The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 73 : New Demon



Di sebuah desa kecil terlihat seorang Iblis yang sedang bersiap untuk menebas seorang pria yang sedang terduduk ketakutan.


(Tst!!)


"Ber-berhenti!!!" Teriak seorang pria dengan sangat ketakutan.


(Slash!!)


Pria itu pun seketika tewas di tebas oleh seseorang menggunakan pedangnya.


Ia pun tersenyum setelah menebas pria itu seakan akan ia merasa sangat puas dengan semua yang ia lakukan.


"Menjadi Iblis sangatlah menyenangkan!!" Gumam Iblis itu.


Semua orang di sekitar Iblis itu pun merasa sangat ketakutan dan melarikan diri darinya.


Ternyata Iblis itu adalah Arata, Arata langsung menyerang para penduduk dengan sangat brutal.


(Slash! slash!! slash!! slash!!)


"Ahh!!!!" Para penduduk pun banyak yang tewas hanya dalam hitungan detik.


"Ahahaha!!" Arata terus membunuh penduduk di desa itu.


"Darkness!!" Seketika langit menjadi gelap dan petir berwarna hitam pun menyambar desa itu.


(Thar!!!!!!)


Desa itu pun hancur dan semua penduduk disana seketika tewas akibat sambaran petir hitam yang sangat mematikan itu.


Arata tersenyum bengis dan terlihat sangat puas melihat semua orang yang ia bunuh menderita.


Tiba tiba seseorang pun memegang bahunya dari belakang.


(Slash!!!)


(Ting!!!)


Arata yang spontan menyerang orang itu pun terkejut, karena serangannya di tahan dengan mudah, padahal ia sudah menyerang dengan cepat.


"Kamu di panggil oleh Raja Iblis" Ucap Seorang Iblis.


Arata terkejut, karena yang ia serang adalah tangan kanan Raja Iblis, ia pun langsung menundukkan kepala dan meminta maaf kepada Iblis itu.


Tetapi Iblis itu tidak mempermasalahkannya dan kembali mengucapkan "Raja Iblis memanggilmu, sebaiknya kamu ikuti aku sekarang" Ucapnya.


"Baik!" Arata pun mengikuti perintah Iblis itu dan mereka pun berjalan memasuki portal.


...-Disisi lain-...


(Bom!!!)


Sebuah batu besar pun seketika hancur di pukul oleh Rui.


"Kidra!!!!!" Kesal Rui.


Shin pun mendekati Rui dan mengucapkan "Tenanglah Rui, dia emang licik, kita harus tenang dan memikirkan cara untuk membunuh Kidra nanti" Ucap Shin.


Rui masih sangat emosi, tetapi tiba tiba ia teringat dengan Zen yang berhasil membunuh Kenma.


Rui bertanya kepada Shin "Hei Shin, apa kamu ingin mengikutiku?" Tanya Rui.


Shin terdiam sejenak, beberapa saat kemudian, Shin pun bertanya kepada Rui "Untuk apa kita kesana?" Tanya Shin.


Rui pun menjawab "Aku ingin memantau anak itu, dan membuat perang antara Iblis dan manusia, pastinya dia akan turun tangan dan berperang dengan Kidra" Jelas Rui.


"Hm.. aku tidak begitu mengerti, tapi aku akan tetap mengikutimu" Jelas Shin.


Rui pun menciptakan portal dan mereka berdua pun langsung masuk ke dalam portal itu.


Sesampainya di akademi Arsenal, mereka pun sedikit terkejut karena akademi Arsenal yang sangat ramai.


"Sepertinya mereka sedang memperbaiki akademi ini" Ucap Shin.


Rui berhasil menghindar dan sedikit terkejut, karena Dhia sang pemimpin akademi Onix dan bawahannya sudah berkumpul dan menghalangi Rui seakan akan ia tau jika Rui dan Shin akan datang ke akademi Arsenal.


