The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 147 : The Late Decision For The Best Choice



...Eps 147 : The Late Decision For The Best Choice...


...(Keputusan Terlambat Untuk Yang Pilihan Terbaik)...


Didalam kebingungan dan kepanikan, Asuka pun hanya dapat terdiam tak berkata kata karena kebingungan di tambah lagi situasi mereka yang sangat tidak menguntungkan.


Ice Zen yang melihat mereka pun memakluminya karena ia juga sadar jika kekuatan Zen yang jauh berbeda serta auranya yang tidak seperti Zen yang ia kenal.


Ratusan gelombang merah darah pun terus mengarah ke dinding es milik Ice Zen. Tetapi serangan serangan itu tidak dapat menghancurkan dinding ice Zen yang begitu tebal.


...-Disisi Lain-...


Terlihat Koruga pun bertarung sangat sengit dengan sosok tersebut, di dalam pertarungan mereka terlihat sosok itu yang mulai terpojokkan karena Koruga yang mampu menyainginya, di saat yang bersamaan sebuah portal muncul di belakangnya dan ia pun mengucapkan "Phira, cari target kita dan bawa dia kepadaku" Perintah sosok tersebut.


Setelah kalimat itu keluar dari mulut pria itu, portal pun kembali menghilang dan pria itu langsung menciptakan bola kegelapan dengan aura yang sangat menyeramkan.


...-Disisi Lain-...


Valine pun terlihat panik dan kebingungan, ia sebenarnya ingin menggunakan kekuatannya untung memutar kembali waktu, tetapi ia juga tidak ingin kembali terperangkap di penjara bawah tanah seperti waktu itu.


Di saat ia berusaha memutuskan, tiba tiba Zen menciptakan bola api kegelapan dan terdapat partikel partikel ungu kehitaman, dan Zen pun mengayunkan tangannya yang seketika menciptakan ratusan bola api tersebut.


Ice Zen yang merasakan firasat buruk pun langsung menyerang Zen, ia menghentakkan kakinya ke permukaan yang seketika menciptakan duri es menjalar dari permukaan ke arah Zen.


Puluhan bola api itu pun berhantaman dengan duri duri tersebut, tetapi duri es milik Ice Zen malah terbakar dan musnah seketika setiap kali menyentuh bola api tersebut.


Di saat yang bersamaan, Zen mengarahkan seluruh bola api yang tersisa ke dinding es milik Ice Zen.


(Swof!!!)


Bola bola api pun menghantam dinding es tersebut, tetapi tidak menciptakan ledakan sedikitpun, dinding es yang terkena bola api itu seketika menghilang dan hanya menyisakan api yang membakar dinding es yang bolong setengah lingkaran seakan akan termakan oleh portal.


Dinding Ice Zen pun mulai terkikis akibat bola bola api tersebut, walau begitu Ice Zen terlihat begitu tenang tidak seperti Asuka dan yang lainnya.


Tiba tiba sebuah portal muncul di belakang Ice Zen dan muncul seorang gadis berambut hitam bermata biru serta api biru yang sedikit membakar tubuhnya, gadis itu langsung mengarah ke Ice Zen, ia mengayunkan tangannya seakan akan mengayunkan pedang, saat ia sudah mendekati Ice Zen, tiba tiba pedang berwarna hitam dan terbakar api biru seketika muncul di tangan gadis itu.


(Slash!!!!)


(Ting!!!!!)


Tak di duga serangan gadis itu di tahan oleh dinding es yang membuat gadis itu seketika terkejut.


"Suara apa itu?" Gumam Asuka perlahan menoleh ke arah suara tersebut, ia pun sangat terkejut saat melihat sosok gadis tersebut karena ia tidak merasakan hawa keberadaan sedikitpun.


"Bagaimana bisa dia menyadari keberadaanku?" Gumam gadis tersebut sembari menatap Ice Zen.


Ice Zen pun menoleh ke belakang dan seketika dinding es yang melindungi dirinya sebelumnya, seketika menciptakan duri es yang sangat banyak dan mengarah ke gadis tersebut.


Gadis tersebut pun menghindari duri duri tersebut, tetapi tetap saja karena duri yang muncul terlalu banyak ia menerima sedikit luka di tubuh dan lengannya karena tertusuk cukup dalam oleh duri tersebut.


"Sepertinya dia bukan orang sembarangan" Gumam gadis itu menatap Ice Zen dengan serius.


Ice Zen pun menatap gadis itu dengan tatapan dingin, gadis itu pun seketika tersenyum dan mengucapkan "Muncul kalian semua!!" Seketika sepuluh portal pun muncul dan keluar sepuluh sosok lainnya yakni 6 perempuan dan 4 laki laki.


Mereka semua langsung menyerang Zen dengan berbagai macam sihir, bahkan sihir sihir besar juga ikut mengarah ke padanya.


Meteor pun seketika mengarah ke Ice Zen dari atas langit, meteor yang sangat besar yang membuat semua orang terkejut karena langit yang gelap seketika tersinari oleh cahaya api dari meteor itu.


