The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 48 : Sealing Chain



"Kenapa dia bisa kembali bangkit?!" Gumam Shin kebingungan.


"Sudah lama sekali aku tidak melihat dunia luar" Gumam Ghil sembari melihat tubuh Zen yang ia gunakan penuh dengan luka.


Tubuh Zen pun perlahan pulih di sembuhkan oleh Ghil.


"Tapi Area ini sangat mengganggu, aku jadi tidak bisa melihat alam yang indah" Gumam Ghil.


Ghil pun menatap Shin.


"Auranya berubah, kali ini aku bisa melihatnya.. Aura dan kekuatannya yang sangat luar biasa!!, apa apaan ini?!!, sangat tidak masuk akal sekali kekuatannya!" Gumam Shin sangat terkejut.


"Oi, kamu kan yang membuat Area ini? bisa kamu hilangkan?" Tanya Ghil dengan nada yang sedikit menyeramkan.


"Apa apaan Auranya yang tidak masuk akal ini?!" Gumam Shin.


"Tidak bisa ya??.." Ucap Ghil.


Shin pun langsung melompat menjauh.


"Black hole!" Shin menciptakan Black hole yang sangat besar dan di lemparkan ke arah Ghil.


Ghil pun dengan santai malah duduk di permukaan yang membuat Shin terkejut.


"Dia tidak menghindar?!, kenapa dia malah duduk?!, apa dia meremehkanku?!!!" Gumam Shin sedikit kesal.


Black hole milik Shin semakin membesar dan dengan cepat mengarah ke Ghil.


(Sring!!!)


Tiba tiba, rantai milik Ghil pun mengikat black hole yang besar itu, seketika black hole itu berhenti.


Shin pun kebingungan dan tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Rantai milik Ghil langsung mengikat black hole itu dan perlahan black hole itu mengecil.


"Apa yang terjadi?!!?" Gumam Shin tidak percaya.


Seketika black hole itu hancur dan rantai rantai itu langsung menyerang Shin, Shin pun menghindari serangan Ghil, tetapi rantai itu tidak berhenti mengejar Shin, rantai itu terus mengejar Shin kemana pun ia pergi.


"Rantai apa ini?!, semakin lama rantai rantai ini semakin cepat, apa yang terjadi!?!" Gumam Shin kebingungan.


Tanpa Shin sadari, ia sudah terkurung di dalam rantai rantai itu, rantai rantai itu pun langsung mengikat Shin, tetapi Shin langsung menciptakan portal dan keluar dari penjara itu.


Shin tiba tiba muncul di belakang Ghil dan menyerangnya.


(Slash!!)


(Ting!!)


"Cepat sekali!!" Gumam Shin terkejut melihat rantai yang dengan cepat melindungi Ghil dari serangannya.


"Agh!!!!!" Rantai itu pun langsung mengikat Shin dengan kuat.


"Kamu bukan lawanku, bahkan kamu lebih lemah darinya" Ucap Ghil sembari bangun dari duduknya.


"Jika kamu tidak percaya aku akan membuktikannya" Ujar Ghil.


Tiba tiba banyak rantai yang muncul dari luar Area dan mengikat Area milik Shin, rantai rantai itu mengikat Area dengan sangat kuat dan perlahan Area milik Shin mulai retak.


"Apa apaan kekuatannya itu?!!" Gumam Shin terkejut.


Area milik Shin pun seketika hancur akibat ikatan rantai milik Ghil yang sangat kuat.


Shin pun terkejut dan tidak bisa berkata apapun melihat Area miliknya yang hancur dengan sangat mudah.


"Kenapa kau datang kesini?" Tanya Ghil.


"Aku han..nya men..ngerjakan misiku!.." Ucap Shin.


"Misi?" Tanya Ghil.


"Y..a, ak..u di per..intahk..an un..tuk mem..bunuh Pem..impin ak..ademi" Ucap Shin.


"Begitukah, kalau begitu matilah" Ujar Ghil.


Rantai rantai itu pun mengelilingi Shin dan akan menusuknya.


(Ting!!!)


"Tunggu sebentar.." Ucap Rui yang tiba tiba muncul sembari menahan serangan Ghil.


"Black tiger" Sihir kegelapan pun langsung menyambar Ghil, tetapi Ghil langsung mundur dan menghindarinya.


Rui pun langsung membawa Shin kabur lewat portal.


Tetapi rantai rantai itu terus mengejar Rui walau sudah masuk kedalam dimensi yang berbeda.


"Skeleton" Tiba tiba muncul tengkorak dari permukaan, rantai rantai itu pun mengikat tengkorak yang di ciptakan Rui dan menariknya.


"Apa apaan rantai itu?!, padahal portal sudah tertutup tapi rantai itu masih bisa mengejar?!" Ucap Shin terkejut.


