The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 22 : The New Student



Pagi hari pun tiba, Zen pun terbangun dari tidurnya saat terbangun ia pun merasa aneh


"Kenapa tubuhku berat sekali" Gumam Zen kebingungan


Tiba tiba Zen pun merasa ada sesuatu di tangannya, ia pun melihat tangannya dan ternyata ada rambut yang sangat panjang, ia pun kaget karena Veliona yang tertidur tepat di atas tubuhnya


"Situasi macam apa lagi ini?!, Huh.." Pasrah Zen dalam hatinya


Zen pun berusaha untuk menyingkir dan membiarkan Veliona tidur di kasurnya, tetapi saat ia bergerak Veliona pun terbangun


"Mmm.." Veliona yang tersadar dari tidurnya pun merasa aneh dan ia pun melihat Zen yang sedang menatapnya


"Sela..mat pa..gi" Ucap Zen patah patah


Veliona pun melihat kancing pakaiannya yang sedikit terbuka


(Blush)


Veliona pun merasa sangat malu


"Lupakan.." Ucap Veliona tersipu malu


"Lupakan apa" Tanya Zen


(Blush)


"C'Scyte"


"Eh?!" Zen pun panik melihat Veliona yang tiba tiba mengeluarkan senjatanya


"Lupakan apa yang terjadi!.." Seru Veliona sambil menahan rasa malunya


"Em... aku tidak menger-"


(Slash!!)


"Ti!!!" Veliona pun menebas Zen tetapi Zen dapat menghindarinya sayangnya Zen harus kehilangan kasur miliknya


"Hei hei Veliona, tenangkan dirimu" Ucap Zen


Veliona pun tersadar dan melihat kasur Zen yang telah ia rusak


"Maafkan aku Zen!..." Ucap Veliona sambil menundukkan kepalanya


"Engga apa apa, lagian aku juga sudah berencana untuk mengganti kasurku" Ucap Zen membohongi Veliona


Zen pun menarik tangan Veliona yang membuatnya sedikit kaget


"Kenapa Zen?" Tanya Veliona


Zen pun meratapi luka bakar di tangan Veliona dan bertanya kepadanya


"Kenapa luka bakarmu tidak di sembuhkan?"


"Banyak hal yang terjadi" Ucap Veliona


"Jawab aku Veliona" Ujar Zen


Veliona pun menjawab pertanyaan Zen


"Luka bakar ini tidak bisa sembuh, bahkan Pemimpin akademi pun telah mencoba untuk menyembuhkannya tetapi tidak bisa" Jelas Veliona


Zen pun sedikit kaget mendengarnya dan merasa bersalah


"Maafkan aku Veliona" Ucap Zen


"Engga apa apa, aku baik baik saja kok" Ucap Veliona sembari tersenyum


Zen yang merasa bersalah pun mencoba untuk menyembuhkan Veliona


"Healing"


Dan benar, luka bakar Veliona tidak menghilang sedikitpun, Zen pun merasa sangat kesal kepada dirinya yang telah menyakiti Veliona, tiba tiba Veliona pun memeluk Zen dan mengatakan "Tidak apa apa, aku tidak apa apa kok tenang aja" Ucap Veliona


Zen pun seketika menjadi tenang, dan ia pun mengingat sesuatu, Zen pun melepas pelukan Veliona yang membuat Veliona kebingungan, Zen pun menutup matanya


Beberapa saat kemudian, mata dan rambutnya pun mulai berubah yang membuat Veliona sedikit kaget karena takut Zen akan kehilangan jati dirinya lagi


"Baiklah" Ucap Zen, Veliona yang mendengar ucapan Zen pun seketika kebingungan dan bertanya "Apa kamu baik baik saja Zen?" Tanya Veliona


Zen pun menjawab sambil tersenyum "Ya, aku tidak apa apa, aku akan menyembuhkanmu" Veliona yang mendengar ucapan Zen pun sedikit kebingungan, bagaimana cara Zen menyembuhkan dirinya


"Healing"


Luka bakar Veliona pun tetap sama dan tidak sembuh sedikit pun tetapi Zen masih memiliki ide dan mengucapkan sesuatu kepada Veliona


"Bisakah kamu menahan sedikit sakit Veliona?" Tanya Zen


Veliona pun menganggukkan kepalanya dan Zen pun memulai aksinya


"Fire-" Zen pun kembali membakar luka bakar di tangan Veliona


"Sakit!.." Gumam Veliona


"Healing" Perlahan lahan, luka bakar di tangan Veliona pun mulai sembuh yang membuatnya kaget serta kebingungan


"Bagaimana bisa?" Tanya Veliona


"Aku hanya kembali membakar luka bakar di tanganmu, lalu aku pun menggabungkan sihir api dan sihir penyembuh gabungan kedua sihir itu mampu menghapus bekas luka dan menyembuhkan luka yang cukup parah" Jelas Zen


"Bukan itu!" Ucap Veliona


Zen pun menjadi kebingungan dengan ucapan Veliona


"Bagaimana bisa kamu menggabungkan dua sihir yang berbeda?, menggabungkan atau menciptakan sihir baru memerlukan energi sihir yang sangat kuat" Jelas Veliona


Zen pun terdiam dan bertanya kepada Veliona


"Jika aku menceritakannya apa kamu dapat menjaga rahasia ini untukku?" Tanya Zen


Veliona pun menganggukkan kepalanya dan Zen menceritakan semua kejadiannya, awal dia bertemu dengan Liana


...-Time skip-...