"Apa apaan ini?!" Gumam Valine sangat terkejut.


Tidak hanya itu, hantaman petir dasyat dimana mana dan badai angin yang sangat banyak dan besar muncul mengelilingi Ice Zen dan yang lainnya.


Gadis yang terbakar api biru pun tersenyum dan bangun sembari mengangkat pedangnya ke atas dengan kedua tangannya.


"Musnahlah" Gadis itu menghantamkan pedangnya ke permukaan tanah dan seketika api biru yang sangat besar menjalar dari ujung pedangnya ke arah Ice Zen.


Ice Zen pun menutup matanya, ketenangan yang sangat sempurna, walau ia sudah terpojokkan tetapi Ice Zen masih tetap tenang menghadapi situasi.


......................


......................


......................


......................


......................


"Yuki No Ryushi No Bakuhatsu"


...•...


...雪...


...の...


...粒...


...子...


...の...


...爆...


...発...


...•...


...(Ledakan Partikel Salju)...


Seketika partikel partikel salju yang turun mengelilingi Ice Zen, Asuka dan teman temannya pun meledak, menciptakan perlindungan salju, dan duri es yang langsung menusuk ke segala arah tanpa apun, bahkan beberapa duri juga sempat mengenai Zen, tetapi tulang belulang milik Zen langsung mematahkan duri duri es yang mengarah ke Zen dan melindungi dirinya.


Ledakan itu pun membuat permukaan bergetar, terlihat Valine yang terjatuh pingsan saat hentakan tanah yang sangat dasyat dan membuatnya terhantam batu di permukaan yang membuat kepalanya terluka.


...-Time Skip-...


"Mmm..." Valine pun perlahan membuka matanya, kepalanya yang terasa pusing dan juga terdapat darah di kepalanya.


"Apa yang terjadi?" Bingung Valine dan perlahan bangun, saat ia bangun ia pun sangat terkejut karena situasi yang berubah drastis, langit yang terbelah dan muncul pecahan dimensi dunia, monster monster aneh bermunculan dimana mana, lahar yang sudah membanjiri sebagian permukaan, duri es yang bermunculan dimana mana bersama duri tulang belulang dan juga api biru yang membakar seluruh hutan, tidak hanya itu, permukaan tanah juga sudah hancur berantakan, jurang tercipta dimana mana, munculnya dua cerberus yang bertarung habis habisan, dan juga naga hitam, naga putih, dan naga merah yang bertarung di langit menghancurkan alam sekitarnya.


"Apa ini?! Apa yang terjadi?!!" Gumam Valine sangat panik.


Ia pun melihat tangannya yang terkena darah, saat ia mengangkat tangannya, ia sangat terkejut saat melihat permukaan di bawahnya yang sudah di aliri darah merah, ia pun menoleh ke sekitarnya dan menyadari jika semua orang sudah tewas disana, Siyon yang kehilangan lengan kanannya, Asuka yang sudah tewas karena tubuhnya tertusuk pedang dan tepat di jantungnya, Silvia yang sudah tewas karena kehabisan mana dan inti kehidupannya.


Ia pun melihat ke atas dan melihat Ice Zen yang sedang menghadapi sebelas sosok misterius sebelumnya dengan kondisi yang cukup parah, ia menerima luka di tubuhnya tetapi sebelas sosok tersebut juga menerima luka parah daru Ice Zen. Disisi lain, terlihat Zen yang mengamuk menghancurkan permukaan dan membunuh semua tanpa ampun, bahkan monster dan hewan saja di musnahkan dengan sangat mudah.


Valine pun tak bisa berkata apapun, bahkan yang ia rasakan hanyalah firasat kematian yang akan datang kepadanya.


"Kenapa ini terjadi.. Kenapa aku tidak menggunakan kekuatanku?" Gumam Valine.


Valine pun menggigit bibirnya dengan kuat karena kesal yang membuat bibirnya berdarah, ia merasa kecewa dengan dirinya karena terlalu lambat mengambil keputusan.


"Apa aku masih pantas di sebut pemimpin negara?!" Gumam kesal Valine.


Tiba tiba suara yang sangat berisik terdengar di telinganya, ia pun menoleh ke belakang dan terlihat tsunami yang sangat besar mengarah ke mereka semua, menghancurkan permukaan dan semakin membesar.


Valine yang kesal pun berteriak "Sadarlah dasar bodoh!!!" Kesal Valine, ia berteriak begitu karena ia marah kepada dirinya sendiri.


"Zen!!" Teriak Valine dengan keras, tetapi tidak ada seorang pun yang mendengar suaranya kecuali Ice Zen.


"Aku mohon! Tolong selamatkan aku di penjara bawah tanah dungeon!!" Teriak Valine sembari menciptakan sebuah pedang merah darah.


"Teknik darah Vampire!" Valine pun menusukan pedang tersebut ke tangannya dan mengoyaknya.


"Jikan No Gyakuten!"


...•...


...時...


...間...


...の...


...逆...


...転...


...•...


...(Pembalikan Waktu)...


...~Bersambung~...