
"Tunggu tuan.. apa saya akan benar benar menjadi bawahan anda???" Tanya Arata dengan serius.
"Ya, kamu mulai sekarang adalah bawahanku, dan mereka semua akan melatihmu untuk menjadi lebih kuat." Jelas Kidra.
Arata pun merasa sangat senang dan berdebar debar mendengar ucapan Kidra, karena ia akhirnya menjadi bawahan Kidra atau di sebut juga tangan Kanan Raja Iblis.
(Bom!!!)
Tiba tiba dinding kastil berlubang dan terlihat seseorang yang masuk secara paksa dari luar.
"Siapa itu?!, bagaimana dia bisa menerobos dinding kastil ini?!" Gumam Arata terkejut dan kebingungan.
Arata pun melihat kabut asap yang menutupi sosok orang yang menerobos dinding kastil itu.
(Swhoof!)
Tiba tiba kabut asap itu pun lenyap bersamaan dengan munculnya sayap Iblis laki laki itu.
"Oi oi!!!!!, kapan kita akan berperang!!!????!!!" Seru Iblis itu.
Aura Iblis itu pun langsung menyambar satu kastil itu yang membuat Arata menjadi sedikit ketakutan karena tekanan Iblis itu yang sangat kuat.
Tiba tiba Kenma datang dan memukul bahu Iblis itu.
"Jangan mengamuk di sini Ogiri" Ucap Kenma.
Iblis itu adalah Ogiri, ia adalah Tangan kanan Iblis tingkat ke dua, ia memiliki sifat pemarah dan hasrat membunuhnya yang tinggi.
"Benar kata Kenma, sebaiknya kamu bersabar saja menunggu waktu yang kamu nantikan datang" Ujar Iblis lainnya.
Ia adalah Iblis Tangan kanan Iblis ke 3 namanya Vio, Vio diberi julukan sang penghancur karena ia dapat menghancurkan kerajaan barat hanya sendirian.
"Hei Kidra, apa kau yakin mengangkat dia jadi bawahanmu?" Tanya Iblis lainnya.
"Ya, aku yakin, karena kita membutuhkannya" Jelas Kidra.
Iblis itu adalah Frey, Tangan kanan Iblis tingkat ke 4.
Terlihat 6 Iblis lainnya keluar dari ruangan tanpa alasan.
Kidra hanya membiarkan mereka keluar, Kidra pun memanggil Arata dan memberikannya sebuah cincin dengan lambang kepala tengkorak.
"Mulai sekarang kamu adalah bawahanku tingkat ke 11, jika kamu ingin naik tingkat, kamu dapat bertarung dengan bawahanku yang lainnya dan merebut peringkat mereka" Jelas Kidra.
Arata pun memakai cincin yang di berikan dan merasa sangat senang.
...-Disisi lain-...
Sayu pun terus menangis ketakutan di pelukan Veliona.
"Sudah.. tenang Sayu.." Ucap Veliona.
Rily pun datang mendekati mereka berdua dan bertanya "Kenapa dengan Sayu Vel?" Tanya Rily.
Veliona pun mengucapkan "Dia semalam bermimpi buruk, dan hari ini benar benar terjadi" Ucapnya.
"Apa maksudmu Vel??" Bingung Rily.
"Sayu mimpi jika kakakku akan datang ke akademi, dan menghancurkan akademi, dan mimpinya menjadi kenyataan, kakakku benar benar datang, tetapi untungnya ada kak Dhia, kak Dhia langsung mengusir mereka dari akademi" Jelas Veliona
Rily pun terkejut mendengarnya dan bertanya kepada Sayu "Apa itu benar Sayu?"
Sayu hanya menganggukkan kepalanya dengan rasa ketakutan.
"Tidak hanya itu, Sayu juga bermimpi tentang seseorang dengan rambut putih, dengan kekuatan yang sangat tidak masuk akal, ia adalah Iblis dan sangat mirip dengan leluhur yang ada di dalam legenda" Jelas Veliona.
"Dia akan menghancurkan dunia ini" Jelas Veliona
Rily seketika sangat terkejut mendengar ucapan Veliona dan sangat tidak percaya, ia pun membantah ucapan Veliona dengan mengucapkan "Mungkin itu hanya mimpi buruk, tidak mungkin ada orang yang bisa menghancurkan dunia ini" Ucapnya.
Veliona pun menggelengkan kepalanya dan mengucapkan "Jika itu benar benar menjadi kenyataan, kita juga tidak bisa berbuat apa apa" Ucap Veliona.
...-Disisi lain-...
Zen terlihat terus berlatih dengan sangat giat, kali ini ia kembali di latih oleh Rex, ia di minta Rex untuk meningkatkan aliran 'Mana' miliknya dan menguatkan Inti sihir miliknya hingga mencapai titik Maximal.
Zen pun menuruti perintah Rex dan mencoba untuk meningkatkan Aliran 'Mana' miliknya dan menguatkan Inti sihir miliknya.
Tetapi saat Zen sedang berlatih, Rex dan yang lainnya sengaja membuat keributan, mereka sengaja membuat suara berisik dan mengganggu Zen agar tidak konsentrasi.
Zen memutuskan untuk pindah tempat, tetapi Rex dan yang lainnya tetap mengikuti Zen dan terus mengganggunya.
