
Rex termenung sejenak, tiba tiba ia menyuruh Indra untuk melihat keadaan di luar.
Indra pun menutup matanya dan melihat keadaan di luar, ternyata keadaan di luar sangat kacau, akademi hancur dan Zen mengkristal.
Indra pun bertanya kepada Zen "Zen, kenapa tubuhmu bisa mengkristal?"
Zen menjawab "Aku juga tidak mengerti" Ucap Zen.
Rex yang mendengar ucapan Indra sedikit terkejut dan mengucapkan "Kristal?!" Ucap Rex terkejut.
"Ya, kristal" Ucap Indra.
Rex seketika memasang wajah serius dan mengucapkan "Elemen kristal adalah elemen yang sangat langkah" Ucapnya.
Zen yang kebingungan pun bertanya "Elemen kristal itu tingkatan terakhir elemen es bukan?" Tanya Zen.
Rex pun menjawab "Benar, tapi untuk meningkatkan elemen es ke elemen kristal membutuhkan keberanian yang sangat besar" Ucapnya.
Zen kembali bertanya "Apa maksudnya??" Tanya Zen.
Rex kembali menjawab dengan wajah serius "Untuk meningkatkan elemen es ke elemen kristal memerlukan keberanian untuk menghadapi kematian" Ucap Rex yang membuat Zen terkejut.
"Kematian!?" Gumam Zen sangat tidak percaya.
"Jika inti sihir tidak bisa di kendalikan, inti sihir elemen es akan membekukan seluruh tubuh pemiliknya, bahkan sampai membekukan organ dalam dan menghancurkannya" Jelas Rex.
Zen seketika terdiam dan tidak percaya mendengar ucapan Rex, tetapi itulah kenyataannya.
"Aku tidak percaya, tapi Zen benar benar dapat menggunakan elemen kristal" Gumam Zen.
Zen termenung dan mengingat saat Ice Zen menggunakan elemen kristalnya.
Zen pun ingat, Ice Zen menggunakan elemen kristal hanya saat ia berhadapan dengan Koruga.
"Berarti Ice Zen menggunakannya hanya dalam keadaan tertentu" Gumam Zen yang sedikit paham.
Rex kembali bertanya "Bagaimana bisa kamu mengkristal Zen?, apakah kamu salah satu pengguna elemen es?" Tanya Rex.
Zen terdiam sejenak dan menjawab "Iya, aku bisa menggunakan elemen es" Ucap Zen.
Rex sedikit terkejut dan sedikit tersenyum.
"Bisa kamu buktikan?" Tanya Rex yang tidak percaya dengan Zen.
Zen menutup matanya, perlahan rambut dan matanya pun berubah menjadi biru es.
Zen membuka matanya dan menciptakan gunung es yang sangat besar di sebelahnya.
Rex terkejut melihatnya, tidak hanya Rex, para pahlawan lainnya pun ikut terkejut dan kagum dengan Zen yang dapat mengendalikan elemen es.
...-Disisi lain-...
Veliona dan Elys terlihat sedang duduk di sebuah meja, mereka sedang memesan makana toko akademi itu.
Veliona sedikit kagum karena toko akademi itu yang begitu mewah.
"Ini pesanan kalian.." Ucap pelayan sembari memberikan pesanan mereka.
"Terima kasih" Ucap Elys.
Pelayan itu pun pergi, Veliona dan Elys pun memakan makanan pesanan mereka yang berupa daging rusa.
"Selamat makan" Elys pun memakan daging rusa itu yang kelihatannya sangat enak.
Veliona yang penasaran dengan rasa daging rusa itu pun mencobanya.
"Ahm~" Veliona~
"Enak!" Gumam Veliona.
"Bagaimana rasanya Vel?, apakah enak??" Tanya Elys.
Veliona pun menganggukkan kepalanya yang menandakan rasanya benar benar enak.
Veliona pun makan dengan santai dan menikmatinya.
Saat sedang enak makan, Veliona pun teringat sesuatu dan bertanya "Dimana Yuuiki dan yang lainnya?" Tanya Veliona.
Elys menjawab "Mereka sedang membawa orang orang yang terluka" Jelas Elys.
"Begitukah.." Gumam Veliona.
...-Disisi lain-...
Zen melihat ke gunung yang ia ciptakan, ia pun sedikit terkejut saat melihat matanya dari pantulan es itu.
Zen menyadari yang berubah dari matanya bukan lagi pupil mata, melainkan bagian putih di matanya, sedangkan pupil matanya tetap berwarna hitam.
Rex berjalan perlahan mendekatinya sembari mengucapkan "Hei Zen.. Apa kamu ingin menjadi lebih kuat?" Tanya Rex.
