The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 66 : Lost Control



Beberapa saat sebelum Zen kembali sadar.


...-Disisi lain-...


Rex pun bangun dari duduknya dan mengucapkan "Aku akan membantu anak itu" Ucap Rex.


Tiba tiba Haruto menghalanginya dan mengatakan "Jangan, jika kita ikut campur, Zen akan merasa latihannya selama ini pasti sia sia, kita harus menunggu lebih lama, Zen juga orang yang tidak suka menyerah" Ucap Haruto.


"Hm.. kalau begitu kita hanya bisa menonton ya" Ucap Rex.


"Ya begitulah.." Ucap Haruto sembari menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu mari kita bermain!" Ucap Rex.


"Sebentar, jangan bilang permainan itu" Ucap Indra.


"Ya!! mari kita menebak siapa yang akan menang!!" Semangat Rex.


"Oi oi, hentikan, sekarang bukan waktunya untuk bermain" Ucap Indra.


Rex pun dengan ekspresi datar menatap Indra sembari mengucapkan "Lagian kita bisa apa di sini? kita juga gabisa membantu Zen kan?" Ucapnya.


"Benar juga sih.." Paham Indra.


"Ya.. mari kita lakukan.. aku juga bosan" Ucap Ghil.


"Baiklah kalau begitu kita mulai menebak!" Semangat Rex.


...-Disisi lain-...


Koruga pun melihat Zen yang terkapar lemas dan terlihat tidak berdaya, ia pun merasa sedikit kecewa karena Zen masih belum sekuat yang ia harapkan.


"Hah..." Koruga mengeluh sembari bangun dari bangkunya.


"Sepertinya setelah ini aku akan mengambil alih tubuh anak ini, aku akan bermain sebentar dengan Iblis itu" Ucap Koruga.


Tiba tiba Zen terbangun dari pingsannya yang membuat Koruga sedikit terkejut dan tidak jadi mengambil alih tubuh Zen, ia memutuskan untuk kembali duduk dan memantaunya.


...-Disisi lain-...


Zen perlahan bangun dari pingsannya, ia hanya bisa membuka mata kanannya karena mata kirinya terasa sangat sakit dan tidak bisa ia buka.


Ia melihat Kenma yang menendang Veliona dengan kuat.


Veliona pun terpelanting dan Kenma melempar sebuah duri yang langsung mengarah ke Veliona dan menancap di lengan kanannya.


"Ahh!!!" Teriak Veliona kesakitan.


"Veliona!!!!" Teriak Zen.


Kenma tiba tiba muncul tepat di depan Veliona dan menginjaknya.


"Agh!!!" Teriak Veliona kesakitan.


"Sudah ku bilang.. aku akan membunuh kalian semua!.. matilah kalian!!" Seru Kenma sembari menciptakan sebuah duri hitam di tangannya.


(Srk!!)


Kenma menusukkan duri itu di lutut Veliona yang membuatnya sangat kesakitan.


"Ahhh!!!!!" Teriak Veliona.


"Matilah!.." Seru Kenma sembari menciptakan duri hitam di tangannya.


Kenma berniat menusuk tubuh Veliona.


"Hentikan!!!" Teriak Zen.


Kenma tersenyum bengis sembari menatap Veliona, ia pun menusuk tubuh Veliona.


(Srk!!!)


Duri itu pun menancap di tubuh Veliona, Veliona seketika diam membatu yang membuat Kenma sedikit kebingungan.


"Apa dia tidak merasakan sakit?" Gumam Kenma kebingungan.


Tiba tiba kedua mata Veliona berubah menjadi mata Vampire, duri yang menancap itu pun masuk makin dalam ke tubuh Veliona dan menembus tubuhnya.


(Srkk!!!!)


"Agh!!!!" Tiba tiba tubuh Kenma terluka parah seperti tertembus oleh sesuatu.


Semua duri yang menancap di tubuh Veliona pun menembus tubuhnya tetapi Veliona tidak merasakan sakit sama sekali.


"Agh!!!" Tiba tiba tubuh Kenma kembali terluka seperti tertembus oleh sesuatu.


Tempat semua luka di tubuh Kenma sama dengan tempat dimana ia menancapkan duri duri itu di tubuh Veliona.


Veliona bangun dan perlahan semua luka di tubuhnya sembuh yang membuat Kenma akhirnya menyadari siapa Veliona sebenarnya.


