The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 51 : Training



Pagi pun tiba Zen dan Rily kembali berlatih seperti biasa, tetapi kali ini mereka di temani oleh Sayu, Sayu tidak hanya menonton, Sayu juga mengikuti ajaran Zen.


Kebetulan elemen Sayu memiliki elemen air dan angin jadi ia bisa mencoba latihan yang Zen ajarkan.


"Water ball" Rily akhirnya berhasil menciptakan bola air yang netral dan tidak bergetar.


"Zen aku berhasil!" Ucap Rily bahagia.


Zen pun bertepuk tangan sembari mengucapkan "Selamat Rily, kerja kerasmu akhirnya membuahkan hasil" Ucap Zen.


Rily pun merasa sangat senang karena akhirnya ia berhasil setelah mencobanya berhari hari.


"Water ball" Sayu menciptakan bola air di tangannya tetapi ia masih belum bisa, bola air yang ia ciptakan langsung pecah begitu saja.


Sayu pun sedih karena ia tidak berhasil menciptakan bola air yang mirip dengan Rily.


Zen yang melihat Sayu bersedih pun mendekatinya, Zen mengelus kepalanya sembari mengucapkan "Tidak apa apa Sayu, kamu masih bisa mencobanya lagi, jika hari ini gagal, masih ada besok, jika besok gagal masih ada hari selanjutnya, kamu pasti bisa asal jangan menyerah" Ucap Zen sembari tersenyum.


Sayu yang awalnya murung pun kembali tersenyum dan bersemangat.


"Rily ayo kita lanjutkan ke latihan selanjutnya" Ucap Zen.


"Baik!" Ucap Rily dengan sangat bersemangat.


"Coba ciptakan bola air yang besar, semampumu saja" Ucap Zen.


"Baiklah, akan ku coba" Rily pun mengangkat kedua tangannya keatas.


"Water ball!!!" Rily pun menciptakan bola air yang cukup besar tetapi bergetar kaku.


"Hah.. aku hanya mampu sebesar ini Zen" Ucap Rily.


"Baiklah, kalau begitu tahan kendalikan bola air itu agar tidak bergetar dan hancur" Perintah Zen.


"Eh?? emangnya bisa??" Tanya Rily kebingungan.


"Water ball!" Zen menciptakan bola air yang dua kali lebih besar dari bola air milik Rily di tangannya.


Rily pun terkejut karena bola air milik Zen sangat besar dan teratur.


"He.. hebat!" Kagum Rily dalam hatinya.


Bola air di tangan Zen perlahan mengecil dan lenyap yang membuat Rily kembali terkejut.


"Apa yang terjadi Zen?" Bingung Rily.


"Aku hanya menghilangkannya" Jelas Zen.


Rily kembali terkejut mendengar ucapan Zen.


"Jika Zen bisa seperti itu, aku pasti juga bisa!" Gumam Rily.


Rily pun menutup matanya dan mencoba menenangkan diri, ia fokus kepada aliran 'Mana' miliknya dan mengatur aliran 'Mana' nya.


"Tenang.." Gumam Rily.


Bola air di tangan Rily pun berhenti bergetar dan netral, tiba tiba


(Swof!!)


Sebuah bola air yang kecil pun menghantam bola air milik Rily yang membuatnya kembali bergetar bahkan lebih parah dari yang sebelumnya.


"Eh?!!" Panik Rily.


"Jika hanya seperti itu, tidak akan berguna" Ucap Zen.


"Rily, jangan terlalu fokus untuk menghentikan getaran bola air di tanganmu, perkuat juga bola air itu agar daya hancurnya lebih dari pada biasanya" Ucap Zen.


"Tapi Zen emangnya bola air bisa sekuat apa??" Tanya Rily kebingungan.


"Jangan hanya karena air itu adalah lambang ketenangan dan terlihat lembut jadi kamu menilai air tidak memiliki daya hancur, coba kamu pikirkan lagi, kenapa sebuah desa/kota bisa hancur di hantam oleh tsunami" Ucap Zen.


Rily pun terdiam memikirkan kata kata Zen.


"Benar juga" Gumam Rily.


Rily pun kembali mencoba, ia menetralkan bola air di tangannya dan meminta Zen untuk kembali menyerang.


(Swof!!)


Bola air milik Rily kembali bergetar tetapi tidak separah yang sebelumnya.


"Hebat Rily, kamu bisa mengerti dengan cepat" Ucap Zen memuji Rily.


