The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 34 : Intermediate Level Demon



Dua minggu pun berlalu, semenjak Zen yang meninggalkan akademi, ia pun memutuskan untuk menginap di penginapan di sebuah kota kecil yang jauh di arah timur.


(Slash!)


(Slash! slash! slash! slash!)


Selama Zen tinggal di penginapan ia sering melatih gaya berpedangnya dan melatih fisiknya dengan rutin, tidak hanya gaya berpedang, Zen juga sering berlatih menggunakan inti sihir barunya.


Dua jam pun berlalu, Zen yang sudah cukup kelelahan berlatih pun duduk sejenak.


"Aku tidak bisa terus terusan disini, aku tidak berkembang sama sekali disini" Gumam Zen.


"Jika seperti ini terus, aku tidak akan bisa mengalahkannya" Gumam Zen sedikit kesal.


Zen pun memutuskan untuk mandi dan bersiap siap meninggalkan penginapan.


...-Time skip-...


Setelah Zen selesai mengemas semua perbekalannya ia pun keluar dari penginapan di saat yang bersamaan pemilik penginapan pun mengetuk pintu ruangan Zen.


(Knock knock)


Pemilik penginapan pun sedikit kebingungan karena tumben sekali Zen tidak meresponnya padahal ia berniat mengantarkan makan siang Zen.


Ia pun membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan, ia kebingungan karena Zen yang tidak ada di ruangan dan hanya melihat jendela yang terbuka.


...-Disisi lain-...


Ternyata Zen sudah keluar dari kota kecil tersebut dan berjalan ke arah timur, selama perjalanan ia melewati banyak sekali desa yang sudah hancur dan Zen berfikir bahwa itu ulah para bandit.


Zen yang sedikit penasaran dengan banyak desa yang hancur sekaligus pun memutuskan untuk masuk ke sebuah desa yang terlihat sedikit hidup, saat Zen memasuki desa tersebut ia hanya melihat bangunan bangunan yang sudah hancur.


Zen pun memasuki sebuah rumah, saat ia ingin masuk, ia melihat ada seekor serigala yang sedang memakan daging domba di dalamnya.


Serigala tersebut pun merasa terganggu dengan kehadiran Zen, ia pun berhenti memakan daging domba tersebut dan langsung menyerang Zen.


Zen pun melompat ke belakang untuk menjauhi serigala tersebut, tetapi serigala tersebut terus menyerang Zen, Zen hanya menghindari serangan serigala itu yang membuat serigala tersebut merasa kesal dan mengaung


"Aauuu!!!" Tak di duga muncul banyak serigala dari dalam bangunan dan mengelilingi Zen.


Zen pun melihat semua serigala yang ada di sekitarnya.


"Ternyata ada enam serigala" Gumam Zen.


Semua serigala itu pun langsung menyerang Zen secara bersamaan, tetapi Zen melompat tinggi ke atas yang membuat serigala itu terdiam melihat Zen.


"Wind cannon" Sihir angin pun menghantam permukaan yang membuat serigala serigala tersebut terpelanting.


"Ternyata latihanku membuahkan hasil" Gumam Zen.


Zen pun mendarat dan berdiri diam menunggu para serigala kembali bangkit dan menyerangnya, sesuai harapan semua serigala tersebut pun bangkit dan kembali menyerang Zen.


Zen pun menghindari serangan serigala serigala tersebut untuk melatih reflek dan instingnya.


"Berhenti!" Teriak seorang perempuan dari kejauhan


Serigala serigala tersebut pun seketika berhenti dan saat melihat perempuan tersebut, semua serigala itu langsung berlari mendekatinya.


Zen pun sedikit kebingungan karena semua serigala itu yang awalnya ganas seketika berubah drastis, semua serigala itu seketika seperti seekor anjing yang sangat jinak.


"Kalian kemana saja..." Ucap Perempuan tersebut sambil mengelus elus kepala serigala itu.


Zen pun mendekati perempuan tersebut dan bertanya "Apa mereka peliharaanmu?" Tanya Zen.


Perempuan tersebut pun tiba tiba tersenyum dan tubuh semua serigala tersebut perlahan berubah, tubuh semua serigala tersebut mengeluarkan duri yang tajam dan gigi taringnya yang bertambah panjang.


"Serang Dia!" Semua serigala tersebut pun langsung menyerang Zen.


