The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 108 : Dreams



...Episode 108 : Dreams...


...(Mimpi)...


...-Time Skip-...


Dua hari pun berlalu, di dalam malam yang sunyi dan tenang cahaya bintang yang menyinari dunia terlihat mulai meredup dikarenakan munculnya sebuah cahaya yang lebih terang jatuh kepermukaan dengan sangat cepat ke arah selatan, arah yang berlawanan sangat jauh dari tempat Zen berada.


(Booom!!!!)


Cahaya itu pun terjatuh ke permukaan, dan terlihat sesosok dewi dengan pakaian lengkap biarawati terkapar di permukaan dan tidak hanya itu, monster monster aneh pun muncul di berbagai bagian timur dan barat, monster aneh berwarna putih dan memiliki corak berwarna pink, tubuhnya yang sekeras besi.


...-Disisi Lain-...


Zen yang tertidur di sofa pun kembali bermimpi aneh, ia melihat sesosok pria dengan rambut putih hitam dan anting di telinganya yang sedang bertarung melawan sosok misterius yang sempat ia lihat yaitu pria bermata merah darah, tidak hanya itu, pria itu di bantu oleh banyak bawahannya, walaupun sudah berkerja sama melawan pria misterius itu, mereka tetap kewalahan melawannya, saat pertarungan berlangsung Zen yang hanya menonton pertarungan dengan rasa kebingungan pun di kejutkan dengan suara seorang gadis yang memanggilnya dengan keras.


"Zen!!!!!!!" Teriak gadis itu yang membuat Zen langsung sadar dari tidurnya.


Zen pun langsung terbangun dari tidurnya dikarenakan ia terkejut mendengar suara gadis misterius yang meneriakinya dengan kuat seperti berteriak tepat di telinganya.


"Hah?!" Zen menoleh kanan kiri saat ia terbangun, tetapi ia tidak melihat siapapun di sekitarnya.


Zen pun bangun dan melihat keluar jendela "Masih pagi.. hoam...." Zen kembali berjalan ke sofa dan berniat untuk melanjutkan tidurnya, tetapi saat ia akan melanjutkan tidurnya ia seketika teringat dengan mimpinya barusan yang membuatnya terhenti.


Zen pun duduk dan berfikir keras tentang mimpi mimpinya yang ia alami "Apa sebenarnya arti dari mimpi mimpiku ini?" Bingung Zen.


"Mimpi mimpi ini terlalu aneh bagiku, akhir akhir ini aku selalu memimpikan hal yang seakan akan aku pernah merasakannya" Gumam Zen.


"Seorang gadis berambut merah, pria misterius, akademi arsenal, pria berambut putih hitam, sebenarnya apa yang terjadi?" Bingung Zen.


Zen pun terus merenungkan hal tersebut, dan di saat Zen sedang termenung Silvia pun keluar dari kamar dengan rasa kantuknya yang belum hilang.


"Hoam....." Silvia merenggangkan tubuhnya dan berjalan ke kamar mandi, tetapi saat ia akan ke kamar mandi, ia melihat Zen yang sudah terbangun, ia pun menyapanya "Selamat pagi Zen.." Sapa Silvia sembari berjalan ke arah Zen.


Zen yang sedang termenung pun sadar saat mendengar sapaan Silvia dan menjawab "Selamat pagi Silvia" Sahut Zen.


"Kamu sedang apa?" Tanya Silvia sedikit penasaran karena Zen yang sudah bangun lebih dulu darinya.


Zen menggelengkan kepalanya dan mengucapkan "Tidak ada, aku juga baru bangun" Jelas Zen.


"Begitu ya... baiklah kalau begitu.." Ucap Silvia sembari tersenyum dan meninggalkan Zen.


"Aku akan mandi dulu.. setelah itu aku akan membangunkan mereka.. kamu boleh melanjutkan tidurmu dulu kok Zen..." Ucap lembut Silvia.


"Baiklah kalau begitu, bangunkan aku di saat kalian sudah selesai ya..." Ucap Zen dan kembali tiduran di atas sofa.


Silvia pun mandi dan Zen pun kembali melanjutkan tidurnya, di dalam tidurnya ia lagi dan lagi memimpikan hal yang aneh, ia bermimpi tentang seorang dewi dengan pakaian biarawati yang seakan akan menantikan kedatangannya di sebuah tempat misterius.


"Dimana ini?" Bingung Zen sembari melihat sekitarannya, tempat yang gelap seperti istana tetapi terdapat beberapa cahaya kecil yang menyinari tempat itu, saat Zen akan berjalan melihat sekitarnya tiba tiba ia sudah di bangunkan oleh Silvia.


"Zen.. bangun.. Zen?..." Panggil Silvia dengan menggoyangkan tubuh Zen.


Zen pun perlahan bangun dari tidurnya dan kebingungan "Apa sudah selesai??" Tanya Zen sedikit mengantuk sembari mengucek mata kanannya.


"Tumben sekali kamu susah di bangunkan Zen..." Ucap Rias sembari mendekatkan wajahnya "Apa kamu baik baik saja?" Tanya Rias.


Zen pun menjauhkan wajahnya dan mengucapkan "Aku baik baik saja..." Ucap Zen merenggangkan tubuhnya.


