The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 55 : Academy Arsenal



...-Satu hari berlalu-...


Sore hari pun tiba. Zen, Sayu. dan Rily akhirnya tiba di kota kecil yang sempat menjadi tempat penginapan Zen.


Zen memutuskan untuk menginap disana dan ia yakin aman, karena ia sudah pernah menginap disana selama lima hari.


Zen, Sayu, dan Rily pun berjalan mencari penginapan.


Setelah lama mencari, Zen pun kembali ke tempat pertama kali ia menginap di sana dan memutuskan untuk menginap disana.


Mereka bertiga pun masuk dan melihat banyak sekali petualang muda yang sedang berpesta.


"Selamat atas keberhasilan kita!!, mari kita bersulang!!" Para petualang itu pun bersulang dan berpesta meriah.


Zen pun di sapa oleh pemilik penginapan dengan sangat ramah, Zen sedikit terkejut karena pemilik penginapan sudah berganti.


Tanpa pikir panjang, Zen langsung bertanya kepada gadis pemilik penginapan itu "Apa ada kamar kosong?" Tanya Zen.


Gadis pemilik penginapan itu pun membuka buku kamar dan mengecek kamar yang kosong.


"Hanya tersisa satu kamar, kamar nomor 6, apakah kamu berminat??" Tanya gadis itu sembari memberikan kunci kamar kepada Zen.


Zen pun memberikan satu koin perak kepada pemilik itu dan langsung mengambil kunci kamar itu sembari mengucapkan "Kami akan menginap satu hari saja"


"Tunggu kak, kembaliannya belum" Ucap gadis itu.


"Ambil saja sisanya" Ucap Zen sembari berjalan menuju lorong disusul oleh Sayu dan Rily.


Sayu pun memeluk tangan Zen sembari bertanya "Kak apakah masih jauh perjalanan kita???" Tanya Sayu.


Zen pun mengelus kepalanya sembari mengucapkan "Kita akan segera sampai" Ucap Zen sembari tersenyum.


Sayu pun tersenyum bersemangat.


Saat mereka bertiga sedang berjalan ke arah lorong, tiba tiba seorang petualang yang sudah mabuk berat menghalangi mereka.


"Hei, kalian mau kemana?" Tanya petualang itu.


"Kalian petualang juga? sebaiknya berhenti saja.. kalian masih kecil dan tidak cocok untuk menjadi petualang, hahaha..." Ucapnya sembari tertawa


Zen pun hanya menatap petualang itu dengan tatapan datar, "Apa apaan orang ini" Gumam Zen.


Petualang itu pun merasa aneh karena Zen menatapnya, ia pun bertanya kepada Zen "Apa kamu tidak percaya??, lihatlah sekitarmu, semua petualang adalah orang yang sudah dewasa karena kemampuannya yang sudah sangat meyakini, kalian bukanlah petualang, karena petualang yang sesungguhnya adalah petualang yang menjelajahi labirin, bukan membasmi monster di dunia luar" Ucapnya.


"Labirin!?" Gumam Zen dengan wajah serius.


"Hei kak, jangan menghalangi jalan kami" Spontan Sayu menyuruh petualang itu untuk menyingkir.


"Ha??" Petualang itu pun sedikit kesal karena Sayu berani memerintahkannya.


"Kau tidak tau aku siapa ya?!?" Kesal petualang itu.


"Tidak" Ucap Sayu dengan nada datar.


Petualang itu pun sangat terpukul dan diam membatu.


"Sudah kami mau lewat permisi" Ucap Sayu.


Mereka bertiga pun melewati petualang itu dengan santai dan menuju kamar mereka.


"Oi oi, dia diam membatu" Ucap seorang petualang lainnya terkejut.


"Sayu, ucapanmu sangat menyakitkan sekali" Ucap Rily.


"Tapi aku hanya mengatakan yang sebenarnya kak, aku emang tidak mengenalnya" Jelas Sayu.


"Iya aku tau, tapi kamu mengatakannya dengan nada suara yang sangat datar, itu pasti sangat menyakitkan" Ucap Rily.


"Aku tidak peduli" Ucap Sayu dengan nada datar.


"Agh" Rily pun langsung terdiam mendengar ucapan Sayu yang sama sekali tidak peduli dengan penjelasannya.


"Hahaha" Zen pun tertawa melihat tingkah mereka berdua.


Sayu yang melihat Zen tertawa pun bertanya "Apa yang lucu kak?" Tanya Sayu.


"Hahaha.. Tidak ada.. Lupakan saja" Ucap Zen.


Mereka pun akhirnya sampai di ruangan mereka.


Sayu pun mengambil kunci ruangan di tangan Zen dan membuka pintu sembari mengatakan "Biar aku saja kak"


(Cklck!)


Pintu pun terbuka, Sayu pun menarik tangan Rily dan Zen masuk kedalam ruangan dan menutup pintunya.


"Ini baru penginapan" Ucap Zen.


Seketika Sayu pun murung mendengar ucapan Zen, karena ia mengingat hal yang membuatnya trauma.


Rily yang melihat Sayu sedih pun bertanya "Kenapa Sayu?" Tanya Rily.


