The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 131 : Pure Demon Attack



"Hahahaha!!!" Ia pun tertawa dengan keras karena sangat senang setelah mendapatkan core elemen es itu.


"Akhirnya!! Akhirnya!!! Aku akan menjadi sangat kuat dan menguasai dunia!!! Hahahahaha!!!!" Teriak pria itu sangat senang.


...-Disisi Lain-...


Gadis itu pun menatap mata Zen dan mengucapkan "Tolong.. Hentikan dia!.." Mohon lemas gadis itu.


Zen pun menatap gadis itu dan mengucapkan "Bolehkah aku bertanya, apa aku boleh mengambil core es itu?" Tanya Zen.


Gadis itu pun hanya terdiam mendengar ucapan Zen, tiba tiba pria itu pun berteriak histeris.


"Ahhh!!!!!!!!" Tubuhnya pun terlihat membesar dan menjadi es karena tidak mampu menahan kekuatan core es yang sangat dingin itu "Apa apaan ini?!!!, tidak ada yang memberi tauku tentang ini?!!!!!" Panik pria itu.


Zen pun menoleh ke pria tersebut, menatap pria itu dengan tatapan dingin, pria tersebut pun kehilangan kendali diri dan kekuatannya, ia pun menjadi golem es yang di kendalikan oleh core es tersebut.


Gadis itu yang melihatnya pun menggenggam erat lengan Zen dan kembali memohon "Tolong hentikan itu!" Mohon gadis itu yang tidak berdaya karena luka di tubuhnya belum sembuh total.


Zen pun menatap gadis itu dan mengucapkan "Baiklah, tapi izinkan aku untuk mengambil core es itu" Ucap Zen perlahan bangun dan meninggalkan gadis itu.


Gadis itu yang tidak tau harus menjawab apa pun hanya bisa diam kebingungan.


Zen pun berjalan mendekati golem itu yang mengamuk, golem itu menghancurkan sekitarnya dan menyerang para murid yang ada di sana.


"Tolong!!" Panik seorang gadis, tiba tiba Veliona pun muncul dan menebas lengan golem es itu menggunakan sabit miliknya.


Zen yang melihatnya pun tersenyum, tetapi lengan golem tersebut perlahan kembali beregenerasi dan kembali menyerang Veliona.


Zen yang melihatnya pun hanya membiarkan golem itu menyerang, ia ingin melihat bagaimana Veliona mengatasi hal itu, saat Veliona akan kembali mengayunkan sabitnya, tiba tiba lengan golem tersebut berpecah dan menjadi duri duri es yang tajam.


Zen yang melihatnya pun sedikit terkejut, karena ia tidak menduga jika hal itu akan terjadi.


"Serangannya berubah?!" Panik Veliona karena duri es tersebut sangat banyak.


Tiba tiba bola kegelapan mengarah ke golem tersebut dan menghantam golem itu.


"Booommm!!!!!)


Duri duri es itu pun musnah akibat bola kegelapan itu yang membuat Veliona kembali terkejut.


Zen yang melihat golem itu terkena bola kegelapan pun menoleh ke langit dan terlihat seorang gadis Iblis yang sedang melayang di udara menggunakan sayapnya.


Gadis itu pun terbang ke arah Zen sembari melambaikan tangannya sembari tersenyum.


Zen yang melihat gadis itu pun tersadar, jika gadis itu adalah Iblis yang pernah ia biarkan pergi karena rasa kasihan, gadis itu adalah Aina.


Gadis itu pun turun tepat di samping Zen dan bertanya "Anu maaf.. Aku belum mengetahui namamu" Ucap gadis itu sedikit malu.


Zen yang mendengarnya pun sedikit kebingungan dan bertanya "Apa kamu kesini hanya untuk itu?" Tanya Zen.


Gadis itu pun sedikit tertawa dan menggaruk kepalanya.


"Lupakan, aku sedang ada urusan" Ucap Zen yang langsung berlari ke arah Veliona meninggalkan gadis itu.


"Eh?!" Gadis itu pun hanya terdiam dan tidak tau harus berbuat apa.


...-Disisi Lain-...


Golem itu pun kembali beregenerasi dan berniat kembali menyerang Veliona.


Veliona yang melihatnya pun sedikit terkejut, dan ia pun melihat Zen yang sedang berlari ke arahnya membawa kedua pedangnya.


Veliona yang melihatnya pun seketika mengingat semua yang pernah Zen lakukan padanya, Zen yang selalu menyelamatkan dan berkorban untuknya yang membuatnya menjadi kesal kepada dirinya sendiri.


"Apa aku akan di selamatkan lagi?!" Kesal Veliona.


Veliona pun menggenggam sabitnya dengan erat dan menatap golem itu dengan tatapan sinis, matanya yang berubah menjadi mata Vampire, Veliona pun tiba tiba menghilang dan kilatan merah pun terlihat menyusuri seluruh tubuh golem itu.


