
"Kalau begitu, mari kita saksikan pertandingan final grup b!!! Tiga!! Dua!!! Satu!! Mulai!!!!"
Siyon pun menatap kakaknya dengan tatapan tajam dan terlihat sangat serius, sedangkan kakaknya terlihat bahagia saat Siyon menatapnya dengan wajah seriusnya.
"Sepertinya kamu tidak ingin kalah ya adik kecilku yang imut.." Gumam Asuka sembari tersenyum dan mengingat dirinya yang menggendong Siyon saat ia masih bayi.
(Ngom!!!)
"Swift!" Siyon dengan cepat menghilang yang hanya menciptakan kilatan kuning di arena.
Para penonton yang melihat Siyon menghilang pun langsung bersorak ria karena Siyon langsung serius saat berhadapan dengan Asuka.
Walau begitu, Asuka terlihat tenang dan tersenyum, tiba tiba Siyon muncul di atas Asuka dan mengayunkan pedangnya.
(Slash!!)
(Ting!!)
"Cepat sekali?!" Gumam Siyon terkejut karena kakaknya yang dengan mudah menahan serangannya, padahal serangannya hanya sedikit lagi akan mengenai kakaknya.
(Sring!..)
Asuka pun melangkah dan menepis pedang Siyon dengan tenang yang membuat Siyon menjadi semakin waspada.
Ia kembali menghilang dan menjauhi kakaknya itu.
"Teknik tebasan kehancuran" Siyon pun mengeluarkan katana miliknya dari sarungnya dan mengayunkannya dengan cepat.
(Slash!!!!)
(Thar!! Thar!!! Thar!!! Thar!!)
Tebasan gelombang petir pun dengan mengarah dengan cepat ke Asuka diiringi oleh sambaran petir yang menjalar.
Asuka pun tersenyum, ia pun mengayunkan pedang miliknya dengan santai, gelombang petir pun muncul dan langsung menghantam gelombang petir milik Siyon yang seketika menciptakan sambaran petir yang cukup besar.
(Tharr!!!!!!)
Sambaran petir itu membuat permukaan arena menjadi gosong, para penonton yang melihat hal itu kembali bersorak ria yang membuat pertandingan semakin meriah.
"Apa aku harus menggunakannya?" Gumam Siyon berniat menggunakan teknik andalannya.
"Siyon, kamu sudah semakin kuat saja.." Ucap Asuka yang membuat Siyon kembali waspada.
"Kamu masih ingat kakak kan?" Tanya Asuka sembari tersenyum.
"Aku sangat mengingat kakak, kakak adalah satu satunya keluarga yang menghargai dan menyayangiku, tidak mungkin aku melupakan kakak" Jelas Siyon serius.
Asuka yang mendengarnya pun tersenyum dan terlihat bahagia, ia pun kembali bertanya "Bagaimana kabarmu Siyon?" Tanya Asuka.
"Aku baik baik saja, bagaimana dengan keadaan kakak sendiri?" Tanya Siyon.
"Kondisi kakak sangat baik.." Ucap Asuka sedikit senang saat Siyon menanyakan keadaannya.
"Maaf kak, bukannya ingin berbicara kasar atau lantang kepada kakak, tapi bisakah kita selesaikan turnamen ini dahulu? jika kakak tidak serius, aku akan memenangkan pertandingan ini" Tegur Siyon menatap kakaknya dengan serius.
"Hah.. Baiklah.. Silahkan.." Sahut Asuka sembari tersenyum menatap Siyon.
"Aku datang kak!" Siyon pun berlari ke Asuka sembari memegang katana miliknya.
"Strike slash!"
(Slash!!)
Siyon mengayunkan katana miliknya dengan kuat dan menciptakan gelombang petir yang begitu besar.
Asuka hanya berdiam diri menunggu gelombang petir Siyon yang datang menghampirinya.
Saat gelombang sihir elemen petir itu sudah dekat dengannya, Asuka pun mengayunkan pedangnya.
"Lightning Miror!"
Asuka pun menebas gelombang petir milik Siyon itu, dan tidak di duga, gelombang petir milik Siyon pun terpantul dan kembali ke padanya dengan sangat cepat.
Siyon yang melihat hal itu pun langsung menerapkan kuda kudanya.
"Tebasan melintang!"
(Slash!!!)
"Thunder Slash!!!"
(Thar!!!!!!)
Gelombang sihir itu pun meledak saat di tebas oleh Siyon dan menciptakan sambaran petir yang kuat tepat di depan Siyon.
Siyon pun terlihat menghilang dari arena, dan tak di duga, Siyon sudah berada tepat di belakang Asuka dan langsung mengayunkan pedangnya.
(Slash!!)
Asuka pun menunduk yang membuat Siyon terkejut, Asuka pun tersenyum dan ia memutar badannya, ia pun menendang Siyon dengan kuat yang membuatnya terpelanting cukup jauh.
"Sial!" Gumam Siyon kesal karena ia lagi lagi gagal.
"Lightning" Asuka mengangkat pedangnya ke atas dan mengayunkannya.
(Slash!!)
(Thar!!! Thar!! Thar!!!! Thar!! Thar!!!! Thar!!!)
Petir pun menyambar beruntun dan menjalar dengan sangat cepat ke arah Siyon.
Kedua sambaran petir itu pun bertabrakan dan menciptakan ledakan dengan daya listrik yang begitu kuat.
(Bom!!!!!!)
Siyon pun terpelanting akibat ledakan yang baru saja terjadi, sedangkan Asuka sendiri terlihat masih santai dan menatap Siyon sembari tersenyum, ia tidak ingin melukai Siyon karena ia sangat menyayanginya.
