
Zen dan Ice Zen pun melewati perbatasan dan masuk ke tempat Koruga bersemayam, tetapi Ice Zen masih belum tau jika ada Koruga di tempat itu, Zen berusaha memujuk Ice Zen agar tidak ke tempat itu, tetapi Ice Zen tetap ngotot karena ia penasaran dengan kekuatan tidak masuk akal yang ia rasakan.
Setelah beberapa saat berjalan, mereka berdua pun terkaget melihat terdapat sebuah kursi yang banyak kepala tengkorak di sampingnya, Zen dan Ice Zen pun mulai merasakan firasat buruk.
"Sebaiknya kita kembali" Ucap Zen.
"Aku juga ingin kembali, tetapi aku masih penasaran dengan kekuatan aneh ini" Ucap Ice Zen.
Tiba tiba mereka pun merasakan ada sesuatu yang lewat dengan cepat di belakang mereka berdua.
Mereka pun melihat kebelakang tetapi tidak melihat apa apa, dan berfikir mungkin hanya halusinasi mereka saja.
"Gr!!!" Zen dan Ice Zen pun seketika panik dan merasakan firasat yang tidak enak, karena ada sesuatu yang besar di belakang mereka.
"Apa apaan ini?!!" Gumam Ice Zen.
"Ghra!!" Cerberus pun mencakar Zen dan Ice Zen, tetapi Ice Zen berhasil melindungi mereka berdua menggunakan dinding es miliknya.
Mereka berdua pun lari menjauhi Cerberus, tetapi tiba tiba Cerberus kembali muncul tepat di depan mata mereka berdua, Cerberus pun mencakar Ice Zen, tetapi Zen menendang Ice Zen yang membuatnya terpental dan terhindar dari serangan Cerberus.
Cerberus pun kesal dan ia berniat membakar Zen dengan api yang sangat panas dari mulutnya.
"Berhenti!" Perintah Koruga.
Zen dan Ice Zen pun kaget melihat Koruga yang perlahan mendekati mereka berdua.
"Sepertinya ada tamu tidak di undang di sini" Ucap Koruga dengan suara yang sedikit mengancam.
"Siapa kau?!" Tanya Ice Zen.
"Aku adalah leluhur Iblis" Jawab Koruga dengan santai.
Ice Zen pun sangat terkejut mendengar ucapan Koruga dan tidak percaya bahwa yang di depannya adalah leluhur Iblis.
"Ga mungkin dia leluhur Iblis!" Gumam Ice Zen sangat panik dan tidak percaya.
"Kalau begitu akan aku buktikan saja" Ucap Koruga.
Ice Zen kembali terkejut karena Koruga dapat membaca pikirannya.
"Mari kita lihat, apa kalian bisa bertahan atau tidak" Ucap Koruga.
Tiba tiba Koruga pun mengeluarkan aura yang sangat mengancam, Ice Zen dan Zen pun seketika merasa sangat ketakutan dan hampir tidak bergerak karena aura kekuatan Koruga yang sangat kuat dan tidak masuk akal.
#Disisi lain
"Baiklah sudah siap!.." Gumam Veliona sambil tersenyum.
Veliona yang sudah selesai masak pun berniat untuk memanggil Zen bangun karena sudah waktunya makan, Veliona pun membuka pintu kamar.
(Cklk)
"Zen waktunya bang-", Sebelum menyelesaikan kata katanya, ia seketika langsung pingsan tanpa sebab, tidak hanya Veliona bahkan semua murid yang berada asrama seketika pingsan tanpa sebab.
#Disisi lain
"Lumayan juga" Ucap Koruga memuji Zen dan Ice Zen.
"Apa apaan itu barusan?!!!" Gumam Zen sangat panik.
"Yang barusan aku gunakan adalah aura" Ucap Koruga.
Zen pun semakin kebingungan, ia pun mengingat pelajaran yang pernah ia pelajari di kehidupannya yang sebelumnya.
"Bukannya Aura itu adalah pancaran energi makhluk hidup?!" Gumam Zen panik bercampur kebingungan.
Koruga pun sedikit heran dengan Zen, padahal ia berfikir kalau Zen adalah orang yang sangat hebat dan mungkin akan menjadi lawannya di suatu saat nanti, tetapi melihat Zen yang sebodoh ini ia pun menjadi ragu.
