
"Kekuatan macam apa ini!?" Gumam Siyon terkejut dan kebingungan.
"Lari! kita harus lari!" Panik Elia.
"Aku tidak akan lari" Ucap Veliona.
"C'Scythe" Veliona pun menciptakan sabitnya yang membuat Siyon dan yang lainnya terkejut.
"Veliona?!" Gumam Raft terkejut melihat Veliona dengan tekad yang kuat ingin membantu Zen.
"Aku tidak akan lari lagi!, aku tidak ingin tertinggal lagi!, aku harus mengejarnya! aku tidak ingin kehilanganya!!" Gumam Veliona.
Partikel energi sihir yang kuat pun berkumpul pada satu titik di sabit milik Veliona.
...-Disisi lain-...
(Ting! ting! ting! ting!!!)
(Slash! slash!! slash!!)
(Ting! ting!!! ting! ting! ting!!! ting!! ting!!)
"Ice particles!" Partikel partikel es pun seketika muncul dan mengelilingi Zen.
Zen yang menyadarinya pun langsung melompat tinggi di saat yang bersamaan, partikel partikel itu seketika menusukkan duri es yang sangat banyak.
"Dia Iblis yang berbeda dari semua Iblis yang pernah ku temui" Gumam Zen.
(Swof!!)
Tiba tiba Ren muncul di atas Zen dan langsung menyerangnya menggunakan pedang miliknya yang sangat tipis tetapi sangat tajam.
(Slash!!!)
(Ting!!!)
Zen dengan refleknya yang cepat berhasil menahan serangan Ren dengan kedua belati miliknya, tetapi belati milik Zen pun telah mencapai batasnya dan seketika hancur.
Ren pun langsung menendang Zen dengan kuat, tetapi Zen berhasil menahan tendangan Ren menggunakan kedua tangannya, walau berhasil menahan tendangan Ren, Ren kembali menendang yang membuat Zen langsung jatuh ke permukaan.
(Bom!!!)
Ren yang mengetahui Zen tidak akan kalah semudah itu, ia pun kembali menyerang Zen, Ren langsung turun ke permukaan, Ren pun langsung berlari ke arah Zen dan kembali menyerangnya.
Zen pun kembali bangkit dan langsung menciptakan kedua pedang miliknya.
(Ting!!!!!!!!!)
Zen berhasil menahan serangan Ren yang sangat cepat dan kuat menggunakan kedua pedangnya.
"Dia bukan Iblis tingkat atas, apakah dia tangan kanan Raja Iblis?" Gumam Zen.
"Tidak, tangan kanan Raja Iblis tingkat pertama bahkan tidak sekuat ini" Gumam Zen.
"Siapa dia sebenarnya?" Bingung Zen.
"Hebat sekali kau bocah" Ucap Ren memuji Zen.
"Wajar saja jika Tuan muda ingin membunuhmu!" Ucap Ren.
"Sudahi ocehanmu, kau sangat berisik" Ucap Zen dengan wajah polos dan nada yang datar.
"Baiklah, kalau begitu aku akan segera membunuhmu!" Kesal Ren.
"Veliona apa kau sudah siap?" Tanya Zen menggunakan telepati.
...-Disisi lain-...
Veliona pun terkejut mendengar suara Zen yang tiba tiba masuk ke dalam pikirannya.
"Zen?!" Gumam Veliona terkejut.
"Berhentilah terkejut, kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya" Gumam Zen.
"Aku sudah siap!," Gumam Veliona.
"Baiklah, aku percayakan kepadamu Vel" Gumam Zen.
...-Disisi lain-...
Tiba tiba sebuah rantai berwarna merah pun muncul dari permukaan dan langsung menghantam pedang Ren yang membuatnya seketika hancur.
Zen pun melompat tinggi ke atas.
"Kau tidak akan bisa lari bocah!" Kesal Ren.
...-Disisi lain-...
"Aku tidak ingin tertinggal!, aku harus terus maju!" Gumam Veliona.
"Jika tidak, aku akan terus menjadi bebannya!!" Gumam Veliona.
Partikel energi sihir pun kembali terkumpul di kaki Veliona.
"Swift!!!" Veliona pun langsung berlari dengan sangat cepat ke arah Ren.
(Swof!!!!)
"Huh?!" Ren pun menoleh ke kiri dan ternyata Veliona sudah sangat dekat dengannya.
"Lenyaplah!!!" Veliona pun menyerang Ren menggunakan sabit miliknya.
Ledakan yang dasyat pun tercipta.
"Apakah berhasil?!" Gumam Veliona.
