
Seminggu pun berlalu semenjak masuknya Rias di akademi Arsenal
Zen pun menciptakan salju di alam bawah sadarnya, Sayu yang melihat Zen menciptakan salju pun kagum dan mereka pun bermain bersama, mereka pun membuat boneka salju yang cukup besar
"Huh.. sudah selesai" Ucap Zen sedikit kelelahan
"Keren kak" Kagum Sayu
"Ayo kita istirahat dulu Sayu" Ajak Zen
"Baik kak" Ujar Sayu sambil tersenyum
Mereka yang sedang beristirahat pun sambil menikmati hangatnya air didalam kolam pemandian
"Kak Zen, apakah aku bisa menggunakan sihir seperti kakak?" Tanya Sayu
"Bisa kok, jika Sayu ingin menggunakan sihir, kita pertama tama harus mengetahui elemen yang Sayu miliki, apa Sayu ingin mencobanya?" Tanya Zen
"Aku ingin mencobanya kak!.. tetapi bagaimana caraku untuk mengetahui elemen yang aku miliki?" Tanya Sayu
Zen pun sedikit kebingungan dan berusaha memikirkan cara untuk mengetahui elemen yang Sayu miliki
"Sayu coba kesini" Ucap Zen
Sayu pun mendekati Zen, Zen pun memegang kepala Sayu dan menutup matanya Zen mencoba untuk mengecek elemen apa yang Sayu miliki, tetapi tidak seperti dugaannya, ia merasakan elemen sihir di dalam diri Sayu
"Sayu, kamu anak dari keluarga miskin?" Tanya Zen
"Tidak kak, aku terlahir dari keluarga kerajaan" Jawab Sayu
Zen pun merasa aneh, karena ia tidak merasakan energi sihir di dalam diri Sayu, seketika Zen pun mengingat kertas tes miliknya
"Di dalam kertas tes elemen ku juga tidak di ketahui, apa maksudnya ini?" Gumam Zen kebingungan
"Kak Zen??" Ucap Sayu kebingungan melihat Zen yang terus melamun
"Kak???" Ucap Sayu sambil sedikit memukul tangan Zen yang membuat Zen sadar
"Eh maaf" Ujar Zen
Zen pun berdiri dan mengajak Sayu untuk bersiap siap, Sayu pun kebingungan tetapi ia hanya menuruti Zen dan keluar dari Kolam
Beberapa saat kemudian, Zen pun menciptakan sebuah ruangan latihan yang cukup besar Sayu pun kagum dengan Zen dan bertanya kepadanya "Apa kakak tidak kelelahan terus menguras energi sihir kakak?"
Zen pun kebingungan dan ia baru sadar, ia sama sekali tidak menggunakan energi sihir untuk menciptakan sesuatu
"Emangnya Sayuu menciptakan bunga kemarin menggunakan energi sihir?" Tanya Zen
"Iya kak" Jawab Sayu
Zen pun menyadari kenapa energi sihirnya tidak terkuras sedikitpun karena ia berada di alam bawah sadarnya sendiri
Ruangan latihan yang Zen ciptakan pun sudah sempurna dan Sayu yang penasaran dengan isinya langsung memasukinya, Zen yang melihatnya pun hanya membiarkan Sayu dan tidak menghalanginya sama sekali
"Luas sekali kak!.." Kagum Sayu
"Baiklah, kita akan memulai latihan kita" Ucap Zen yang membuat Sayu sedikit kebingungan
"Latihan??" Bingung Sayu
"Iya" Ucap Zen
