The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 98 : Fear and Warmth



Silvia pun menciptakan busurnya dan perlahan pakaian dan matanya pun kembali berubah.


"Calveria!!" Silvia pun langsung membidik Lucifer dan menembaknya.


(Swof!!!)


"Ups" Lucifer pun menghindari anak panah milik Silvia dengan santai.


Tiba tiba akar pohon muncul dan mengikat Lucifer, Lucifer pun sedikit terkejut dan tersenyum.


(Swof!! Swof!! Swof!!!)


Tiga anak panah langsung mengarah ke Luficer dengan sangat cepat, tetapi Lucifer masih tetap tenang dan mengucapkan "Hebat sekali!!" Kagum Lucifer.


(Boom!!!!)


Ledakan besar pun tercipta yang membuat Silvia berfikir jika ia berhasil melukai Lucifer.


"Bagus, aku rasa aku bisa mengalahkannya!" Gumam Silvia.


Tiba tiba Silvia terkejut saat merasakan aura Lucifer yang ternyata sudah berada di belakangnya.


"Wahh hebat sekalii!..." Ucap Lucifer sembari bertepuk tangan.


"Tidak mungkin?!" Gumam Silvia sangat terkejut dan kebingungan.


"Hei.. Sebaiknya jangan melamun!.. Bahaya sedang menghampirimu!!" Teriak Lucifer dari kejauhan.


Silvia yang mendengarnya pun menoleh ke kiri dan kanan, tetapi ia tidak melihat apapun, Silvia pun melihat ke atas dan sangat terkejut saat melihat bola cahaya yang sangat besar jatuh ke bawah dengan cepat seperti meteor.


"Calveria Protection!!!" Silvia pun menciptakan pohon beringin yang melindungi dirinya dari bola cahaya itu, tetapi sihir tersebut terlalu banyak menguras energi milik Silvia yang membuatnya memuntahkan darah yang cukup banyak dari mulutnya.


"Uhk! uhk!!" Silvia pun terduduk lemas, saat ia lengah, Lucifer muncul tepat di belakangnya dan langsung menendangnya dengan sangat kuat.


"Akhh?!!!" Silvia pun terpelanting sangat jauh akibat tendangan Lucifer dan ia hampir terjatuh ke dalam jurang, beruntungnya Silvia masih dapat menahan dirinya yang membuat ia bergelantungan di pinggir jurang itu.


"Uhk!!" Silvia kembali memuntahkan darah dari mulutnya bersamaan dengan penglihatannya yang mulai memburam.


"Sakit sekali!" Gumam Silvia sembari berusaha menahan rasa sakitnya.


"Aku tidak kuat!.." Gumam Silvia pasrah dengan keadaannya.


Tiba tiba Lucifer muncul tepat di atasnya dan menarik tangannya.


"Ayo dong lebih semangat!..." Ucap Lucifer kegirangan sembari menyerang Silvia menggunakan bola kegelapan tepat di bagian perutnya.


"Ahkh!!!" Silvia kembali terpelanting jauh dan tubuhnya terluka parah akibat serangan Lucifer barusan.


"Ah!!!!!!!" Perlahan luka di tubuh Silvia terus menjalar ke seluruh tubuhnya.


Silvia yang tak mampu menahan rasa sakitnya pun menjadi sangat ketakutan dengan Lucifer, ia pun sampai menangis saat merasakan rasa sakit yang tidak masuk akal dari serangan Lucifer sebelumnya.


"Hei Luci, jangan bunuh dia" Telepati Koruga dari kejauhan yang dari tadi menonton pertarungan Lucifer.


"Ah.. Maaf Koruga.. aku kesenangan sampai sampai aku lupa ehehee" Ucap Lucifer sembari menggaruk kepalanya.


"Hah..." Koruga yang mendengar penjelasan Lucifer pun sedikit mengeluh.


...-Disisi Lain-...


Zen pun terlihat sedang duduk bersemedi di dalam kegelapan, perlahan percikan api pun muncul di permukaan tepat di bawah Zen, ternyata Zen dari tadi sedang memfokuskan inti sihir yang api yang berada di dalam dirinya untuk ia gabungkan dengan inti sihir miliknya.


Kedua inti sihir itu terlihat saling tarik menarik, tetapi karena kekuatan inti sihir tersebut sangat besar, Zen memerlukan waktu untuk terus memfokuskan kedua inti sihir itu.


Beberapa saat kemudian, terlihat inti sihir api tersebut menjauh dari inti sihir milik Zen yang membuat Zen kebingungan dan tiba tiba sebuah cahaya biru keluar dari inti sihir milik Zen dan masuk ke dalam inti sihir api itu, dan tiba tiba area sekitar Zen pun terbakar yang membuat Zen sedikit terkejut saat merasakan kekuatan barunya tersebut.