"Yang barusan aku gunakan itu adalah aura, aura adalah pancaran energi yang dimiliki seseorang, aura akan semakin kuat jika ambisi dan kekuatannya juga kuat, padahal aura yang barusan ku gunakan mungkin hanya sebesar 5% tetapi kalian sudah sangat kewalahan, lemah sekali" Ucap Koruga merendahkan Zen dan Ice Zen.
"Ice thorn!" Duri yang sangat besar pun muncul dari permukaan dan mengarah ke Koruga, Koruga pun hanya menatap duri es yang besar milik Ice Zen dari kejauhan, saat duri es hampir mengenai Koruga.
(Broke!)
(Ts!!!)
Duri es yang sangat besar tersebut pun hancur seketika, padahal Koruga tidak menyentuhnya sama sekali malah hanya menatapnya, Ice Zen pun kaget dan mulai percaya dengan ucapan Koruga sebelumnya.
"Dia sangat kuat, kami pasti mati disini, tetapi aku harus menyelamatkan Zen, dia adalah satu satunya harapan yang ku punya sekarang" Gumam Ice Zen.
"Gr!!!!" Cerberus pun marah dan berniat menyerang Ice Zen, tetapi Koruga menghentikannya.
"Cerberus kamu boleh istirahat sekarang, aku akan bermain sebentar" Ucap Koruga.
Cerberus pun seketika langsung tenang dan duduk menuruti perintah Koruga.
"Core!" Core sihir pun muncul di tangan Ice Zen dan ia pun menggenggamnya, perlahan warna rambut Ice Zen berubah menjadi biru es yang lebih cerah dan pupil matanya yang menjadi biru pekat.
Tiba tiba Koruga pun muncul tepat di depan mata Ice Zen dan mencakarnya.
(Clawing)
(Krk!)
"Heee.. menarik" Ucap Koruga melihat Ice Zen yang dapat menangkis serangannya menggunakan elemen kristal.
"Teknik pertama~"
"Creeping crystal thorn!" Tiba tiba permukaan memunculkan duri kristal dan menjalar ke arah Koruga dengan cepat.
"Hehehe!!.." Koruga pun mengeluarkan suara yang sangat menyeramkan dan mencakar kristal yang menjalar ke arahnya.
(Clawing!)
(Broke!)
(Broke! broke! broke! broke! broke!)
Cakaran Koruga pun menciptakan tebasan gelombang berwarna hitam yang menghancurkan serangan Ice Zen, tidak hanya menghancurkan tetapi serangan Koruga justru tidak berhenti dan terus mengarah ke Ice Zen dengan cepat.
"Sial!!"
(Swof!!)
(Bom!!!!)
Gelombang hitam tersebut pun meledak, beruntung Ice Zen masih sempat di selamatkan oleh Zen yang akhirnya bisa melawan rasa takutnya.
Zen dan Ice Zen pun menghilang dari pandangan Koruga yang membuatnya sedikit kecewa.
"Tch membosankan" Ucap Koruga.
"Zen, larilah dari sini!" Ucap Ice Zen.
"Tidak! kita harus pergi dari sini bersama sama!" Teriak Zen.
"Tidak bisa!" Ucap Ice Zen.
"Aku tidak peduli, kita harus keluar dari sini bersama sama!, kita harus hidup!" Teriak Zen.
Tiba tiba Koruga pun muncul di belakang Zen sambil mengucapkan "Apakah sudah selesai berbincangnya?" Ucap Koruga dengan santai.
Zen pun terkejut dan tiba tiba Koruga menendangnya, tetapi tendangan Koruga dapat di tahan oleh Ice Zen menggunakan kristal.
"Baiklah, aku tidak akan menahan diri lagi" Ucap Koruga.
(Krk!)
Kristal yang menahan tendangan Koruga pun seketika retak, Ice Zen langsung menarik Zen menjauh dari Koruga karena ia tau jika mereka terlalu dekat, mereka dalam bahaya.
(Broke)
(Swof!)
Tiba tiba Koruga muncul tepat di depan Ice Zen dan menendangnya.
"Crystal!" Ice Zen~
(Krk!)
(Broke!)
Tidak di duga, Kristal Ice Zen pun hancur akibat tendangan Koruga, Koruga pun kembali menendang yang membuat Ice Zen terpelanting cukup jauh.
