The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 60 : Zen And Rui



"Zen, sebaiknya kamu mandi, setelah itu aku ingin kamu ikut denganku" Ucap Veliona.


"Eh, baiklah" Ucap Zen.


Zen pun bangun dari duduknya, saat ia berdiri ia sedikit kebingungan dan bertanya.


"Apakah kamar sebelah masih kosong??" Tanya Zen.


"Sudah ada yang tinggal disana, sebaiknya kamu mandi di sini saja" Ucap Veliona.


"Oh, baiklah.." Ucap Zen.


Sebelum Zen ke kamar mandi, ia sempat melirik ke leher Veliona yang terdapat kalung, ia pun ingat saat pertama kali ia memberikan kalung kepada Veliona.


Zen pun berjalan ke kamar mandi dan mandi, saat di dalam kamar mandi, Zen memikirkan sesuatu "Apa itu kalung yang ku berikan?" Gumam Zen kebingungan dan penasaran.


"Sudahlah lupakan saja, itu tidak penting sekarang, aku harus mandi dengan cepat agar Veliona tidak kelamaan menunggu" Gumam Zen sembari mempercepat mandinya.


Beberapa saat kemudian, Zen keluar dari kamar mandi, saat Zen ke ruang tamu, Zen sedikit kebingungan karena Veliona menghilang.


"Veliona??" Bingung Zen sembari berjalan tak tentu arah mencari Veliona.


"Iya aku di sini" Sahut Veliona dari dalam kamarnya.


Zen pun duduk di ruang tamu sembari menunggu Veliona, ia pun melihat keluar melalui lubang yang sempat tercipta dari serangan para Vampire.


"Sebaiknya aku memperbaikinya" Gumam Zen.


Zen pun berjalan perlahan mendekati lubang itu dan menutupnya menggunakan sihir elemen tanah.


Tiba tiba Veliona keluar dari ruangannya dan sedikit terkejut melihat Zen yang sedang memperbaiki lubang itu.


"Kenapa kamu memperbaikinya Zen?" Tanya Veliona.


Zen pun menjawab dengan santai "Aku hanya sedang menutupi lubang di ruangan orang yang ku sukai, aku tidak ingin hal hal yang tidak di dinginkan terjadi kepadanya" Ucap Zen.


Wajah Veliona pun sedikit memerah mendengar ucapan Zen.


Beberapa saat kemudian, setelah Zen selesai, Veliona pun menarik tangannya dan mengucapkan "Ayo kita pergi, nanti tutup!" Ucap Veliona.


"Eh??" Zen dan Veliona berjalan keluar dari ruangannya, saat di luar mereka pun berjalan keluar asrama.


Saat sedang berjalan tiba tiba Sayu dan Rily keluar dari ruangan Siyon.


Sayu pun menyapa mereka "Hai kak, mau kemana?" Tanya Sayu.


"Kakak hanya akan pergi berkeliling bersama Veliona sebentar" Ucap Zen.


"Ooo.." Paham Sayu.


"Siapa dia Zen?" Tanya Veliona.


"Sayu adalah adikku" Jelas Zen.


"Adik?" Bingung Veliona.


"Nanti akan ku jelaskan semuanya" Ucap Zen.


Rily yang berada di sana pun merasa cemburu melihat Veliona yang bisa dekat dengan Zen.


Tiba tiba sebuah portal muncul tepat di depan mereka berempat.


"Portal?!" Panik Rily.


Tiba tiba seseorang keluar dari portal itu yang membuat Veliona seketika waspada.


Ternyata yang keluar dari portal itu adalah Rui dan Shin.


"Sudah lama tidak bertemu, Veliona!" Seru Rui.


Saat keluar dari portal, Rui sedikit terkejut karena Zen berada tepat di depannya.


"Dia adalah anak yang kemarin?" Gumam Rui.


Shin pun keluar dari portal dan terkejut.


"Hei Rui, dia adalah anak yang waktu itu" Bisik Shin.


