The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 46 : Unexpected Attack



...-Awal kejadian-...


Pemimpin akademi pun terlihat sedang santai mengerjakan tugas tugasnya sebagai pemimpin akademi, akademi pun terlihat sangat damai tetapi tiba tiba ketua osis pun mengetuk pintu ruangan pemimpin.


(Knock knock)


"Silahkan masuk" Ucap Pemimpin akademi.


Ketua osis pun membuka pintu dan masuk kedalam, Pemimpin akademi pun bertanya "Ada apa kamu kesini Zuya?"


"Aku hanya penasaran dengan keadaan pemimpin yang akhir akhir ini terus berkerja, apa pemimpin tidak kelelahan?" Ucap Zuya.


"Aku baik baik saja, gimana kabar adikmu?" Tanya Pemimpin.


"Yue baik baik saja pemimpin, dia sudah mendekati kesembuhan" Ucap Zuya.


"Begitukah.." Pemimpin akademi bangun dan melihat ke luar jendela.


"Kenapa ia bisa terkena Rigid impact" Gumam Pemimpin akademi kebingungan.


...-Informasi-...


["Rigid impact" adalah gelombang sihir sering muncul di dalam Infinity Dugeon (Labirin tanpa batas). Gelombang sihir itu tercipta saat ledakan bunga floruerita, bunga floruerita sendiri adalah tanaman racun yang mematikan, bunga floruerita dua kali lebih besar dari tubuh orang dewasa, ciri ciri bunga floruerita memiliki duri berwarna merah, akar berwarna hitam dan mahkota bunga yang berwarna ungu gelap, "Rigid impact" terjadi karena bunga floruerita yang meledak saat sudah sangat tua dan tidak dapat tumbuh lagi, ledakannya menciptakan gelombang sihir yang beracun, jika manusia terkena gelombang itu dipastikan akan lumpuh sementara]


"Ada apa pemimpin?" Tanya Zuya yang kebingungan melihat Pemimpin sedang melamun menatap ke luar jendela"


"Tidak ada apa apa, aku hanya sedang berfikir kenapa adikmu bisa terkena Rigid impact" Ucap Pemimpin.


Tiba tiba seorang murid mengetuk pintu ruangan.


(Knock knock)


"Silahkan masuk" Ucap Pemimpin akademi.


Murid itu pun membuka pintu.


"Pemimpin, ada seseorang yang ingin bertemu dengan pemimpin" Ucap murid tersebut.


Seorang Laki laki dengan jubah hitam pun masuk kedalam ruangan Pemimpin akademi, ia pun bertanya "Apa kau pemimpin akademi ini?"


Pemimpin akademi pun menjawab "Iya kenapa"


Laki laki itu pun membuka jubahnya dan auranya yang sangat kuat pun muncul.


Pemimpin akademi yang menyadarinya pun langsung menyerang Laki laki itu dengan bola petir yang sangat besar


(Tst!!)


(Bom!!!!)


Ruangan akademi seketika hancur akibat ledakan itu, Pemimpin akademi pun terkejut karena serangannya tidak menyebabkan luka sedikitpun kepada Iblis itu, hanya jubahnya yang hancur dan Iblis itu adalah Shin.


"Black sword" Ratusan sihir pedang berwarna hitam pun muncul di belakang Shin, Shin pun langsung menyerang Pemimpin akademi.


"Thunder ball" Pemimpin akademi langsung menciptakan bola petir yang lebih besar dari sebelumnya dan melemparkannya kearah pedang itu.


(Bom!!!!!!!)


Ledakan yang sangat kuat pun terjadi, para murid yang melihat ledakan itu pun langsung lari ketakutan.


Sebuah portal pun muncul di belakang pemimpin akademi, tetapi ia menyadarinya.


"Thunder spear!" Sebuah tombak sihir yang besar muncul di tangan Pemimpin dan ia langsung menusuk portal itu.


Tiba tiba muncul satu lagi portal di belakang Pemimpin akademi dan sebuah bola api yang sangat besar pun keluar dari portal itu.


(Bom!!!!!)


Pemimpin akademi berhasil melindungi dirinya dari serangan itu dan menjauh dari Shin.


Tetapi Shin tidak ingin melepas Pemimpin akademi, Shin tiba tiba muncul di hadapan Pemimpin, Shin pun menyerang pemimpin akademi dengan duri berwarna hitam yang muncul dari tangannya.


(Kick!!)


Tiba tiba seseorang menendang Shin dengan sangat kuat, tetapi ia dapat menahan serangan itu dengan mudah.


Shin pun berniat menusuk orang yang menendangnya tetapi tangannya di tahan lagi oleh seseorang, dan di tendang dengan sangat kuat yang membuat Shin terpelanting jauh.


"Terima kasih Rugio, Orda" Ucap Pemimpin akademi.


