The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 117 : Love



Di ruang perawatan, Siyon pun bangun dari tidurnya, ia ternyata pingsan di dalam arena karena kehabisan tenaganya pada babak sebelumnya, saat ia membuka mata, Rara sudah menyambutnya dengan kehangatan.


"Selamat atas kemenangannya Siyon.. Kamu sudah melakukannya dengan baik.." Ucap Rara sembari mengelus kepala Siyon yang ia pangku.


"Rara?" Siyon pun sedikit terkejut melihat Rara yang berada di dekatnya, Rara memangku Siyon tepat di atas ranjang perawatan, padahal Rara bisa menunggu hingga Siyon sadar di bangku yang telah di sediakan.


"Iya.." Ujar Rara dengan nada pelan dan menggoda.


"Uhm.. Bisakah kamu membiarkanku bangun?" Tanya Siyon.


"Tidak boleh!.." Larang Rara sembari mengelus kepala Siyon.


"Kenapa?" Tanya Siyon kebingungan.


"Aku masih ingin memangkumu.." Ujar Rara kembali tersenyum manis.


Wajah Siyon pun memerah melihat kecantikan Rara yang seperti bidadari dimatanya.


"Sudah teruslah seperti ini.. Aku tidak akan melepaskanmu!" Ucap Rara menggenggam tangan Siyon.


Siyon pun mengusap pipi Rara dan mengucapkan "Aku ingin terus bersamamu Ra, selamanya ingin bersamamu, tapi tidak sekarang, sekarang kita harus kembali dan menonton pertandingan dulu.." Ucap Siyon sembari tersenyum.


"Humph!.." Rara pun terlihat kesal di buat Siyon.


...-Disisi Lain-...


Zen, Elia dan Kiguno pun akhirnya tiba di akademi, mereka pun memutuskan untuk menonton pertandingan turnamen karena tugas mereka juga sudah selesai, tetapi Zen meminta agar Elia dan Kiguno pergi duluan, karena dia beralasan ingin pergi ke toilet.


Mereka pun menuruti perintah Zen dan pergi ke colosseum untuk menonton pertandingan, dan di dalam colosseum terlihat pertandingan sedang di tunda karena sudah waktunya untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pertandingan babak selanjutnya.


Di dalam kesepian karena seluruh murid berkumpul di colosseum, Zen pun berjalan ke asrama, saat ia sedang berjalan dengan santai, tiba tiba sebuah kupu kupu berwarna merah melintas tepat di depan matanya, secara bersamaan ia merasakan kehangatan dalam dirinya dan juga perasaan yang tidak enak.


(Swof!!!)


"Sesuatu datang!" Gumam Zen sangat terkejut karena kali ini ia benar benar merasakan perasaan tidak enak dan juga sangat misterius.


(Slash!!!)


Zen menghindari sebuah ayunan sabit berwarna merah yang langsung menancap ke permukaan tanah, terlihat seorang gadis berambut hitam cantik dengan baju berwarna hitam merah dan lambang api pada bahu dan dadanya.


"Cepat sekali!" Gumam Zen terkejut.


Gadis itu pun terus menyerang Zen, tetapi gadis itu menundukkan kepalanya seakan akan ia merasa kesal dengan Zen.


(Slash! Slash!! Slash!! Slash!!)


Serangan yang begitu cepat mengarah ke Zen dan setiap serangan tersebut hampir saja membuatnya terluka.


Zen pun melompat menjauhi gadis itu tetapi gadis itu dengan cepat ikut melompat ke arah Zen, ia menatap Zen yang membuat Zen sangat terkejut.


Gadis tersebut adalah Veliona, ia terlihat menangis saat menatap Zen.


"Veliona!?!" Gumam Zen sangat sangat terkejut karena ia tidak menduga jika ia akan bertemu dengan Veliona di akademi Water Dragon.


Veliona pun membuang sabitnya dan memeluk Zen dengan erat sembari menangis.


"Zen!!!" Tangis Veliona memeluk Zen dengan erat.


Zen yang di peluk Veliona pun mengeluarkan airmata, ia pun membalas pelukan Veliona dan memeluknya dengan erat.


(Bak brak..)


Mereka berdua pun terjatuh di permukaan, Zen terus memeluk Veliona di atas tubuhnya, Veliona pun terus menangis di pelukan Zen, pertemuan kembali dengan perasaan kecewa dan hancur.


"Ha!!!!" Veliona pun berteriak histeris, teriakannya tersebut pun membuat waktu terhenti sekilas, perlahan tempat Zen dan Veliona berada pun berubah, ternyata Veliona secata tidak sengaja menciptakan Area miliknya, area yang di penuhi bunga sakura berwarna merah darah dan banyak kupu kupu yang berterbangan.


Tetapi Zen tidak peduli sama sekali dengan apa yang barusan saja terjadi, ia terus memeluk Veliona dengan erat dan tak melepaskannya.


Pelukan kehangatan yang telah lama pudar kini kembali muncul, rasa sakit akan kerinduan yang panjang kini terlepaskan.


