
Zen pun terbangun di sebuah rumah pohon yang di ciptakan oleh Silvia terlihat Zen sedang melamun dan masih membayangkan kejadian yang menimpa mereka pada hari sebelumnya.
"Kenapa gadis itu pergi meninggalkan kami? seharusnya waktu itu dia dapat memusnahkan kami dengan sangat mudah, dan siapa yang menendangku saat itu?" Gumam Zen kebingungan.
"Apa dia akan muncul lagi?, jika memang dia akan muncul lagi, kami harus segera pergi dari sini" Gumam Zen.
"Tapi harus pergi kemana? Apakah harus kembali ke akademi terlebih dahulu? Hm... Tapi mungkin ini adalah yang terbaik, jika tidak kami akan musnah terlebih lagi kondisi yang kurang menguntungkan, Elia dan Kiguno terluka cukup parah, Aina juga belum menyadarkan dirinya, luka yang ia terima sangat fatal, ia memerlukan banyak istirahat" Gumam Zen.
"Ini terjadi karena aku kurang berhati hati, aku tidak dapat melindungi mereka semua dari berbagai macam hal, terlebih lagi mereka juga mungkin sudah sangat kelelahan, mereka memerlukan istirahat" Gumam Zen.
Saat sedang termakan lamunan, tiba tiba kilasan ingatan pun terlintas di kepalanya, terlihat seorang pria dengan rambut hitam putih dan anting sedang bertarung melawan sosok misterius bersama bawahannya.
Pria itu pun menatap Zen dan berteriak "Sadarlah bodoh!!"
"Agh!!!" Zen pun memegang kepalanya yang tiba tiba terasa sangat sakit.
"Apa yang terjadi?! Apa itu barusan?!" Gumam Zen sangat terkejut dan kebingungan terlebih lagi ia merasakan sensasi yang aneh, ia merasa jika ia seharusnya tidak berada di tempat itu, hatinya yang terasa sangat berat dan begitu kosong serta rasa penyesalan dan kekesalan yang langsung menghantamnya dengan sangat keras.
Tiba tiba Arisu pun menggenggam tangan Zen yang membuat Zen sedikit terkejut.
"Apa kamu baik baik saja Zen?" Tanya Arisu yang tiba tiba sudah berada di sampingnya.
Zen pun menoleh dan mengucapkan "Aku baik baik saja.." Ucap Zen.
Arisu yang melihat kondisi Zen pun menjadi sedikit khawatir karena Zen yang terlihat begitu aneh.
Zen pun bangun dari tidurnya dan berjalan ke ruangan dimana Elia, Kiguno dan Aina di rawat.
Zen pun memasuki ruangan tersebut dan sedikit terkejut karena wujud Silvia yang berubah, terlihat Silvia menggunakan kekuatan hutan agung Calveria untuk menyembuhkan mereka bertiga, Asuka, Eriza, Thira, Verina, dan Rias hanya dapat melihat tanpa membantu sedikitpun karena teknik penyembuhan mereka yang tidak sebanding dengan milik Silvia, jika mereka memaksa menolongnya, malah akan merusak proses penyembuhan karena bertabraknya sihir penyembuhan yang berbeda level.
Zen yang melihatnya pun mendekati Silvia dan bertanya "Apa mereka baik baik saja?" Tanya Zen.
Silvia pun terlihat begitu kelelahan, ia sudah terengah engah karena ia sudah berusaha menyembuhkan mereka selama satu jam tetapi tidak begitu membuahkan hasil.
Zen pun mendekati Silvia dan memukul tepat di leher Silvia yang membuatnya seketika pingsan.
"Silvia!" Rias yang melihat Zen pun seketika terkejut.
Zen pun menggendong Silvia dan meletakkannya tepat di samping Elia.
"Silvia sudah terlalu memaksakan dirinya, jika terus di lanjutkan Silvia mungkin akan tewas" Ucap Zen sembari meletakkan Silvia.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Asuka.
Zen pun menutup matanya, tetapi saat ia menutup matanya, tiba tiba sesuatu pun menjebol rumah pohon Silvia dari atas yang membuat mereka semua terkejut.
Terlihat seorang gadis yang terjatuh dari atap dengan rantai yang memborgol di kedua tangannya, gadis berambut merah dan pakaiannya yang compang camping.
Mereka yang melihatnya pun tercengang kebingungan karena gadis tersebut yang tiba tiba menembus atap rumah pohon milik Silvia.
"Hahaha!!!" Suara tertawa pun terdengar di telinga mereka semua, disisi luar rumah pohon Silvia terlihat seorang pria yang sedang terjun ke arah gadis itu di ikuti oleh seekor naga yang berada di belakangnya.
"Matilah!!" Pria itu pun melemparkan bola api di tangannya, saat bola api itu terlempar, bola api tersebut berubah menjadi tornado api yang langsung mengarah ke rumah pohon tersebut.
Zen yang merasakan tanda bahaya pun langsung menangkap gadis tersebut dan tiba tiba Arisu pun langsung melompat keluar melewati lubang atap tersebut dan mengulurkan tangannya.
