
"Berarti kamu juga mengetahuinya ya.." Ucap Zen dengan nada rendah memahami ucapan Veliona.
"Iya.. Aku mengingat jelas sosoknya dan kekuatannya yang begitu tidak masuk akal.
"Hal itu tidak akan pernah terlupakan, hal yang paling menakutkan dalam hidupku" Ucap Veliona sekilas mengingat Koruga yang menghancurkan akademi arsenal dengan mudahnya.
...-Disisi Lain-...
(Thar!!!!)
Pertarungan sengit di dalam arena pun belum berakhir, Asuka terlihat terus menyerang Luca dan Luca juga membalas serangan Asuka, keduanya tidak ingin mengalah, terlihat Asuka menendang Luca dengan sangat kuat tetapi Luca menahan tendangan itu menggunakan trisulanya, ia pun terpelanting ke udara dan ia langsung menghentikan dirinya tepat di udara.
"Menyerahlah" Ucap Luca dengan nada menekan seakan akan ia sudah mendominasi pertarungan.
(Swof!!!)
Luca melempar trisula itu ke Asuka, tetapi Asuka menghindari serangan tersebut dan hal yang tidak terduga pun terjadi, Luca tiba tiba sudah berada di belakang Asuka dan menyerangnya menggunakan trisula.
(Swof!!)
(Ting!!!)
Tak di duga, Asuka dapat menahan serangan Luca menggunakan katana miliknya, Asuka pun langsung menepis trisula itu dengan kuat yang membuat trisula Luca terlepas dari tangannya, Asuka pun mengayunkan katana miliknya tetapi Luca memukul tangan Asuka yang membuat katananya terlepas dari tangannya.
Luca pun menyerang Asuka dengan teknik bela diri yang ia pelajari, ia pun memukul Asuka tepat pada perutnya dan menendang tubuhnya ke atas.
"Ugh?!" Asuka yang tidak menduga jika Luca akan menggunakan teknik bela diri pun menjadi penuh celah, ia sangat lengah karena ia kehilangan senjata miliknya.
"Tinju air" Luca pun melompat ke arah Asuka dan kembali memukul tubuhnya.
"Akhh?!!"
Pukulan itu pun menciptakan air yang berbentuk tinju dan kembali mendorong Asuka jauh ke atas.
"Berakhir sudah" Ucap Luca mengangkat kedua tangannya.
"Wahai roh air agung, aku adalah pewaris kekuatanmu, anugrahi lah aku dan hancurkan lawanku dengan kemampuan yang kau berikan padaku!"
"Hakai no toraidento!!"
...•...
...破...
...壊...
...の...
...ト...
...ラ...
...イ...
...デ...
...ン...
...ト...
...•...
...(Trisula Kehancuran)...
Awan pun menghitam dan hujan pun turun, bersamaan dengan sebuah benda besar yang jatuh ke arah colosseum.
"Apa?! Apa apaan ini?!!!" Komentator yang melihat benda itu pun sangat terkejut, tidak hanya komentator, para penonton pun ikut tercengang melihatnya karena terlihat sebuah trisula yang cukup besar jatuh dari langit mengarah ke Asuka.
"Akulah pemenangnya" Ucap Luca sembari tersenyum.
Asuka pun berbalik arah dan menatap ke arah trisula itu.
"Tch! Apa aku harus menggunakannya?!" Gumam Asuka sedikit khawatir.
"Jika aku tidak menggunakannya, aku pasti akan kalah! tapi.. aku sendiri juga belum yakin dengan kemampuanku!" Gumam kesal Asuka.
Asuka yang kesal pun menggenggam katana ketiga miliknya, saat trisula itu akan mengenai dirinya, ia pun menarik katana itu yang berwarna merah pekat serta corak petir kuning yang menjalar dari mata pedang hingga gagang pedangnya.
"Percayalah aku pasti bisa walau hanya sebentar!" Asuka pun menatap trisula tersebut dengan tatapan tajam dan kilatan merah pun terlintas di kedua matanya.
(Tst!)
Suasana pun menjadi sunyi, air hujan yang seakan akan menjadi lambat, kekaguman dan kekhawatiran para penonton terlihat begitu lambat, bahkan senyuman Luca yang terlihat begitu senang.
"Hakai no akai inazuma"
...•...
...破...
...壊...
...の...
...赤...
...稲...
...妻...
...•...
...(Petir Merah Kehancuran)...
(Tst!!??!!!!)
(Nging!!!!)
Terlihat sebuah kilatan merah yang dengan cepat melewati seluruh bagian dari trisula itu dan.
(Boooooooooooommmmmmmmmmmmmmmm!!!!!!!!!!!!!!!)
Sebuah halilintar berwarna merah pun menyambar trisula itu yang membuat trisula itu hancur berkeping keping dan lenyap, tidak hanya itu, halilintar itu pun sempat menyentuh permukaan arena yang membuat arena terkena ledakan yang cukup besar dan tepat menyambar di sekitaran dimana Luca berada.
Hantaman yang begitu dasyat sampai sampai membuat colosseum sedikit bergetar.
Disisi lain, Asuka pun terlihat jauh berada di atas dan bersiap kembali menyerang.
"Bertahanlah tubuhku! Hanya tiga detik saja yang aku perlukan!!" Gumam kesal Asuka.
Mata kanannya yang perlahan memerah dan telapak tangan kanannya seakan akan terkena kutukan berwarna merah yang menjalar sekitaran telapak tangannya, itu adalah efek samping dari katana yang ia gunakan, jika penggunanya belum memiliki kemampuan yang kuat, maka katana itu akan berefek buruk pada pengguna itu sendiri.
