The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 50 : Release Of The Curse



"Hoam.... Selamat pagi kak Zen.." Sapa Sayu.


"Siapa dia Zen?" Tanya Rily.


"Dia adalah adikku, Sayu" Ucap Zen.


"Tapi bagaimana Sayu bisa keluar dari alam bawah sadarku?" Bingung Zen.


"Adikmu? aku tidak pernah melihatnya sebelumnya" Ucap Rily terkejut.


Sayu pun bangun dari tidurnya dan bertanya "Ini dimana kak??" Bingung Sayu.


"Ini di dunia nyata Sayu" Jelas Zen.


"Apa maksud kakak?" Tanya Sayu kebingungan.


"Kita tidak di alam bawah sadarku lagi Sayu, ini sudah di dunia nyata" Jelas Zen


"Eh?, ta.. tapi bagaimana bisa??" Tanya Sayu kebingungan.


"Sayu bahkan tidak tau kenapa dia bisa keluar dari alam bawah sadarku" Gumam Zen.


"Apa jangan jangan para pahlawan itu telah melepas kutukan yang senjata itu berikan kepada Sayu?" Gumam Zen.


"Sepertinya begitu, kemungkinan Sayu bisa kembali ke wujud manusia seperti semula karena ke empat senjata itu telah menemukan tuannya" Gumam Zen.


"Hei Zen!.." Ucap Rily sedikit kesal.


"Eh? kenapa Ril?" Bingung Zen.


"Jelaskan semuanya!!.. siapa anak ini?!!?" Kesal Rily yang membuat Sayu sedikit ketakutan dan memeluk Zen.


Rily pun semakin kesal melihat Sayu yang leluasa memeluk Zen.


"Tenang dulu Rily, akan ku jelaskan semuanya" Zen pun menjelaskan semua cerita dari awal kejadian saat ia bertemu dengan Sayu hingga sekarang, tetapi Zen tidak memberi tau tentang ke empat senjata yang masuk tubuhnya secara paksa, ia hanya menceritakan saat Sayu dan dirinya bertemu di alam bawah sadarnya.


Beberapa saat kemudian, Rily yang mendengar cerita Zen pun akhirnya memahami situasi dan meminta maaf kepada Sayu karena sempat membuatnya ketakutan.


"Sayu kamu kotor sekali" Ucap Rily.


Sayu pun melihat tubuhnya yang kotor, tiba tiba Rily menarik tangan Sayu sembari mengucapkan "Ayo mandi bersamaku Sayu, aku juga belum mandi" Ucap Rily sembari tersenyum.


Rily dan Sayu pun mandi bersama.


...-Didalam kamar mandi-...


"Rily pun memandikan Sayu seperti adiknya sendiri, ia membasuhnya dengan dan membersihkan tubuh Sayu yang kotor.


Saat sedang membasuh, Rily pun bertanya kepada Sayu.


"Sayu, Zen itu kakakmu kan?" Tanya Rily.


"Iya.. kenapa kak??" Tanya Sayu.


"Menurutmu Zen itu orangnya gimana Sayu?" Tanya Rily.


Sayu pun terdiam sejenak memikirkan hal yang ia tau tentang Zen.


"Menurutku kak Zen orangnya baik kak.. kak Zen ramah dan suka menolong, kak Zen selalu melindungi orang yang lemah walau ia harus menderita luka, kak Zen jarang mengeluh dan pantang menyerah.. itu saja kak yang ku tau" Jelas Sayu.


"Owh..." Paham Rily.


Sayu pun kembali bertanya kepada Rily.


"Kakak siapanya kak Zen kak??" Tanya Sayu.


"Aku itu p-" Sebelum mengucapkan kata katanya, Rily pun mengingat semua kejadian yang telah ia perbuat kepada Zen.


Sayu pun kebingungan kenapa Rily terdiam dan memanggilnya "Kenapa kak??"


Rily pun menggelengkan kepalanya sembari mengucapkan "Tidak ada, aku hanyalah temannya" Ucap Rily.


...-Disisi lain-...


Zen masih memikirkan bagaimana Sayu bisa keluar dari alam bawah sadar miliknya.


"Sudahlah jika aku terus memikirkannya juga tidak berguna" Ucap Zen.


Zen pun bangun dan memutuskan untuk mandi, saat ia berjalan menuju kamar mandi ia pun baru ingat ada Rily dan Sayu yang sedang mandi, ia pun memutuskan untuk keluar mencari udara segar.


Sesampainya di luar, Zen pun mendapatkan apa yang ia inginkan, angin langsung menyapanya dengan baik.


"Enaknya.." Gumam Zen.


"Baiklah selagi menunggu mereka sebaiknya aku latihan terlebih dahulu" Ucap Zen.


"C'Sword" Zen~


Zen pun menatapi kedua pedang barunya yang sangat tajam dan keren, tiba tiba ia mengingat sesuatu.


"C'Katana" Zen kembali menciptakan senjatanya.


"C'Spear" Cahaya merah yang sangat terang muncul tepat di depan mata Zen.


