
(Swof!)
Zen langsung berlari dengan cepat ke arah Kenma dan menyerang dengan kedua pedangnya.
(Slash! slash! slash! slash!!)
Tetapi Kenma dapat menghindari serangan Zen, tidak seperti sebelumnya, kali ini Kenma benar benar dengan cepat menghindar dari semua serangan Zen.
Kenma pun membalas serangan Zen, Kenma mencakar Zen, tetapi Zen dapat menahan cakaran itu dengan kedua pedangnya.
"Teknik kegelapan-" Kenma~
Tiba tiba tubuh Zen terkoyak, seperti terkena cakaran milik Kenma.
"Agh!!!" Zen memuntahkan darah yang cukup banyak dari mulutnya dan Zen tiba tiba terpelanting jauh seperti terdorong sesuatu.
(Bom!!!)
Zen pun terpelanting dan menabrak dinding kelas yang ada di belakangnya.
"Zen!!" Teriak Siyon.
"Sial!, jika begini terus dia tidak akan bisa di kalahkan!" Gumam Siyon.
"Tidak ada waktu bersantai!!" Gumam Siyon.
Siyon kembali bangkit dan bersiap menyerang.
...-Disisi lain-...
(Slash!!)
"Ah!!!!!" Teriak Iblis.
(Bf!!!)
Iblis itu pun terbakar dan musnah.
"Baiklah, sepertinya desa ini sudah aman" Gumam seorang laki laki.
Tiba tiba tiga orang berjalan dengan santai ke arah laki laki itu.
Ternyata yang datang mendekati laki laki itu adalah Rio dan Uika dan seorang perempuan.
"Hei Raft apa tugasmu sudah selesai?" Tanya Rio.
"Sepertinya sudah.." Jawab Raft.
"Sepertinya menjadi pahlawan itu tidak seenak yang kita kira ya.." Ucap perempuan itu sembari berjalan mendekati Raft.
"Ya begitulah... ngomong ngomong, lama tidak berjumpa, Lyn.." Ucap Raft.
Lyn pun tersenyum, tiba tiba Rio memotong pembicaraan mereka.
"Sudah, jika semua urusan sudah selesai, ayo kita kembali ke akademi" Ucap Rio.
"Zen juga baru kembali ke akademi" Ucap Rio yang membuat Raft terkejut.
"Zen sudah kembali?! sudah lama sekali aku tidak melihatnya!" Ucap Raft.
"Ya.. banyak kejadian yang terjadi semenjak Zen kembali" Ucap Rio sembari mengingat sapaan mereka terhadap Zen saat pertama kali Zen masuk ke akademi arsenal.
Tidak hanya Rio yang mengingatnya, Uika dan Lyn pun mengingat hal itu dan mereka bertiga sedikit tertawa aneh.
"Kenapa kalian tertawa?" Tanya Raft.
"Tidak ada apa apa.. ayo kita kembali" Ajak Rio.
"Huh.. baiklah, ayo kita kembali, aku juga bosan di sini terus terusan" Ucap Raft.
Mereka bertiga pun meninggalkan desa itu dan berjalan ke akademi.
...-Disisi lain-...
"Swift!" Siyon.
(Tst! tst! tst!)
(Swof!!!)
Siyon dengan sangat cepat mengelilingi Kenma sambil mencari celah untuk menyerang Kenma.
Kenma menjadi sedikit kebingungan, karena gerakan Siyon yang sangat cepat, ia hanya dapat melihat arus listrik yang mengelilinginya.
"Serang dia!" Gumam Siyon.
Siyon pun mendekati Kenma dan menyerangnya.
(Slash!)
Kenma sedikit menerima luka akibat serangan Siyon, Siyon kembali mengelilingi Kenma yang membuatnya kembali kebingungan.
"Sial! kulit macam apa itu?! keras sekali!" Gumam Siyon sedikit kesal.
"Kalau begitu aku harus menyerangnya sekuat tenaga!" Gumam Siyon.
"Teknik pedang-" Siyon~
(Swof!)
(Slash! slash! slash! slash! slash! slash! slash! slash! slash! slash! slash!!)
Siyon pun menebas Kenma dari berbagai arah dengan sangat cepat.
Siyon pun melepas serangan terakhirnya tepat di dada Kenma.
(Slash!!!!)
"Lightning strike!!" Sambaran petir pun muncul dan langsung menyambar Kenma.
(Bom!!!!!!)
Ledakan pun terjadi akibat serangan itu.
Siyon pun menoleh ke arah Kenma.
Tiba tiba Kenma muncul tepat di depannya dan mencakar Siyon.
Tetapi Siyon dengan cepat langsung menahan serangan Kenma.
(Krk!!! Tcs!!)
Siyon pun terpental dan katananya hancur akibat serangan itu.
"Sial! kekuatan macam apa itu!!?" Gumam Siyon.
Tiba tiba Zen berlari dengan cepat dan melewati Siyon yang membuat Siyon sangat terkejut dan tidak percaya.
Zen pun berlari dengan cepat ke arah Kenma dan menyerangnya.
"Hah... serangan anak itu.. boleh juga.." Ucap Kenma.
