
"Verina..." Suara samar samar terdengar di telinga gadis tersebut.
"Verina, bangunlah.. Kamu sudah menyakiti penyelamatmu.." Suara familiar terus terdengar di telinga gadis itu.
...-Disisi Lain-...
Perlahan gadis tersebut pun bangun dari tidurnya, ia sedikit terkejut dan kebingungan.
"Aku dimana??" Bingung gadis tersebut.
Gadis tersebut perlahan bangun dari tidurnya dan kebingungan, karena ia berada di dalam sebuah pohon yang cukup besar, tiba tiba seorang gadis menghampirinya dan bertanya "Apa kamu baik baik saja?" Tanya gadis tersebut, dan ternyata gadis itu adalah Silvia.
"Siapa kamu?" Tanya gadis tersebut.
"Namaku adalah Silvia, aku adalah driad yang tinggal di hutan agung, hutan Calveria" Jelas Silvia.
"Agh!..." Tiba tiba gadis itu merasakan sakit di kepalanya, perlahan ia mengingat semua kejadian ratusan tahun yang lalu, dan ia baru sadar jika ia kehilangan kendali karena kematian kakaknya yaitu Haruto.
"Siapa namamu?" Tanya Silvia.
Gadis itu terdiam sejenak mengingat siapa namanya.
"Namaku adalah Verina, Verina, iya itu namaku" Ucap gadis tersebut.
"Verina ya.. Salam kenal, namaku Silvia" Ucap Silvia sembari mengulurkan tangannya ke Verina.
Verina pun menggapai tangan Silvia di saat yang bersamaan ia merasakan rasa takut Silvia terhadap dirinya.
"Kenapa kamu takut kepadaku?" Tanya Verina.
Silvia yang mendengarnya sangat terkejut karena Verina dapat mengetahui jika Silvia sedikit takut kepadanya.
Silvia tidak merespon perkataan Verina, Verina pun melihat seorang pria yang terkapar jauh di belakang Silvia, dan ternyata pria itu adalah Zen yang masih tak sadarkan diri, Silvia sudah memberikan sihir penyembuh kepada Zen tetapi tidak berfungsi, bahkan ia menggunakan sihir penyembuhan agung dan penyembuhan alam tetapi tetap saja tidak dapat menyembuhkan luka luka di tubuh Zen.
"Siapa pria itu?" Tanya Verina sedikit kebingungan.
Dia adalah Zen, orang yang melawanmu untuk menyadarkanmu dari kegilaan kekuatanmu" Jelas Silvia.
Verina yang mendengarnya sangat terkejut karena ia tidak percaya jika Zen adalah orang yang menyelamatkannya.
Verina pun perlahan mendekati Zen di ikuti oleh Silvia.
Verina pun melihat luka luka di tubuh Zen dan sangat terkejut.
"Apa kamu yakin jika pria ini yang menyelamatkanku?" Tanya Verina.
"Apa maksudmu? memang dia yang menyelamatkanmu" Jelas Silvia.
Verina pun kembali meratapi luka luka di tubuh Zen dan mengucapkan "Aku adalah seorang gadis yang terlahir dan tinggal jauh di selatan pada tahun 251, pada suatu hari di tahun 261 terjadilah perperangan, aku adalah salah satu gadis yang hampir di bunuh oleh Iblis, tetapi tiba tiba seorang pria menyelamatkanku, dan ia adalah seorang pahlawan, pada tahun 263 saat aku sedang berlindung di suatu tempat, tiba tiba cahaya ilahi langsung menyambar ke tubuhku, dan cahaya itu adalah berkah dari dewi" Jelas Verina.
"Berkah dewi adalah salah satu sihir yang mampu memusnahkan para Iblis jika pengguna 'Mana' berkah dewi dapat memaximalkan kekuatannya, tetapi aku tidak dapat memaximalkan kekuatanku karena situasi dan keadaan" Jelas gadis itu.
"Berkah dewi membuatku menjadi hidup abadi seperti vampire dan Iblis, kekuatan berkah dewi sangat ampuh untuk memusnahkan para Iblis karena membuat penyembuhan luka menjadi sangat sulit" Jelas Verina.
Silvia yang mendengar ocehan Verina kembali kebingungan dan bertanya "Apa maksudmu? aku tidak mengerti sama sekali" Ucap Silvia.
Silvia yang mendengarnya pun sangat terkejut dan membantah perkataan Verina "Tidak mungkin dia Iblis! jelas jelas dia manusia! bahkan dia memiliki hati nurani!" Kesal Silvia membantah ucapan Verina.
