The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 45 : Battle



Pagi pun tiba, semua murid pun menunggu Ruka sensei untuk pergi ke ruangan pertarungan.


"Tuan putri, emangnya Zen bisa bertarung?" Bisik Hani.


"Pastinya tidak, dan hari ini adalah hari yang aku tunggu" Bisik Rily sembari sedikit tersenyum.


Zen pun memasuki kelas dengan wajah datar, Zen pun langsung menuju bangkunya dan duduk dengan santai.


"Membosankan sekali" Gumam Zen


Rily pun menghampiri Zen dan menyapanya.


"Pagi Zen.." Sapa Rily.


"Pagi.." Sahut Zen.


Rily pun duduk di sebelah Zen.


"Apa kamu tau hari ini hari apa?" Tanya Rily.


"Tidak" Ucap Zen.


"Hari ini kita akan bertarung sesama murid, kamu ga tau?" Tanya Rily.


Zen pun sedikit terkejut karena ia tidak tau.


"Pertarungan antar murid?!, berarti antara murid kelas ini?" Gumam Zen.


Rily yang melihat Zen sedikit panik pun tersenyum.


"Semuanya sesuai rencana!" Gumam Rily.


Tiba tiba Ruka sensei pun memasuki kelas dan menyapa "Selamat pagi semuanya!"


"Pagi sensei!" Sahut para murid dengan semangat.


"Baiklah ayo kita pergi ke ruangan latihan!" Ucap Ruka sensei dengan semangat.


"Baik sensei!!" Para murid pun ikut bersemangat dan mereka semua pergi ke ruangan latihan.


Sesampainya di ruangan latihan, Ruka sensei pun menyuruh para murid untuk berbaris.


"Baiklah.. di sini akan di bentuk dua tim, tim A dan tim B. Score kemenangan paling tinggi akan memenangkan pertandingan ini. paham??" Tanya Ruka sensei.


"Maksud sensei tim ini di bagi dua, jika salah satu tim memenangkan pertarungan lebih banyak akan memenangkan pertandingan ini?" Tanya seorang murid.


"Iya benar sekali!, kalian sudah siap?" Tanya Ruka sensei.


"Siap sensei!!" Serentak para murid.


Yuta pun menatap Kugari dengan tatapan kesal.


"Aku akan mengalahkanmu Kugari!" Gumamnya.


Ruka sensei pun membagikan tim. Tim A di pimpin oleh Kugari dan Tim B di pimpin oleh Yuta.


Zen, Hani, dan Rily pun masuk kedalam tim B yang di pimpin Yuta.


Yuta pun tidak mempermasalahkannya jika ia mendapatkan tim perempuan, ia hanya terus fokus untuk melawan Kugari.


Zen pun kebingungan, karena ia tidak mengerti cara bertarung sama sekali, ia pun hanya diam dan mengikuti arahan Ruka sensei.


"Baiklah, pertandingan pertama mari kita mulai!!" Ucap Ruka sensei.


Rily pun memasuki arena dan semua murid pun bersorak tetapi tidak dengan Zen, Zen hanya terus memikirkan dirinya sendiri


"Apa kau ingin melawanku?" Tanya Rily kepada seorang murid yang akan melawannya.


"Ma.. maaf tuan putri, tapi aku harus melawanmu" Ucapnya sedikit guguo dan ragu.


"Baiklah.." Rily pun langsung menciptakan lingkaran sihir.


"Water cannon" Lingkaran sihir itu pun menciptakan bola air yang sangat besar dan langsung mengarah ke murid itu, murid itu yang kaget pun tidak dapat berbuat apa apa dan menerima terkena serangan Rily secara langsung.


"Ah!!!"


"Pemenangnya adalah Rily dari tim B.


Murid murid tim B pun bersorak.


Rily pun tersenyum dan melihat Zen, tetapi Zen tidak memperdulikannya yang membuatnya sedikit kesal.


Pertandingan kedua pun di mulai, pertarungan antara Yuta dan Kugari pun di mulai.


(Swof!)


Yuta tiba tiba menghilang dan menyerang Kugari dari atas menggunakan pedangnya.


(Slash!!)


Kugari dapat menghindari dari serangan Yuta, tetapi Yuta sudah menyiapkan jebakan, saat Kugari melompat tiba tiba muncul duri es yang sangat besar dan langsung mengarah ke Kugari.


Kugari melempar sebuah pisau dan tiba tiba Es itu pun pecah.


"Apa yang terjadi?!" Gumam Yuta kebingungan dan tidak percaya.


Pisau itu pun mengarah ke Yuta dengan cepat, tetapi Yuta langsung reflek menciptakan dinding es yang tebal.


"Ice wall!" Pisau itu pun menancap dan meledak.


(Bom!!!!)


(Swof!!)


Tiba tiba Kugari muncul di belakang Yuta dan menendangnya, tetapi Yuta menendang balik.


(Kick!)


(Kick!)


"Hebat juga Yuta" Ucap Kugari.


"Fokuslah pada pertarungan" Ucap Yuta.


Tiba tiba muncul banyak duri es yang langsung mengarah ke Kugari.


"Dia menghilang!?" Gumam Yuta terkejut.


"Kenapa, aku hanya berada di atasmu" Ucap Kugari yang langsung menginjak Yuta.