Dan Veliona tiba tiba muncul tepat di depan Zen yang membuat Zen sangat terkejut.


"Reddofurasshu!"


...•...


...レ...


...ッ...


...ド...


...フ...


...ラ...


...ッ...


...シ...


...ュ...


...•...


...(Kilat Merah)...


Tiba tiba seluruh tubuh golem itu pun hancur total yang hanya menyisakan core elemen es itu dan membuat semua orang disana sangat terkejut.


...-Disisi Lain-...


Gadis itu yang melihatnya pun sangat terkejut, karena ia tidak menduga jika perlindungan diri dari core es dapat di kalahkan dengan begitu mudah.


"Tidak mungkin?! Dia sangat cepat sekali?!" Gumam gadis itu sangat terkejut.


Veliona pun perlahan bangun, matanya yang kembali normal, ia pun menoleh ke arah core elemen es itu dan mengucapkan "Apa aku sudah melakukannya dengan baik Zen?" Tanya Veliona dengan nada pelan seakan akan ingin menangis.


Zen pun tersenyum dan berjalan mendekati Veliona, ia pun mengelus kepala Veliona dan mengucapkan "Kamu hebat sekali Veliona" Ucap Zen sembari tersenyum dan berhenti mengelus kepala Veliona, Zen pun berjalan ke arah core elemen es tersebut dan mengambilnya.


Saat ia mengambilnya. Asuka, Siyon, Thira, Elia, Kiguno, Sayu, Verina, Silvia, Rias pun berjalan ke arahnya.


Sayu yang melihat Zen pun langsung berlari ke arahnya dengan cepat dan langsung memeluknya yang membuat Zen sedikit terkejut.


"Kak Zen!!!!" Teriak Sayu sembari menangis.


Zen yang mendengarnya pun seketika teringat dengan gadis yang sering ia temui beberapa tahun yang lalu di alam bawah sadarnya.


"Kak Zen!!! Kak Zen!" Tangis histeris gadis itu sembari memeluk Zen dengan erat, Zen pun hanya mengelus kepala gadis itu dan mengucapkan "Sudah tenang.." Ucap Zen.


...-Disisi Lain-...


Veliona yang melihat Zen dan Sayu pun sedikit tersenyum, tiba tiba seseorang pun memanggil Veliona dan bertanya "Siapa kamu?" Tanya gadis serigala itu sembari memegang dadanya yang sudah terasa lebih baik.


Veliona yang mendengarnya pun menoleh dan memiringkan kepalanya seakan akan kebingungan.


Tiba tiba Aina terbang ke arahnya dan mendarat tepat di depannya sembari mengucapkan "Kamu hebat sekali!..." Kagum Aina.


Aina yang melihatnya pun menjadi sedikit takut dan spontan mengucapkan "Maafkan aku! Aku tidak berniat untuk membuat kejahatan! Mohon jangan salah sangka!!" Panik gadis itu yang langsung memohon di depan Veliona.


Veliona yang mendengarnya pun menjadi kebingungan karena ia baru pertama kali melihat Iblis seperti itu.


"Hm..." Tiba tiba seorang gadis Iblis sudah berada di samping Veliona dan menatap Veliona dengan rasa penasaran.


Aura yang mencekam pun langsung menyebar ke sekitarnya, Zen yang menyadari hawa keberadaan Iblis murni pun langsung bangun dan menoleh ke belakangnya.


"Iblis murni?!" Gumam Zen sedikit panik karena Iblis itu yang sepertinya akan menyerang Veliona.


Sayu yang ikut bangun karena Zen bangun pun menatap Zen, tetapi karena Zen menoleh kebelakang ia pun ikut melihat apa yang Zen lihat dan terkejut saat melihat seorang gadis Iblis yang sedang menatap Veliona.


"Kak Veliona!" Teriak Sayu.


Zen pun langsung bangun dan berniat menyelamatkan Veliona, tetapi saat ia akan mendekati Veliona tiba tiba portal muncul tepat di depannya dan Code pun keluar dari portal itu bersama dengan Lucifer yang membuat Zen terkejut dan kesal.


"Apa ini rencana kalian?!" Kesal Zen menatap Code dan Lucifer dengan tatapan tajam dan mengancam.


Sihir teks api pun muncul tepat di depan Zen yang bertuliskan "Maaf, ini adalah perintah tuan muda, tuan muda ingin melihat kemampuan gadis itu" Zen yang membacanya pun terkejut "Apa kau juga akan mengincarnya Koruga?!" Kesal Zen dalam hatinya.


"Begitulah katanya.." Ucap Lucifer sembari tersenyum menatap Zen.


Zen yang di hadang oleh Code dan Lucifer pun tidak bisa melawan karena perbedaan kekuatan yang luarbiasa.


