" Gumam Raft sangat terkejut.


"Ocean Dance" Gadis itu pun berputar dan menciptakan gelombang air yang dasyat di udara, gelombang itu perlahan membentuk menjadi tornado dan terjadilah tornado air di dalam arena tersebut, api yang membara pun tersapu habis akibat tornado itu.


"Agh!!" Raft pun ikut terpelanting akibat tornado air yang dasyat itu.


(Bush!!!!)


Seluruh arena pun banjir akibat serangan Luca barusan, ia pun perlahan mendarat ke permukaan, tetapi hal yang tidak terduga terjadi, Raft muncul tepat di depannya dan mengayunkan pedangnya.


"Fire!!!"


(Slash!!!)


Tebasan katana berapi pun mengarah ke Luca, tetapi sebelum serangan tersebut mengenai Luca, kobaran api itu kembali padam, karena ada gelembung air yang muncul dan melindungi Luca.


"Selamat tinggal" Ucap Luca sembari mengangkat tangannya, Raft pun terpelanting karena air yang langsung menyemburnya seperti laser dari gelembung air itu.


"Sial! Apa lagi lagi akan kalah!?!" Gumam Raft kesal akan dirinya sendiri.


(Boomm!!!)


Raft pun terpelanting hingga dinding colosseum dan tak sadarkan diri karena hempasan yang begitu kuat.


"Pemenangnya adalah Luca dari guild Blue Predator!!!!"


"Hore!!!!!!!" Teriak para penonton dan fans dari Blue Predator.


"Apa yang terjadi? guild Eternal Fire yang menang secara beruntun pada babak awal, bagaimana bisa mereka menjadi tersudutkan seperti ini? Apakah guild Eternal Fire akan kehilangan kesempatan mereka untuk menggapai kejuaraan yang berada di depan mata????" Ujar Komentator tersebut yang membuat suasana semakin memanas.


"Gh!!" Rio pun terlihat sangat kesal karena lawan yang mereka hadapi terlalu berlebihan, ia juga berfikir jika guild Eternal Fire lah yang melemah.


Sedangkan tanpa ia ketahui, pada babak semi final mereka melawan musuh yang bukan manusia biasa, rata rata musuh yang mereka hadapi adalah seseorang yang memiliki kekuatan Roh Agung, bahkan yang tersisa pada pertandingan Final kali ini adalah tiga orang yang memiliki kekuatan Roh.


...-Time Skip-...


Di dalam ruangan guild, terlihat guild eternal fire sedang termenung dan sudah pasrah karena mereka merasa jika mereka tidak akan bisa memenangkan pertandingan kali ini, turnamen yang mereka hadapi kali ini tidak mudah seperti turnamen yang mereka menangkan sebelumnya.


Mereka terlihat bersedih akan kekalahan mereka ke empat kalinya secara beruntun.


"Sudah ku katakan, sia sia saja.. kalian tidak akan bisa melawan mereka.." Jelas Verina.


"Apa maksudmu sialan!!" Kesal Rio yang langsung mencengkram pakaian Verina dan menariknya.


"Katakan sekali lagi! Apa yang kau maksud! Apa kau menghina kami?!!" Kesal Rio.


Rio pun menatap Verina dengan tatapan tajam dan penuh emosi.


"Biar ku perjelas lagi, mereka memiliki kekuatan Roh, Roh agung petir, Theresa. Roh agung angin, Windie. Roh agung air, Aqua. sedangkan kalian hanyalah manusia biasa, apa kalian yakin bisa mengalahkan mereka?!" Kesal Verina.


"Diamlahkau!!" Kesal Rio yang berniat memukul Verina, tetapi sebelum pukulan itu mendarat di wajah Verina, Siyon dan Raft langsung menahannya.


"Kalian jangan mengganggu!! Aku akan membunuh gadis sialan ini!!" Kesal Rio memberontak, Rio pun berhasil melepaskan tahanan Siyon dan Raft.


Rio berniat kembali memukul Verina sembari mengucapkan "Kau cuma bisa ngoceh saja dasar gadis sok tau!!" Kesal Rio.


Pukulan itu pun kembali terhalangi oleh Kiguno, Kiguno dengan santainya menahan pukulan Rio sembari mengucapkan "Jangan bertarung di sini, tidak ada yang ingin melihat pertengkaran seperti ini" Ucap Kiguno datar.


"Hei.. Kalian terlalu meremehkan lawan kalian, tanpa kalian sadari, di atas langit masih ada langit." Jelas Verina dengan wajahnya yang menatap kebawah karena kesal.


Silvia dan Rias yang melihat Verina kesal pun sedikit khawatir karena takut hal yang tidak di inginkan terjadi.


"Akan ku perjelas, kalian itu lemah!!" Ucap Verina merendahkan mereka semua dengan nada yang mengancam.


Kiguno yang mendengarnya pun melepaskan genggamannya dan menoleh ke arah Verina sembari bertanya "Apa yang kamu inginkan sekarang? apa kau belum puas merendahkan guild ini?" Tanya Kiguno.