Walau serangan dari katana itu sangat dasyat, tetapi resiko yang di terima penggunanya juga tinggi jika kemampuannya tidak sepadan dengan katana itu.
"Aaghh!!! Aahhh!!!!!!!!" Asuka pun berteriak sangat kesakitan, wujudnya spontan kembali menjadi normal, katananya pun ikut menghilang karena ia kembali menjadi wujud normalnya, dan ia pun pingsan pada ketinggian 4km dari permukaan arena.
"Kak Asuka!!" Panik Siyon melihat kakaknya yang tak sadarkan diri itu.
Verina yang melihatnya pun langsung mengeluarkan kedua sayapnya dan terbang ke arah Asuka.
(Swof!!)
"Hebat sekali gadis ini" Gumam Verina kagum melihat kemampuan Asuka.
Ia pun langsung menangkap Asuka dan membawa Asuka pergi keluar dari colosseum yang membuat semua orang sangat terkejut.
"Apa yang terjadi?! Asuka dari guild Valkyrie di culik oleh seorang dewi?!!!" Kejut Komentator itu.
"Kak Asuka!!!!!!" Teriak panik Siyon saat melihat kakaknya yang di bawa oleh Verina keluar dari colosseum.
"Apa maksudnya ini?!" Tanya Yuuiki kesal menatap Silvia dan Rias.
"Entahlah, aku yakin sekali, Verina tertarik dengan Asuka, tenang saja, aku yang akan menjamin keselamatannya, jika dia tidak kembali, kalian boleh membunuhku" Ucap Silvia dengan santai dan melihat ke arah Luca yang terkapar tak sadarkan diri di dalam arena.
terlihat pakaian Luca yang rusak dan hampir sepenuhnya musnah akibat sambaran halilintar itu, walau tidak mengenainya, tetapi panas dari sambaran halilintar langsung menyambar ke dirinya, ia pun terlihat menerima beberapa luka bakar kecil pada tubuh dan wajahnya.
Tim medis pun langsung menghampiri Luca yang tak sadarkan diri di dalam arena dan membawanya ke ruangan perawatan.
...-Disisi Lain-...
Zen pun terlihat sedang duduk santai bersama Veliona di tepi sungai sembari merendam kedua kaki mereka.
Saat sedang asik berbincang tiba tiba Verina menghampiri mereka berdua.
"Zen!!" Teriak Verina dari langit dan langsung turun menghampiri Zen.
Zen yang mendengarnya pun menoleh ke belakang, terlihat Verina menggendong Asuka yang tak sadarkan diri dan kutukan yang terus merambat ke seluruh tubuhnya, kutukan itu sudah merambat ke bagian leher Asuka dan hampir merambat ke jantungnya.
"Zen! tolong selamatkan dia!" Pinta Verina memohon kepada Zen.
"Siapa dia?, ada apa dengannya?" Tanya Zen.
Verina pun mengangkat kepalanya dan menjawab pertanyaan Zen "Dia adalah Asuka, kakaknya Siyon, dia memiliki kekuatan roh agung Theresa, tetapi sekarang ia terkena kutukan dari katana Aka No Hakai" Jelas Verina.
Zen yang mendengarnya pun sangat terkejut, tidak hanya Zen, Veliona juga sama terkejutnya saat mendengar ucapan Verina.
Karena yang mereka dengar dari Verina hanyalah sebuah kata kata aneh yang tidak dapat mereka mengerti, hal tersebut membuat Zen sangat terkejut karena ia baru pertama kali mendengar sebuah kalimat aneh seperti itu.
"Intinya tolong gadis ini Zen! aku mohon!" Ucap Verina memohon kepada Zen.
"Aku tidak begitu mengerti situasinya, tapi lupakanlah!" Ucap Zen sedikit kesal dan menciptakan api berwarna hijau, ia pun membakar Asuka menggunakan api itu, terlihat kutukan yang menjalar di tubuh Asuka pun perlahan menyusut dan akhirnya menghilang.
...-Time Skip-...
Zen, Veliona, dan Verina pun terlihat sedang duduk di dalam hutan, dan Asuka yang terlihat di tidurkan didalam tenda.
Zen yang sedang melamun memikirkan kalimat apa yang Verina ucapkan pun memanggil Verina "Verina, apa aku boleh bertanya" Tanya Zen.
"Apa itu Zen?" Bingung Verina.
Zen pun kembali bertanya kepada Verina "Apa yang tadi kamu ucapkan Verina? kenapa aku tidak bisa mengerti kalimatmu itu?"
Veliona yang mendengar ucapan Zen pun ikut sadar dan bertanya "Iya, apa itu? aku juga tidak bisa mendengarkannya dengan jelas, bahkan bahkan aku hanya mendengar suara aneh yang kamu ucapkan" Jelas Veliona.
Verina yang mendengar pernyataan Zen dan Veliona pun menjadi syok, karena ia tidak menduga juga Zen dan Veliona tidak bisa mendengarkan apa yang ia ucapkan, padahal Zen memiliki kemampuan yang luarbiasa bahkan sudah melampaui dirinya, tidak hanya Zen, Veliona juga lebih kuat dari dirinya, tetapi kenapa mereka tidak bisa mendengarkan ucapan Verina dengan jelas.
Hal itu membuat Verina sangat sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang Zen dan Veliona ucapkan.
...~Bersambung~...