"Begitukah, berarti dugaanku tidak salah" Ucap Rui.


Zen menatap mereka berdua, di saat yang bersamaan Rui merasakan tekad Zen yang sangat luarbiasa.


"Dia adalah orang yang ku cari cari selama ini" Gumam Rui.


Rui pun tertawa dan mengucapkan "Kenapa bocah? apa kau ingin mati di sini??" Tanya Rui.


Shin pun langsung menciptakan senjatanya dan bersiap menyerang, tetapi Rui menghalanginya dan mengatakan "Biar aku saja, aku ingin melihat seberapa kuat anak ini" Ucap Rui.


Shin pun menuruti permintaan Rui dan menghilangkan senjatanya.


"C'Sword" Rui~


(Swof!!)


Rui tiba tiba menghilang dan muncul tepat di depan Zen, Rui langsung mengayunkan pedangnya tetapi dengan cepat Zen menahan serangan itu dengan kedua belati miliknya.


(Ting!!!!)


"Refleknya bagus" Gumam Rui.


Rui kembali menyerang berkali kali, dan Zen terus menangkis serangannya sembari melindungi Veliona.


(Slash! slash! slash!)


(Slash! slash! slash! slash! slash!)


(Ting!! ting! ting! ting! ting!! ting! ting! ting!! ting!!)


"Black fire!" Api hitam pun muncul tepat di atas Zen dan akan membakarnya.


"Fire!" Zen pun menciptakan api di tangannya dan menendang Rui, yang membuat Rui terpelanting.


Zen langsung menyerang api hitam itu dengan api miliknya.


(Bf!!!)


(Bom!!!)


Ledakan pun terjadi, Zen berhasil melenyapkan api hitam itu yang membuat Rui sedikit terkejut.


Zen pun menatap Rui dengan serius, Rui pun tersenyum dan menciptakan portal.


"Ayo Shin kita pergi, sebelum pemimpin akademi menyadari kita" Ucap Rui.


Mereka berdua pun masuk kedalam portal dan portal itu langsung menghilang.


"Apa apaan itu tadi???" Gumam Sayu terkejut dan ketakutan.


"Terima kasih Zen" Ucap Veliona.


"Kenapa berterima kasih?" Tanya Zen.


"Jika ga ada kamu, pasti kakakku sudah membunuhku" Ucap Veliona.


"Kakakmu? dia itu kakakmu??" Tanya Zen kebingungan dan sedikit terkejut.


"Iya dia adalah kakakku" Jelas Veliona.


"Kakak Veliona, berarti dia datang kesini dengan tujuan tertentu, apakah dia juga menginginkan darah Vampire murni?" Bingung Zen.


"Sudah lupakan.. Ayo nanti tokonya tutup!" Ucap Veliona sembari menarik tangan Zen yang membuat Zen sedikit terkejut.


"Emangnya kita mau kemana" Tanya Zen.


"Ada deh.." Ucap Veliona.


Rily yang melihat Veliona dan Zen bergandengan merasa sangat iri, tiba tiba Sayu menggenggam tangan Rily dan mengucapkan "Jangan cemburu begitu kak.. nanti kakak pasti juga akan seperti itu walau bukan dengan kak Zen.." Ucap Sayu sembari tersenyum.


Rily yang awalnya cemburu pun berhasil di tenangkan oleh Sayu.


...-Beberapa saat kemudian-...


Zen dan Veliona akhirnya sampai di sebuah toko perhiasan dan mereka pun masuk kedalamnya.


Veliona pun berjalan mendekati pemilik toko dan bertanya.


"Kak, apakah gelang yang ku titipkan waktu itu masih ada?" Tanya Veliona.


"Gelang yang mana ya??" Bingung Gadis itu.


"Gelang atas nama Veliona" Ucap Veliona.


"Sebentar kak, akan ku cek..." Gadis itu pun mengecek buku titipan dan ternyata ada, ia pun mencari sebuah kotak dan memberikannya kepada Veliona.


