The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 102 : The Challenger Bitter Reality



...Episode 102 - The Challenger Bitter Reality [Kenyataan Pahit Sang Penantang]...


...****************...


Pagi hari pun tiba, Silvia, Verina dan Rias terlihat tertidur tepat di atas Zen saat sedang menyembuhkannya.


Beberapa saat kemudian, Rias pun terbangun dari tidurnya "Uhm??" Rias menoleh ke kiri dan kanan kebingungan.


Ia pun melihat ke arah Zen dan terkejut "Eh?!" Kejut Rias, Rias yang terkejut pun spontan langsung bangun dari bangku yang menyebabkan bangku tersebut jatuh ke permukaan.


(Tak! Tak!)


Suara bangku yang keras pun membuat Silvia dan Verina terbangun dari tidur mereka.


"Hmm??" Bingung Silvia yang perlahan melihat ke kiri dan kanan, Silvia pun melihat ke arah Rias dan bertanya "Ada apa??, dimana ini?" Bingung Silvia.


Verina pun terdiam yang membuat Silvia kebingungan karena suasana yang hening "Ada apa?" Tanya Silvia.


"Apa kita kehabisan energi sihir sampai sampai kita ketiduran saat menyembuhkan Zen?" Tanya Verina kebingungan.


Rias dan Silvia yang mendengar ucapan Verina seketika sadar dan mengingat apa yang mereka lakukan hingga membuat mereka kehabisan energi sihir mereka, selama satu harian mereka mati matian menyembuhkan luka luka di tubuh Zen dengan segenap kekuatan mereka, tetapi hal tersebut malah membuat mereka kehabisan energi sihir dan menyebabkan mereka spontan tertidur atau sering di kenal sebagai Consciousness falls (Kesadaran Jatuh)


...-Informasi-...


Consciousness falls (Kesadaran Jatuh) Adalah efek samping dari kehilangan banyak energi sihir, tetapi efek ini hanya berlaku saat sedang melakukan rapalan sihir penyembuh, pembantu, atau sihir sihir peningkat lainnya. Berbeda dengan Lost Consciousness (Kehilangan Kesadaran) Kehilangan kesadaran adalah efek samping karena memaksakan diri menggunakan kekuatan sihir berlebihan yang menyebabkan tertekannya inti sihir (Mana) yang menyebabkan seseorang akan kehilangan kesadarannya secara paksa ringkasnya seperti pingsan secara tiba tiba.


...----------------...


"Consciousness falls.." Ucap Verina seakan akan tidak percaya.


"Kenapa Verina?" Bingung Silvia.


Verina pun menggelengkan kepalanya dan mengucapkan "Ini pertama kali aku mengalami Consciousness falls seumur hidupku" Jelas Verina yang membuat Silvia terkejut.


"Bukannya mengalami Consciousness falls adalah hal yang wajar ya??" Tanya Rias.


"Iya, tetapi selama hidup ratusan tahun, ini adalah pertama kalinya aku mengalami Consciousness falls" Jelas Verina.


Rias yang mendengarnya seketika sangat terkejut dan kembali bertanya "Kamu sudah hidup ratusan tahun? tapi bagaimana mungkin?" Tanya Rias tidak percaya.


"Aku adalah gadis dengan berkah dewi yang sudah hidup ratusan tahun yang lalu" Jelas Verina.


Rias yang mendengarnya kembali terkejut, karena ia baru pertama kalinya bertemu dengan berkah dewi, ia pikir jika berkah dewi hanyalah legenda belaka pada zaman dahulu.


"Hebat sekali!.." Kagum Rias.


"Hei, nama kamu Rias kan? apa hubunganmu dengan Zen??" Tanya Silvia.


"Iya namaku Rias, aku adalah teman Zen beberapa tahun yang lalu" Jelas Rias.


"Beberapa tahun yang lalu ya..." Lirih Silvia yang perlahan menoleh ke arah Zen.


Mereka bertiga secara bersamaan pun menatap Zen.


"Tidak aku duga jika Zen akan drastis berubah seperti ini" Kagum Rias dalam hatinya.


"Aku sudah di selamatkan olehnya, tetapi aku malah berniat jahat untuk membunuhnya, berkah dewi macam apa aku ini?, bahkan Iblis yang berada di depanku saja memiliki hati nurani yang melebihi manusia, aku benar benar sangat berhutang budi pada pria ini" Gumam Verina dan kecewa terhadap dirinya sendiri.


"Sudah berapa lama kamu menderita Zen.. aku tidak bisa merasakan perasaanmu yang sesungguhnya tapi aku yakin, pasti kamu sangat menderita" Gumam Silvia khawatir dengan keadaan mental Zen.


(Clap! Clap!)


Rias pun menepuk tangannya yang membuat suasana hening kembali bernada.


"Sudah jangan melamun!.. Sebaiknya kita membuat minuman dan duduk di halaman!.." Tegur Rias.


Silvia dan Verina pun tersenyum dan mengucapkan "Baiklah..." Mereka bertiga pun semakin akrab walau baru pertama kali bertemu.


...-Disisi Lain-...


(Swof!!)


Bola api kecil itu pun melewati koruga dan menyentuh permukaan, saat bola api itu menyentuh permukaan, permukaan seketika meledak dan terbakar.


(Boom!!!)


Ledakan berskala kecil pun tercipta yang membuat hutan dan permukaan tempat Koruga terbakar, walau begitu Koruga tidak sedikitpun terkena api dari ledakan tersebut.


Tatapan dingin pria itu membuat Koruga tertantang dan bersemangat, pria itu kembali mengeluarkan aura miliknya yang mematikan dan langsung menyambar Koruga.