"Zen!!" Teriak Zen
"Teknik ke dua~" Ice Zen~
"Thousand of crystal sword!" Ribuan pedang cristal pun melayang ke arah Koruga dengan sangat cepat.
"Portal" Tiba tiba muncul portal di depan Koruga dan ia pun memasuki portal tersebut, Ice Zen pun tidak menduga jika Koruga akan menghindar menggunakan portal, tiba tiba Koruga muncul di belakang Ice Zen dan memukulnya dengan kuat, tetapi Ice Zen berhasil menghindari pukulan Koruga dan menyerang balas.
"Crystal fist!" Tinju kristal pun muncul dari permukaan dan langsung menyerang Koruga, tetapi Koruga menciptakan portal tepat di depan tinju kristal tersebut yang membuat Ice Zen terkena serangannya sendiri.
"Agh!!!" Ice Zen pun terkapar di permukaan.
(Kick!!)
"Ugh!!!!"
Koruga pun menendang tubuh Ice Zen hingga membuatnya terpelanting sangat jauh.
(Bom!!)
"Agh!! uhk!" Ice Zen pun memuntahkan darah yang cukup banyak dari mulutnya dan tubuhnya mulai bergetar.
"Dimensional split claw" Koruga pun mencakar udara dan menciptakan lima gelombang hitam yang mengarah ke Ice Zen dengan sangat cepat.
(Srk!!)
"Ah!!!!!!" Ice Zen pun terkena serangan Koruga yang membuatnya terluka sangat parah.
Tidak hanya Ice Zen yang terluka tetapi dunia alam bawah sadar Zen pun terkoyak akibat serangan Koruga.
"Tch membosankan, tidak seperti saat melawan para pahlawan dua ratus tahun yang lalu" Ucap Koruga jengkel.
Cerberus pun langsung bangun dan menghampiri Koruga.
Koruga pun menunjuk ke arah Ice Zen dan Cerberus pun berjalan ke arah Ice Zen.
"Zen!!!" Teriak Zen dari kejauhan sambil berlari menghampiri Ice Zen.
Zen pun merengkuh tubuh Ice Zen.
"Zen!! Zen!!" Teriak Zen panik.
Ice Zen pun mengangkat tangannya dan inti sihir miliknya, ia pun memberikannya kepada Zen sambil mengucapkan "La.. rilah da.. dari sini!.." Ucap Ice Zen patah patah.
"Tidak! aku tidak akan pergi! jangan mati Zen!" Teriak Zen sambil menangis.
Ice Zen pun tersenyum sambil mengucapkan "Aku.. hanyalah roh.. ya.. yang sudah mati.. jadi.. ka..mu tidak perlu men..angis seperti itu.. kamu adalah laki laki.. uhk! uhk!!. kamu har..us hidup.. perja..lananmu masih panjang.. jang..an berhenti di sini.. teruslah hidup!.. Uhk! uhk!!" Ucap Ice Zen patah patah.
Zen pun terus menangis dan Ice Zen meletakkan inti sihir miliknya di tangan Zen sembari mengucapkan "Pergilah!.." Ucap Ice Zen yang sudah sekarat.
Mata dan rambut Ice Zen pun seketika kembali normal.
"Maaf Zen..." Ice Zen pun menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Zen.
"Ha!!!!!" Zen pun teriak histeris dan tidak terima dengan apa yang terjadi, aura kemarahan Zen pun keluar yang membuat Cerberus sempat berhenti sejenak
"Ha!!! Ah!!!!!!!" Teriak Zen
"Haahh!!!!!!" Teriak Zen Frustasi
Koruga yang sedang berjalan pun sedikit merasakan aura kemarahan yang cukup kuat dari Zen dan ia pun sedikit tersenyum.
"Sepertinya dia akan menjadi lawanku di suatu saat nanti" Gumam Koruga sedikit tersenyum.
Koruga pun bersiul dan seketika Cerberus berputar arah.
"Portal" Sebuah portal pun muncul dan Koruga memasukkan tangannya kedalam portal, Koruga pun memukul Zen hingga pingsan dan menariknya dari kejauhan.
Koruga pun membawa tubuh Zen ke perbatasan dan melempar Zen keluar dari tempatnya sambil mengucapkan "Aku akan menunggumu Zen!" Seru Koruga sedikit tersenyum.
Bersambung...