"Itu adalah rantai milik Ghil, rantai penyegel kegelapan tanpa batas, Ghil adalah pahlawan yang sudah mati ratusan tahun yang lalu, kemungkinan anak rambut putih itu adalah anak yang di ramalkan" Ucap Rui sembari sedikit tersenyum.


Shin pun terkejut mendengar ucapan Rui dan tidak percaya dengan apa yang terjadi.


...-Disisi lain-...


Tiba tiba pemimpin akademi mendekati Ghil sembari mengucapkan "siapa kamu sebenarnya Zen?" Ucapnya kebingungan.


"Hah..." Ngeluh Ghil.


"Aura" Ghil pun mengeluarkan Aura yang sangat kuat dan Aura itu hanya menyambar ke Pemimpin akademi yang membuatnya seketika langsung pingsan.


"Maaf ya, sebaiknya kamu tidur saja disana" Ucap Ghil.


Ghil pun melihat sekitarnya, ia melihat beberapa murid yang terluka dan pingsan tidak sadarkan diri.


"Untung saja tidak ada korban" Gumam Ghil.


"Fire!" Ghil menciptakan bola api berwarna hijau yang sangat besar dan membakar semua orang yang terluka.


Setelah melakukan itu, ia pun memutuskan untuk kembali ke tempat teman temannya.


Ghil pun menutup mata.


...-Disisi lain-...


"Yo Ghil, kerja bagus" Puji Rex.


"Ya terima kasih" Ucap Ghil.


"Terus kita apakan anak ini?" Bingung Ghil


"Bunuh saja?" Ucap Rex.


(Slash!!)


"Eh eh?! Ha.. Haruto???" Ucap Rex terkejut karena Haruto berniat menebasnya.


"Jika kau ingin mati silahkan" Ucap Haruto dengan wajah yang menyeramkan.


"Eh tidak tidak, tadi hanya bercanda.." Ujar Rex.


"Tch" Senjata Haruto pun perlahan menghilang.


"Sudah biarkan saja anak ini, nanti dia juga akan bangun" Ucap Ghil.


"Baiklah.." Haruto pun berjalan meninggalkan Zen dan teman temannya.


"Hei Haruto tunggu kami!" Ucap Rex sembari mengejar Haruto di susul dengan teman temannya.


...-Time skip-...


"Mmm??" Zen pun terbangun dari tidurnya.


Zen terkejut karena ia berada di tempat yang berbeda.


"Dimana ini?" Ucap Zen.


"Ini di kamarku" Ucap Rily yang sedang duduk di sebelah Zen.


"Rily?" Ucap Zeb terkejut.


Rily pun terlihat sedih, Rily mengeluarkan airmata dari matanya yang membuat Zen kebingungan.


"Kenapa??" Tanya Zen.


Rily menggelengkan kepalanya yang membuat Zen kembali kebingungan.


"Maaf" Ucap Rily sembari mengusap airmatanya.


Zen yang kebingungan kembali bertanya "Maaf?, kenapa minta maaf?" Tanya Zen.


"Maaf karena aku membuatmu kehilangan ingatanmu!.." Ucap Rily sembari menangis.


"Aku hanya ingin kamu selalu di sisiku!.." Ucap Rily.


"Aku selalu kesepian, aku tidak ingin kamu meninggalkanku juga seperti teman temanku!.." Ucap Rily sembari menangis.


Zen pun bangun dari tidurnya dan mengelus kepala Rily.


"Sudah sudah tidak apa apa.." Ucap Zen sembari mengelus kepala Rily.


"Kamu tidak sendirian, kamu masih ada Ayah dan Ibumu, kamu juga ada Hani yang selalu menemanimu, jangan berfikir kamu sendirian.." Ucap Zen.


Rily pun menangis dan memeluk Zen dengan erat, Zen pun terus mengelus kepala Rily.


"Kita tidak sama Rily, kamu tidak mengerti apa artinya kesepian yang sebenarnya, aku sudah mengalaminya dua kali, kehidupan pertamaku dan kehidupanku yang sekarang ini" Gumam Zen.


"Seandainya waktu bisa di putar kembali, jika aku tau keluargaku akan di serang, aku pasti membantu mereka" Gumam Zen.


Setelah Rily tenang, ia melepas pelukannya bersamaan dengan Zen yang berhenti mengelus kepalanya.


"Zen.." Ucap Rily dengan pelan.


"Kenapa??" Bingung Zen.


"Tolong ajari aku cara bertarung!" Ucap Rily memohon.


"Eh?" Zen seketika menjadi kebingungan karena ia sama sekali tidak mengerti apa yang Rily maksudkan.


...~Bersambung~...