The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 57 : Promise (2)



"Eh?!" Veliona pun menarik Zen masuk kedalam ruangannya yang langsung membuatnya terjatuh di lantai.


Veliona langsung menimpa tubuh Zen dan memeluknya dengan erat.


"Hangat" Gumam Zen.


Zen perlahan membalas pelukan Veliona sembari mengelus kepalanya.


"Aku kembali, Veliona" Ucap Zen.


Veliona pun melepas pelukannya dan bangun.


Zen kebingungan, karena Veliona menangis tanpa sebab.


"Kenapa Veliona??" Tanya Zen.


"Hiks.." Veliona kembali memeluk Zen sembari menangis, Zen kembali mengelus kepala Veliona dan terus menenangkannya.


"Maaf aku sudah meninggalkanmu" Ucap Zen sembari mengelus kepala Veliona.


Veliona terus menangis tak kunjung henti.


Beberapa saat kemudian, Veliona yang sudah mulai tenang pun melepas pelukannya dan duduk di atas tubuh Zen.


"Kenapa kamu meninggalkanku" Ucap Veliona dengan nada suara pelan.


"Maaf.. Aku harus menjadi lebih kuat untuk melindungimu, Veliona" Ucap Zen.


Veliona pun menggelengkan kepalanya dan mengatakan "Kamu melanggar janjimu" Ucap Veliona.


Zen seketika mengingat kata kata yang pernah ia ucapkan kepada Veliona.


"Maaf" Ucap Zen.


Veliona pun kembali tidur di tubuh Zen.


"Hangat" Gumam Veliona.


Tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamar Veliona.


(Knock! knock! knock!)


"Veliona kamu ada didalam?" Tanya Seorang gadis.


Veliona pun bangun dari tubuh Zen dan mengatakan "Iya aku ada disini" Jawab Veliona.


"Baiklah, aku masuk ya, ada hal yang ingin ku bicarakan" Ucap gadis itu.


Pintu pun perlahan terbuka dan ternyata gadis itu adalah Rara, Rara pun terkejut saat melihat Zen, ditambah lagi posisi Veliona dan Zen yang sangat hot.


(Blush)


Wajah Rara seketika memerah melihat mereka berdua.


"Kenapa Rara?" Tanya Veliona dengan santai sembari memiringkan kepalanya.


"Veliona!?!!" Gumam Rara dan wajahnya semakin memerah.


Rara pun seketika pingsan dan jatuh ke permukaan.


Veliona kembali kebingungan karena tingkah Rara yang aneh.


"Rara?!" Teriak Seorang gadis terkejut saat melihat Rara jatuh pingsan.


Gadis itu yang curiga ada sesuatu di dalam ruangan Veliona pun langsung membuka lebar pintunya.


"Veliona?!" Teriak perempuan itu khawatir.


Gadis itu pun terkejut melihat Veliona bersama seorang lelaki didalam ruangannya.


(Blush)


Wajah gadis itu ikut memerah.


"Kenapa Yuuiki?" Tanya Veliona.


"Ti... tidak apa apa..." Ucap Yuuiki gugup.


Zen pun bangun dan bertanya "Ada apa ini?" Tanya Zen.


"Entahlah" Jawab Veliona dengan nada suara yang tenang.


Seketika Yuuiki mengingat apa yang harus ia sampaikan dan langsung menarik tangan Veliona.


"Eh?" Bingung Veliona.


Yuuiki pun menarik tangan Veliona dan mengucapkan "Ikut aku ke ruangan Siyon!" Ucap Yuuiki.


Veliona langsung menarik tangan Zen yang membuat Zen langsung bangun.


"Ayo ikut" Ucap Veliona.


Zen pun hanya mengikuti mereka ke kamar Siyon.


Mereka pun berlari ke kamar nomor 6 dan mengetuk pintu ruangannya.


(Knock knock!)


"Siyon, aku sudah membawa Veliona" Ucap Yuuiki.


Seseorang pun membukakan pintu ruangan, ternyata yang membuka pintu adalah Rio.


"Ayo kesini" Ucap Rio.


Mereka pun masuk kedalam ruangan dan langsung kedalam kamar Siyon.


(Cklk!)


Rio membuka pintu dan mereka langsung masuk kedalam Ruangan.


"Ada apa ini?" Bingung Veliona sembari berjalan ke tempat Siyon dan yang lainnya.


"Anak kecil ini tiba tiba pingsan dan tidak sadarkan diri dari tadi" Jelas Rio.


"Sayu?" Gumam Zen sedikit terkejut melihat Sayu yang tertidur di kasur.


Zen pun langsung berjalan mendekati Sayu, Zen pun meletakkan tangannya di kepala Sayu yang membuat semua orang di sana terkejut.