Api yang membakar hutan pun langsung musnah karena kuatnya aura tersebut.


"Aku akan menghancurkan dunia ini" Ucap pria tersebut dengan nada dingin dan mengancam.


(Bff!!!!)


Api berwarna hitam pun menjalar dan membakar seluruh permukaan di dalam penghalang tersebut, api tersebut terbakar menjalar dan menggambarkan lambang kematian yaitu angka 6 dan pola pola sihir yang berbentuk segitiga di tambah segilima serta angka 6 di setiap sudut pola tersebut.


"Hahahahaha!!!" Koruga pun tertawa puas dan terlihat senyuman bahagia di wajahnya.


Disisi lain, Lucifer dan Code yang melihat Koruga tertawa dan tersenyum pun terkejut "Gawat!" Panik mereka berdua.


Tiba tiba sayap Lucifer yang berwarna hitam berubah menjadi merah gelap, sayap putihnya yang semakin terang dan penampilannya yang berubah, pakaiannya dan matanya yang seketika berubah menjadi putih terang dan merah gelap, permukaan di sekitar Lucifer pun retak karena aura miliknya yang meningkat drastis bersamaan dengan munculnya lingkaran sihir dengan pola Yin and Yang berwarna Putih dan Hitam.


Tidak hanya Lucifer, Code juga mengalami hal yang sama, mata Iblisnya yang berwarna hitam dan merah pun semakin terang, sayapnya menjadi hitam pekat sedikit kemerahan, duri neraka yang muncul di permukaan perlahan menghilang, tetapi permukaan tanahnya yang berubah menjadi pasir jiwa yang berwarna hitam serta terdapat banyak kepala tengkorak, serigala Code yang berubah menjadi lebih besar dan lebih menyeramkan serta munculnya jubah berwarna hitam di tubuh Code.


Perlahan penghalang itu pun menjadi gelap total karena padatnya kekuatan kegelapan milik Lucifer dan Code, tidak hanya itu, penghalang itu juga semakin tebal dan juga sangat keras baik dari luar maupun dari dalam.


Koruga pun tersenyum dan mengucapkan "Berdoalah jika keberuntungan akan memihak kepadamu" Ucap Koruga tersenyum bengis.


Pria itu yang mendengar ucapan Koruga pun langsung menciptakan bola dimensi berwarna hitam dan langsung menyerang Koruga, tetapi Koruga tiba tiba menghilang dan muncul tepat di atas pria tersebut.


(Swof!!)


(Boooooooooooommmmm!!!!!!!!!!!!!!!)


Permukaan tanah pun seketika hancur akibat pukulan Koruga yang sangat kuat walau tidak menyentuh permukaan, dan beruntungnya pria itu masih bisa selamat karena ia menggunakan portal dimensi untuk menghindar dari serangan Koruga.


"Biar aku tunjukan sesuatu yang hebat!" Seru Koruga dan mengangkat tangannya ke atas.


Tiba tiba bola api kegelapan yang sangat besar dan memiliki cincin di sekelilingnya muncul tepat di telapak tangan Koruga.


Pria misterius itu pun seketika menjadi serius, tatapan kosongnya seketika menghilang dan ia menjadi sangat waspada dengan Koruga.


"Biar ku beritau sesuatu naga dimensi sialan" Ucap seram Koruga sembari melemparkan bola api kegelapan di tangannya ke arah pria itu.


(Swof!!)


(Booooooooooooooooommmmmmmmm!!!! Bruak!!!!!????!!!!)


Ledakan sangat sangat dasyat pun tercipta, permukaan tanah seketika hancur total dan tercipta banyak jurang yang dalam dan mematikan akibat serangan tersebut.


Pria tersebut pun terlihat sangat ketakutan saat melihat kekuatan asli Koruga, ia memang berhasil menghindari serangan tersebut tetapi tidak dengan keadaan mentalnya yang hancur berantakan saat melihat kekuatan Koruga yang tidak masuk akal itu.


"Orang sepertimu bukanlah lawan yang menyenangkan bagiku!!.." Seru Koruga sembari tersenyum bengis menatap pria tersebut.


"Lawan yang pernah bertarung sengit melawanku dengan hasil seimbang hanyalah satu orang, yaitu dewa Buddha sang pelindung umat manusia!" Seru Koruga yang membuat pria tersebut sangat terkejut dan tidak percaya jika Koruga adalah orang yang pernah menentang dewa sekalipun.


Senyuman mematikan pun tergambar di wajah Koruga dan Koruga pun mengingat pertarungan sengitnya dengan sang buddha.


Pertarungan Koruga dengan sang Buddha terjadi karena Koruga yang secara tidak sengaja bertemu dengannya dan berfikir jika sang Buddha adalah dewi palsu yang sudah mereinkarnasinya dan menyiksanya, dalam pertarungan sengit mereka, Koruga berhasil di kalahkan oleh sang Buddha, tetapi sang Buddha tidak membunuh Koruga dan malah bertanya dengan Koruga kenapa ia terus berpindah dimensi dan memburu dirinya sendiri dan para pahlawan legendaris, Koruga saat itu sempat terkejut karena ia pikir jika hanya ia yang tau tentang dirinya, tetapi ternyata ia selama ini di awasi oleh sang Buddha yang seakan akan mengkhawatirkannya.


Koruga tiba tiba menghilang dan muncul tepat di belakang pria tersebut dan berbisik padanya "Aku tau jika kau adalah penguasa dimensi dua dunia, aku yakin sekali jika kau adalah bawahan dari dewi palsu itu!" Bisik seram Koruga yang membuat pria itu seketika panik.


...~Bersambung~...