"Agh!!?!!" Yuta pun terkapar tidak berdaya di permukaan.


"Uhk!, sial! lagi lagi aku kalah!" Gumam Yuta kesal.


"Pemenangnya adalah Kugari!" Jelas Ruka sensei.


Kugari pun keluar dari arena sembari mengucapkan "Kembalilah lagi saat kau sudah kuat Yuta!" Ucapnya.


"Tch!" Yuta pun keluar dari arena dan pertandingan ketiga pun dimulai.


Zen pun memasuki arena dan melawan seorang murikd dari tim A yang terlihat cukup kuat.


"Kenapa ini, aku merasa selalu melamun, aku tidak bisa berfikir apapun" Gumam Zen.


"Apa yang terjadi padaku? apa aku mengantuk?" Gumam Zen kebingungan.


"Oi sampai kapan kau mau melamun?" Tanya murid yang berada di hadapan Zen.


"Ma maaf, aku tidak pandai bertarung" Ucap Zen.


Murid itu pun sedikit tertawa dan mengucapkan "Jika tidak pandai bertarung kenapa kau ada di sini!?, kenapa kau bersekolah di sini?!?" Seru murid itu.


Zen pun menjawab dengan santai "Aku juga tidak tau, aku tidak ingat aku siapa, bahkan aku tidak tau alasan kenapa aku berada di sini" Jelas Zen.


Para murid pun kebingungan mendengar ucapan Zen, tetapi mereka masih berfikir Zen hanya merendahkan dirinya sendiri untuk memancing emosi lawannya.


"Tch!" Murid itu pun langsung berlari ke arah Zen.


Zen pun sedikit panik karena ia tidak mengerti cara bertarung sama sekali.


Murid itu pun langsung memukul perut Zen dengan kuat.


"Ugh!!!" Zen pun terpelanting hingga menabrak dinding arena.


"Uhk uhk!" Zen pun memuntahkan banyak darah dari mulutnya


"Dia benar benar tidak pandai bertarung? atau dia hanya acting saja?" Gumam murid itu kebingungan.


Murid itu pun kembali menghampiri Zen, tetapi kali ini dia menyerang dengan pedang.


"Tunggu dulu, jika Zen menerima luka serius dia bisa bisa mati!!" Gumam Rily sedikit panik.


"Fire sword-"


"Fire slash!!" Tebasan gelombang api pun mengarah ke Zen.


Zen pun melompat ke kiri untuk menghindari serangan murid itu, murid itu lagi lagi kebingungan karena Zen sama sekali tidak mempunyai skill bertarung.


Murid itu pun menghilang dan muncul tepat di belakang Zen.


"Dimana dia!?" Gumam Zen panik.


"Aku penasaran, apakah kau benar benar tidak tau cara bertarung, atau hanya pura pura bodoh" Ucap murid itu.


Murid itu pun langsung menendang Zen dengan sangat kuat yang membuat Zen kembali terpelanting.


"Agh!!!!" Zen pun terkapar tidak berdaya dan murid itu menciptakan lingkaran sihir berwarna merah.


"Fire-"


Sebuah bola api pun muncul di lingkaran sihir itu dan perlahan lahan membesar.


"Agh!.. uhk! uhk!!" Zen kembali memuntahkan darah dari mulutnya.


Bola api milik murid itu terus membesar dan semakin panas.


(Bom!!! bom!!!! bom!!!!)


Tiba tiba ledakan yang besar dan kuat pun muncul di luar ruangan yang membuat Ruka sensei dan para murid kebingungan.


Murid yang awalnya ingin menyerang Zen pun langsung menghilangkan sihirnya dan menolong Zen.


"Kamu baik baik saja?" Ucap murid itu.


Zen pun terlihat sedikit pucat dan murid itu pun menyembuhkannya, perlahan luka luka Zen mulai sembuh.


"Apa yang terjadi?" Ucap Zen kebingungan.


"Maaf, aku menyerangmu terus terusan, aku pikir kamu hanya acting ternyata aku salah besar" Ucap murid itu.


Zen pun menggelengkan kepalanya dan mengucapkan "Lupakan itu, kenapa aku bisa sembuh dengan cepat?" Tanya Zen.


"Aku menyembuhkanmu menggunakan sihir" Ucap murid itu.


(Bom!!!)


Ledakan pun kembali terdengar, Ruka sensei dan para murid pun langsung keluar dari ruangan dan terkejut.


(Bom!!! bom!!! bom!!!)


Mereka semua sangat terkejut dan takut melihat pemimpin dan petinggi akademi yang sedang bertarung melawan satu Iblis tingkat atas.


Iblis tingkat atas itu adalah Shin yang sedang mengerjakan misinya.


"Kalian berlindung lah di tempat aman, sensei akan membantu pemimpin akademi!" Ucap Ruka sensei sembari meninggalkan para murid.


...-Disisi lain-...


"Apa yang terjadi?" Tanya Zen kepada seorang murid yang sedang bersamanya.


"Aku juga tidak tau" Ucap murid itu.


Murid itu pun merangkul Zen dan mereka berdua pun keluar dari ruangan latihan, dan mereka pun terkejut melihat pertarungan yang tidak masuk akal di depan mereka.


"Apa apaan ini!!!?!" Gumam Zen kebingungan dan tidak percaya dengan apa yang terjadi di hadapannya.


...~Bersambung~...