Veliona yang memahami situasinya pun terdiam sejenak


"Hmm Baiklah, aku mengerti, jadi intinya itu adalah kekuatan yang tersembunyi di dalam dirimu" Ucap Veliona


"Baiklah ayo kita bersiap siap untuk memasuki kelas" Ucap Veliona


"Baik" Jawab Zen


Mereka berdua pun mandi di ruangan masing masing dan bersiap untuk berangkat ke kelas bersama sama


Sesampainya di kelas mereka pun duduk di tempat mereka biasanya,


"Yo Zen" Sapa Siyon


"Yo" Balas Zen


"Apa kamu baik baik saja?" Tanya Siyon


"Aku baik baik saja"


Saat mereka sedang mengobrol tiba tiba Rangga sensei pun memasuki kelas sambil membawa kertas yang cukup banyak


Para murid pun kebingungan melihat Rangga sensei yang membawa banyak kertas tersebut


"Baiklah ini adalah hari terakhir kita" Ucap Rangga sensei


"Apa maksud sensei?" Bingung para murid


"Kalian akan naik ke kelas dua!" Ucap Rangga sensei


Para murid pun bersorak gembira karena mereka naik ke kelas dua


...*Informasi*...


[Kenaikan kelas di hitung dari nilai kemampuan dan kepantasan para murid kelas sebelumnya, jika sudah memenuhi syarat, mereka akan di naikkan ke kelas yang lebih tinggi dan mendapatkan pelajaran serta pengalaman yang lebih dari kelas sebelumnya]


Rangga sensei pun membagikan kertas nilai yang berisi nilai kemampuan dan kepintaran seseorang


Zen pun mendapatkan kertasnya dan sedikit kaget melihat nilai miliknya, Siyon yang penasaran pun melihat kertas nilai milik Zen dan mencoba untuk merebut kertas milik Zen


Zen yang menyadari keberadaan Siyon pun menghindar


"Sial dia mengetahui keberadaanku" Gumam Siyon


Raft pun mencoba untuk menangkap Zen dari belakang tetapi Zen lagi lagi berhasil menghindar


"Sepertinya akan terjadi sesuatu yang menyenangkan ya" Ucap Rara


"Sepertinya begitu" Ujar Yuuiki


Siyon, Yuuiki, Raft, Rara, Fallen, dan Ryel pun menatap Zen dengan senyuman


"Sepertinya aku dalam bahaya" Gumam Zen


"Ayo Zen berikan kami kertasnya!" Ucap Rio sambil menyambar Zen dari belakang


Zen pun lagi lagi berhasil menghindar dan langsung lari keluar


"Hei jangan lari Zen!" Teriak Siyon


"Swift" Siyon pun dengan cepat mengejar Zen


(Swof!)


Zen pun kaget karena kertas nilainya mendadak menghilang dan ternyata Siyon berhasil merebutnya


"Aku mendapatkannya teman teman!" Teriak Siyon


"Bagus Siyon, bawa kesini!.." Teriak Rara dari kejauhan


Zen pun tidak tinggal diam dan berusaha untuk merebut kertas nilainya kembali


"Water ball" Zen pun melempar bola air ke arah Siyon, Siyon yang fokusnya masih tertuju kepada Yuuiki dan yang lainnya pun terkena bola air milik Zen tepat di wajahnya yang membuat fokus nya menghilang


"Aduh!" Siyon pun tidak sengaja menjatuhkan kertas nilai milik Zen


Zen pun langsung mengambil kesempatan itu dan mengambil kertas nilai miliknya


"Swift!" Zen pun berlari dengan cepat meninggalkan Siyon


"Hei Zen kembalikan!.." Teriak Siyon


"Swift!!" Siyon pun meningkatkan kemampuannya dan bergerak dengan sangat cepat sehingga menciptakan bekas aliran listrik di permukaan


Zen pun akhirnya keluar dari lorong kelas, tiba tiba Siyon pun menyambar Zen dari belakang, Zen pun dengan refleknya langsung menghindar


"Berikan kepadaku Zen!.." Ucap Siyon


"Rebut saja kalau bisa" Ucap Zen


Mereka berdua pun bergerak dengan sangat cepat, Siyon yang terus menyambar kertas milik Zen dan Zen yang selalu menghindarinya


...-Disisi lain-...


Yuuiki dan yang lainnya pun akhirnya keluar dari lorong dan sedikit kaget melihat Siyon dan Zen yang bergerak dengan sangat cepat


"Kalau begini bagaimana cara kita mendapatkan kertasnya?" Bingung Yuuiki


"Aku punya ide" Ryel pun memberi tau idenya kepada teman temannya


Beberapa saat kemudian Siyon dan Zen pun berhenti karena kelelahan di saat yang bersamaan juga Rio mengunci pergerakan Zen


"Agh.. sial aku lengah, huh.. Tapi sudahlah" Gumam Zen


Yuuiki pun mengambil kertas milik Zen dan melihatnya bersama Siyon dan yang lainnya


"Nilainya bagus sekali!!" Ucap Rara kagum


"Semuanya B+, bagaimana bisa?" Kagum Rio


"Huh..." Zen pun hanya pasrah dengan situasi


Tiba tiba Rias pun muncul menggunakan baju akademi di hadapan mereka, Ayani pun kaget melihat Rias yang menggunakan baju akademi


"Apa kamu akan bersekolah di akademi ini Rias?" Tanya Ayani


Rias pun hanya tersenyum


...~Bersambung~...