Veliona terlihat tersenyum saat mengambil kotak itu yang membuat Zen kebingungan.


"Emangnya apa yang ada di kotak itu?" Bingung Zen.


Setelah mereka keluar dari toko itu, saat di luar Veliona pun membuka kotak itu dan ternyata isinya adalah gelang.


Dua gelang yang terbuat dari benang dan kain.


Veliona pun memberikan satu gelangnya kepada Zen yang membuat Zen kebingungan.


"Ini untukku?" Tanya Zen.


Veliona pun tersenyum dan mengucapkan "Iya.. sudah lama sekali aku ingin memberikan ini kepadamu Zen.." Ucap Veliona.


Zen pun mengambil gelang itu.


"Cantik sekali, ini kamu yang membuatnya?" Tanya Zen.


"Eh?" Seketika Veliona pun terkejut.


"Kenapa kamu bisa tau?" Tanya Veliona.


Zen pun menjawab "Tidak ada toko aksesoris yang menjual gelang seindah seperti buatanmu ini" Ucap Zen.


Wajah Veliona pun seketika memerah.


"Gelang ini juga ini terbuat dari benang dan kain, jarang ada toko aksesoris yang menjual gelang seperti ini" Jelas Zen.


"Kenapa begitu?" Tanya Veliona.


"Aku juga tidak begitu tau, tapi selama aku berkelana, aku tidak menemukan gelang seperti ini" Jelas Zen.


Tiba tiba seorang laki laki dari kejauhan berlari ke arah mereka berdua sembari memanggil nama Veliona.


"Veliona!.. aku telah kembali!!..." Teriaknya dari kejauhan.


Veliona yang awalnya sedang senang pun seketika diam seakan akan merasa risih dengan kedatangan laki laki itu.


"Siapa dia?" Tanya Zen.


Veliona pun menjawab "Dia adalah Yujin, seorang pahlawan" Jelas Veliona sembari menatap laki laki itu dengan tatapan kesal.


"Begitukah.." Paham Zen.


Laki laki itu yang menyadari Veliona bersama seorang laki laki pun tiba tiba menghilang dan muncul di depan Zen.


Laki laki itu pun menatap Zen dengan tatapan sinis yang membuat Zen kebingungan.


"Siapa dia?" Tanya Yujin dengan serius.


"Jangan ganggu Zen, Yujin!" Kesal Veliona.


Yujin pun melihat gelang yang berada di tangan Zen dan melihat tangan Veliona, ia pun merasa sangat kesal dan mendorong Zen dengan kuat.


Yujin pun langsung menarik tangan Veliona dan berjalan pergi meninggalkan Zen.


"Lepaskan aku Yujin!" Berontak Veliona.


Veliona pun berhasil melepaskan genggaman tangan Yujin yang membuat Yujin kesal.


"Siapa dia!!?, kamu itu adalah gebetanku! kenapa kamu dekat sama cwo lain?!, kamu tau kan aku mencintaimu!!?" Kesal Yujin.


"Berhenti menggangguku Yujin! aku sama sekali tidak menyukaimu! menjauhlah dariku!" Kesal Veliona.


Yujin pun emosi, ia pun melihat kalung yang berada di leher Veliona dan langsung menarik kalung itu.


"Apa ini?!" Kesal Yujin.


Zen pun terkejut karena kalung yang berada di leher Veliona adalah kalung yang ia berikan kepada Veliona.


Yujin yang kesal pun langsung mencabut paksa kalung itu dari leher Veliona.


"Hei Yujin kembalikan itu!!!!" Seru Veliona.


Yujin pun tidak mendengarkan Veliona dan mengucapkan "Ini adalah pemberiannya kan!? seberarti itu ini buatmu?! akan ku hancurkan!!, kamu itu milikku dan bukan milik orang lain!!" Seru Yujin.


Yujin pun berniat membanting kalung itu.


"Hentikan!!!" Teriak Veliona.


...~Bersambung~...