The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 106 : Temporary Pleasure



...Episode 106 - Tomporary Pleasure...


...(Kesenangan Sementara)...


Pagi hari pun tiba, Zen terlihat tertidur sangat lelap di sofa, sedangkan Rias, Silvia, dan Verina perlahan bangun dari tidur mereka dari atas ranjang yang sangat besar.


"Hoam..." Rias bangun terlebih dahulu dari pada yang lainnya.


Rias mengucek matanya sembari menoleh kekiri dan kekanan.


Rias terbangun dengan rasa kebingungan dan masih belum memahami situasi secara keseluruhan, pakaiannya yang terbuka karena tidurnya yang sedikit brutal, tidak hanya Rias, Verina dan Silvia juga mengalami hal yang sama, pakaian mereka sedikit terbuka, hal tersebut kemungkinan terjadi karena faktor kelelahan dan kenyamanan saat tidur.


Rias pun bangun dan menuju ke kamar mandi, saat ia akan mandi ia melihat Zen yang tertidur di atas sofa, seketika rasa respect Rias terhadap Zen meningkat drastis, karena Zen dalam situasi yang menguntungkan dirinya, ia masih memiliki harga diri yang tinggi karena memutuskan untuk tidur di sofa, padahal sebelum Zen tidur di sofa, ia sudah tertidur di ranjang yang luas itu, Rias, Silvia, dan Verina yang melihat Zen sudah tertidur pada saat itu pun memutuskan untuk tidur di sampingnya agar Zen tidak merasa kesepian.


Tetapi tanpa mereka sadari, saat mereka sudah tertidur lelap, Zen malah berpindah dari tempat tidurnya dan memutuskan untuk melanjutkan tidurnya di sofa.


Rias pun tersenyum dan kembali berjalan ke kamar mandi dan mandi.


Beberapa saat kemudian, setelah Rias selesai mandi pun ia kembali berjalan ke kamar untuk membangunkan Silvia dan Verina.


"Hei bangun.." Panggil Rias sembari menggoyangkan tubuh mereka berdua.


Mereka berdua pun terbangun dari tidurnya.


"Hoam..." Rasa kantuk mereka berdua masih terasa berat bagi mereka, karena tidur di tempat yang sangat nyaman.


"Mandilah, kita mulai hari ini kan akan menjadi murid di akademi" Ucap Rias sedikit semangat.


"Hum..." Silvia pun perlahan tersenyum dan langsung bangun dari tempat tidurnya.


"Baiklah!.. mari kita bersiap!..." Ucap Silvia dengan semangat karena ini adalah yang pertama kali baginya bersekolah di akademi.


Verina pun ikut bangun dan mengucapkan "Sudah lama sekali aku tidak belajar di akademi" Ucap Verina tersenyum tipis.


Mereka bertiga pun tertawa senang dan terlihat sangat akrab seperti adik beradik yang selalu bersama dari kecil.


...-Time Skip-...


Zen pun perlahan bangun dari tidurnya, ia perlahan membuka matanya dan sedikit terkejut.


"Huh?" Bingung Zen melihat Rias, Silvia, dan Verina yang sedang menatapnya dari tadi.


"Selamat pagi Zen!.." Sapa Silvia sembari tersenyum.


Zen pun bangun dari tidurnya dan mengucapkan "Selamat pagi" Sahut Zen.


"Hoam.." Zen terlihat masih mengantuk, tetapi ia harus bangun untuk bersiap siap menjadi murid baru di akademi Water Dragon tempat ia berada sekarang.


"Sepertinya hanya aku yang belum siap ya.." Ucap Zen sambil merenggangkan tubuhnya.


Zen pun bangun dan mengucapkan "Baiklah ayo kita mulai kehidupan baru sementara ini!" Ucap Zen penuh semangat sembari tersenyum.


...-Time Skip-...


Beberapa menit pun berlalu, pukul 07:43 Zen, Rias, Silvia, dan Verina pun sudah mempersiapkan diri mereka dan bersiap untuk berangkat ke kelas baru mereka.


Mereka pun keluar dari asrama yang sangat besar tersebut, saat keluar dari asrama mereka terkejut karena keramaian para murid yang bertujuan sama dengan mereka, terlihat banyak murid berjalan ke kelas mereka masing masing, lapangan yang sangat ramai seperti sarang semut.


"Apa ini akademi?!" Gumam Silvia terkagum kagum melihat besar dan ramainya akademi itu.


