The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 148 : Time Repetition



...Eps 148 : Time Repetition...


...(Pengulangan Waktu)...


Ice Zen pun membuka matanya, saat ia membuka matanya, ia pun terkejut karena ia yang berada di tempat biasanya ia berada, sedangkan ia jelas jelas mengingat hal yang baru saja terjadi sebelumnya.


...-Disisi Lain-...


Veliona pun membuka matanya dan terkejut karena dirinya yang sedang berada di dalam kereta kuda tepat di saat mereka akan kembali ke akademi Arsenal.


Rio yang melihat Veliona sudah siuman pun terlihat sangat senang dan spontan memanggil namanya "Veliona!" Ucapnya sangat senang.


"Apa yang baru saja terjadi?" Gumam Veliona sangat terkejut.


...-Disisi Lain-...


Terlihat Zen yang sedang tertidur di sebuah rumah pohon yang di ciptakan oleh Silvia dengan kekuatannya, terlihat juga Silvia, Verina, Kiguno, Elia, Eriza, Rias, Aina, Asuka, Thira, dan juga Arisu sedang duduk di area kosong dan berbicara santai sembari menunggu Zen tersadar dari tidurnya.


Saat sedang berbicara santai, terlihat Silvia yang menunjukkan raut wajah sangat khawatir yang membuat mereka semua kebingungan "Kenapa Silvia?" Tanya Verina sedikit khawatir dengan Silvia.


Silvia pun tersadar dan menggelengkan kepalanya sembari mengucapkan "Aku tidak apa apa" ucap Silvia.


"Pasti kamu mengkhawatirkan Zen kan?" Tanya Kiguno.


Silvia pun sedikit terkejut dan hanya bisa menjawab "Kira kira begitulah, Zen terlihat sangat kelelahan, tetapi dia terus memaksakan diri dan akhirnya pingsan di tengah jalan seperti ini" Jawab Silvia.


Ternyata pandangan mereka saat mengejar Zen saat Zen akan ke timur, mereka melihat Zen yang tiba tiba pingsan di tengah jalan, sedangkan kenyataan yang mereka alami sebenarnya sangat berbeda, semua terjadi karena efek pengulangan waktu milik Valine yang menyebabkan semuanya kehilangan ingatan mereka, terkecuali beberapa orang yang mengingat jelas hal itu seperti Veliona.


Walau begitu, teknik darah milik Valine menguras seluruh mananya yang menyebabkan ia harus pingsan di dalam penjara bawah tanah di dalam dungeon barat.


...-Disisi Lain-...


Koruga pun membuka matanya dan sedikit terkejut karena waktu yang kembali terulang, ia sangat terkejut karena hal itu mengingatkannya pada ratusan tahun yang lalu di saat ia menghancurkan negara Vampire.


"Sepertinya gadis itu masih idup ya" Gumam Koruga.


"Koruga?" Tanya Lucifer sangat kebingungan melihat ekspresi Koruga yang seakan akan sangat terkejut.


"Aku tidak apa apa" Jelas Koruga.


"Sepertinya waktu kembali terulang" Ucap Koruga yang membuat Lucifer terkejut.


"Waktu yang kembali terulang?" Tanya Lucifer.


"Iya, waktu kembali terulang, seharusnya kita sedang perang habis habisan melawan sosok misterius waktu itu" Jelas seorang gadis yang tiba tiba muncul dari belakang Lucifer.


Gadis itu adalah Torita, Koruga terlihat sangat terkejut karena Torita yang sudah bangkit, seharusnya Torita belum bangkit karena Zen yang bahkan belum bertemu dengan penghianat bawahan leluhur Iblis, yakni Akira.


"Bagaimana bisa kamu sudah bangkit?" Tanya Koruga.


Torita pun menjawab "Kamu pikir aku tidak ahli dalam waktu?" Tanya Torita dengan dingin ke Koruga.


Koruga pun akhirnya sadar, Torita adalah sosok Iblis yang dapat mengendalikan waktu dan dimensi sekalipun, tetapi ia hanya dapat kembali ke masa masa tertentu tetapi tidak dapat mengatur waktu dunia, walau begitu, saat ia berhasil menghindari pengulangan waktu, di situ juga terjadi lah perpecahan waktu yang membuat semua bawahan Koruga tidak mengenal Akira dan 9 Iblis lainnya yang seharusnya adalah bawahan Koruga.


"Torita?!" Kejut Lucifer saat melihat Torita yang sudah berada di dekatnya.


...-Disisi Lain-...


Zen pun akhirnya tersadar dari tidurnya, saat ia akan terbangun dari tidurnya, seketika ia mengingat semua kejadian sebelumnya, tepat saat saat ia gagal menyelamatkan Veliona.


Zen pun membuka matanya, Kiguno yang menyadarinya pun langsung bangun dan berjalan ke arah Zen.


"Hoi, Zen sudah sadar!" Ucap Kiguno sedikit terkejut, karena ia melihat Zen yang seperti merasa sangat frustasi karena tatapannya yang begitu kosong.