"Hangat sekali!" Gumam Zen.


"Apa aku melupakan sesuatu?" Bingung Zen dalam hatinya.


"Sebaiknya aku keluar dari sini, jika tidak Silvia akan khawatir denganku" Ucap Zen dalam hatinya sembari menutup matanya.


Zen pun memfokuskan dirinya untuk bangun dari tidurnya, tetapi ia memiliki beberapa kendala karena ia terus melihat kilasan ingatan aneh yang terus melintas di pikirannya.


Zen melihat sesosok pria dengan tulang yang keluar dari tubuhnya yang berbentuk sayap, melihat banyak orang tewas, melihat seorang gadis yang terikat di dalam dunia bawah dan kilasan ingatan aneh lainnya.


...-Disisi Lain-...


Silvia terluka sangat parah akibat serangan Lucifer barusan yang membuatnya ketakutan dan tidak tau harus berbuat apa, lawan yang ia hadapi terlalu kuat dan juga ia menguras energi kehidupannya demi menggunakan kekuatan hutan agung yang ke tiga kalinya, hal tersebut membuat nyawa Silvia sangat terancam.


Silvia yang pasrah dengan keadaan pun terpaksa melepaskan kekuatan hutan agung dan ia pun kembali menjadi normal.


"Maafkan aku semuanya.." Gumam Silvia pasrah sembari mengingat keluarganya.


"Maafkan aku Zen.. sepertinya aku akan mati sekarang.. selamat tinggal.." Gumam Silvia sangat pasrah saat melihat Lucifer berjalan dengan santai ke arahnya.


...-Didalam Jurang-...


Zen pun akhirnya terbangun dari pingsannya "Dimana ini?" Bingung Zen sembari melihat sekitar dan menatap ke atas.


Saat Zen melihat keatas ia sangat terkejut saat melihat langit yang berwarna putih dan hitam, Zen pun merasakan firasat buruk karena ia tidak melihat Silvia dan Verina di sekitarnya.


"Aku harus mencari mereka!" Ucap Zen sembari bangun dan menghentakkan kakinya, di saat yang bersamaan permukaan pun terbakar dan Zen melompat sangat tinggi keluar dari jurang tersebut.


Saat ia keluar Zen kembali melihat sekitarnya dan terkejut saat melihat Verina yang terkapar tak sadarkan diri dan Silvia yang terkapar lemas dan ketakutan pasrah saat Lucifer berjalan dengan santai ke arahnya.


Zen pun kembali tertekan saat melihat teman temannya akan di bunuh, Zen kembali teringat dengan semua janjinya dan kegagalannya, mata kanan Zen pun perlahan berubah menjadi merah darah karena emosinya yang meningkat sangat drastis, tetapi tiba tiba api langsung membakar tubuhnya yang membuat Zen sangat terkejut.


"Hangat sekali!" Gumam Zen terkejut saat api tiba tiba membakar tubuhnya dan mata kanannya yang seketika menjadi normal karena emosi Zen yang tiba tiba menghilang.


Zen yang merasakan kehangatan tersebut pun menjadi yakin jika ia pasti bisa melindungi teman temannya.


"Swift!!"


(Bf!!!)


...-Disisi Lain-...


Lucifer terlihat tersenyum saat berada tepat di depan Silvia, ia pun mencekik Silvia dan mengangkatnya "Kemana semangat kalian tadi??..." Ucap seram Lucifer sembari tersenyum senang.


"Akh!..." Silvia pun tidak dapat berbuat apa apa, tubuhnya gemetaran dan tidak menuruti keinginannya.


"Maafkan aku.." Gumam panik dan pasrah Silvia sembari perlahan menutup matanya.


Lucifer yang merasakan ketakutan Silvia pun kembali tersenyum senang dan berniat kembali menyerang Silvia.


(Swof!!)


(Slash!!!!!)


(Bff!!!!!!)


Silvia pun membuka matanya dan sangat terkejut saat melihat Zen yang menyelamatkannya.


"Cepat sekali?!" Gumam Lucifer sangat terkejut melihat Zen yang tiba tiba berhasil memotong lengannya.


"Ho... Sepertinya akan semakin menarik saja.." Gumam Koruga sembari tersenyum dari kejauhan.


Zen menatap Lucifer dengan tatapan tajam, tanpa Zen sadari matanya sudah berubah menjadi warna merah tua dan pupil matanya berwarna merah muda semenjak ia menggunakan inti sihir barunya tersebut.


Lucifer pun menoleh ke arah Zen bersamaan dengan tangannya yang sudah pulih total, Lucifer yang melihat aura kekuatan Zen pun tersenyum bahagia dan sangat tidak sabar untuk melawan Zen.


...~Bersambung~...