"Ternyata dia adiknya Rui" Gumam Kenma terkejut.


"Berarti dia adalah Vampire.. dan kemampuannya barusan itu... adalah pembalasan.. hebat sekali!.." Gumam Kenma sembari sedikit tersenyum.


Tubuh Kenma pun beregenerasi dan seketika pulih, tiba tiba Kenma menusuk Veliona dari belakang.


...-Disisi lain-...


Veliona terbangun di suatu tempat yang sangat gelap.


"Dimana ini?..." Gumam Veliona kebingungan.


"Apakah aku mati?" Gumam Veliona.


Tiba tiba seseorang muncul di belakangnya sembari mengucapkan "Pinjamkan tubuhmu lima menit" Ucap seorang perempuan.


"Siapa?!" Veliona pun menoleh ke belakang dan terkejut melihat sesosok perempuan cantik yang muncul secara tiba tiba di belakangnya.


Perempuan itu pun hanya tersenyum dan mengelus kepala Veliona.


"Tidurlah" Ucapnya.


Tiba tiba Veliona merasakan kantuk yang sangat berat, Veliona yang tidak bisa menahannya pun seketika tertidur.


Perempuan itu mendekati tubuh Veliona, ia pun mengeluarkan inti sihir miliknya dan ia masukkan kedalam tubuh Veliona.


...-Disisi lain-...


Kenma pun menarik pedangnya dan melempar Veliona ke arah Zen.


"Veliona!!!" Teriak Zen.


Veliona pun terkapar tepat di depan Zen


"Veliona!!!!" Gumam Zen sangat terpukul.


Zen pun mengingat ucapannya sebelumnya "Aku pasti akan melindungi kalian"


Zen seketika frustasi karena ia hanya bisa mengucapkan tanpa membuktikan, ia merasa sangat kecewa kepada dirinya sendiri.


Emosi dan amarah Zen pun tidak teratur.


"Veliona maafkan aku! maafkan aku semuanya!!!" Gumam Zen sembari menangis dan sangat frustasi.


"Haa!!!!!!!!!!!!" Teriak Zen.


(Bom!!!!!)


Permukaan pun seketika berguncang dasyat.


"Agh!!! Ah!!!!!!" Perlahan mata kanan Zen berubah menjadi merah darah total.


Aura yang sangat kuat dan menakutkan pun keluar dari tubuh Zen.


"Ha!!!!!!" Zen~


"Apa ini!!?" Gumam Kenma terkejut.


...-Disisi lain-...


Rex dan para pahlawan lainnya yang sedang melihat Zen pun tiba tiba berpindah ke suatu tempat yang sangat gelap.


"Apa yang terjadi?!" Gumam Rex kebingungan.


Tidak hanya Rex dan para pahlawan lainnya, Rui, Shin, dan Koruga yang sedang memantau Zen juga ikut berpindah ke tempat yang sangat gelap.


Mereka pun kebingungan dengan apa yang terjadi.


"Dimensi kegelapan, apakah ini perbuatannya?" Gumam Koruga.


Koruga pun tersenyum dan menjentikkan jarinya.


(Tk!)


Koruga kembali ke tempatnya semula, ia pun kembali memantau Zen yang sedang mengamuk.


"Sepertinya anak ini memiliki sisi monster di dalam tubuhnya, menarik sekali..." Gumam Koruga sembari tersenyum memantau Zen.


...-Disisi lain-...


Zen terus mengeluarkan aura yang kuat dan mematikan, kekuatannya terus meningkat.


Sebuah sayap pun keluar dari tubuh Zen, sayap itu bukan sayap fisik melainkan aura yang menyerupai sayap.


Seketika akademi arsenal pun menjadi gelap dan Zen berhenti mengamuk.


Kenma pun terkejut dan sedikit ketakutan dengan Zen.


"Apa yang terjadi?!" Gumam Kenma kebingungan.


Zen menatap Kenma dengan tatapan bengis.


Mata kanannya pun mengeluarkan darah, seketika aura Zen pun langsung menyambar Kenma yang membuat Kenma merasakan ancaman yang luar biasa dari Zen.


"Agh!!!.. apa apaan anak ini?!!" Gumam Kenma panik.


Aura yang sangat kuat pun menyambar semua orang di akademi yang membuat semuanya seketika pingsan.


...~Bersambung~...