Zen pun mendekati Sayu dan menyuruhnya untuk tutup mata, Sayu pun hanya menurutiny
"Sekarang fokuslah dan rasakan sihir di dalam diri Sayu" Ucap Zen
Sayu yang tidak begitu mengerti pun mengikuti ucapan Zen dan berusaha mencari energi sihirnya
Beberapa saat kemudian Sayu pun membuka matanya dan mengucapkan "Aku tidak merasakan apa apa kak" Ucap Sayu sedikit mengeluh
Zen pun mengelus kepala Sayu dan mengucapkan "Jangan menyerah, kamu ingin menggunakan sihir kan?" Ucap Zen sambil tersenyum
Sayu pun kembali bersemangat dan kembali menutup matanya
Lima belas menit pun berlalu dan tiba tiba Sayu mengucapkan "Kak, aku merasakannya!" Ucap Sayu
"Bagus, sekarang coba ikuti aliran energi tersebut" Ucap Zen
Sayu pun mengikuti arahan Zen, dan ia pun berhasil menemukan inti dari energi sihirnya "Aku menemukannya kak" Ucap Sayu sedikit bahagia
"Bagus, sekarang raihlah energi sihir itu" Ucap Zen
Sayu pun meraih energi sihir tersebut dan tiba tiba Zen pun mulai merasakan energi sihir Sayu yang mulai muncul, Sayu yang membuka matanya karena merasakan energi sihir yang mengalir pada dirinya
"Apa ini kak?" Bingung Sayu
"Sayu pasti merasakan sesuatu, dan itu adalah energi sihir yang mengalir di dalam tubuh Sayu" Jelas Zen
"Coba sekarang kamu tutup mata dan bayangkan elemen yang kamu sukai, dan coba ciptakan elemen sihir menggunakan energi sihir yang Sayu miliki, semakin banyak Sayu menggunakan energi sihir, semakin kuat juga elemen sihir yang Sayu ciptakan" Ucap Zen
Sayu pun membayangkan elemen kesukaannya yang berupa air dan angin mencoba untuk menciptakan sebuah angin, Sayu mengangkat tangannya ke atas dan Zen pun mulai merasakan angin sepoi sepoi di dalam ruangan latihan
"Hebat sekali Sayu, kamu berhasil menggunakan sihir" Ucap Zen memuji Sayu
"Benarkah kak?" Tanya Sayu sambil menatap mata Zen dengan serius
"Iya benar" Ucap Zen
Tiba tiba Zen pun merasa kan suatu energi sihir yang sangat kuat dan sangat tidak masuk akal
"Sayu, kamu tunggu di sini" Ucap Zen sambil meninggalkan Sayu, Sayu yang mendengarkan ucapan Zen hanya menurutinya dan kembali bermain menggunakan energi sihirnya
Zen pun keluar dari ruangan dan mencari asal dari energi sihir yang sangat kuat dan sangat tidak masuk akal tersebut
Zen pun terus berlari melewati hutan kecil ciptaan Sayu yang ada di alam bawah sadarnya
Setelah melewati hutan Zen pun melihat suatu tempat yang sangat berbeda dengan alam bawah sadarnya, tempat tersebut seperti neraka yang terdapat banyak api
Zen pun kebingungan, padahal ia tidak menciptakan tempat seperti itu
"Apa yang terjadi?" Bingung Zen sambil melihat ke arah tempat tersebut
Zen pun memutuskan untuk pergi ke sana
...-Time skip-...