"Aku tidak merendahkan kalian, kalian saja yang menganggapnya begitu" Ujar Verina.


"Jadi, kau ingin pertarungan?!" Tanya Kiguno dengan nada seramnya, auranya pun menyambar seisi ruangan guild yang membuat Yuuiki dan yang lainnya sedikit panik.


"Kalau itu yang kalian inginkan, aku akan melayani kalian." Ujar Verina, kedua sayapnya pun muncul angin yang kuat pun menghantam seisi ruangan guild dan aura seramnya yang menyambar ke mereka semua.


"Agh!.." Siyon, Rio, Raft dan yang lainnya pun termundur karena kuatnya angin dari hempasan sayap Verina, walau begitu, Kiguno terlihat berdiri tegap di hadapan Verina, kedua aura yang seimbang saling bertabrakan yang membuat seisi ruangan guild semakin kacau.


"Jadi apa maumu?" Tanya seram Verina.


"Aku tidak peduli, jika kau ingin bertarung, aku akan melayanimu" Ujar Kiguno.


"Boleh saja jika itu maumu" Ucap Verina.


(Swof!!!!)


(Bf!!!!)


(Tcs!!)


Tombak dengan bara api pun menembus jendela kaca ruangan guild eternal fire dan menghantam permukaan.


(Bom!!!!)


Ledakan pun tercipta yang membuat Verina dan Kiguno terpelanting akibat ledakan tersebut.


"Uhuk uhuk!" Terlihat mereka semua terpelanting dan terbatuk karena asap dari api tersebut yang hampir membakar ruangan guild jika tidak di padamkan oleh Rias.


"Apa apaan ini?!" Bingung Rara karena seisi ruangan di penuhi kabut asap.


Verina dan Kiguno pun perlahan mendekati titik ledakan dan terlihat sebuah tombak yang menancap di permukaan.


Tidak hanya itu, tulisan sihir pun terlihat melayang di udara yang bertuliskan "Jangan bertengkar hanya karena kesalahpahaman, kalian tidak ingin berperang kan?"


Mereka yang membaca tulisan dan melihat tombak tersebut seketika sadar jika itu adalah Zen, mereka pun menoleh ke luar jendela dan menatap ke arah hutan.


...-Disisi Lain-...


Zen pun terlihat menatap Verina dan Kiguno menggunakan mata sihirnya, ia dapat melihat mereka dari jarak yang sangat jauh karena ia menggunakan mata sihir.


Setelah melihat Kiguno dan Verina yang telah membaca pesannya, ia pun turun dari pohon dan berjalan ke akademi berniat menonton pertarungan Veliona pada babak final.


...-Disisi Lain-...


"Pertarungan Final yang kita tunggu tunggu akhirnya tiba!!!" Heboh komentator itu.


"Pertarungan antara guild Eternal Fire melawan Natural Impact!!!, pada babak selanjutnya!! Apa kalian semua sudah siap?!!!" Heboh komentator tersebut.


"Ya!!!!!!" Para penonton pun bersorak ria dan komentator pun mengucapkan "Pertandingan final babak pertama!, guild Eternal Fire melawan guild Natural Impact!!, dan pertandingan kedua kita!! guild Blue Predator melawan Valkyrie!!!, siapakah guild yang akan menjuarai turnamen antar akademi kali ini??? apakah Eternal Fire? Natural Impact? Valkyrie? Atau Blue Predator lagi???? kalian tidak sabar bukan?!!! mari segera kita mulai pertandingannya!!!!"


"Pertandingan final babak pertama guild Eternal Fire melawan Natural Impact!! perwakilan guild silahkan memasuki arena!!!" Pinta komentator itu.


Thira pun terlihat sudah muncul dan memasuki arena di iringi dengan sorakan yang begitu meriah, beberapa saat kemudian, Veliona pun memasuki arena yang membuat seluruh penonton bersorak karena kecantikan Veliona yang begitu indah.


"Pertandingan babak final!!"


"Mari segera kita mulai!!!!!" Semangat komentator itu bersamaan dengan sorakan para penonton.


(Ngom!!!!!)


Pertandingan Final pun dimulai, terlihat Thira yang begitu tenang, begitu juga dengan Veliona, mereka tidak bergerak sedikitpun walau pertandingan sudah di mulai yang membuat para penonton sedikit kebingungan.


"Kenapa dia diam?" Gumam Thira kebingungan, saat sedang kebingungan tiba tiba kupu kupu merah pun melintas tepat di depan Thira yang membuatnya sedikit terkejut.


"Kupu kupu?" Bingung Thira karena ia yakin, tidak mungkin seekor kupu kupu akan memasuki arena colosseum.


Kupu kupu merah itu pun terlihat semakin bersinar dan tiba tiba.


(Boooooommmmmm!!!!!???!!???!!!!!!!!)


...~Bersambung~...