"Apa apaan itu? kenapa semua serigala itu bisa berubah!?!" Bingung Zen sembari melompat jauh kebelakang menjauhi serigala serigala itu.


"Hahahaha!!" Perempuan tersebut pun tertawa tanpa alasan.


Tiba tiba perempuan tersebut berlari ke arah Zen dengan cepat bersama serigala serigalanya.


"C'Sword" Zen menciptakan dua pedang sekaligus untuk melindungi dirinya dari perempuan misterius itu.


Semua serigala tersebut pun menyerang Zen.


"Teknik pedang ganda-" Zen~


(Slash! slash! slash! slash! slash!)


"Fire slash!" Semua serigala tersebut pun terpotong dan terbakar hangus akibat serangan Zen.


Perempuan tersebut pun sedikit kaget dan langsung menjauhi Zen.


"Lumayan juga" Ucap perempuan tersebut.


"Siapa kau?" Tanya Zen.


"Aku? Hahaha!" Perempuan tersebut pun kembali tertawa bersamaan dengan munculnya sayap miliknya.


Zen yang melihat sayap perempuan tersebut pun seketika mengetahui kalau perempuan tersebut adalah Iblis.


"Namaku Qerly aku adalah Iblis tingkat menengah" Ucapnya sembari menunjukkan sosok aslinya.


"Aku tidak peduli, jika kamu adalah Iblis, aku akan membunuhmu!" Ucap Zen.


"Menarik!! kemarilah manusia rendahan! akan aku ubah kau menjadi budakku!!" Serunya sambil berlari mendekati Zen.


"Teknik kegelapan-" Qerly~


"Blinding!!" Tiba tiba penglihatan Zen pun menghitam yang membuatnya seketika terhenti.


"Apa yang terjadi?!" Gumam Zen kebingungan dan sedikit panik.


(Kick!!)


"Ugh!!!" Zen pun terpelanting akibat tendangan Qerly yang kuat.


"Ahahaha! lemah sekali! sangat lemah!!" Seru Qerly.


Perlahan penglihatan Zen pun kembali pulih


"Sial! tadi itu apa!?" Gumam Zen kebingungan


"Ahahaha lihatlah dirimu yang sangat lemah!, dan dengan pedenya kau mengatakan akan membunuhku?! Ahahaha! jangan bercanda bocah!!" Seru Qerly.


Zen pun kembali bangun dan berlari ke arah Qerly, tetapi Qerly kembali menggunakan teknik yang sama.


"Teknik kegelapan-" Qerly~


"Blinding!!" Penglihatan Zen kembali menghitam dan Zen lagi lagi terhenti.


"Ahahaha! lihatlah dirimu bocah!!" Seru Qerly sambil berlari ke arah Zen.


"Agh!!" Zen pun kembali terpelanting akibat tendangan Qerly.


"Uhk uhk!" Zen pun memuntahkan sedikit darah dari mulutnya dan perlahan penglihatannya mulai kembali normal.


"Hah.. hah.." Zen pun mengatur nafasnya dan menutup matanya sejenak.


Zen pun kembali berlari ke arah Qerly dengan dua pedangnya.


"Ahahaha! bodohnya kau bocah! kau tidak akan bisa menang melawanku!" Seru Qerly


Qerly pun lagi lagi menggunakan teknik yang sama dan membuat Zen kehilangan penglihatannya, Qerly pun mendekati Zen dan menendang perutnya.


(Ting!!!)


"Apa!?!" Gumam Qerly terkejut karena Zen yang berhasil menangkis serangannya.


"Dia bukan bocah biasa" Gumam Qerly.


Zen pun mengangkat tangan kanannya dan menunjuk Qerly menggunakan pedangnya sambil mengucapkan "Aku akan membunuhmu!" Ucap Zen


Zen pun berlari mendekati Qerly.


"Teknik pedang ganda-" Zen~


"Twin fire slash!!" Dua tebasan gelombang api pun mengarah ke Qerly dengan cepat.


(Bom!!)


"Protection!"


Qerly pun dapat menangkis serangan Zen dengan perlindungannya


"C'Spear!" Tombak berwarna hitam pun muncul di tangan Qerly dan Qerly langsung berlari ke arah Zen dengan cepat.


Qerly pun menyerang Zen


(Slash!)


(Ting!!)


(Slash slash slash!)


(Ting! ting! ting!)