"Zen!!" Silvia pun terlihat sangat khawatir, tetapi ia juga sangat kebingungan karena Zen yang tiba tiba berubah drastis.


...-Disisi Lain-...


Veliona pun terlihat begitu kebingungan, tetapi ia mengingat jelas apa yang terjadi.


"Veliona? Apa kamu baik baik saja?" Tanya Yuuiki.


Saat Yuuiki bertanya, Veliona seketika mendengar suara yang terlintas sangat jelas di telinganya "Aku mohon! Tolong selamatkan aku di penjara bawah tanah dungeon!!" bersamaan dengan ia melihat dungeon yang berada di barat dari dalam ingatannya.


Veliona pun sangat terkejut, karena ia padahal belum pernah sama sekali melihat dungeon, ternyata dungeon adalah sebuah bangunan yang sangat besar seperti menara, tetapi terus meninggi ke langit yang tak terlihat batasannya.


"Pergi ke barat!!" Perintah Veliona, ucapan mendadaknya itu membuat mereka semua terkejut karena ucapan Veliona yang begitu mendadak dan membingungkan.


"Apa maksudmu Veliona??" Tanya Rara kebingungan.


"Kita harus ke dungeon barat! Segera! Ada seseorang yang sedang menunggu ku di sana!" Jelas Veliona sedikit kesal.


"Ta, tapi kita baru saja akan kembali ke akademi dan beristirahat" Ucap Endo.


"Harus kesana! Aku harus segera kesana!" Tegas Veliona.


"Anu.. Kalau boleh tau kenapa kamu harus kesana Veliona?" Tanya Yuuiki.


"Dia membutuhkan pertolongan! Aku harus menolongnya!!" Ucap Veliona kekeh untuk pergi ke dungeon barat.


"Kita tidak bisa pergi begitu saja, kami juga sangat kelelahan Veliona, kita baru saja pulang dari akademi Water Dragon loh" Jelas Endo membantah Veliona.


Veliona pun terlihat begitu kesal, ia merasa sangat sakit di dadanya saat mengingat Zen yang mengamuk saat itu.


Semua tatapan aneh pun menuju ke Veliona, mereka semua merasa Veliona sangat aneh berbeda dari yang sebelumnya.


Tetapi berbeda dengan Siyon, Siyon merasa ada yang aneh dan janggal, karena ia cukup mengenali sifat Veliona, Veliona bukanlah orang aneh yang akan panik tanpa hal yang jelas.


Siyon pun bangun dan mengucapkan "Kita akan ke dungeon barat setelah pulang ke akademi, pasti Veliona punya alasan yang jelas untuk pergi kesana" Pinta Siyon.


Rio yang mendengarnya pun tidak setuju dan mengucapkan "Kenapa harus begitu? Bukannya kita juga kelelahan, Veliona pasti hanya kelelahan menghadapi turnamen saat itu, kita harus kembali dan beristirahat, Veliona juga masih membutuhkan waktu untuk istirahatnya" Ucap tegas Rio.


Seketika padangan Rara pun terpalingkan dari Siyon, ia pun sedikit terkejut melihat Rio yang begitu tegas karena Rio yang terlihat mementingkan kondisi teman temannya.


"Terlebih pula kita belum tau apa saja yang ada di dalam dungeon, bisa saja kita terperangkap oleh jebakan di sana" Jelas Rio.


"Dungeon adalah tempat tinggal para monster, tidak mungkin monster dapat membuat jebakan" Jelas Siyon membantah Rio.


"Aku juga tau itu, tapi bagaimana jika ada seseorang yang sengaja memasang jebakan disana?, lagi pula jika memang ingin ke dungeon kita bisa lakukan di lain hari bukan?"


Veliona yang mendengarnya pun sedikit kesal, ia merasa itu hanya akan membuang waktu, karena ia tau kapan hal tersebut akan kembali terjadi.


Tetapi tiba tiba suasana menjadi suram saat Siyon mengucapkan "Apa ada masalah?." Ucap dingin Siyon di iringi listrik kuning yang perlahan mengalir di sekitar tubuhnya.


"Gh!.." Rio pun seketika terdiam tak berkata kata saat melihat Siyon yang begitu menyeramkan.


Semua orang seketika ketakutan saat melihat Siyon yang menjadi emosian, Siyon yang memahami posisinya pun kembali mengucapkan "Aku akan pergi dengan Veliona ke dungeon barat, bagaimanapun aku akan ikut dengannya, jika tidak sama saja, dia akan tetap pergi sendirian, jika dia pergi sendirian kita tidak akan tau kondisi Veliona selanjutnya bagaimana, dan terlebih lagi, aku tidak mau seseorang mendendam kepadaku" Ucap Siyon sembari mengingat Zen.


...-Disisi Lain-...


Terlihat Zen yang sedang duduk dengan tatapan kosong di depan teman temannya, walau sudah di panggil berkali kali, Zen tetap tidak merespon sedikitpun, terlihat ia benar benar putus asa karena hal yang terjadi sebelumnya, ia berfikir jika sekarang Veliona sudah tidak ada lagi di dunia.


...~Bersambung~...