"Jangan berterima kasih dulu, dia masih belum kalah" Ucap Orda orang yang menahan dan menendang Shin.


"Ayo kita serang bersama" Ucap Rugio yang langsung menyerang Shin.


Merek bertiga pun menyerang Shin secara bersamaan, pertarungan mereka berlangsung sengit dan terjadi ledakan dimana mana, beberapa bagian akademi hancur akibat serangan itu, tetapi sukurnya tidak ada murid yang terluka karena mereka semua sudah di evakuasi oleh Zuya dan bawahannya.


(Bom!!! bom!!! bom!!!)


...-Disisi lain-...


Zen pun merasa ketakutan.


Tiba tiba Shin pun menyerang Ruka sensei yang berniat membantu Pemimpin akademi dengan Bola hitam yang cukup besar, Ruka sensei pun terkejut karena serangannya sangat cepat.


"Protection!!!" Semua murid pun langsung menciptakan perlindungan sihir tetapi perlindungan mereka juga tidak dapat menghentikan bola hitam itu.


Mereka semua pun langsung menghindar dan bola hitam itu meledak.


(Bom!!!!!)


"Ahh!!!!!!" Teriak para murid.


"Sial!" Gumam Pemimpin akademi.


Pemimpin akademi pun langsung menyerang Shin dengan tombak petir yang sangat besar bahkan lebih besar dari yang sebelumnya.


"Red Thunder!" Warna tombak petir yang di lempar Pemimpin seketika berubah menjadi warna merah dan melaju sangat cepat.


(Bom!!!!!!!)


Ledakan yang sangat besar kembali terjadi, tetapi Shin tidak terluka sedikitpun karena ia memiliki perlindungan sihir yang sangat kuat.


"Menyerahlah" Ucap Shin.


Tiba tiba Rugio muncul di belakang Shin, ia berniat menebas Shin dengan pedangnya, tetapi Shin tiba tiba menyekik lehernya dengan sangat kuat.


"Agh!!!!!!" Rugio pun di angkat oleh Shin dan Shin berniat menusuknya dengan duri hitam yang muncul dari tangannya.


Tiba tiba Orda menendang duri yang muncul di tangan Shin dan duri itu pun hancur, Orda langsung menebas tangan Shin dengan Katana dan menarik Rugio.


Orda berhasil menyelamatkan Rugio tetapi yang tidak ia duga adalah, penyembuhan Shin yang sangat cepat, Shin langsung menyerang mereka berdua dengan bola hitam yang besar.


Sebelum Bola itu mengenai mereka berdua, Shin terlebih dahulu meledakkannya yang membuat mereka tidak dapat menciptakan perlindungan dan terpelanting sangat jauh.


"Rugio! Orda!" Teriak Pemimpin akademi.


Tiba tiba Shin muncul di atas Pemimpin akademi dan menendangnya dengan kuat.


"Aggh!!!" Pemimpin akademi pun terpelanting jauh.


Shin kembali berjalan mendekati Pemimpin akademi dengan santai, tidak di duga seekor anak kucing pun menggigit kaki Shin, Shin pun melihat kucing itu dan berniat membunuhnya.


...-Disisi lain-...


Zen merasa tidak asing dengan kucing yang menggigit Shin, ia pun merasa kebingungan karena ia seperti pernah tau kucing itu.


Tiba tiba Shin menendang kucing itu yang membuat kucing itu sekarat.


Zen pun terkejut dan ia merasa sedikit kesal.


Induk kucing itu pun langsung menghampiri anaknya.


"Meow.." Induk kucing itu terlihat menangis karena anaknya yang sekarat.


Saat Zen melihat kedua kucing itu, ia seketika mengingat semuanya, ia mengingat siapa dirinya, apa yang terjadi kepadanya, dan kenapa ia ada di sini.


"Swift!" Zen tiba tiba menghilang yang membuat para murid terkejut dan kebingungan.


"Hei bukannya dia tidak bisa menggunakan sihir!?!" Ucap seorang murid terkejut tidak percaya.


Tiba tiba pemimpin akademi pun langsung memeluk kedua kucing itu dan berlari membawa mereka pergi, tetapi Shin langsung menyerangnya.


"Black ball!" Shin pun menciptakan bola hitam yang cukup besar


"Ayah!!!!!" Teriak Rily.


(Swof!!!)


(Kick!!)


Tiba tiba Zen muncul di sebelah Shin dan langsung menendangnya, Shin pun dapat menangkis tendangan Zen, tetapi ia harus terpelanting akibat tendangan Zen yang sangat kuat.


(Bom!!!)


Shin pun bangun dan kebingungan "Siapa dia?" Gumam Shin kebingungan melihat Zen dengan rambut putih dan pupil mata yang berwarna merah.


...-Disisi lain-...


"Bagus bocah! begitulah kau yang seharusnya!" Ucap Koruga sedikit senang.


...~Bersambung~...