The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 138 : The Reincarnation Seed



Terlihat Zen yang sedang menatap ke arah pepohonan yang roboh dengan tatapan tajam bersamaan dengan Akira yang berjalan dengan santai ke arahnya dengan tatapan mata yang mengerikan.


"Kamu akan mati bocah!..." Ucap Seram Akira sembari menatap Zen.


Zen pun membalas tatapan Akira dan mengucapkan "Aku akan membunuhmu" Ucap Zen seram.


Aura milik Zen yang luarbiasa pun kembali menyambar, aura yang sudah melebihi raja Iblis dan sudah seperti aura Iblis murni yang setara dengan aura milik Akira bahkan lebih kuat.


Rambut dan mata Zen pun berubah menjadi putih dan mata Iblis.


Akira yang melihatnya pun seketika sangat terkejut saat melihat mata Zen.


"Iblis" Gumam Akira sangat terkejut dan tidak percaya jika Zen juga seorang Iblis.


Zen tiba tiba menghilang dan muncul tepat di depan mata Akira dan mengayunkan pedang miliknya.


(Slash!!)


(Ting!!!!)


Serangan Zen pun berhasil di tahan oleh Akira menggunakan kukunya yang begitu panjang dan tajam.


Zen pun kembali mengayunkan kedua pedangnya dan terus mengayunkannya.


(Slash!!! Slash!! Slash!! Slash!!! Slash!!! Slash!! Slash!!! Slash!!!)


(Ting!! Ting!!! Ting!! Ting!!! Nging!!!!!)


Serangan Zen pun terus di tangkis oleh Akira menggunakan kedua kuku tangan kanan dan kirinya yang sudah seperti pedang.


Asuka dan yang lainnya pun terkejut karena pertarungan antara Zen dan Akira yang berlangsung begitu sengit, kedua serangan yang begitu cepat dan reflek yang sangat bagus.


Zen pun menendang Akira, tetapi Akira menahan tendangan Zen menggunakan kakinya, ia pun langsung mencakar Zen tetapi Zen dengan cepat langsung menghilang dan menjauhi Akira.


Akira pun terlihat begitu emosi dan sangat kesal sembari mengucapkan "Kenapa penghianat sepertimu harus ada di dunia ini!!" Kesal Akira sembari mencakar cakar permukaan dengan kedua kukunya.


Zen yang mendengarnya pun seketika teringat dengan Kenma, Iblis yang pernah mengucapkan hal tersebut kepada dirinya yang membuat dirinya sekarang semakin kebingungan.


"Aku tidak peduli apa yang kau ucapkan, kau hanya akan mati!" Ucap Zen menatap Akira dengan tatapan tajam.


"Aahh!!! Mati kau!!!!" Akira yang mendengarnya pun langsung berteriak kesal dan langsung mencakar udara.


Cakaran tersebut pun menciptakan dua puluh gelombang kegelapan yang sangat besar dan tajam yang langsung mengarah ke Zen dan yang lainnya.


"Hakai No Faiasurasshu!"


...•...


...破...


...壊...


...の...


...フ...


...ァ...


...イ...


...ア...


...ス...


...ラ...


...ッ...


...シ...


...ュ...


...•...


...(Tebasan Api Kehancuran)...


Zen pun dengan cepat memotong puluhan gelombang kegelapan tersebut menjadi berkeping keping dan seketika musnah karena terbakar oleh api.


(Swof!!)


Zen tiba tiba muncul tepat di depan Akira dan mengayunkan pedangnya tepat di leher Akira.


"Kau pikir kau bisa membunuhku?" Ucap Seram Akira.


Akira pun menahan serangan Zen menggunakan kukunya yang begitu tajam dan langsung mencakar Zen.


(Srk!!)


Zen pun menerima luka gores pada tangan kanannya, tetapi ia juga berhasil memotong lengan Akira yang membuat Akira sangat terkejut.


"Dia sangat cepat??!" Gumam Akira terkejut.


Zen pun kembali mengayunkan pedangnya tetapi Akira menepis pedang Zen dengan kukunya dan langsung menendang Zen dengan kuat.


(Brak!)


Zen pun berhasil menahan tendangan tersebut dengan kedua tangannya, walau begitu ia tetap terpelanting cukup jauh dan mengarah ke Asuka dan yang lainnya.


"Zen!" Teriak Asuka khawatir.


Tetapi Zen langsung menetapkan kuda kuda katana dan seketika menghilang yang membuat mereka semua terkejut.


"Cepat sekali!" Gumam Asuka sangat terkejut dan takjub dengan Zen.