Zen berada tepat di depan Kenma dan mengayunkan kedua pedangnya.
(Slash!! slash!!)
(Ting!!!!!)
Serangan Zen tidak dapat mengenai Kenma, karena ada duri hitam dari permukaan yang muncul dan langsung menghentikan serangan Zen.
"Kalian benar benar menarik!.." Ucap Kenma sembari tersenyum.
"Teknik kehancuran-" Tiba tiba awan hitam pun muncul yang menggelapkan akademi.
Zen yang merasakan firasat buruk pun langsung menjauhi Kenma dan berlari dengan cepat ke arah Veliona.
Zen langsung menarik tangan Veliona, dan menggendongnya.
Di saat yang bersamaan petir hitam pun menyambar akademi tak tentu arah yang membuat akademi hancur.
(Thar!!! thar!! thar!! thar!! thar!!!)
Zen pun menghindari semua sambaran petir itu, tetapi Yujin tidak selamat, karena ia tersambar petir itu yang membuatnya seketika gosong dan musnah.
Sambaran petir pun menyambar Siyon, tetapi sebelum mengenainya, sebuah panah api langsung menghantam petir itu yang membuat sambaran itu tertahan.
Siyon pun melirik Rara, ternyata Rara lah yang menyelamatkan Siyon, tetapi sambaran petir pun ikut menyambar Rara.
Siyon yang menyadari itu pun kembali menciptakan katana miliknya dan melemparkan katana itu tepat di atas Rara.
(Thar!!!!)
Rara pun selamat dari sambaran petir itu.
Sambaran petir itu pun mulai menghilang, tetapi akademi susah hancur dan terbakar oleh api akibat sambaran petir itu.
"Terima kasih Zen.." Ucap Veliona.
Zen pun melepas Veliona dan bersiap untuk menyerang.
Nafas Zen pun mengeluarkan api.
"Teknik pedang ganda-"
(Swof!)
Zen tiba tiba menghilang dan muncul tepat di depan Kenma.
"Twin fire slash!!!!!!" Zen pun menebas Kenma dengan kedua pedangnya, Kenma yang terkejut pun dengan Reflek menahan serangan itu dengan tangan kanannya.
(Slash!!!)
Serangan Zen berhasil melukai Kenma, tangan kanan Kenma terpotong akibat serangan Zen barusan.
Kenma langsung memukul Zen dengan kuat, tetapi Zen menahan serangan Kenma dengan kedua pedangnya.
Zen terpental sangat jauh dan menabrak sebuah kelas yang sudah hancur dan terbakar oleh api.
"Hebat sekali! serangan Zen berhasil melukainya!!" Gumam Siyon terkejut dan tidak percaya.
Kenma
tersenyum kagum dengan Zen, karena Zen berhasil memotong tangannya.
Tetapi tangan Kenma seketika beregenerasi dengan sangat cepat.
"Apa apaan itu!!? Regenerasinya terlalu cepat!!!" Gumam Siyon sangat terkejut dan tidak percaya.
"Sial! ini bukan waktunya untuk termenung Siyon! serang dia!!" Gumam Siyon.
Siyon pun mengatur kuda kuda dan siap menyerang.
"Teknik pedang-" Siyon~
(Tst!!!)
...-Disisi lain-...
Raft, Rio, Uika, dan Lyn pun hampir sampai di akademi, saat asik mengobrol Raft pun menyadari sesuatu yang aneh.
"Rio, apa kau tidak merasa aneh?" Tanya Raft.
"Kenapa Raft?" Tanya Rio.
"Coba lihat awan di akademi, kenapa awan hitam hanya berada di akademi? dan semakin mendekati akademi, semakin gelap saja" Jelas Raft.
Rio pun baru menyadarinya dan kebingungan dengan apa yang terjadi di akademi.
"Terlebih lagi, aku merasakan sesuatu yang aneh" Ucap Raft.
"Ayo kita bergegas Raft!" Ucap Rio.
Mereka pun berlari ke akademi, saat sampai di gerbang akademi, mereka sangat terkejut melihat akademi yang hancur berantakan dan terbakar oleh api.
"Apa yang terjadi!!?!" Ucap Raft terkejut.
Rio pun langsung masuk ke akademi dan di susul oleh Raft dan yang lainnya.
Saat mereka sedang berlari, mereka kebingungan karena banyak murid yang terkapar tak sadarkan diri di permukaan.
Mereka pun mempercepat lari mereka dan sampai di tengah tengah akademi.
Mereka sangat terkejut karena mereka melihat sesosok Iblis berada di sana.
"Perasaan apa ini!!?" Panik Lyn.
"Dia bukan Iblis biasa" Ucap Rio.
"Tapi kita harus mengalahkannya! itu tugas kita kan!" Ucap Raft.
Raft pun mengatur kuda kuda, api pun membakar permukaan di bawahnya dan katana miliknya pun terbakar.
Raft menatap Kenma dengan tatapan sinis.
...-Disisi lain-...
Siyon juga menatap Kenma dengan tatapan sinis dan bersiap menyerangnya.
"Matilah kau Iblis!!!!" Gumam Siyon dan Raft sangat kesal.
...~Bersambung~...