The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 85 : Message



Dedaunan yang terkumpul pun berubah menjadi sesosok gadis cantik bersamaan dengan datangnya hewan hewan hutan yang langsung tunduk seakan akan memberi hormat kepada gadis itu.


"Driad?!" Zen pun terkejut karena ia baru pertama kali melihat Driad.


Gadis itu pun melihat Zen sembari mengucapkan "Selamat datang di hutan Calveria, siapakah anda, dan apa tujuan anda kemari?" Tanya gadis itu.


"Namaku Zen, aku seorang pengembara yang sedang menuju perbatasan akhir musim bagian utara" Ucap Zen dengan sopan sembari menundukkan kepalanya.


"Perbatasan akhir musim?" Driad itu pun sedikit kebingungan karena ia tidak mengerti kata kata Zen sedikitpun.


"Ya, perbatasan akhir musim, rumornya itu adalah serangan musim salju secara tak terduga yang terjadi sekali setiap tahunnya dan terjadi pada bulan november" Jelas Zen.


"Baru pertama kali aku mendengarnya. Lalu, apa tujuanmu untuk melewati perbatasan itu? apa kamu berniat untuk bunuh diri disana?" Tanya gadis itu.


"Tidak, aku kesana ada tujuan tertentu, tujuan paling utamaku adalah, untuk melatih diriku sekuat mungkin sebelum hari petaka menyerang" Ucap Zen dengan serius.


"Hari petaka?" Gadis itu pun sedikit kebingungan mendengar ucapan Zen, tetapi ia seakan akan sudah pernah mendengar kalimat itu, ia pun berusaha memikirkannya, beberapa saat kemudian, ia pun baru ingat bahwa salah satu petinggi di desa elf pernah meramal jika akan ada hari dimana dunia akan berguncang keras dan dapat di artikan sebagai dunia akan segera kiamat, dan di sebut sebagai hari petaka.


"Maaf jika tidak sopan, apakah aku boleh melewati hutan ini? Aku berjanji tidak akan merusak ekosistem hutan ini sedikitpun" Ucap Zen memohon kepada gadis itu.


"Aku tidak keberatan jika kamu tidak akan merusak ekosistem hutan ini, tapi apakah kamu ada bukti jika kamu tidak akan merusak ekosistem hutan ini?" Tanya gadis itu dengan sangat tegas.


"Memang sulit mempercayai seseorang yang tidak di kenal, apalagi orang asing sepertiku, aku memang tidak memiliki bukti, tetapi aku benar benar tidak berniat merusak ekosistem hutan ini, jika aku memang berniat seperti itu, kenapa aku dari awal tidak membakar hutan ini sebelum aku memasukinya" Jelas Zen.


"Hm..." Gadis itu pun termenung sejenak.


Saat gadis itu sedang berfikir, tiba tiba sebuah portal muncul tepat di antara Zen dan gadis itu, Zen yang menyadari hawa keberadaan Iblis pun langsung menangkap gadis itu dan menjauhi portal itu.


"A.. Apa yang kamu lakukan tiba tiba?!" Ucap gadis itu sedikit panik dan kebingungan.


Zen pun menghiraukan perkataan gadis itu dan hanya fokus kepada portal yang berada di depannya, gadis itu yang melihat wajah serius Zen pun menoleh dan seketika terkejut melihat sebuah portal yang muncul tiba tiba.


Tiba tiba dua sosok Iblis pun muncul dari dalam portal.


"Hwaaa!.... Akhirnya aku di perintahkan juga!..." Ucap seorang gadis Iblis sembari meregangkan tubuhnya.


"Ingat tujuan kita kesini apa, jangan melakukan hal yang tidak di perlukan" Ucap seorang Iblis laki laki sembari melihat sekitarnya.


"Iya iya, aku tau kok.." Gadis itu pun melihat sekitarnya dan melihat ke arah Zen.


"Hwa!... Ternyata dia yang Koruga ceritakan kepadaku!!" Kagum gadis itu sembari menatap Zen.


"Koruga?!" Zen pun terkejut karena ia tidak menduga jika Koruga akan mengutus bawahannya untuk mencarinya secepat ini.


(Swof!!!)