"Sial! Kenapa hal ini harus terjadi?!" Gumam Zen kesal sembari menggenggam core elemen es di tangan kanannya.


Ia pun baru sadar jika ia sudah memiliki Core elemen es yang baru saja ia dapatkan "Core elemen es alam.." Gumam Zen menatap Core elemen es yang berada di tangannya.


"Wah sepertinya kamu sedang mengumpulkan core alam ya?.." Tanya Lucifer.


Zen yang mendengarnya pun langsung melompat jauh kebelakang dan tepat berhenti di depan Asuka.


"Zen?" Bingung Siyon menatap Zen.


Zen pun menoleh ke arah mereka dan mengucapkan "Apa kalian ingin membantuku?" Tanya Zen.


Mereka yang mendengarnya pun kebingungan, tetapi tidak dengan Asuka, Asuka pun mendekati Zen dan bertanya "Apa yang bisa kami bantu?" Tanya Asuka.


Zen pun menoleh ke arah Code dan Lucifer sembari mengucapkan "Bantu Veliona jika kalian bisa, tapi sebelum itu kalian harus melewati dua Iblis itu dulu" Ucap Zen dengan serius.


Mereka yang mendengarnya pun menatap Code dan Lucifer dan seketika merasakan tekanan yang luarbiasa.


"Hai..." Sapa Lucifer dari kejauhan sembari tersenyum dan melambaikan tangannya.


Seketika mereka semua pun merasakan ketakutan yang luarbiasa karena tekanan yang tidak masuk akal dari mereka berdua.


"Kamu sudah gila Zen?! Kamu memerintahkan kami untuk melawan mereka?!" Panik Siyon, Verina pun ikut ketakutan dan trauma saat melihat Lucifer.


Zen pun tidak memperdulikan mereka dan menatap core elemen es itu yang berkelap kelip seakan akan bereaksi dengan Zen.


"Sial! Aku bingung harus berbuat apa!" Gumam Zen.


...-Disisi Lain-...


"Hm..." Gadis itu pun berjalan mundur sedikit menjauhi Veliona, dan dua gadis yang berada di dekat Veliona.


Veliona pun sedikit ketakutan saat merasakan sambaran aura gadis itu, tetapi ia kembali teringat dengan Ren yang pernah menyerang mereka dan Zen yang kembali melindungi mereka.


"Apa kamu akan kembali bergantung kepadanya?" Ketakutan Veliona pun seketika musnah saat mendengar isi hatinya.


"Tentu saja aku tidak ingin, aku tidak ingin menjadi bebannya lagi!" Gumam Veliona menatap gadis itu dengan tatapan tajam.


Gadis itu pun seketika terkejut saat merasakan aura yang luarbiasa dari Veliona.


"Dia kuat!" Gumam gadis itu menatap Veliona dengan tatapan sinis.


Gadis itu pun mengangkat tangannya dan muncul sebuah tongkat tetapi tongkat tersebut terlihat tajam karena mata tongkat yang lancip seperti tombak dan gadis itu pun langsung menyerang Veliona menggunakan delapan bola kegelapan yang besar.


Veliona yang melihat bola kegelapan mengarah ke dirinya pun menciptakan sabitnya dan mengangkatnya ke atas.


"Akai Surasshu!"


...•...


...赤...


...い...


...ス...


...ラ...


...ッ...


...シ...


...ュ...


...•...


...(Garis Miring Merah)...


Tebasan gelombang merah darah yang besar dan panjang pun mengarah ke delapan bola kegelapan itu dan menghantamnya.


(Boooooooooooooommmm!!!!!!!!)


Ledakan yang besar pun tercipta yang membuat semua orang terkejut.


"He.. Sepertinya gadis itu memang luarbiasa ya.." Ucap Lucifer sembari menoleh kebelakang melihat ledakan itu.


Code pun ikut menoleh dan tiba tiba ayunan pedang langsung mengarah ke lehernya dengan cepat.


(Ting!!!!!)


Tetapi Code dengan santai menahan serangan tersebut menggunakan pedang miliknya yang baru saja ia ciptakan yang membuat Kiguno sangat terkejut.


"Cepat sekali?!" Gumam Kiguno.


"Code, sepertinya dia takdir yang pernah aku ceritakan sebelumnya" Ucap Lucifer dengan santai.


Code yang mendengarnya pun menatap Lucifer dengan tatapan polos seakan akan tidak percaya.


"Eh? Kamu tidak mempercayaiku?!" Tanya Lucifer.


"Kiguno!!" Teriak Elia dari kejauhan, Kiguno yang mendengar teriakan Elia pun langsung melompat menjauhi mereka berdua dan tiba tiba puluhan bola cahaya mengarah ke Lucifer dan Code.


(Boooooomm!!!!!!)


...~Bersambung~...