(Grkk grkkk)
"Apa?!!?!" Veliona pun sangat terkejut karena perlahan sabitnya terdorong dan ternyata Ren berhasil menahan serangan Veliona tetapi Ren menerima luka yang cukup parah dari serangan Veliona.
"Tidak berhasil??" Gumam Veliona sangat terkejut dan tidak percaya.
"Hebat, seranganmu berkerja sangat baik! wanita sialan!!!" Seru Ren.
Ren pun mengayunkan pedangnya ke leher Veliona dengan sangat cepat.
"Apakah aku akan mati!?!" Pasrah Veliona.
(Swof!!)
Tiba tiba Ren pun terpelanting jauh akibat tendangan Zen yang sangat kuat.
(Bom!!!)
"Kerja bagus Veliona" Ucap Zen.
"Maaf, aku tidak berhasil membunuhnya" Ucap Veliona.
Zen pun mengelus kepala Veliona dan mengucapkan "Kamu tidak berhasil membunuhnya bukan karena seranganmu lemah, tetapi dia yang terlalu kuat" Ucap Zen sembari tersenyum.
"Dia juga bukan Iblis biasa" Jelas Zen.
Veliona yang mendengar ucapan Zen pun terkejut dan bertanya "Apa maksudmu Zen?"
"Dia memiliki kekuatan yang bahkan melebihi tangan kanan Iblis yang pernah kita lawan" Jelas Zen.
"Dia bukan Iblis biasa" Jelas Zen.
...-Disisi lain-...
"Hebat.." Ren pun kembali bangkit.
"Sudah lama sekali aku tidak bertarung seperti ini!" Seru Ren.
"Hahahaha!!!!, hebat!!! hebat sekali!!!!. Mari kita lihat, seberapa lama kau akan bertahan bocah!!" Seru Ren.
"Area!!" Ren pun menciptakan area es yang sangat besar dan auranya pun meningkat sangat pesat.
Seketika tempat mereka berada pun seakan akan semakin meluas dan berubah menjadi dunia es.
"Sudah lama sekali aku tidak seserius ini!!!," Seru Ren sembari tersenyum.
...-Disisi lain-...
"Agh!!" Veliona pun terjatuh ke permukaan karena aura Ren yang sangat mengancam.
Tidak hanya Veliona, Siyon dan yang lainnya ikut terjatuh karena tidak dapat menahan Aura yang sangat kuat itu.
"Kakiku bergetar!?, kenapa ini!?, apa aku takut?!" Gumam Veliona.
Veliona pun melihat ke arah Ren.
Veliona pun seketika sangat ketakutan melihat Ren yang sangat menyeramkan sedang berjalan ke arahnya.
"Ancaman macam apa ini?!!" Gumam Veliona sangat ketakutan.
"Aku tidak ingin mati!" Gumam Veliona sangat ketakutan.
Tanpa Veliona sadari, matanya pun meneteskan airmata.
Zen yang melihat Veliona pun duduk dan memegang tangan Veliona sembari mengucapkan "Tenanglah, aku pasti akan melindungi kalian semua" Ucap Zen.
Ketakutan Veliona pun sedikit berkurang saat Zen menggenggam tangannya.
Zen pun bangun sembari menarik Veliona.
Veliona yang awalnya ketakutan pun perlahan mulai tenang karena Zen yang selalu menenangkannya.
"Baiklah, sekarang kamu mundurlah Veliona, pertarungan yang saat ini sangat berbahaya, kamu tidak akan bisa membantu" Ucap Zen.
"Tapi dia sangat kuat! aku harus membantumu Zen!" Ucap Veliona.
Zen pun tersenyum dan mengucapkan "Aku tidak ingin membiarkan seseorang yang ku sukai terluka, dan juga jangan meremehkanku Veliona".
"Aku yang dulu dengan yang sekarang sudah berbeda, aku pasti akan melindungimu Veliona" Ucap Zen sembari tersenyum.
Wajah Veliona pun sedikit memerah saat mendengar ucapan Zen.
"Baiklah" Rambut dan mata Zen pun seketika berubah menjadi biru es, Veliona pun terkejut karena ia dapat merasakan kekuatan Zen yang sangat besar bahkan melebihi kekuatan Kenma si tangan kanan Raja Iblis yang sempat mereka lawan.
"Aku akan mengalahkannya!" Gumam Zen.
...-Disisi lain-...
"Aku akan membunuhmu bocah!!" Seru Ren.
Aura milik Ren pun kembali meningkat dengan sangat pesat sampai sampai membuat awan menjadi gelap total.
Zen yang tidak ingin teman temannya terancam pun membalas aura milik Ren dengan aura miliknya yang tak jauh mengancam.
...~Bersambung~...