Zen pun langsung mengayunkan sebilah pedang besi miliknya ke gadis itu, dan tak di duga gadis itu dengan mudah menghindari serangan Zen sembari tersenyum bahagia.


"Dia cepat sekali?!" Gumam Zen terkejut.


Zen pun berbalik dan kembali menyerang gadis itu.


(Slash! slash! slash!! slash!! slash! slash! slash!!! slash!! slash!!! slash! slash! slash!! slash!! slash! slash! slash!!! slash!! slash!!)


Serangan beruntun Zen pun kembali di hindari oleh gadis itu dengan sangat mudah, gadis itu pun membalas serangan Zen, ia menendang Zen dengan kuat tetapi Zen berhasil menahan tendangan gadis itu, Zen pun langsung menjauhi gadis itu.


"Dia cepat sekali" Gumam Zen.


"Hahahahaha!!..." Gadis itu pun tertawa puas tanpa alasan yang jelas.


"Hei namamu Zen kan, kamu yang sekarang belum bisa mengalahkanku, bukan hanya aku, bahkan bawahan Koruga yang Lainnya" Ucap gadis itu sembari tersenyum.


"Namaku Lucifer" Ucap gadis itu bersamaan dengan munculnya sayap miliknya, tetapi sayap miliknya terlihat aneh, karena memiliki dua jenis sayap, sebelah kanan dari sayap gadis itu adalah sayap malaikat dan sayap kirinya adalah sayap Iblis.


"C'A Sword" Dua pedang legenda milik Zen pun muncul tepat di depannya yang seketika membuat gadis Driad itu terkejut melihatnya.


"Pahlawan?!!" Gumam gadis itu sangat terkejut.


"Tenanglah Zen, kedatangan kami bukan untuk berperang" Ucap gadis itu dengan santai.


"Apa maksudmu?, kalau begitu, apa tujuanmu kesini?!" Tanya Zen.


"Tujuanku ada dua, yang pertama adalah memberi tau pesan Koruga untukmu dan kedua adalah melihatmu dengan mata kepalaku sendiri" Ucap gadis itu sembari tersenyum.


"Aku sama sekali tidak mengerti" Ucap Zen.


"Sudah sudah lupakan, intinya aku ingin menyampaikan pesan Koruga untukmu" Ucap gadis itu.


"Apa pesannya" Tanya Zen dengan serius.


"Kalau tidak salah dia bilang begini 'Aku tidak akan menyerang siapapun, aku tidak akan menghancurkan apapun, aku hanya akan menunggu pertarungan kita tiba, di saat umurmu mencapai delapan belas tahun, kita akan bertarung dengan taruhan nyawa, jika kamu berhasil membunuhmu, kamu adalah pahlawan di dunia ini, dan jika kamu tidak berhasil, maka kehidupan damai yang kamu harapkan akan hilang untuk selama lamanya. ingat, aku memang tidak akan menyerang, tapi jika kamu menyerangku secara diam diam, maka aku akan melawan untuk melindungi diriku dan juga bawahanku tidak ada kaitannya dengan hal ini, jadi mereka tetap akan jadi musuhmu, aku akan menunggu saat umurmu mencapai delapan belas tahun, aku akan pergi bermain sejenak, sampai jumpa, Zen.' dia bilang begitu" Ucap gadis itu dengan sangat jelas yang membuat Zen langsung paham maksud dari Koruga, yaitu ia memberi Zen kesempatan untuk menjadi lebih kuat sebelum bertarung melawannya, tetapi Zen masih kebingungan kenapa Koruga memberinya kesempatan.


"Dah, tujuanku sudah tercapai, kalau begitu, sampai jumpa Zen, semoga kamu bisa bertahan hidup!..." Ucap gadis itu sembari meninggalkan Zen dan masuk kedalam portal bersama dengan satu Iblis lainnya.


Zen pun terlihat sangat kebingungan dengan apa yang barusan terjadi, ia sama sekali tidak mengerti dengan situasinya, tetapi ia hanya tau satu hal, ia harus menjadi lebih kuat sebelum umurnya mencapai delapan belas tahun, jika tidak, ia tidak akan bisa menepati janjinya untuk melindungi Veliona.


...~Bersambung~...