Zen yang merasa kesal membiarkan mereka, dan terus fokus dengan latihannya.
"Fokus.." Gumam Zen.
(Bom!!!)
Suara ledakan yang besar pun muncul tepat di depan Zen, Rex dengan sengaja menganggu konsentrasi Zen.
Zen yang kesal langsung memarahi mereka "Hei! jika kalian terus seperti ini bagaimana aku bisa berlatih!?!" Kesal Zen.
Rex pun tertawa dan mengucapkan "Jika hanya seperti ini saja kamu sudah tidak konsentrasi, bagaimana kamu bisa berkembang? ahahaha"
Zen pun termenung sejenak.
"Sepertinya ada benarnya juga, ajaran yang ingin di berikan Rex bukanlah itu, tetapi ia ingin meningkatkan kefokusan dan konsentrasiku" Gumam Zen.
Zen kembali duduk dan menutup matanya, ia berusaha meningkatkan aliran 'Mana' miliknya walau Rex dan yang lainnya membuat keributan.
Rex pun tersenyum dan mereka pun kembali mengganggu Zen, tetapi kali ini Zen tidak memperdulikan mereka dan terus konsentrasi.
...-Disisi lain-...
Koruga yang sudah bermeditasi selama satu minggu lebih pun akhirnya bangun dan membuka matanya ia pun sedikit menggores tangannya dan meneteskan darah ke lingkaran sihir yang sangat besar itu.
Seketika cahaya merah pun muncul dari lingkaran sihir yang sangat besar itu.
Iblis Iblis pun muncul dari lingkaran sihir itu, tetapi Iblis yang muncul tidak seperti Iblis biasanya, Iblis yang muncul adalah Iblis murni.
Iblis Iblis yang muncul dari lingkaran sihir itu adalah Iblis Kematian, Iblis Kehancuran, Iblis Kegelapan, Leviathan dengan wujud manusia, Chimera, Hydra, dan yang lainnya.
Koruga pun tersenyum dan mengucapkan "Selamat datang kembali kalian semua!"
Semua Iblis itu pun langsung tunduk dengan Koruga dan mengucapkan "Tuan muda!! kami siap mengorbankan nyawa kami demi anda! apa perintah anda?" Serentak mereka semua
Koruga pun memanggil seorang Iblis, Iblis dengan syal yang menutupi wajahnya, mata yang sayu.
Iblis itu pun tunduk dan muncul sebuah tulisan text dengan sihir elemen api yang bertuliskan "Ada apa tuan muda? apa ada misi untukku?" Tanya Iblis itu.
"Pergi ke ujing timur, temui seorang gadis yang akan bersekolah di akademi, jika perlu cari saja di semua akademi yang ada di sana, dia adalah gadis yang memiliki berkah dewi maximal, berkah dewi murni, jaga dia dan lindungi dia, kita memerlukannya agar dewi yang kita incar dapat kita ketahui posisinya, semakin lama gadis itu hidup, semakin cepat juga terbongkar tempat persembunyian dewi palsu itu" Jelas Koruga yang mengarah ke seorang gadis misterius jauh di timur.
Teks yang sebelumnya pun menghilang dan kembali muncul teks baru "Baik tuan, saya akan menerima misi ini dan saya akan mengorbankan hidup saya jika itu di perlukan"
Koruga yang mendengarkannya sedikit tersenyum, senyuman yang menggambarkan kebahagiaan dan rasa rindu sembari menatap seorang gadis cantik yang berada di depannya, Koruga pun menciptakan sebuah portal dan menyuruh mereka semua untuk masuk kedalam sana, mereka semua pun menuruti perintah Koruga dan langsung masuk kedalam portal dan portal itu pun menghilang.
Koruga pun menutup matanya.
...-Disisi lain-...
Veliona yang sedang berusaha menenangkan Sayu pun menyadari sesuatu yang aneh, ia pun melihat ke arah Zen yang sedang mengkristal.
Sebuah aura warna merah darah pun perlahan keluar dari kristal itu.
"Apa itu?" Gumam Veliona kebingungan.
Aura itu pun berkumpul menjadi satu dan menciptakan sebuah bola hitam yang besar.
Tiba tiba bola hitam itu pun pecah, di saat yang bersamaan Veliona dan yang lainnya merasakan tekanan yang sangat luarbiasa yang membuat mereka sangat ketakutan saat melihat seseorang yang muncul dari bola hitam itu.
Koruga perlahan membuka matanya dan melihat ke langit.
"Akhirnya aku keluar dari sini" Ucap sedikit tersenyum.
Koruga melirik ke arah Veliona, Sayu, dan Rily.
"Haaaa!!!!!!!!" Tiba tiba Sayu berteriak histeris dan sangat ketakutan saat melihat Koruga.
"Tidak!!!!!!!" Teriak Sayu histeris.
Siyon dan yang lainnya langsung berlari mendekati Sayu saat mendengar teriakan Sayu.
"Ap- apa ini???!? si- siapa dia?!!" Gumam Dhia sangat ketakutan saat melihat Koruga.
Tidak hanya Dhia, bahkan semua orang yang ada di sana langsung merasakan ketakutan yang luarbiasa saat melihat Koruga.
...~Bersambung~...