Sebuah tombak yang berkarat dan sudah sangat tua muncul dari cahaya merah itu, Zen pun mengambilnya.


Saat Zen menggenggam gagang tombak itu, seketika bagian tombak yang berkarat hancur.


Tombak itu yang awalnya sudah tua langsung berubah menjadi sangat bersih dan sangat tajam yang membuat Zen sedikit terkejut.


"Aku akan mencobanya" Gumam Zen.


"Wall" Sebuah dinding tanah tercipta di depan Zen, dan ia menebasnya menggunakan tombak baru miliknya.


(Slash!)


Dinding itu pun terpotong dengan sangat rapih.


Zen pun melihat ke arah hutan, ia berniat mencoba sesuatu yang ada di dalam pikirannya.


Zen pun menutup mata dan menarik nafas, ia mengangkat tombaknya ke atas dan membuka matanya.


"Fire!!" Zen menghembuskan nafas, saat ia menghembuskan nafas, nafasnya pun terbakar dan berubah menjadi nafas api, bersamaan dengan tombaknya yang terbakar oleh api.


Zen melempar tombaknya jauh kedalam hutan dengan kuat.


(Swof!!!!)


(Bom!! bom!! bom!!)


Beberapa pohon pun terbakar dan roboh karena tombak Zen yang melaju kencang menghantam apapun di depannya.


Rily yang sedang mencari Zen terkejut karena mendengar suara berisik di luar.


"Zen ada apa?!" Tanya Rily kebingungan.


Rily pun terkejut melihat beberapa pohon yang tumbang.


"Ada apa kak Zen?" Tanya Sayu.


"Tidak ada apa apa" Jawab Zen.


"Aku merusak hutannya!!!" Gumam Zen panik.


"Eh kalian sudah siap ya, kalau begitu aku ingin mandi dulu" Ucap Zen.


"Zen.." Rily memanggil Zen dengan suara yang sedikit menyeramkan.


"Ke.. kenapa Rily??" Tanya Zen.


"Apa kamu ingin menemaniku membeli bahan makanan nanti?" Tanya Rily.


"Dimana?" Tanya Zen.


"Di belakang akademi ini terdapat sebuah kota kecil" Ucap Rily.


"Baiklah kalau begitu aku mandi dulu" Ucap Zen.


"Kak aku mau ikut!.." Ucap Sayu.


"Iya Sayu, sebentar ya.." Ucap Zen.


"Baik!.." Sayu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


...-Time skip-...


Zen, Sayu, dan Rily pun tiba di sebuah kota yang di maksud Rily.


Mereka pun mengikuti Rily sembari melihat daerah sekitarnya.


"Luas sekali.." Kagum Sayu.


Saat sedang berjalan Zen melihat sebuah toko perlengkapan petualang dan bertanya kepada Rily "Hei Rily, setelah membeli bahan makanan bisa temani aku ke toko perlengkapan?" Tanya Zen.


"Eh emangnya apa yang mau kamu beli?" Tanya Sayu.


"Nanti kamu juga akan tau" Ucap Zen.


...-Time skip-...


Setelah selesai membeli bahan makanan mereka pun pergi ke toko perlengkapan yang Zen maksud.


Zen pun langsung masuk dan di sapa oleh penjual disana.


"Selamat datang kak, apa yang ingin kakak beli???" Tanya seorang perempuan.


"Aku ingin mencari sebuah jubah, apakah ada?" Tanya Zen.


Perempuan tersebut pun memberi tau Zen dimana tempat jubah yang Zen inginkan.


Sesampainya disana, Zen pun mencari jubah yang cocok untuknya, ia pun memutuskan untuk membeli jubah berwarna hitam.


Saat Zen akan kembali dan membayar jubah yang ingin ia beli, Zen melihat dua belati yang bersinar dari dalam kotak senjata seakan akan memanggil dirinya.


Zen pun berjalan mendekati belatih itu dan mengambil kedua belati itu.


Zen pun kembali ke tempat perempuan itu berada dan membayar barang yang ia beli.


"Terima kasih atas kedatanganmu" Ucap perempuan tersebut sembari menundukkan kepalanya.


Setelah itu Zen pun keluar dari toko tersebut dan sedikit kebingungan, karena Rily dan Sayu terlihat aneh.


Zen pun bertanya "Kalian kenapa?" Bingung Zen.


Tidak hanya Rily dan Sayu yang melihat Zen dengan tatapan aneh, bahkan para warga sekitarnya juga terlihat aneh.


"Ada apa ini?" Bingung Zen.


"Zen, kamu dapat itu dari mana?" Tanya Rily kebingungan.


"Aku kan membelinya" Ucap Zen.


"Coba kamu lihat kebelakang" Pinta Rily.


"Emangnya ada apa?" Bingung Zen sembari menoleh, saat ia melihat kebelakang ia pun terkejut.


Toko perlengkapan petualang yang berada di belakangnya adalah toko yang sudah mati, hancur dan tidak berpenghuni.


"Tunggu dulu, apa yang terjadi?!!" Gumam Zen kebingungan.


...~Bersambung~...