
Zen pun langsung menyerang Ren dengan sangat cepat.
(Swof!!)
(Ting!!!)
(Nging!!!!)
Benturan dua senjata mereka pun membuat udara di sekitar semakin dingin dan dengungannya pun sangat keras yang membuat Veliona dan yang lainnya seketika menutup telinga mereka, saat mereka menutup telinga mereka, mereka seakan akan mendengar suara aneh di telinga mereka.
"Apa ini??!" Gumam Veliona kebingungan.
Tiba tiba Veliona pun seakan akan pindah ke suatu tempat aneh.
"Dimana ini?!" Gumam Veliona kebingungan.
Tiba tiba suara seseorang pun muncul dari dalam kegelapan.
"Jangan tutup telinga kalian!!" Teriak seorang gadis dari dalam kegelapan.
Tiba tiba Veliona pun tersadar tetapi saat ia sadar semua sudah terlambat, telinga Veliona dan yang lainnya pun seketika mengeluarkan darah dan pendengaran mereka seketika rusak tanpa sebab yang jelas.
"Ahh!!!!!" Teriak Veliona kesakitan.
Zen yang mendengar teriakan Veliona pun menoleh ke belakang, Ren yang melihat Zen lengah pun tersenyum, di saat yang bersamaan duri duri es seketika muncul dari permukaan dan menusuk tubuh Zen.
(Srk!!!!)
"Jangan Menoleh Dasar Bodoh!!" Seru Ren.
Ren pun menendang Zen dengan sangat kuat, Zen pun terpelanting jauh ke arah Veliona.
Veliona yang melihat Zen pun berusaha melawan rasa sakitnya dan berniat menangkap Zen.
Saat Zen sudah dekat dengan Veliona, tiba tiba duri es kembali muncul dan kembali menusuk Zen.
(Srk!!!)
"Zen!!!" Panik Veliona.
"Kenapa ini bisa terjadi?!, Zen terluka karena aku?!, aku benar benar membebaninya!!, aku benar benar tidak berguna! aku hanya menjadi bebannya! lagi lagi! lagi dan lagi aku terus membebaninya!!!" Gumam Veliona kecewa pada dirinya sendiri.
"Hahahaha!!! apa segini saja kemampuanmu bocah?!!?" Seru Ren.
"Lagi! hibur aku lagi!!!" Seru Ren.
(Tcs!!!!)
"Huh?" Ren pun sedikit terkejut, karena sihir Area yang ia ciptakan tiba tiba hancur.
Terlihat banyak orang yang sudah mengepung Ren, ternyata mereka semua adalah pahlawan dari berbagai akademi.
"Sepertinya kita terlambat" Ucap seseorang sembari melihat Zen dan yang lainnya.
"Diakah musuh kita?" Tanya seseorang dengan nada santai.
Ren yang melihat mereka semua pun seketika mengingat masa lalunya, dimana ia sering di rundungkan oleh orang sekitarnya saat ia masih menjadi manusia.
"Kebetulan sekali!, aku masih belum puas!!!" Seru Ren.
(Swof!!!)
Tiga pahlawan pun langsung maju secara bersamaan dan menyerang Ren.
(Srk!!!)
"Agh?!!?" Tak di duga, duri duri es tiba tiba muncul dari permukaan dengan sangat cepat dan menusuk mereka bertiga.
(Slash!!)
(Broke!!)
Duri es itu pun berhasil di hancurkan dan mereka pun menjauhi Ren.
"Dia berbahaya!" Gumam seorang pahlawan dan sangat mewaspadai Ren.
"Aura!!!" Ren pun mengeluarkan aura yang sangat mematikan bahkan melebihi aura Raja Iblis.
...-Disisi lain-...
Koruga pun tersenyum dan mengucapkan "Akuma bawa kembali Ren, hal yang ku inginkan sudah ia dapatkan"
Sesosok Iblis murni dengan aura yang sangat mematikan pun mengucapkan "Baiklah, kalau begitu saya permisi" Ucapnya dengan suara yang sangat berat dan menyeramkan.
Koruga pun kembali tersenyum sembari menatap sebuah cermin kegelapan yang dapat melihat pertarungan Ren dan yang lainnya.
...-Disisi lain-...
Mata kanan Ren pun berubah menjadi hitam dan bergaris biru di tengahnnya.
"Dark ice.." Ren pun mengangkat tangannya.
Di saat yang bersamaan, para pahlawan pun menyadari hal buruk, mereka pun langsung melompat tinggi di saat yang bersamaan duri es yang berwarna hitam gelap pun mengarah ke mereka dengan sangat cepat.