Zen tiba tiba muncul tepat di depan Akira dengan katana di tangannya dan bersiap menyerang Akira.


Akira pun terlihat sangat terkejut karena ia tidak menduga jika Zen secepat itu.


"Raitoningutaiga!"


...•...


...ラ...


...イ...


...ト...


...ニ...


...ン...


...グ...


...タ...


...イ...


...ガ...


...ー...


...•...


...(Harimau Petir)...


(Slash!!!!!!)


Zen pun menebas tubuh Akira bersamaan dengan Harimau petir yang terlihat menggigit tubuh Akira dan memelantingkannya hingga menghantam pepohonan.


"Hebat sekali!" Kagum Asuka.


Zen pun kembali memasukkan katana miliknya ke dalam sarung katananya, Asuka yang melihat Zen pun melihat sosok bayangan keempat pahlawan di samping Zen.


"Kita harus membantu Zen, aku ingin berguna baginya, jika kita hanya tiduran di sini, kita tidak berguna sama sekali!" Ucap Kiguno sembari menggendong Elia.


Mereka semua pun perlahan bangun dan Kiguno memberikan Elia ke Silvia memohon agar Silvia menjaga Elia.


...-Disisi Lain-...


Terlihat Akira yang kembali bangkit dan terlihat sangat marah "Bocah sialan!!!" Kesal Akira.


Tetapi tiba tiba suara seram pun terdengar di telinga Akira "Iblis rendahan sepertimu tidak akan mampu mengalahkannya" Ucap seram Ren yang sudah berada di atas pohon sembari menatap Akira dengan tatapan tajam.


"Sejak kapan dia ada di sini?!" Gumam Akira sangat terkejut.


"Walau kau sudah mengonsumsi sembilan inti sihir Iblis murni lainnya, kau tetap saja lemah, dan kau akan segera mati" Ucap seram Ren perlahan bangun dan menciptakan portal.


"Ingat, kau pasti akan mati" Ucap seram Ren yang membuat Akira menjadi ketakutan.


Ren pun masuk kedalam portal dan meninggalkan Akira begitu saja.


"Bagaimana dia bisa tau aku membunuh sembilan Iblis murni lainnya?!" Gumam Akira sangat terkejut dan ketakutan.


"Dan apa maksudnya mengatakan aku lemah?! aku akan di bunuh bocah ini?! jangan bercanda!!!" Kesal Akira.


Akira pun tiba tiba menghilang dan muncul tepat di depan Zen.


Akira pun mengayunkan lengannya berniat menusuk Zen tetapi Zen langsung menahan serangan tersebut dengan pedangnya.


"Eiden No Yami!"


...•...


...永...


...遠...


...の...


...闇...


...•...


...(Kegelapan Abadi)...


Bola bola kegelapan pun muncul di belakang Akira dan langsung mengarah ke Zen, Zen yang menyadarinya pun langsung menendang Akira dan menjauhinya.


Bola bola kegelapan itu pun mengarah ke Zen dengan cepat, dan tiba tiba kilatan petir pun melewati semua bola kegelapan tersebut.


"Hakai No Inazuma!"


...•...


...破...


...壊...


...の...


...稲...


...妻...


...•...


...(Petir Kehancuran)...


Asuka pun kembali memasukkan katana miliknya ke dalam sarungnya dan di saat yang bersamaan petir langsung menyambar bola kegelapan itu dengan sangat kuat yang membuat bola kegelapan itu seketika musnah.


"Mati kalian!!!!!" Akira pun memukul permukaan yang membuat permukaan seketika retak dan terbelah.


Walau begitu, Zen dan yang lainnya tidak gentar sedikitpun dan terlihat masih sangat tenang.


"Area!!!" Seketika aura kegelapan yang begitu kuat pun tersebar dimana mana, saat area akan terbentuk tiba tiba Akira memuntahkan darah yang sangat nanyak dari mulutnya.


"Ap?! Apa ini?!!" Gumam Akira sangat terkejut dan kebingungan.


...-Disisi Lain-...


(Krk!!!)


Lucifer dan bawahan Koruga yang lainnya pun sedikit terkejut saat melihat segelan Soul Reaper yang tiba tiba retak.


"Sepertinya bibit reinkarnasi adiknya telah sempurna" Ucap Koruga.


"Apa maksudmu Koruga???" Bingung Lucifer.


