The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 52 : Way Back To The Academy Arsenal



Zen, Sayu dan Rily pun memulai perjalanan mereka untuk kembali ke akademi Arsenal.


Sebelum mereka pergi, Rily sempat memberi tau ayah dan ibunya terlebih dahulu agar mereka tidak khawatir dengan Rily.


...-Dua hari pun berlalu-...


Zen, Sayu, dan Rily terus berjalan ke arah barat.


Dua hari yang lalu, mereka sempat melewati sebuah kerajaan, tetapi Zen memutuskan untuk tidak kesana, dan mereka pun terus melanjutkan perjalanan sampai hari ini.


"Kita berhenti dulu di sini" Ucap Zen.


Zen pun memutuskan untuk istirahat di dalam hutan karena kasian dengan Sayu dan Rily, mereka berdua terlihat sudah sangat kelelahan.


Sayu dan Rily langsung terduduk lemas kelelahan.


"Hah.. hah.. Kak.. emangnya kakak ga kelelahan?? Kakak saja sudah membawa perlengkapan kami tetapi kenapa kakak masih kuat berjalan???" Tanya Sayu kebingungan.


"Tidak, aku sudah sering berpetualang" Ucap Zen dengan santai.


"Hah.. hah.. Zen kamu emang monster, kamu tidak pernah lelah.. Hah..." Ucap Rily.


"Hah..." Sayu dan Rily pun terduduk lemas dan merasa sangat kelelahan.


Zen pun meletakkan semua perlengkapan mereka di permukaan dan berjalan mengecek area sekitar.


"Kamu sedang apa Zen?" Bingung Rily karena melihat Zen.


Zen pun tidak merespon ucapan Rily, Zen malah mengendap endap kearah sebuah pohon sembari mengeluarkan belati miliknya.


(Slash!!)


Zen pun mengayunkan belatinya yang membuat Rily kebingungan.


Tiba tiba muncul seekor monster yang langsung jatuh ke permukaan dan tewas akibat serangan Zen.


Rily dan Sayu pun terkejut melihatnya.


"Apa itu kak?!" Tanya Sayu kebingungan dan sedikit panik.


"Ini adalah Tregna, ini adalah monster yang bisa menghilang, tetapi masih bisa dilihat jika menggunakan mata sihir" Jelas Zen.


"Eh? Zen kamu sudah bisa menggunakan mata sihir???" Bingung Rily.


"Tidak" Jawab Zen dengan polos.


Rily dan Sayu pun seketika terdiam dan kebingungan mendengar ucapan Zen.


"Jadi bagaimana kakak bisa melihatnya??" Bingung Sayu.


"Aku hanya merasakan energi kehidupan miliknya" Ucap Zen.


"Energi kehidupan??" Bingung Sayu.


"Iya, mungkin bisa di bilang energi sihir yang ada di dalam tubuh monster itu" Ucap Zen.


"Aku baru tau" Gumam Sayu.


"Kalian tunggu di sini ya, aku akan mencari beberapa kayu untuk di jadikan api unggun saat malam nanti, tidak akan lama kok" Ucap Zen.


"Baik kak" Ucap Sayu.


"Hati hati Zen" Ucap Rily sembari melambaikan tangannya.


Zen pun berjalan menyusuri hutan dan mencari ranting ranting pohon untuk ia jadikan api unggun nantinya.


Zen tidak ingin merusak hutan jadi ia sengaja mencari ranting ranting pohon yang bisa ia jadikan sebagai api unggun.


Saat sedang mencari ranting pohon Zen pun melihat seekor serigala aneh yang membuatnya langsung berlari kembali ke Sayu dan Rily.


"Swift!" Zen dengan cepat berlari kembali ke mereka berdua.


Sayu dan Rily pun terkejut melihat Zen yang kembali dengan sangat cepat.


"Apa yang terjadi Zen? ada apa?" Bingung Rily.


"Kita sudah di kepung" Ucap Zen.


"Apa maksudnya kak?" Bingung Sayu.


Zen pun mengeluarkan kedua belati miliknya dan mengaliri belati itu dengan sihir.


"Wind-" Zen~


"Tornado!!" Zen pun melakukan tebasan putaran yang langsung menciptakan tornado angin.


"Protection!!" Tiba tiba muncul lima belas orang yang sudah mengelilingi mereka.


Sayu dan Rily pun terkejut dan bertanya tanya "Siapa mereka!?!"


"Para bandit ternyata" Gumam Zen.


"Pasti mereka menggunakan ramuan penghilang agar rencana mereka untuk merampok lebih mudah" Gumam Zen.


"Earth!!" Lima dari bandit itu pun memukul permukaan dan seketika permukaan yang Zen, Sayu dan Rily berguncang dasyat.


"Apa apaan ini!!?!" Teriak Rily terkejut dan panik.