"Sacred tree protection!" Tiba tiba sebuah pohon muncul dan menahan semua duri es yang akan menyerang para pahlawan.
(Swof!)
"Teknik pedang~" Seorang pahlawan menciptakan sebuah pedang yang panjang dan tajam.
Ia pun mengayunkan pedangnya, di saat yang bersamaan, pedang itu pun mengeluarkan api merah yang sangat membara.
(Slash!!!)
(Ting!!!)
(Broke!!)
Tak di duga, Ren menghancurkan pedang pahlawan itu dengan pedang es kegelapan yang ia ciptakan.
"Kekuatan yang tidak masuk akal, ini pertama kali aku berhadapan dengan Iblis sepertinya" Gumam pahlawan itu.
(Slash!!!)
(Ting!!!)
Pahlawan itu berhasil menahan serangan Ren dengan pedang miliknya dan di bantu dengan sihir perlindungan miliknya yang ia aliri ke seluruh pedang miliknya.
"Prison land of death!!" Tiba tiba sebuah patung tanah dengan banyak senjata langsung menyerang Ren dari belakang.
Ren pun melihat ke arah patung itu dan mengucapkan "Serangan yang sia sia" Ucapnya dengan nada yang mengancam.
Tiba tiba duri es kegelapan kembali muncul dari permukaan dan menghancurkan patung itu dengan sangat mudah.
(Swof!!!)
Tiba tiba dua pahlawan pun menyerang Ren secara bersamaan menggunakan elemen sihir api.
"Firestorm vortex!!!" Pusaran badai api yang sangat panas pun mengarah ke Ren.
Tiba tiba suasana seketika hening, Ren pun seketika terdiam dan sangat terkejut.
(Bom!!!!!)
Ledakan yang dasyat pun tercipta.
"Apakah berhasil?" Gumam Veliona.
"Ren.." Ucap seorang Iblis dengan nada yang sangat berat dan menyeramkan.
Para pahlawan pun seketika merasakan tekanan yang sangat mengancam.
Veliona pun seketika ketakutan karena aura yang sangat tidak masuk akal kembali menyambarnya.
"Apa apaan tekanan ini?!!?" Panik para pahlawan.
Tiba tiba muncul sesosok Iblis tepat di depan Ren, ternyata serangan pusaran badai api milik pahlawan ditahan oleh Iblis itu menggunakan punggungnya, tetapi Iblis itu seakan akan tidak merasakan rasa sakit sedikitpun.
"Tuan muda memanggilmu untuk kembali!.." Ucap Iblis itu.
Ternyata Iblis itu adala Akuma yang sebelumnya di perintahkan oleh Koruga.
"Siapa dia?!!?" Panik para pahlawan.
"Sebaiknya kau tidak membuatnya menunggu!.." Ucap Akuma.
Ren pun mengucapkan "Maafkan saya, saya akan menuruti perintah tuan muda.." Ucap Ren sembari sedikit menundukkan kepala.
Akuma pun menoleh ke belakangnya dan menatap para pahlawan, seketika awan pun menjadi gelap.
"Dia Ibis murni?!!?" Panik para pahlawan.
"Aura pembunuh yang sangat tidak masuk akal!!!" Panik seorang pahlawan.
Tiba tiba muncul aura mematikan lainnya dari tempat yang berbeda.
"Zen?!" Veliona yang menyadarinya pun melihat Zen sembari menahan rasa sakitnya.
Seketika duri es yang menancap di tubuh Zen hancur.
Rambut Zen pun seketika berubah menjadi warna putih, aura yang mematikan pun menyambar ke semua orang yang ada di sekeliling Zen termaksud Akuma dan Ren.
Zen pun menoleh dan menatap Akuma dengan tatapan pembunuh yang sangat kuat dan mematikan.
"Kalian boleh melukaiku.., tetapi tidak dengan teman temanku!!!.." Seru Zen dengan nada yang sangat mengancam dan mematikan.
Aura yang keluar dari tubuh Zen bukan lagi Aura manusia, bahkan melebihi Aura manusia, naluri para pahlawan, Veliona dan yang lainnya mendeteksi bahaya yang sangat mematikan.
"Kenapa ini?!, tubuhku??, tubuhku bergetar?!" Panik Veliona.
"Apa yang terjadi??!" Panik Veliona sembari melihat Zen.
Saat Veliona melihat Zen, ia pun merasakan hawa keberadaan Zen yang sangat berbeda dari yang sebelumnya, hawa yang ia rasakan dari Zen adalah hawa keberadaan yang tidak terduga dan hawa keberadaan itu adalah hawa Raja Iblis.
...~Bersambung~...