Rily pun merasa senang tetapi tiba tiba sebuah batu mengarah ke bola air itu yang membuat bola air itu hancur karena Rily tidak fokus.


"Bola airnya hancur kak, berarti kekuatannya tidak kuat" Ucap Sayu.


"Hahaha" Zen pun tertawa.


"Sayu!.." Kesal Rily.


"Tapi benar kan kak?.. buktinya bola air yang besar itu hancur karena batu" Ucap Sayu.


"Hei Rily, aku akan menunjukanmu sesuatu" Ucap Zen.


"Apa itu Zen?" Bingung Rily.


"Water ball!" Zen menciptakan bola air berwarna biru tua di tangannya.


Zen pun melempar bola air itu jauh kedalam hutan.


"Sihir elemen adalah sihir tingkat atas, banyak yang belum tau perbedaan sihir elemen dan elemen sihir" Gumam Zen.


"Tapi, sihir elemen kali ini bukan sihir elemen biasa, aku menggabungkannya dengan serangan yang mirip dengan serangan Rias saat pertama kali aku bertemu dengannya" Gumam Zen


Bola air itu pun menabrak sebuah pohon dan meledak


(Bom!!!!)


Ledakan itu membuat Rily dan Sayu terkejut, tiba tiba ledakan itu seketika menghilang.


"Sepertinya sebentar lagi aku akan menepati janjiku, Veliona!" Gumam Zen sembari tersenyum bersemangat.


Ledakan kembali muncul bersamaan dengan munculnya tornado air yang besar dan menghantam isi hutan.


Rily dan Sayu pun sangat terkejut melihatnya.


...-Disisi lain-...


"Suara apa itu?" Bingung Pemimpin akademi.


"Lupakan saja, Rily dan Zen sedang berlatih di belakang, itu pasti ulah mereka" Ucap istrinya sembari membersihkan tubuh Pemimpin akademi.


"Begitukah.." Paham Pemimpin akademi.


...-Disisi lain-...


Tornado air itu pun perlahan menghilang.


"Hebat sekali Zen" Kagum Rily.


"Kakak hebat sekali!" Kagum Sayu.


Zen pun melihat mereka berdua sembari tersenyum.


"Kalian juga pasti akan sekuat atau mungkin bisa melebihiku" Ucap Zen.


Semangat Sayu dan Rily pun kembali bangkit dan mereka pun melanjutkan latihan mereka.


Mereka pun berlatih sangat giat dan hari terus berganti.


...-Time skip-...


Dua tahun pun berlalu.


Zen, Rily, dan Sayu pun mengakhiri latihan mereka.


"Kalian sudah berkembang selama dua tahun ini" Ucap Zen.


"Emang seharusnya begitu kak!" Ucap Sayu yang sudah berumur 10 tahun.


"Sekarang umurku sudah 12 tahun, aku masih harus berlatih keras" Gumam Zen sembari menatap langit.


"Aku pasti akan mengalahkanmu Koruga!" Gumam Zen.


Tiba tiba Rily pun memanggil Zen "Hei Zen, sekarang kita harus apa?" Bingung Rily.


"Aku akan meninggalkan akademi ini dan kembali berpetualang" Ucap Zen.


"Kalau begitu kami akan ikut kak!!" Ucap Sayu.


"Sebaiknya kalian di sini saja.." Ucap Zen.


"Tidak! kami akan ikut, kami tidak tau kapan kak Zen akan kembali, dan itu jika kak Zen kembali, jika kak Zen kenapa kenapa kan kami ga tau!" Ucap Sayu memaksa untuk ikut.


Zen pun tidak punya pilihan lain ia terpaksa membawa Sayu dan Rily.


"Baiklah kalau begitu berkemas kemas lah, kita akan ke akademi Arsenal" Ucap Zen.


"Baik kak!!" Ucap Sayu bahagia.


Tiba tiba Rily keluar dari rumah dan membawa perlengkapan serta bahan makanan yang mereka berdua butuhkan.


"Baik sudah siap mari kita berangkat!" Ucap Rily bersemangat.


"Terima kasih kak!.." Ucap Sayu.


Zen pun tersenyum melihat Sayu dan Rily yang sudah akrab


"Baiklah ayo kita berangkat!" Ucap Zen.


"Veliona aku akan segera kembali!" Gumam Zen sedikit tersenyum.


...~Bersambung~...