Permukaan itu pun hancur dan menciptakan sebuah jurang yang cukup dalam. Zen, Sayu dan Rily pun seketika terjatuh kedalam jurang itu.


Zen yang mengetahuinya langsung menyuruh Sayu untuk membawa Rily naik ke atas.


"Wind!" Zen pun terbang keluar dari jurang itu dan kembali ke permukaan yang membuat para bandit terkejut.


"Lightning!!" Lima bandit langsung menyerang Zen dengan elemen petir yang cukup dasyat.


"Lima pengguna elemen tanah, lima pengguna elemen petir" Gumam Zen.


"Protection!" Zen pun menciptakan perlindungan sihir dan berhasil menahan serangan dari para bandit itu.


"Fire!!!" Lima bandit lainnya pun langsung menciptakan lingkaran sihir dan lingkaran sihir itu mengeluarkan api yang sangat besar.


Zen pun menghilangkan perlindungan sihirnya.


"Water ball!" Zen menciptakan bola air yang sangat besar dan langsung di lemparkan ke arah sihir api yang akan menyambarnya.


(Bom!!!!!)


Benturan kedua sihir itu pun menciptakan ledakan, tetapi Zen lebih unggul karena ia menggunakan sihir air yang dapat mengalahkan sihir api.


"Wind!" Zen pun mengambil semua perlengkapan mereka menggunakan sihir angin dan menyerang para bandit itu


"Water!!" Zen menciptakan gelombang air yang langsung menghantam mereka.


Para bandit itu pun terkapar akibat hantaman gelombang air yang besar dan kuat.


Zen pun meletakkan tangannya di permukaan yang basah, seketika listrik langsung merambat dari air dan menyetrum para bandit itu.


"Ahh!!!!!" Teriak para bandit kesakitan.


"Auu!!!!!!" Tiba tiba seekor serigala yang di lihat Zen pun mengaum tepat di belakangnya.


"Dia sudah sampai di sini!" Gumam Zen.


Perlahan tubuh serigala itu membesar.


"Berserk wolf adalah serigala yang sangat berbahaya, mereka harus di bunuh dengan satu kali serang, jika tidak mereka akan semakin kuat, benar benar serigala yang lumayan merepotkan" Gumam Zen.


Zen pun menutup matanya "Aku harus membunuhnya dengan satu kali serang" Gumam Zen.


"C'Spear" Zen pun menciptakan sebuah tombak di tangannya.


Serigala itu pun langsung berlari ke arau Zen berniat untuk menerkamnya.


"Lightning!!" Zen menggenggam tombaknya dengan erat dan ia lemparkan ke arah serigala itu dengan kuat.


Tombak itu pun melaju sangat cepat ke arah serigala itu dan langsung menembus tubuhnya.


(Srk!!!)


Serigala itu pun memuntahkan darah dan langsung tewas akibat serangan Zen.


"Huft.." Zen pun menghembuskan nafasnya.


"Akhirnya aku sudah sedikit terbiasa mengendalikan sihir elemen" Gumam Zen.


Sayu dan Rily pun keluar dari jurang itu menggunakan sihir angin milik Sayu.


"Apakah sudah selesai kak??" Tanya Sayu.


Zen pun menoleh sembari mengucapkan "Sudah selesai" Ucap Zen sedikit tersenyum.


Sayu pun berjalan mendekati salah satu bandit yang masih sadar, ia pun menarik baju bandit itu dan menyekiknya.


"Agh!!..." Bandit~


"Beraninya kalian mengganggu perjalanan kami!..." Kesal Sayu dengan nada yang menyeramkan.


"Fire!" Sebuah bola api langsung mengarah ke Sayu.


Tetapi bola api itu tidak berhasil mengenai Sayu karena ada perlindungan sihir air milik Sayu yang terus melindungi dirinya.


"Karena sudah mengganggu kami!.. seharusnya kalian sudah siap dengan konsekuensinya!.." Kesal Sayu.


Bandit itu pun ketakutan melihat Sayu, dan Sayu langsung memukul wajah bandit itu yang membuatnya langsung pingsan.


"Baiklah ayo kita berangkat kak!" Ucap Sayu sembari tersenyum.


"Hei Zen, apa kamu merasakannya?" Bisik Rily.


"Maksudmu Sayu akhir akhir ini jadi lebih ganas kan?" Tanya Zen.


"Ya begitulah" Ucap Rily.


"Hei!!.. apa yang kalian bisik bisikkan!!" Kesal Sayu.


"Bukan apa apa" Ucap Zen sembari tersenyum.


Sayu pun merasa kesal karena Zen dan Rily menyembunyikan sesuatu darinya.


"Ayo kita pergi dari hutan ini, jika kita berdiam di sini sepertinya juga tidak baik, kita tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya" Ucap Zen sembari mengambil semua perlengkapan mereka.


"Baiklah ayo Sayu" Ucap Rily sembari menarik tangan Sayu.


Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju akademi Arsenal.


...~Bersambung~...