(Bam! Bom! Bak brak!!)
Siyon pun tergeletak di permukaan yang membuat para penonton terkejut.
(Tst! Tst! Tst!!)
Arena pum terlihat mengeluarkan energi listrik akibat hantaman petir yang baru saja terjadi yang membuat energi listrik menyebar ke seluruh arena.
"Tidak diduga?! Siyon tergeletak di permukaan arena!!" Kejut komentator tersebut.
...-Disisi Lain-...
Ayani yang melihatnya pun menjadi khawatir karena Siyon terlihat sangat kewalahan melawan kakaknya, terlebih lagi elemen mereka sama yang membuat Siyon kesulitan jika kalah dalam pengalaman bertarung dan kekuatan sihirnya.
"Apa Siyon dapat memenang pertandingan ini?.." Tanya Rara khawatir dengan kondisi Siyon yang tidak mendominasi.
"Siyon pasti akan memenangkan pertandingan ini!" Tegas Endo dengan serius yang membuat semuanya terkejut.
Rara pun bangun dari bangku penonton dan berteriak "Semangatlah!!, Siyon!!" Teriak Rara dari bangku penonton.
...-Disisi Lain-...
Siyon yang mendengar teriakan Rara pun perlahan bangun walau tubuhnya yang menjadi kaku akibat hantaman petir kuat barusan.
"Sial! Aku tidak ingin kalah di sini!!" Gumam Siyon kesal.
"Agh!..." Siyon pun memaksakan dirinya untuk berdiri dan ia berhasil.
"Hah.. Hah..." Siyon terlihat kelelahan walau hanya sebentar bertarung melawan kakaknya, bahkan kakaknya saja belum menerima satu serangan darinya.
"Jika aku ragu di sini, tidak mungkin aku dapat mengalahkannya!" Gumam Siyon menatap kakaknya dengan tatapan serius dan dingin.
"C'A Katana!!" Siyon pun menciptakan katana awakening miliknya, katana itu pun muncul di iringi sambaran petir yang menyambar seluruh arena.
Para murid yang melihat Siyon mengeluarkan teknik pamungkasnya pun kembali bersorak ria dan takjub melihat Siyon.
"Kak Asuka! Aku pasti akan mengalahkanmu!!" Teriak Siyon dari kejauhan.
Asuka yang mendengarnya pun menjawab "Jika adikku yang manis sampai seserius ini dan aku tidak menanggapi keseriusannya, aku tidak pantas menjadi seorang kakak..." Ucap Asuka yang perlahan menghilangkan pedang miliknya.
"Aku datang kak Asuka!!!" Teriak Siyon dan menghilang.
Penonton yang takjub melihat Siyon pun kembali bersorak meriah, bahkan anggota guild Eternal Fire yang melihat Siyon pun menyorakinya.
"Maju!!, Siyon!!!!!!!" Teriak Raft, Rara, Endo, Sayu, Ayani, dan Yuuiki.
"The Destructions!!!" Sambaran petir pun bertambah banyak dan menyambar seisi arena dengan kuat.
Siyon pun mengeluarkan katana miliknya dari sarungnya dan mengayunkannya.
"Thunder Strike Slash!!!!"
(Slash!!!!)
Siyon pun mengayunkan katana miliknya sekuat tenaganya dengan sangat cepat.
(Bom!!!!!)
(Swof!!!!)
(Bam!!!!!!)
"Akh!!??!!!!!!" Siyon pun terpelanting dan menabrak dinding Colosseum yang membuat semua orang terkejut.
Suasana pun mendadak hening melihat hal tersebut, dinding colosseum itu pun retak dan Siyon terlihat menempel di dinding tersebut karena ia terpental sangat kuat.
Kabut asap di dalam arena pun perlahan menghilang dan semua penonton yang melihatnya pun sangat terkejut.
Asuka terlihat berubah, ia memiliki cincin berwarna kuning yang melayang di belakangnya terlebih lagi cincin yang berada di belakangnya itu memiliki lambang petir, tidak hanya itu bahkan enam cahaya kuning melayang melingkari cincin itu dan tiga katana dengan tiga sarung yang menyatu dan melayang di bawah cincin itu.
Mata Asuka yang berubah menjadi kuning terang, pakaiannya yang berubah menjadi gaun dan memiliki selendang berwarna kuning yang melingkar di lehernya.
"Tidak mungkin sekali!!!! Asuka dari guild Valkyrie dengan mudah memenangkan pertandingan kali ini!!!" Kejut komentator tersebut yang membuat semua penonton dan fansnya bersorak ria.
"Katakan ini bohong" Ucap Ayani terkejut.
"Tidak mungkin, dia dapat menggagalkan serangan Siyon dengan mudah!?!" Kejut Rio sangat tidak percaya.
"Dia memiliki kekuatan Roh petir Theresa" Jelas Verina yang membuat mereka semua terkejut.
"Dari mana kamu tau itu Verina?" Tanya Silvia.
"Aku pernah bertemu dengan roh agung pada ratusan tahun yang lalu" Jelas Verina yang membuat mereka semua terkejut.
...-Disisi Lain-...
Asuka pun menatap Siyon yang terluka parah akibatnya, beberapa saat sebelum serangan Siyon mengenai dirinya, ia terlebih dahulu menggunakan kekuatannya dan menghantam tubuh Siyon menggunakan tiga sarung katana miliknya yang membuat Siyon terpelanting jauh.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan.. Maafkan aku Siyon.." Ucap Asuka yang perlahan kembali normal dan berjalan keluar arena.
...~Bersambung~...