Sayu pun menggelengkan kepalanya dan mengucapkan "Aku hanya takut hal itu akan terjadi lagi" Ucap Sayu.


Sayu pun mulai tenang dan kembali bahagia, Sayu pun langsung berlari mencari kamar ruangan itu.


Sayu pun menemukan kamar itu dan kembali berlari mendekati Zen, Sayu langsung menarik Zen yang membuat Zen sedikit terkejut dan bertanya "Kenapa Sayu??" Bingung Zen.


"Ikut saja" Ucap Sayu.


Sayu pun membuka pintu dan masuk bersama Zen kedalam kamar lalu menutup pintunya dengan kencang.


(Bam!)


"Eh?! Sayu!!.." Kesal Rily sambil berlari ke arah kamar.


Sayu pun menyuruh Zen meletakkan perlengkapannya di lantai, Zen hanya menuruti perintah Sayu dan Sayu pun langsung menarik Zen ke kasur yang cukup luas itu.


"Ehh??" Zen kebingungan kenapa Sayu menariknya ke kasur dan menimpa tubuhnya.


"Kenapa Sayu???" Bingung Zen.


Sayu pun tiduran di tubuh Zen sembari mengucapkan "Kak Zen harus tidur disini.." Perintahnya dengan nada suara yang lembut.


Pintu kamar pun terbuka dan Rily masuk kedalam sembari mengucapkan "Sayu itu tidak adil!" Kesal Rily.


"Kakak dan Adik harus tetap bersama, kak Rily tidur di luar saja" Ucap Sayu yang membuat Rily kesal.


"Hm!.." Rily pun berjalan ke arah Sayu dan Zen sembari menciptakan sihir air di tangannya.


"Siapa yang menang, dia yang akan tidur bersama Zen" Ucap Rily.


"Eh?" Gumam Zen kebingungan.


"Baiklah!" Ucap Sayu menerima tantangan Rily.


Sayu pun bangun dan menciptakan sihir angin di tangannya.


"Kalian berdua berhentilah!" Perintah Zen.


"Sandera diam saja!" Perintah Sayu dan Rily.


"Aku sandera?!.." Ucap Zen dengan nada suara yang menyeramkan, seketika Sayu dan Rily langsung duduk manis didepan Zen sembari menundukkan kepala mereka.


"Maaf.." Ucap Sayu dan Rily.


"Hufh.. sudah jangan bertengkar, kalian akan merusak penginapan ini, kita harus istirahat besok kita akan kembali berangkat" Jelas Zen.


Sayu dan Rily pun menuruti perintah Zen, tetapi Sayu langsung menarik Zen ke kasur dan memeluknya.


"Kak Zen harus tidur bersama ku" Ucap Sayu.


Rily pun hanya tersenyum sembari mengucapkan "Iya, aku akan tidur di luar saja" Ucap Rily.


Zen pun mengelus kepala Sayu dan mengucapkan "Sayu, kamu tidur bersama Rily saja ya.. Kakak akan tidur di luar, kak Rily adalah perempuan, kan tidak mungkin kakak membiarkannya menjaga kita yang sedang tidur, jika begitu kakak seketika merasa gagal menjadi seorang pria" Ucap Zen sembari mengelus kepala Sayu.


"Tapi kak.." Sayu seketika terdiam saat Zen menatapnya sembari tersenyum.


Sayu pun ikut tersenyum dan melepas pelukannya lalu menendang Zen sehingga ia jatuh dari kasur.


"Aduh!" Zen~


Sayu pun bangun, ia menarik Rily ke kasur dan memeluknya dengan erat.


"Eh??" Rily kaget karena Sayu pertama kali memeluknya dengan erat seakan akan tidak ingin kehilangan dirinya.


Rily pun tersenyum dan membalas pelukan Sayu.


...-Disisi lain-...


Zen pun bangun dan tersenyum melihat mereka berdua yang sangat akrab, ia pun berjalan keluar kamar dan memutuskan untuk tidur di lantai.


...-Time skip-...


Setelah keluar dari penginapan Zen, Sayu, dan Rily melanjutkan perjalan mereka menuju akademi Arsenal, setelah lama berjalan mereka akhirnya sampai di akademi Arsenal dan Zen sedikit terkejut melihat akademi Arsenal yang sudah lebih mewah dari yang sebelumnya.


Sayu dan Rily pun terdiam tak bisa mengucapkan sepatah katapun karena kaget melihat akademi Arsenal yang sangat cantik.


"Ini akademimu sebelumnya Zen??" Tanya Rily.


Zen pun menganggukkan kepalanya.


"Berarti ada kak Veliona dan yang lainnya dong di sini.." Ucap Sayu.


Zen pun tersenyum dan mengucapkan "Iya pastinya mereka ada di sini, sudah lama sekali aku tidak melihat mereka"


"Veliona? siapa dia??" Tanya Rily.


Sayu pun menjawab dengan santai "Kak Veliona adalah calon pacar kak Zen" Jelas Sayu.


"Pacar Zen?!" Gumam Rily terkejut.


"Aku kembali Veliona!" Gumam Zen sembari melangkah masuk ke gerbang akademi.


...~Bersambung~...