The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 95 : The Appearance of an Unexpected Person



Kabut asap tebal pun perlahan memudar, terlihat Silvia sudah sangat kelelahan menahan semua serangan Verina, tetapi disisi lain Verina sudah menyiapkan sihir cahaya yang kuat dan siap untuk kembali menyerang Silvia.


Tombak puluhan cahaya yang besar pun kembali muncul di belakang Verina dan Verina pun siap melepaskan serangannya.


"Hah.. Hah... Hah..." Silvia terlihat sudah tidak mampu untuk kembali bertarung, tetapi jika ia berhenti, Zen akan mati di tangan Verina.


"Menyerahlah" Ucap Verina sembari menatap Silvia dengan tatapan tajam.


"Hah...." Silvia pun perlahan kembali bangkit.


"Aku tidak akan menyerah, jika kamu memang seorang yang di utus dewi, seharusnya kamu bisa berfikir jernih!" Seru Silvia.


"Aku sudah berfikir sejernih mungkin, Iblis memang seharusnya di musnahkan!" Seru Verina.


Puluhan tombak itu pun langsung mengarah ke Silvia dengan sangat cepat, Silvia pun berlari menghindari puluhan tombak cahaya yang sangat cepat tersebut sembari di lindungi pohon pohon yang terus muncul di belakang Silvia saat ia berlari.


Pohon pohon itu melindungi Silvia dari tombak tombak milik Verina.


(Bomm!!! Bamm!!! Duar!!!)


Ledakan pun tercipta dimana mana, Silvia berhasil melindungi dirinya dari tombak tombak Verina, tetapi tiba tiba Verina muncul di depannya dan mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat.


(Slash!!!)


(Srk!!)


Silvia berhasil menghindari serangan Verina, tetapi ia menerima luka goresan di tangan kanannya, pertikel cahaya berwarna hijau pun berkumpul pada satu titik di tangan kanan Silvia, Verina yang menyadarinya pun berniat kembali terbang, tetapi saat ia mengepakkan sayapnya, Silvia langsung menangkap tangannya.


"Tidak akan semudah yang kamu kira!!" Seru Silvia sembari memukul tubuh Verina.


Pukulan yang sangat kuat itu pun membuat Verina terpelanting sangat jauh.


(Bom!!!)


"Akh!!!" Verina pun menabrak bebatuan yang berada di belakangnya, tubuhnya pun terluka parah akibat serangan Silvia, tetapi perlahan lukanya pulih, walau begitu Silvia mendapatkan waktu untuk kembali mengumpulkan tenaganya.


Silvia pun menutup matanya dan perlahan muncul sebuah pohon beringin yang sangat besar di belakangnya.


Pohon beringin itu pun menjatuhkan dedaunan dan partikel berwarna hijau, di saat yang bersamaan luka luka di tubuh Silvia perlahan pulih dan kekuatannya pun kembali pulih.


Busur milik Silvia perlahan kembali muncul dan Silvia pun sudah siap untuk kembali menyerang, di saat yang bersamaan, Verina juga sudah kembali pulih dan siap untuk menyerang Silvia dengan kekuatan penuh.


Verina pun mengangkat tangannya ke atas dan merapalkan mantra "Cahaya abadi yang menerangi kegelapan, hancurkanlah apapun yang ada di hadapanmu!!" Sihir tombak cahaya yang sangat besar dan bersinar sangat terang muncul tepat di telapak tangan Verina.


Disisi lain Silvia juga menciptakan sihir yang kuat tepat di busurnya.


"Angin yang memberikan ketenangan, berteriaklah dan hancurkan semua hal yang tidak di inginkan!!, hutan agung Calveria pinjamkan kekuatanmu!!" Seketika anak panah berwarna hijau serta di selimuti oleh angin spiral yang cukup besar dan terus berputar cepat seperti badai.


"Haa!!!" Silvia dan Verina pun melepaskan serangan mereka secara bersamaan dan kedua sihir dasyat itu pun bertabrakan yang seketika menciptakan ledakan yang sangat dasyat.


(Boooooooommmmmmm!!!!!!!!!!)


Angin yang kuat pun menghantam mereka berdua, bahkan mereka menerima luka gores karena kuat dan tajamnya dari angin itu.


"Ghhh!!.." Silvia dan Verina pun berusaha menahan diri mereka agar tidak tersapu oleh angin yang kuat itu.


Seketika seluruh area pun di penuhi oleh kabut asap yang sangat tebal, Silvia yang menyadarinya pun menggunakan mata sihir dan di saat yang bersamaan tiba tiba Verina terbang ke arahnya dengan sangat cepat dan menyerangnya.


(Slash!!!)


(Ting!!!!)


"Kenapa kau melindunginya?! Apa kau menentang kehidupan damai yang di inginkan para pahlawan terdahulu?!" Kesal Verina.


Silvia yang mendengarnya pun ikut kesal dan mengucapkan "Jika kamu memang memiliki akal sehat, pikirkan lah!! Zen adalah orang yang sudah menyelamatkanmu! Apa kamu masih belum menyadarinya dasar gadis bodoh!!!!" Seru Silvia.


...-Disisi Lain-...


Zen terlihat sedang terkapar di sebuah ruangan yang gelap.


"Seseorang tolong aku.." Suara pasrah seorang gadis kembali terdengar jelas di telinga Zen.


Tetapi Zen masih tertidur dan belum sadarkan diri, di saat yang bersamaan terlihat seorang gadis kecil berjalan ke arahnya bersamaan dengan munculnya api yang menjalar ke arahnya.


Gadis itu pun terlihat terluka parah sembari menangis saat berjalan mendekati Zen.


"Tuan Zen!.. Zen!..." Ucapnya sembari menangis.


Gadis itu pun duduk dan memangku Zen yang sedang tertidur sembari menangis.


"Kak Zen! Sadarlah!!" Tangis gadis itu pun perlahan terdengar di telinga Zen.


...-Disisi Lain-...


Silvia dan Verina pun terus beradu senjata, Verina terus menyerang Silvia agar Silvia tidak dapat menembakkan anak panahnya, tetapi Silvia terus menahan serangan Verina menggunakan busurnya dan sesekali menembakinya.


(Swof!!)


(Slash!!!)


(Ting!!!!)


Verina menyerang Silvia dengan sangat cepat dan kuat, tetapi Silvia berhasil menahan serangan Verina.


"Menyerahlah!!" Perintah Verina.


"Tidak akan!!" Bantah Silvia.


Tatapan tajam antara mereka berdua pun terus berlangsung, tetapi semuanya berakhir karena tiba tiba Area milik Verina dan Silvia yang perlahan musnah.


"Apa yang terjadi?!" Bingung dan panik Silvia karena kekuatannya yang memudar, busurnya pun menghilang dan pakaiannya serta matanya pun kembali normal.


Perlahan kekuatan Verina juga menurun karena Area miliknya yang perlahan musnah.


"Apa apaan ini?!" Bingung Verina.


Tiba tiba suasana menjadi sangat hening, kehampaan pun terjadi sesaat bersamaan dengan munculnya Area yang mengerikan, Area yang memiliki dua unsur elemen yaitu cahaya dan kegelapan serta retaknya permukaan dan tercipta banyak jurang mematikan.


"Wah... tidak aku duga jika aku bisa menemukan kalian secepat ini..." Ucap seorang gadis yang berada di atas langit.


Silvia dan Verina yang mendengarnya spontan menoleh dan sangat terkejut karena melihat Lucifer yang sedang melayang dengan pose santai di atas langit sembari tersenyum.


"Lucifer?!!" Panik mereka berdua.


...~Bersambung~...