"Bibit reinkarnasi adik Soul reaper, tidak tepatnya Velyn sudah sempurna, bibit reinkarnasi Torita yang berada di tubuh inti sihir milik Lolita sudah mendapatkan seluruh kekuatan yang di perlukan, karena Akira yang tamak akan kekuatan dan membunuh sembilan Iblis murni lainnya, tanpa ia sadari ia mengonsumsi bibit reinkarnasi Torita dan Torita sekarang sudah sepenuhnya bangkit dari kematian alam bencana" Ucap Koruga.


"Maksudmu berarti Torita akan segera bangkit?" Tanya Lucifer kebingungan.


"Iya" Jawab singkat Koruga sembari tersenyum.


...-Disisi Lain-...


"Ugh?!!! Uhk!!!!" Akira terus memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulutnya yang membuat Zen dan yang lainnya sedikit terkejut dan kebingungan.


Tubuh Akira pun terlihat semakin rusak, terkoyak koyak, mengeluarkan banyak darah dari mulut, hidung dan telinganya serta auranya yang terus meningkat tak kunjung henti.


"Akh!!!! Ahhh!!!!!!!!!!" Akira pun berteriak sangat keras karena rasa sakit yang begitu luarbiasa.


Zen dan yang lainnya pun menjadi sangat terkejut saat melihat Akira yang bertingkah aneh.


Tiba tiba tubuh Akira pun meledak dan musnah dari dunia yang hanya menyisakan inti sihir berwarna ungu yang sedang melayang di udara.


"Apa itu?!" Gumam Zen sangat terkejut dan kebingungan karena ia merasakan inti sihir tersebut yang memiliki aura mencekam yang luarbiasa.


"Apa kita sudah menang?" Tanya Thira kebingungan.


"Sepertinya dia sudah mati" Ucap Kiguno.


"Sesuatu yang buruk akan terjadi" Ucap Zen yang membuat mereka semua kebingungan.


Tiba tiba langit pun menggelap total dan inti sihir tersebut yang perlahan berubah bentuk menjadi sesosok gadis.


"Seorang gadis kecil?" Bingung Asuka.


Perlahan tanduk Iblis pun muncul pada kepala gadis itu, telinganya yang memiliki anting bola berduri dengan pakaian ungu yang memiliki duri duri pada bahu, pinggang, dan ujung kakinya serta mata Iblis berwarna ungu.


Auranya pun seketika menghantam seluruh area tersebut, Asuka dan yang lainnya seketika terjatuh lemas karena aura gadis tersebut yang sangat kuat.


"Apa... Apa apaan ini?!!!" Gumam Asuka sangat terkejut.


(Swof!!!)


Zen pun tiba tiba menghilang dan muncul tepat di depan gadis itu yang masih melayang di udara seakan akan tertidur.


(Slash!!)


(Srk!!!)


Zen mengayunkan pedangnya tepat di leher gadis tersebut, tetapi gadis itu tiba tiba menghilang.


"Hilang?!!" Gumam Silvia sangat terkejut.


Zen pun tiba tiba terjatuh lemas sembari memegang lengan kanannya yang membuat Asuka dan yang lainnya sangat terkejut.


"Zen?!!" Panik Silvia.


"Agh?!!" Terlihat lengan Zen yang terluka parah, terlihat lengan Zen yang terdapat luka gores yang melingkari seluruh lengannya, tidak hanya itu, luka tersebut juga cukup dalam dan terlihat juga beberapa duri berwarna ungu yang menancap di lengan Zen.


Gadis tersebut pun terlihat melayang di atas udara sembari memegang sebuah tali kecil dan terdapat bola berduri berwarna ungu yang menggantung di tali tersebut.


Gadis tersebut pun menatap Zen dengan tatapan polos dan aura mengancamnya yang begitu luarbiasa bahkan setara dengan Akuma si Iblis murni tingkat pertama.


"Agh!!" Terlihat Zen begitu kesakitan karena luka yang ia terima begitu dalam dan duri duri yang menancap pada lengannya tersebut dapat memperlambat penyembuhan.


"Bangun dasar bodoh!!!" Kesal Kiguno dalam hatinya, Kiguno pun bangkit, ia berlari ke gadis tersebut dan langsung menyerangnya.


(Swof!!)


(Slash!!!)


(Tcs!!)


Terlihat pedang Kiguno yang seketika hancur sebelum mengenai gadis tersebut dan tubuh


Kiguno yang sudah terkoyak koyak.


"Kiguno!!!!" Teriak Asuka.


Kiguno pun jatuh ke permukaan dan tak sadarkan diri, terlihat gadis tersebut yang menatap tangan kanannya yang penuh dengan darah Kiguno.


...~Bersambung~...