"Huah... Zen kami sudah memanggilmu sebanyak dua belas kali loh.. apa kamu yakin kamu baik baik saja??" Tanya Verina.


"Iya..." Ucap Silvia.


"Begitu kah.." Zen pun bangun dari duduknya dan memutuskan untuk mandi "Aku akan mandi dulu, sebentar ya.." Ucap Zen yang perlahan meninggalkan mereka bertiga.


Saat berjalan Zen memikirkan kembali tentang mimpi anehnya yang barusan, Zen semakin yakin jika mimpinya itu bukanlah mimpi tanpa arti, karena ia sempat melihat jelas di dalam mimpinya, di dalam tempat aneh itu ia melihat dua belas cahaya kecil yang berada di beberapa bagian dari tempat itu.


"Sepertinya seseorang sedang menungguku" Gumam Zen.


...-Time Skip-...


...-Pukul 12:00-...


Zen, Silvia, Verina dan Rias yang sudah keluar dari kelas mereka pun berkeliling sekitaran akademi, kelas hari ini cepat berakhir dikarenakan akan di adakan turnamen di akademi yang membuat seluruh murid di istirahatkan sembari mempersiapkan murid murid yang akan bertanding nantinya.


Mereka berempat yang berkeliling pun terkejut saat tiba di sebuah tempat lapangan yang sangat luas dan terdapat bangunan yang sangat besar dan mewah di tengahnya, diketahui bangunan itu adalah Colosseum, Colosseum adalah tempat arena pertandingan turnamen besar antara akademi dari berbagai daerah.


"Ini pertama kalinya bagiku melihat bangunan sebesar ini!" Kagum Zen.


Mereka berempat terlihat kagum dengan bangunan itu, tetapi kekaguman mereka terhenti saat melihat jika ada banyak penjaga yang menjaga tepat itu.


"Yah... Sepertinya kita tidak bisa melihat bagian dalamnya.." Lesu Silvia dengan semangatnya yang seketika patah saat melihat penjaga penjaga itu.


"Sepertinya akan di adakan turnamen besar besaran ya di sini.." Ucap Rias.


"Turnamen?" Tanya Zen.


"Iya.. Colosseum adalah tempat turnamen arena besar yang di sediakan di beberapa akademi seperti akademi White Bird, Water Dragon, Spiral Flower, tiga akademi besar yang sudah menembus labirin hingga lantai 723" Jelas Rias.


"Labirin.." Gumam Zen kembali melihat bangunan itu.


"Sepertinya labirin lah yang menentukan kemajuan dunia ini, tidak seperti duniaku sebelumnya yang dapat maju karena para ilmuan, di dunia ini labirin adalah tempat yang memiliki banyak harta dan benda misterius" Gumam Zen.


...-Disisi Lain-...


Seluruh anggota dari guild Eternal Fire pun sudah bersiap untuk berangkat ke akademi Water Dragon, dan yang akan bertanding mewakili akademi Arsenal adalah Siyon, Ayani, Veliona, Rio dan Raft, mereka berlima lah yang akan mewakili akademi Arsenal untuk bertanding dengan membawa nama guild mereka yakni Eternal Fire, jika mereka berhasil memenangkan turnamen, guild mereka akan semakin terkenal di akademi manapun.


Mereka semua berangkat di jemput menggunakan kereta kuda yang mewah dari akademi Water Dragon.


Saat di dalam kereta, Rio terlihat terus melihat Veliona dari kejauhan dan terlihat bahagia.


"Aku harus memilikinya!" Gumam Rio yang berhalusinasi jika ia sedang bermesraan bersama Veliona.


Siyon yang melihat Rio terus menatap Veliona pun sengaja terbatuk yang membuat Rio kembali sadar.


"Teman teman.." Ucap Yuuiki memanggil mereka semua.


Mereka semua pun menoleh ke Yuuiki dan Yuuiki pun melanjutkan perkataannya "Guild Eternal Fire sudah semakin berkembang, berkat kalian semua, dan kali ini kita akan kembali mengikuti turnamen, turnamen yang sangat besar.. jadi sedikit motivasi saja.. semangat untuk kita semua walau kita tidak bertanding, kita tetaplah anggota dari Eternal Fire, dan untuk yang bertanding mewakili akademi, semangat untuk kalian!.. kita harus berjuang sebaik mungkin untuk mendapatkan juara, kita belum tau sistem turnamennya, tetapi alangkah baiknya jika kita mempersiapkan diri sebelum sampai di akademi Water Dragon.." Jelas Yuuiki dengan semangat.


"Mari kita menangkan turnamen ini dan memecahkan rekor labirin!!" Ucap semangat Yuuiki dan tersenyum.


Mereka semua pun mengangkat tangan mereka dan serentak mengucapkan "Eternal Fire!!"


"Never Surender!!" Serentak mereka semua.


Veliona pun hanya tersenyum melihat mereka semua yang bersemangat, sementara itu, terlihat banyak juga perwakilan dari berbagai akademi lainnya yang sedang menuju ke akademi Water Dragon, pertarungan turnamen antar akademi pun akan segera di mulai, siapakah yang akan memenangkan turnamen antar akademi kali ini dan memecahkan rekor labirin selanjutnya, akankah guild Eternal Fire dapat mendapatkan juara kali ini? ataukah akan gagal dan menyesal di dalam keputusasaan nantinya?


...~Bersambung~...