Di saat yang bersamaan, tornado api itu pun perlahan membeku.
"Es?!" Gumam pria itu sedikit panik dan terkejut, ia pun langsung menjentikkan jarinya dan naga yang berada di belakangnya langsung membawa pria tersebut.
Pria itu pun melayang di udara bersama dengan naga tersebut dan menatap ke arah Arisu.
"Sudah ku duga, hampir saja aku mati di sini" Gumam Pria itu.
Arisu yang menyadari jika pria itu mulai mundur pun langsung mendarat kembali ke dalam rumah pohon sembari menciptakan tombak es di tangannya dan saat kakinya menyentuh ke permukaan, ia langsung melempar tombak tersebut dengan sangat kuat.
(Swof!!!!!)
"Menghindar!" Teriak pria tersebut bersamaan dengan naga miliknya yang langsung terbang menjauhi rumah pohon itu.
"Dia sudah pergi" Ucap Arisu dengan santainya.
Zen menutup matanya dan perlahan rambutnya berubah menjadi putih dan matanya yang berubah menjadi mata Iblis.
"Midori No Hi"
...•...
...緑...
...の...
...火...
...•...
...(Api Hijau)...
Zen pun membakar mereka berempat tetapi karena Zen yang tidak menduga kekuatannya sangat besar, tidak hanya mereka berempat yang terbakar api hijau, seluruh rumah pohon ciptaan Silvia pun seketika terbakar bahkan sampai ke akar akar pohon tersebut.
Setelah melepaskan api penyembuh itu, Zen pun terlihat sangat terkejut, tidak hanya Zen, semua orang yang berada di situ juga sangat terkejut.
"Apa kekuatanku memang sebesar ini?!" Gumam Zen sangat terkejut.
...-Time Skip-...
Beberapa jam kemudian, Silvia, Elia, Kiguno, dan Aina serta gadis aneh yang di kejar pria itu pun tersadar dari pingsan mereka.
"Agh..." Kiguno pun perlahan membuka matanya.
"Apa yang terjadi?.." Gumam Kiguno perlahan bangun dan melihat sekitarnya.
"Kiguno!" Teriak Elia khawatir saat melihat Kiguno yang sudah tersadar dari pingsannya.
"Aku baik baik saja.." Ucap Kiguno.
Tetapi tiba tiba aura yang sangat mencekam pun menyambar mereka semua.
"Apa ini?!" Panik Kiguno yang langsung mencari sumber aura yang sangat mengancam itu.
Terlihat seorang gadis yang sedang berdiri tepat di depan Zen dengan aura yang begitu mematikan.
Ia menatap Zen dengan hawa pembunuh karena melihat Zen adalah seorang Iblis, tetapi Zen masih tidak menyadari hal tersebut.
"Kenapa kau bisa ada di sini?!" Tanya gadis itu sembari menatap Zen dengan tatapan sinis dan tajam.
"Apa kau ingin membunuh semua ras yang ada?!, kau yang menjebak mereka bukan?! Kau ingin membunuh mereka semua bukan?!" Kesal Gadis tersebut sembari menatap Zen dengan tatapan tajam.
Zen yang mendengar ucapan gadis tersebut pun mengucapkan "apa maksudmu??" Tanya Zen.
"Hei, Zen bukan orang yang seperti itu!" Bantah Asuka saat melihat gadis itu yang malah menuduh tidak jelas ke Zen.
"Lagian siapa kamu? Kenapa kamu malah menuduh tidak jelas? Zen yang sudah menyembuhkan luka lukamu, tetapi kamu tidak tau terima kasih!" Kesal Aina sembari menatap gadis itu dengan tatapan penuh amarah.
Tetapi gadis itu tidak peduli, dan ternyata gadis tersebut tidak melontarkan kata kata itu untuk Zen, melainkan ia sedang berbicara dengan sosok yang berada di dalam tubuh Zen, sosok hitam dengan mata merah darah yang hanya tersenyum tidak merespon ucapan gadis tersebut.
"Gh!!" Gadis itu pun merasa sangat kesal karena ia tau jelas jika sosok yang berada di dalam tubuh Zen itu adalah sosok yang sangat berbahaya.
(Swoshh!!!!)
Angin pun langsung menghantam mereka semua bersamaan dengan munculnya sayap Vampire gadis itu, matanya yang berubah menjadi merah dengan pupil mata merah tua di tambah partikel partikel kuning emas pada pupil matanya.
Elia yang melihat gadis itu pun seketika sangat terkejut.
"Leluhur Vampire?!" Gumam gadis itu sangat terkejut dan tidak menduga jika gadis itu adalah leluhur Vampire yang seharusnya sudah lama musnah dari dunia semenjak perperangan leluhur Iblis yang menyerang kawasan para Vampire, bahkan ratusan tahun yang lalu sudah di pastikan tidak ada tanda tanda jejak kehidupan leluhur Vampire karena Koruga yang sudah memusnahkannya.
Gadis tersebut bernama Valine, sosok Vampire pertama kali yang muncul di dunia sebelum Vampire Vampire lainnya.
...~Bersambung~...