Walau Veliona menciptakan area secara tidak sengaja, tetapi area yang ia ciptakan benar benar luarbiasa, karena di akademi mereka berdua menghilang tanpa jejak, situasi berjalan seperti biasa bahkan tidak ada satu orang pun yang menyadarinya.


Setelah semua kerinduan yang akhirnya dapat di lepaskan, Zen pun bertanya kepada Veliona.


"Apa kamu baik baik saja?.." Tanya Zen.


"Aku membencimu Zen..." Tangis Veliona.


Zen yang mendengarnya pun merasa kesal dengan dirinya sendiri, tetapi ia juga sadar jika ia tidak dapat menghindari kesalahannya, yang dapat ia lakukan hanyalah menerima kenyataan dan menjalankannya.


"Maafkan aku Veliona.." Ucap Zen sembari mengelus kepala Veliona.


Veliona pun kembali memeluk Zen dengan erat, tetapi saat ia akan memeluk Zen, Zen langsung mendorongnya yang membuat posisi mereka tergantikan.


"Hmp?!" Tiba tiba Zen langsung mencium bibir Veliona tanpa pikir panjang yang membuat Veliona sangat terkejut, tidak hanya itu, Zen juga menahan kedua tangan Veliona dengan tangannya yang membuat Veliona tidak dapat bergerak, di saat yang bersamaan semua kupu kupu pun berterbangan mengelilingi mereka bersamaan dengan berjatuhannya bunga sakura.


Veliona pun hanya bisa menutup matanya tanpa melawan sedikitpun, ia benar benar tidak menduga jika Zen akan menciumnya secara tiba tiba.


Zen pun melepaskan kedua tangan Veliona dan melepaskan ciumannya sembari mengucapkan "Maafkan aku" Ucap Zen dengan raut wajahnya yang penuh penyesalan.


Veliona yang melihat Zen pun perlahan tersenyum dan hanya mengucapkan satu kalimat "Apapun yang terjadi, aku tetap mencintaimu Zen" Ucap Veliona sembari menarik tangan Zen dan memeluknya.


"Selamat datang kembali Zen.." Ucap Veliona bahagia.


Zen yang mendengarnya pun menangis dan memeluk Veliona, ia masih tidak dapat melepaskan seluruh keluhannya, ia masih membenci dirinya sendiri karena hal yang ia perbuat kepada Veliona.


Setelah Zen dapat menenangkan dirinya, ia pun bangun dan bertanya "Kenapa kamu bisa di sini Vel?" Tanya Zen.


Veliona pun menjawab "Aku tidak sendiri.. Kami sedang mengikuti turnamen besar antar akademi.." Jelas Veliona.


Zen yang mendengarnya pun terkejut karena ia tidak menduga jika guild Eternal Fire sudah semakin berkembang walaupun ia bukan salah satu dari anggota Eternal Fire.


Zen pun melihat sekitarnya dan baru sadar jika mereka berada di tempat yang jauh berbeda dari akademi Water Dragon, Zen spontan langsung bertanya kepada Veliona "Ini dimana?" Tanya Zen.


Veliona yang mendengar pertanyaan Zen juga baru sadar jika mereka tidak berada di akademi, mereka berada di sebuah ruangan berwarna merah berisi hutan pohon sakura dan kupu kupu berwarna merah darah, Veliona tidak menyadari jika itu adalah area yang tidak sengaja ia ciptakan.


Perlahan area itu pun mulai memudar dan mereka pun kembali melihat wilayah akademi Water Dragon.


"Kita sudah kembali" Ucap Zen terkejut dan kebingungan karena mereka yang tiba tiba berpindah tempat dan kembali ke tempat semula.


"Sepertinya tempat tadi adalah area ciptaan Veliona" Gumam Zen sembari menatap Veliona yang kebingungan sembari melihat sekitarnya.


Veliona pun menatap Zen dan mengucapkan "Kenapa kamu bisa di sini Zen?" Tanya Veliona.


Zen pun kebingungan untuk menjawab pertanyaan Veliona, ia tidak tau harus menjelaskannya dari mana.


"Sebaiknya kita ke asrama dulu, ke ruanganku, aku akan menceritakan semuanya disana.." Ucap Zen sembari berjalan ke asrama, tetapi tiba tiba Veliona langsung menarik tangan Zen dan mengucapkan "Apa kamu ingin meninggalkanku lagi?" Tanya Veliona sedikit kesal.


Veliona pun menggenggam tangan Zen dan mengatakan "Aku tidak ingin di tinggal lagi, aku tidak ingin sendirian lagi! Jadi, jangan lepaskan genggamanku!.." Ucap tegas Veliona menatap kedua mata Zen.


Wajah Zen sedikit memerah saat melihat dan mendengar ucapan Veliona.


Tatapan antara Zen dan Veliona pun tak kunjung putus hingga Zen menjawab ucapan Veliona, Veliona terus menatap Zen yang membuat Zen pun mengucapkan "Baiklah.. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi, maafkan aku sudah melanggar janjiku selama ini.." Ucap Zen tersenyum bahagia.


...~Bersambung~...