"Ayo kita juga harus bergegas" Ucap Zen sembari tersenyum tipis.


"Ayo!!" Semangat mereka bertiga, mereka bertiga pun berjalan mengikuti murid murid yang sekelas dengan mereka, tanpa mereka sadari, beberapa murid mengawasi mereka dan sedikit kesal melihat Zen dan kawanannya tanpa alasan yang jelas.


"Bocah sialan!" Kesal salah satu pria itu.


Pria itu menggertakkan giginya dan memukul dinding asrama yang membuat dinding asrama itu sedikit retak.


"Tenanglah, dia pasti akan merasakan akibatnya nanti" Ucap pria lainnya yang ikut kesal karna Zen.


Tetapi disisi lain Zen sudah mengetahui jika ia sedang di awasi, ia pun tiba tiba mengucapkan "Aku sudah terbiasa seperti ini dari dulu" Ucap Zen yang membuat Rias kebingungan dan spontan bertanya "Ada apa Zen???" Tanya Rias.


"Tidak ada apa apa..." Ucap Zen sembari tersenyum menatap langit yang begitu cerah.


...-Disisi Lain-...


Veliona juga melakukan hal yang sama, ia menatap langit yang cerah dengan perasaan yang cukup bahagia, senyumannya yang telah lama hilang kini kembali kepadanya.


Teman temannya yang melihat Veliona akhirnya keluar dari kamarnya pun terlihat bahagia.


"Veliona!!..." Teriak Rio dari kejauhan dengan penuh semangat dan menghampirinya bersama dengan teman temannya.


Veliona pun tersenyum dan melambaikan tangannya.


"Manis sekali!!" Ucap Rio dalam hatinya terkagum dengan Veliona.


"Veliona apa kamu sudah baik baik saja?" Tanya Rio, Veliona pun hanya tersenyum menganggukkan kepalanya.


Rio yang melihatnya semakin terpesona dengan kecantikan dan tingkah laku Veliona.


Tiba tiba Ayani memotong pembicaraan dan mengucapkan "Apa kamu sudah mengetahui jika kita akan mengadakan turnamen antar akademi dengan akademi dari seluruh tempat?" Tanya Ayani.


Veliona memiringkan kepalanya yang menandakan ia tidak mengetahui apa apa.


"Huh... kita akan mengikuti turnamen antar akademi yang di adakan di sebuah akademi termewah yang terletak di utara" Jelas Ayani.


Veliona pun mengangkat kepalanya dan mengedipkan kedua matanya seakan akan mencerminkan jika Veliona menjadi kebingungan.


"Ahh... Intinya kita akan ikut turnamen antar akademi lagi..." Pasrah Ayani yang kebingungan untuk menjelaskannya kepada Veliona, dikarenakan ia tidak fokus saat melihat kecantikan dan tingkah lucu Veliona.


"Dia benar benar wanita impian!!!" Kagum Rio sangat berdebar debar.


...-Disisi Lain-...


Zen, Silvia, Rias, dan Verina pun masuk ke dalam kelas baru mereka dan memperkenalkan diri mereka.


"Namaku Zen"


"Namaku Rias"


"Namaku Silvia"


"Namaku Verina"


"Salam kenal semuanya!..." Mereka berempat pun menundukkan kepala mereka yang membuat mereka sedikit mendapat kehormatan dari beberapa murid, dan ada juga beberapa murid yang memprovokasi Zen dikarenakan tidak suka dengan Zen tanpa alasan yang jelas, tapi yang bisa di simpulkan adalah Zen yang tidak memiliki kedudukan bangsawan dan terlihat seperti orang lemah.


Mereka bertiga pun mengangkat kepala mereka dan Zen pun berjalan ke tempat duduk di paling sudut kanan di ikuti oleh Rias, Silvia, dan Verina.


Saat Zen sedang berjalan, seseorang menendang kaki Zen berniat membuatnya tersandung, tetapi yang tidak di duga adalah, Zen tidak terkena tendangan tersebut yang membuat pria itu terkejut.


"Apa yang terjadi?!" Gumam pria itu sangat terkejut, ia sudah yakin jika ia benar benar menendang Zen saat itu.


Zen pun tersenyum tipis dan duduk di bangkunya bersamaan dengan Rias, Silvia, dan Verina yang duduk di sampingnya.


...~Bersambung~...