The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 78 : White Dragon



(Tk.. tk.. tk.. tk.. tk..)


Kerajaan Vlea pun hancur total akibat Koruga, tetapi Koruga tidak memperdulikannya, ia pun terus berjalan ke tengah tengah kerajaan dan menciptakan kastil Iblis yang sangat besar hanya dalam hitungan menit.


Koruga pun berjalan mendekati kastil itu, di saat yang bersamaan, muncul banyak portal di belakang Koruga disusul keluarnya seluruh bawahan Koruga.


"Tuan muda, apa yang harus kami lakukan sekarang?," Tanya sesosok Iblis murni dengan Aura yang sangat mencengkam.


"Untuk sekarang, kalian semua beristirahatlah sampai aku memberikan perintah," Jelas Koruga.


"Baik tuan!," Serentak seluruh bawahan Koruga.


Mereka semua pun kembali memasuki portal, Koruga pun membuka pintu kastil yang ia buat, pintu kastil yang besar itu pun terbuka hanya dengan satu dorongan sederhana.


Koruga pun masuk kedalam kastil itu dan seketika pintu kastil langsung tertutup rapat dengan sendirinya.


...-Disisi lain-...


"Zen!," Veliona pun langsung berlari ke arah Zen.


"Sudah lama sekali aku tidak melihatnya," Gumam Zen sedikit tersenyum.


Veliona pun berhenti tepat di depan mata Zen dan menatap matanya dengan tatapan khawatir.


"Zen!? kamu baik baik saja??," Tanya Veliona.


"Aku kembali," Ucap Zen.


Veliona pun langsung memeluk Zen dengan erat.


"Aku sangat takut!, aku sangat sedih!," Tangis Veliona.


Zen pun mengelus kepala Veliona dan mengucapkan "Aku ada disini, sudah tidak ada yang perlu ditangisi,"


Siyon dan yang lainnya pun mendekati Veliona, mereka pun terkejut saat melihat Zen yang sedang di peluk oleh Veliona.


"Zen!!?," Kaget Siyon.


"Kenapa Siyon?," Tanya Zen.


"Bagaimana kamu bisa hidup kembali?, bukannya kamu sudah mengorbankan dirimu demi menyelamatkan akademi?," Tanya Siyon terkejut dan kebingungan.


"Sepertinya ada banyak hal yang terjadi," Gumam Zen.


"Aku juga tidak tau, tiba tiba saja aku tersadar di tengah tengah akademi," Ucap Zen.


"Kak Zen!!!," Teriak Sayu dari kejauhan.


Sayu pun mendekati Zen dan memeluknya.


Zen pun mengelus kepala Sayu, Sayu dan Veliona pun melepaskan pelukan mereka.


"Aku tau kalian punya banyak pertanyaan, tetapi maaf, aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan kalian, aku saja sangat kebingungan," Ucap Zen.


Tiba tiba Naga putih di belakang Zen pun memancarkan cahaya yang sangat terang dan menyilaukan mata mereka.


Tubuh Naga putih itu pun perlahan mengecil dan berubah, saat pancaran cahaya itu menghilang, Zen pun sedikit terkejut, ternyata naga putih itu adalah seorang Gadis yang cantik, tetapi Zen juga heran, karena ada seorang laki laki di belakangnya yang sedang terkapar lemas dengan banyak luka di tubuhnya.


"Tolong.. selamatkan.. nyawanya!...," Pinta gadis itu.


Veliona pun sangat terkejut dan bertanya "Apa yang terjadi?!"


Tetapi gadis itu tak sadarkan diri karena menerima luka yang cukup parah ditubuhnya.


Veliona pun langsung mendekati gadis itu disusul oleh Uika dan Lyn.


Uika dan Lyn pun langsung menyembuhkan luka gadis itu, tetapi luka luka di tubuh gadis itu tak kunjung sembuh, malah sihir mereka seakan akan di serap oleh luka luka itu.


"Kenapa luka luka ini tidak bisa di sembuhkan?!," Panik Lyn.


Raft pun mendekati Lyn dan melihat kondisi gadis itu.


"Ini pertama kalinya aku melihat luka seperti ini," Ucap Raft.


"Apa yang harus kita lakukan??," Tanya Uika kebingungan.


"Aku yang akan mengurus ini," Ucap Zen sembari berjalan mendekati gadis itu.


"Tolong mundur sedikit," Pinta Zen.


Mereka semua pun menuruti perintah Zen dan sedikit menjauh dari gadis itu.


Zen pun menciptakan api berwarna hijau dan membakar gadis itu yang membuat mereka terkejut.