Setelah lama berjalan, Zen pun akhirnya sampai di tempat tersebut dan ternyata tempat tersebut di batasi dengan dinding sihir yang kuat
"Sepertinya aku tidak bisa melewatinya" Ucap Zen sambil mencoba melewati dinding sihir tersebut, Zen pun kaget karena tangannya dapat menembus dinding sihir yang kuat tersebut dengan sangat mudah
Zen yang penasaran pun melewati perbatasan tersebut dan menjelajahi tempat tersebut yang sangat luas, saat sedang berjalan Zen pun merasa ada sesuatu yang sedang mengikutinya dari belakang dan ia pun menoleh
"Gr!!.." Zen pun seketika kaget dan tak percaya melihat apa yang ia lihat
"Apa apaan ini?!, kenapa bisa ada Cerberus di sini!?!" Gumam Zen panik
Zen pun seketika mengingat cerita ayahnya, ayahnya pernah menceritakan sebuah kisah perperangan antara Pahlawan melawan Leluhur Iblis yang memiliki hewan peliharaan berupa anjing neraka
"Apa yang sebenarnya terjadi!!?" Gumam Zen dan merasa sangat panik
Cerberus pun berniat mencakar Zen tetapi tiba tiba ada suara seseorang yang menyuruh Cerberus untuk berhenti
Zen yang awalnya panik pun seketika kebingungan karena Cerberus seketika berhenti saat mendengar perintah dari orang misterius
"Dari mana suara itu berasal?!" Gumam Zen kebingungan
Zen pun menyadari asal energi tidak masuk akal tersebut berasal dari suara seseorang yang berada di atas tubuh Cerberus. Tiba tiba seseorang pun muncul di atas kepala Cerberus
"Manusia ternyata" Gumamnya
Cerberus pun menundukkan kepalanya yang membuat Zen seketika panik
"Siapa dia?!" Gumam Zen
Tiba tiba laki laki tersebut pun mengucapkan "Namaku Koruga, aku adalah leluhur dari para Iblis, kamu sendiri siapa bocah?"
Zen pun seketika kaget, panik dan kebingungan
"Dia bisa membaca pikiranku?!, tapi bagaimana!?" Gumam Zen kebingungan
"Aku bisa membaca pikiranmu dengan sangat mudah karena rasa ketakutanmu yang sangat kuat" Jelas Koruga
"Tch. dia hanya bocah lemah, bahkan dia tidak memiliki energi sihir sedikitpun, aku tidak dapat merasakan energi sihir dari dalam dirinya" Gumam Koruga
"Soul reaper" Tiba tiba sebuah portal pun muncul dan keluar sesosok malaikat pencabut nyawa dari dalam portal
"Malaikat pencabut nyawa!?!" Gumam Zen panik dan tidak percaya dengan semua yang ia lihat sekarang
Seketika malaikat tersebut pun menyerang Zen dengan sabitnya, Zen dengan refleknya pun menciptakan dua pedang sekaligus dan berhasil menangkis serangan malaikat pencabut nyawa tersebut
"Serangannya berat sekali!!!" Gumam Zen dalam hatinya
Koruga pun sedikit kaget dan mengingat masa lalunya saat perperangan melawan pahlawan, ada seseorang yang mampu menggunakan dua pedang sekaligus
"Sepertinya dia adalah reinkarnasi dari Haruto" Gumam Koruga
"Berhenti" Perintah Koruga, seketika malaikat tersebut pun berhenti dan kembali masuk ke dalam portal, Koruga pun berjalan mendekati Zen sambil mengucapkan "Mari kita bermain sejenak" Ucapnya dari kejauhan
Zen pun kebingungan dengan ucapan Koruga, tiba tiba Koruga pun muncul di depan Zen dan memukulnya, beruntung Zen dengan reflek yang cepat dapat menangkis serangan tersebut tetapi ia harus terpental sangat jauh
"Agh!... Kekuatan macam apa itu?!!" Gumam Zen kebingungan
Koruga pun kembali muncul dan menendang Zen hingga membuat Zen terpental keluar dari tempat tersebut
"Agh!!!" Walau sudah melewati dinding sihir tersebut, Zen masih terpental sangat jauh
"Dia bisa masuk kesini dengan mudah, dia bisa menciptakan senjata padahal ia tidak memiliki energi sihir, dan juga refleknya sangat cepat" Gumam Koruga
"Sepertinya dia akan menjadi lawan yang menyenangkan suatu hari nanti!" Gumam Koruga sambil tersenyum
...-Disisi lain-...
Sayu yang kebingungan kenapa Zen tidak kunjung kembali pun keluar ruangan dan mencoba mencarinya, saat ia keluar tiba tiba
(Bom!!!!!)
Sayu pun kaget melihat Zen yang terpelanting dari kejauhan hingga menabrak bangunan yang ia buat sendiri
"Kak Zen!!!" Teriak Sayu sangat panik
...~Bersambung~...