"Ada yang aneh" Bisik Shin kepada Rui.


"Ya, aku tau maksudmu, mereka sepertinya sudah tau jika kita akan datang ke sini" Bisik Rui.


"Tapi bagaimana mereka bisa tau?" Bisik Shin kebingungan.


"Aku juga tidak mengerti" Bisik Rui.


Dhia pun menciptakan tongkat elf di tangannya dan mengancam Rui.


"Pergi dari sini, jangan ganggu kedamaian kami!" Perintahnya dengan nada sangat mengancam.


Rui yang melihat Dhia mengancamnya pun berhalusinasi seakan akan yang mengancamnya adalah Kidra.


Rui pun menggertakkan giginya karena sangat emosi.


Aura nya yang sangat menyeramkan dan mengancam pun langsung menyambar Dhia dan yang lainnya.


"Aura Raja Iblis?!" Gumam salah satu petinggi akademi Onyx terkejut.


"Aura!!" Dhia pun mengeluarkan Aura yang tidak kalah jauh mengancam dengan Aura milik Rui.


Bentrokan kedua Aura yang sangat kuat itu membuat langit seketika menggelap.


Tiba tiba Shin langsung melemparkan pedangnya ke arah Dhia, tetapi Dhia langsung menepis pedang itu.


Shin pun langsung menarik Rui dan menciptakan portal, mereka berdua pun langsung memasuki portal itu.


"Tidak akan ku biarkan!" Salah satu petinggi akademi Onyx pun menciptakan sihir yang kuat, tetapi Dhia langsung menghentikannya dan mengucapkan "Jangan menyerang, kita pasti mati jika membuat masalah, apa kau tidak mengingat ucapan anak itu?" Tanya Dhia.


Petinggi itu pun seketika terdiam dan tidak jadi menyerang.


"Ucapannya benar, prediksinya benar, siapa anak itu sebenarnya?" Gumam Dhia kebingungan.


Dhia pun melihat ke arah Sayu yang sedang ketakutan di pelukan Veliona.


...-Disisi lain-...


"Apa yang kau lakukan Shin?!" Kesal Rui.


"Rencana kita sudah gagal Rui, mereka sudah mengetahui kedatangan kita" Jelas Shin.


Rui pun tersadar dan terdiam.


"Maaf, aku tidak bisa berfikir jernih" Ucap Rui menyesali perbuatannya.


Shin pun tersenyum mendengar ucapan Rui dan mengucapkan "Untuk sekarang, istirahat dan tenangkan dirimu dulu, jangan gegabah" Ucap Shin.


Rui pun mengiyakan ucapan Shin dan ia pun merebahkan dirinya ke permukaan.


...-Disisi lain-...


Arata dan Iblis itu pun sampai di wilayah Iblis, mereka pun berjalan ke arah kastil Raja Iblis.


Arata pun bertanya kepada Iblis itu "Kenapa aku di panggil? apa aku membuat kesalahan?" Tanya Arata.


Iblis itu pun menjawab "Kamu akan mengetahuinya saat sudah sampai di sana nanti" Ucapnya.


Setelah lama berjalan akhirnya mereka pun sampai.


Arata pun terkejut karena Kidra dan semua bawahannya sudah menunggu kedatangan Arata.


Arata pun berjalan mendekati Kidra, ia pun menundukkan kepalanya dan bertanya "Apa yang kamu butuhkan Raja Iblis? apa aku membuat kesalahan?, apa aku akan di hukum?" Tanya Arata.


Kidra pun mengucapkan "Mulai sekarang, kamu akan menjadi bawahanku, kamu akan berlatih bersama Iblis lainnya untuk persiapan berperang melawan manusia nanti, setelah kita berhasil memusnahkan Manusia, kita akan menghancurkan kerajaan Iblis lainnya dan menguasai dunia ini" Jelas Kidra.


...~Bersambung~...