"Api hijau?!," Gumam Veliona terkejut dan sekilas mengingat masa lalunya.


Zen tidak hanya membakar gadis itu, laki laki yang berada di dekatnya pun ikut terkena api itu dan perlahan luka luka di tubuh mereka mulai sembuh.


"Mmm!?..," Gadis itu perlahan sadar.


Gadis itu pun perlahan bangun dan terkejut saat melihat api hijau yang sedang membakarnya.


"Kenapa bisa??," Bingung gadis itu.


"Hei, kamu baik baik saja???," Tanya Veliona.


Gadis itu pun menatap Veliona dan menjawab "A.. aku baik baik saja.. terima kasih!..," Ucapnya sembari menundukkan kepala.


Zen pun bertanya "Siapa kamu sebenarnya?, kenapa kamu bisa di kejar oleh para Iblis?, dan siapa laki laki itu?," Tanya Zen.


Gadis itu pun terkejut saat melihat Zen, ia langsung merasakan hawa keberadaan Zen yang sangat mirip dengan ke empat pahlawan legendaris.


"Namaku Elia," Ucap gadis itu.


Gadis itu pun menatap mata Zen dan melakukan telepati dengannya.


"Aku adalah naga putih yang di tugaskan untuk menjaga dan membawa inti core sihir cahaya kepada orang yang benar benar memiliki sifat pahlawan, ratusan tahun yang lalu aku ditugaskan oleh para pahlawan untuk menemukan orang yang layak untuk di percaya sebelum para pahlawan tewas," Jelas Elia.


"Telepati?" Gumam Zen.


"Para pahlawan ratusan tahun yang lalu?, maksudmu keempat pahlawan legendaris itu?," Tanya Zen.


Elia pun terkejut saat Zen menanyakan hal itu, ia merasa Zen mengenali para pahlawan yang ia maksud.


"Kamu mengenali mereka?," Tanya Elia.


Zen pun menjawab "Mereka adalah guruku, mereka yang sudah melatihku selama enam bulan terakhir," Jelas Zen yang membuatnya kembali kebingungan.


"Bagaimana bisa? bukannya para pahlawan sudah mati dari ratusan tahun yang lalu?," Tanya Elia sangat kebingungan.


"Ehm!!," Veliona pun sedikit kesal karena Elia dan Zen terus bertatapan mata.


"Eh maaf!," Ucap Elia.


Zen pun bangun, Siyon pun mendekati gadis itu dan bertanya "Siapa kamu sebenarnya?," Tanya Siyon sedikit curiga dengan Elia karena ia dapat berubah menjadi naga.


Elia yang kebingungan pun hanya terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Siyon.


"Bahaya mendekat!," Gumam Zen.


(Swof!!!)


(Ting!!!!!)


(Bom!!!!)


Seseorang pun menyerang Zen dengan sangat cepat, tetapi Zen dengan reflek yang cepat berhasil menahan serangannya menggunakan kedua belati miliknya.


"Aahh!!," Siyon dan yang lainnya pun terpelanting jauh karena angin yang kuat langsung menghantam mereka.


"Apa yang terjadi!?!," Gumam Siyon kebingungan.


(Slash slash slash!! slash! slash!! slash!!)


(Ting!! ting! ting! ting! ting! ting!!!!)


Benturan kedua senjata pun berlangsung sengit, kecepatan Zen dan sosok itu sangat cepat.


"Matilah," Tiba tiba badai es langsung muncul tepat di depan Zen dan langsung menyerangnya.


"Fire!," Zen pun langsung bertindak cepat dan membakar badai es itu.


(Bom!!!!!!)


Ledakan pun tercipta.


Siyon dan yang lainnya hanya bisa tercengang melihat pertarungan itu.


Zen pun menjauh dari sosok itu.


"Siapa dia?," Gumam Zen


Sosok itu pun berjalan perlahan keluar dari kabut asap, dan ternyata sosok itu adalah Ren bawahan Koruga.


"Mengagumkan sekali, pantas saja tuan muda tertarik untuk membunuhmu," Ucapnya.


Zen yang mendengarnya pun sedikit kebingungan.


"Tuan muda? siapa yang dia maksud?," Gumam Zen kebingungan.


"Matilah," Ucap Ren.


Aura yang sangat kuat dan mengancam pun langsung menyambar mereka semua, Veliona dan yang lainnya seketika sangat ketakutan.


Zen yang tau kondisi teman temannya sangat tidak menguntungkan pun mengeluarkan Aura miliknya yang tidak kalah mengancam dari Ren, dan bentrokan kedua Aura itu pun membuat langit seketika gelap.


...~Bersambung~...