"Siapa kau?!, mau apa kau!!?" Seru Endo.


Zen tidak memperdulikan ucapan Endo dan ia mulai menutup matanya.


"C'Spe-" Saat Endo akan menciptakan senjatanya, tiba tiba Veliona meneriakinya.


"Endo!, dia adalah Zen!" Teriak Veliona.


"Zen???" Gumam Rily sembari melihat ke arah Zen.


Seketika Endo dan yang lainnya pun terkejut.


"Zen?!, tapi penampilannya sangat berbeda!" Gumam Yuuiki.


...-Disisi lain-...


Zen pun memasuki alam bawah sadar Sayu, ia mendengar suara tangisan Sayu dan berjalan ke sumber suara itu.


"Hiks!! hiks!.." Sayu terus menangis dan mengusap airmatanya tanpa henti, ia terlihat sangat tertekan dan terpukul.


Tiba tiba Zen memeluk Sayu yang membuatnya terkejut.


"Aku baik baik saja Sayu.." Bisik Zen.


Sayu pun langsung melihat kebelakang dan ia terkejut melihat Zen yang berada di alam bawah sadarnya.


"Kak Zen!!" Teriak Sayu sembari memeluk Zen dengan erat.


"Aku baik baik saja.." Ucap Zen sembari mengelus kepala Sayu.


Sayu pun terus menangis di pelukan Zen.


Beberapa saat kemudian, Sayu akhirnya tenang dan bertanya kepada Zen "Kakak dari mana saja? kakak belum mati kan??" Tanya Sayu dengan raut wajah yang sangat sedih.


Zen pun menjawab dengan nada yang lembut "Aku baik baik saja.. sudah ayo keluar dari alam bawah sadarmu Sayu, kamu membuat semua orang khawatir" Ucap Zen sembari tersenyum.


"Semua orang??" Bingung Sayu.


"Tapi kak, aku tidak punya siapa siapa selain kakak" Ucap Sayu.


Zen pun kembali menjawab sembari tersenyum "Kamu akan tau jika kamu sudah kembali"


Perlahan Zen pun menghilang dari hadapan Sayu.


"Kakak?!!" Teriak Sayu.


Sayu pun ragu dengan apa yang terjadi, tetapi ia sangat penasaran dengan apa yang di maksud oleh Zen.


...-Disisi lain-...


Zen pun membuka matanya dan menjauh dari Sayu yang membuat semua orang terkejut dan kebingungan.


Zen pun berjalan mendekati Veliona dan berdiri di sebelahnya.


"Apa yang kamu lakukan Zen?" Tanya Veliona.


"Aku hanya memanggil Sayu dari alam bawah sadarnya" Jelas Zen yang membuat Veliona kebingungan.


Tiba tiba Sayu sedikit bereaksi, ia perlahan membuka matanya yang membuat semua orang terkejut.


"Sayu!?" Teriak Rily.


Sayu pun sadar dan langsung bangun dari tidurnya.


"Kak Zen!" Teriak Sayu panik dan ketakutan.


"Aku disini" Jawab Zen dengan tenang.


Sayu yang awalnya panik dan ketakutan, perlahan mulai tenang.


Tiba tiba Rily langsung memeluk Sayu dengan erat sembari mengatakan "Kamu kenapa?!... Aku sangat mengkhawatirkanmu Sayu!" Teriak Rily.


Sayu pun terkejut dan tidak percaya karena ucapan Zen benar.


"Benarkan ucapanku Sayu?" Tanya Zen.


Sayu pun menangis dan membalas pelukan Rily.


...-Time skip-...


Setelah semua kembali normal, Zen pun langsung bertanya kepada Siyon.


"Hei Siyon" Sapa Zen.


"Kenapa Zen?" Bingung Siyon.


"Kenapa kamu menyerangku saat aku baru masuk ke akademi siang tadi?" Tanya Zen yang dari tadi sangat penasaran dengan hal itu.


Siyon pun terkejut dan kembali bertanya "Itu kamu Zen?!" Tany Siyon terkejut dan tidak percaya.


"Iya, itu aku" Ucap Zen yang membuat Siyon dan yang lainnya terkejut.


Tiba tiba Veliona pun memotong pembicaraan.


"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Veliona.


"Tadi kami menyerang Zen karena salah sangka, kami juga tidak tau jika itu Zen, ia menggunakan jubah seperti orang itu" Ucap Rio.


"Orang itu? sudah ku duga pasti semua ini hanya salah paham, tapi siapa yang mereka maksud dengan orang itu??" Gumam Zen kebingungan.


...~Bersambung~...