Semua serangan Qerly pun dapat di tangkis dengan Zen menggunakan dua pedangnya, Zen pun membalas serangan Qerly.


(Slash slash slash! slash! slash!!)


(Ting! ting! ting! ting! ting! ting!)


Zen pun terus menyerang secara brutal dan makin cepat.


(Slash! slash! slash! slash! slash! slash! slash! slash! slash! slash!!)


(Ting! ting! ting! ting! ting!! ting! ting!!)


Tidak di duga, semua serangan Zen dapat di tangkis dengan mudah oleh Qerly.


"Teknik kegelapan-" Qerly~


"Darkness!" Zen pun tiba tiba terpental jauh dari Qerly.


"Teknik kegelapan-" Qerly~


"Dark ball!" Bola hitam yang sangat besar pun muncul dan langsung mengarah kepada Zen.


(Slash!!)


(Bom!!!)


Bola hitam tersebut pun terbelah menjadi dua dan terbakar oleh api milik Zen.


"Bagaimana bisa!?!" Bingung Qerly


Qerly pun kaget melihat penampilan Zen yang berubah.


"Apa yang terjadi?!" Gumam Qerly kebingungan


"Fire!"


Bola api yang sangat besar pun muncul di tangan Zen dan Zen langsung menyerang Qerly dengan bola api tersebut.


"Dark eater!" Sebuah lingkaran sihir berwarna hitam pun muncul dan bola api yang sangat besar tersebut perlahan lahan terhisap.


(Swof!)


"Dia?!" Qerly pun kaget melihat Zen yang tiba tiba muncul di depannya.


"Lightning ball!" Zen pun menyerang Qerly menggunakan bola petir di tangannya.


"Ah!!!!" Qerly pun tersetrum dan lingkaran sihir kegelapan miliknya langsung menghilang, Zen pun menjauhi Qerly dan Qerly terkena bola api milik Zen yang membuatnya terbakar.


"Ahh!!!!!!!!!" Teriak Qerly.


Zen pun melompat tinggi ke udara


"C'Katana" Zen pun sedikit mengeluarkan katana miliknya dari sarungnya.


"Teknik pedang" Zen~


"Lightning strike!" Zen pun kembali memasukkan katananya kedalam sarung.


(Thar!!!)


Petir yang kuat pun langsung menyambar Qerly.


"Aahh!!!!!!!!!!" Teriak Qerly kesakitan.


Saat Zen mendarat ke permukaan tiba tiba Qerly muncul di hadapannya.


"Hanya bercanda!" Ucap Qerly sambil memukul Zen dengan kuat yang membuatnya terpental jauh


"Agh!!!"


(Bom!!)


"Uhk uhk!" Zen~


"Agh!.. sial, serangannya barusan sangat menyakitkan!!" Gumam Qerly


Qerly pun kembali mendekati Zen tetapi tiba tiba muncul anak gelandangan yang langsung memegang kakinya dengan erat.


"Berhenti!!" Teriak anak kecil tersebut.


"Mengganggu saja kau bocah!!" Seru Qerly sambil memegang kepala anak kecil tersebut.


Tiba tiba anak kecil tersebut pun berteriak kesakitan dan perlahan tubuhnya terkoyak.


"Ahh!!! hah!!! ahh!!!" Teriak anak kecil tersebut


Anak kecil tersebut pun tewas tepat di depan mata Zen, yang membuat Zen merasa sangat marah, dan mata kanannya pun mengeluarkan sedikit darah bersamaan dengan meningkatnya aura milik Zen.


"Aku akan membunuhmu!!!!!" Gumam Zen dengan emosi yang sangat memuncak


(Swof!!)


Tiba tiba Zen muncul tepat di depan mata Qerly, Qerly pun kaget dan Zen langsung memukul kepala Qerly yang membuatnya langsung terkapar di permukaan.


"Agh!!"


"Ap.. pa ap.. paan.. dia?!" Gumam Qerly.


"Agh!!!" Tiba tiba Zen pun terpelanting jauh karena di tendang oleh seseorang.


"Tch! Qerly Qerly, kau selalu saja menyusahkan" Ucap sesosok Iblis.


"Maaf Yuro" Ujar Qerly.


"Oi oi, dia bocah yang waktu itu kan?" Tanya Yuro.


"Ya, dialah orangnya" Ujar Badri.


Zen pun bangun dan menatap mereka bertiga dengan tatapan penuh amarah.


...~Bersambung~...