Tiba tiba Verina menusuk tangan Silvia menggunakan pisau cahaya yang membuat tangannya terluka.
"Agh!!" Tangan Silvia pun berdarah akibat tusukan pisau tersebut.
"Coba sembuhkan tanganmu sekarang" Ucap Verina.
Silvia menuruti ucapan Verina dan menyembuhkan tangannya, dan tak di duga, luka di tangannya sangat mudah untuk di sembuhkan di bandingkan dengan luka di tubuh Zen.
"Apakah kamu sudah percaya sekarang?" Tanya Verina.
Silvia yang awalnya tidak menerima jika Zen di katakan Iblis pun dengan berat hati harus mengakuinya jika Zen adalah seorang Iblis, tetapi Silvia masih kebingungan kenapa ada Iblis sebaik Zen.
"Aku akan membunuhnya" Ucap Verina.
Silvia yang mendengarnya tidak setuju dan mengucapkan "Aku tidak akan membiarkanmu membunuhnya! jika dia memang seorang Iblis, tetapi di dalam dirinya terdapat jiwa dan hati manusia!" Seru Silvia.
"Jadi, apa kau ingin menentang dunia? apa kau ingin memihak kepada para Iblis!!??!!" Seru Verina sembari mengeluarkan aura yang mematikan, seketika pohon ciptaan Silvia musnah.
"Area" Verina menciptakan Area miliknya dan bersiap untuk membunuh Zen.
"Aku tidak akan membiarkanmu membunuhnya!!" Seru Silvia.
Tiba tiba permukaan tanah berguncang dan muncul akar akar pohon yang langsung menyambar ke arah Verina, tetapi Verina menciptakan tombak cahaya di tangannya dan langsung memotong akar tersebut.
"Atas nama Silvia, Driad yang melindungi hutan agung Calveria, berikan aku kekuatan hutan agung dan kekuatan alam untuk menghentikan niat jahat yang ada di dunia ini!!" Tiba tiba sebuah cahaya hijau terang menyinari Area sekitarnya, Silvia pun langsung menggapai cahaya tersebut.
Penampilannya pun seketika berubah, warna rambutnya berubah menjadi hijau tua, matanya yang menjadi warna hijau muda bersamaan dengan muncul tanda yang mirip pohon berwarna hijau di dahinya, pakaiannya yang berubah menjadi jubah berwarna hijau tua dan hijau muda.
Tiba tiba muncul banyak akar dari permukaan dan langsung menyambar Verina, Verina pun menebas semua akar yang mengarah kepadanya dengan rasa kebingungan.
"Kenapa ini? apa yang salah? apakah Area milikku tidak sempurna? bagaimana dia bisa menggunakan kekuatan yang besar seperti ini?" Bingung Verina.
Akar akar pohon terus muncul bersamaan dengan pohon pohon besar yang muncul dari dalam tanah, beberapa pohon muncul tepat di tempat Zen berada dan langsung melindungi serta menyembuhkannya.
"Apa ini?! aku tidak mengerti sama sekali! bagaimana bisa kamu menciptakan pohon pohon di dalam areaku?!" Tanya Verina dengan rasa kebingungan sembari terus menebas akar yang menyambar ke arahnya.
Silvia pun berlari di antara akar pepohonan untuk membelakangi Verina.
"Ini adalah kekuatanku, Area milikku adalah Area tumpang tindih, Area yang dapat di gunakan dalam Area orang lain tanpa menghancurkannya" Jelas Silvia.
Silvia melompat tinggi dan berada tepat di atas Verina, cahaya hijau yang berada di tangannya seketika berubah menjadi sebuah busur yang memiliki kekuatan luarbiasa jika penggunanya adalah seorang Driad murni atau Driad yang telah di cintai oleh alam.
Silvia pun membidik Verina, ia seakan akan menarik tali busur tersebut walau busur tersebut tidak miliki tali, tiba tiba muncul tiga panah berwarna hijau terang dari busur tersebut.
"Aku tidak peduli jika kamu adalah utusan dewi, jika utusan dewi adalah orang yang tidak memiliki jiwa bersih dan hati nurani sepertimu, aku rela untuk menentang dewi demi menyelamatkan temanku!!" Seru Silvia sembari melepaskan serangannya ke arah Verina.
Ketiga anak panah dengan kekuatan yang besar pun mengarah dengan sangat cepat ke Verina.
...~Bersambung~...