Zen yang mendengarnya spontan langsung menatap Rex dan menjawab "Ya.. tentu saja" Ucap Zen.
Zen pun menjawab "Jika kalian tidak keberatan aku siap" Ucap Zen.
Rex kembali bertanya "Apa kamu tetap akan latihan walau latihan yang kami berikan seperti siksaan neraka??" Tanya Rex sembari tersenyum.
Zen kembali menatap Rex dengan serius dan kembali mengucapkan "Ya, aku siap" Ucap Zen.
Rex pun kembali tersenyum dan mengucapkan "Baiklah! ayo kita latihan!!" Semangat Rex.
Haruto bertanya kepada Zen "Zen, sebelum kita memulai latihan, aku ingin bertanya kepadamu" Ucap Haruto sembari menatapnya dengan serius.
Zen mengucapkan "Apa yang ingin ditanyakan?" Tanya Zen.
Haruto menjawab ucapan Zen "Bagaimana kamu bisa mengendalikan elemen kristal itu?, bagaimana kamu menyegel dirimu sendiri?" Tanya Haruto dengan serius.
Zen dengan santai menjawab "Aku tidak mengendalikannya, aku juga tidak tau apa yang terjadi, dan kenapa aku bisa mengkristal" Ucap Zen.
Zen sengaja mengucapkan itu agar Haruto dan yang lainnya tidak mengetahui tentang Ice Zen.
Zen berfikir jika ia memberi tau yang menyegelnya adalah Ice Zen, ia yakin pasti mereka akan terus bertanya dan akan menjadi cerita yang panjang.
Haruto yang sudah paham pun menganggukkan kepalanya dan mengucapkan "Baiklah.. kalau begitu kami akan melatihmu, bersiaplah Zen!.." Ucap Haruto.
Zen seketika merasa semangat karena akhirnya ia mendapatkan guru yang akan melatihnya, terlebih lagi yang melatihnya adalah empat pahlawan terdahulu, ia yakin pasti ia akan berkembang walau ia harus menerima latihan keras.
Haruto bertanya kepada Rex "Hei Rex, kita akan mulai dari mana?" Tanya Haruto.
Rex pun menjawab "Hahaha... maksudmu siapa yang akan melatihnya duluan kan?" Tanya Rex.
"Kita akan menentukannya dengan ompimpa!!" Terial Rex dengan penuh semangat.
Zen pun terkejut dan merasa aneh dengan tingkah Rex.
"Apakah dia benar benar seorang pahlawan?" Gumam Zen.
Haruto, Ghil, dan Indra pun mendekati Rex dan mereka pun ompimpa.
Mereka pun melakukan ompimpa "Ompimpa alayum gambreng" Rex~
"Mereka beneran melakukan ompimpa!!" Gumam Zen terkejut dan heran.
Ternyata tangan Rex lah yang telungkup sendiri dan yang lainnya telentang.
"Baiklah!.. kalau begitu aku akan melatihnya terlebih dahulu!" Semangat Rex sembari berjalan mendekati Zen dan memukul mukul telapak tangannya seperti ingin menghajar Zen.
"Oi oi.. apakah dia berniat membunuhku?!..." Gumam Zen.
"Zen tangkap ini!" Rex pun melemparkan bola api di tangannya.
Zen yang terkejut pun langsung menciptakan perlindungan.
"Protection!"
(Bom!)
Ledakan kecil pun terjadi.
"Aduh!" Tiba tiba Rex muncul di samping Zen dan memukul kepalanya.
"Bukan seperti itu cara menangkap Zen!" Ucap Rex.
"Cepat sekali!" Gumam Zen kagum.
"Aku memintamu untuk menangkap bukan menahan" Jelas Rex.
Zen pun bertanya "Maksudmu menangkap dengan tangan?"
"Ya benar sekali! kamu ternyata cepat mengerti ya!" Ucap Rex dengan semangat.
Zen pun seketika terdiam dan bertanya tanya "Aku harus menangkap bola api dengan tangan kosong??" Gumam Zen.
Tiba tiba Rex meneriaki Zen "Zen! tangkap ini!" Teriak Rex sembari melempar bola api dari kejauhan.
Zen pun terkejut dan kembali kebingungan "Sejak kapan dia berada di sana?!" Gumam Zen terkejut.
Bola api itu dengan cepat mengarah ke Zen, Zen pun mencoba untuk menangkap bola api itu.
(Bf!!!)
Tangan Zen pun terbakar oleh bola api itu.
"Panas!!!" Gumam Zen kesakitan.
"Dia benar benar menangkapnya" Kagum Haruto.
Rex yang melihat Zen menangkap bola api itu pun tersenyum.
"Dia benar benar memiliki tekad latihan yang luarbiasa" Gumam Rex sembari tersenyum bersemangat.
...~Bersambung~...