The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 61 : Academy Hero



Saat kalung itu akan menghantam permukaan, tiba tiba muncul bola air dari permukaan yang memperlambat jatuhnya kalung itu.


Bola air dan kalung itu pun melayang ke arah Zen.


Zen pun mendekati Veliona dan memasangkan kalung itu kembali ke leher Veliona.


"Terima kasih Zen.." Ucap Veliona sembari menggenggam kalung yang ada di lehernya.


"Sama sama.." Ucap Zen.


Yujin pun seketika emosi melihat Zen yang malah mendekati Veliona.


"Oi menjauhlah darinya!!" Seru Yujin.


Zen pun menatap Yujin dan mengucapkan "Kamu siapa?" Tanya Zen.


Yujin yang kesal pun mengatakan "Aku adalah calon suami dari Veliona suatu hari nanti!!, kenapa kau tidak senang!!?!" Seru Yujin.


Zen pun melihat Veliona dan bertanya "Veliona, apa kamu menyukainya?" Tanya Zen.


"Tidak.. aku tidak suka dengannya sama sekali" Jelas Veliona.


"Apa kamu sudah mendengarnya?" Tanya Zen sembari menoleh ke arah Yujin.


"Diamlah kau sialan!" Seru Yujin.


"Wind storm!" Yujin mengayunkan pedangnya yang menciptakan badai angin yang kuat dan langsung mengarah ke Zen.


"Menghindar Zen!" Teriak Veliona sembari menarik tangan Zen.


Saat Veliona menarik tangan Zen, Zen malah menarik Veliona dan memeluknya, Zen pun melompat tinggi ke atas.


"Zen?! apa yang ingin kamu lakukan??" Panik Veliona karena Zen melompat tinggi sedangkan badai itu sangat besar dan terus mengarah ke mereka.


"Aku hanya akan membelahnya" Ucap Zen.


"Eh?" Veliona seketika terkejut dan tidak percaya mendengar ucapan Zen.


"C'Sword" Zen menciptakan satu pedang besi miliknya.


"Wind" Zen pun mengayunkan pedangnya yang menciptakan sebuah gelombang angin yang besar dan dengan cepat langsung menghantam badai itu.


(Bom!!)


Badai itu seketika pecah yang membuat Yujin sedikit terkejut.


Zen dan Veliona pun mendarat ke permukaan.


"Sepertinya kau cukup kuat ya bocah sialan, kalau begitu hiburlah aku!" Seru Yujin.


Zen pun bertanya dengan Yujin "Buat apa aku menghiburmu? apa untungnya bagiku?" Tanya Zen.


"Diam kau!" Yujin pun langsung terbang ke arah Zen menggunakan sihir angin dan menyerang Zen.


"Giant fire ball!" Sebuah bola api yang sangat besar muncul di tangan Yujin dan ia langsung melemparnya ke Zen.


Zen mengangkat tangannya ke atas dan menciptakan bola api yang sama besar dengan milik Yujin.


Zen melemparkan bola api itu dan kedua bola api pun berbentrokan.


(Bommmm!!!!!)


"Teknik pedang pemusnah-" Yujin~


(Slash!!!!)


Gelombang api yang sangat cepat langsung mengarah ke Zen yang membuat Zen sedikit terkejut.


"Dia pahlawan??" Gumam Zen kebingungan.


(Slash!!)


Zen pun menebas gelombang api itu yang membuat Yujin terkejut.


"Bagaimana bisa?!" Bingung Yujin.


Zen seketika merasa kesal dan mengucapkan "Kau itu pahlawan!?!, bagaimana bisa kau menjadi pahlawan?!" Kesal Zen.


Veliona pun seketika terkejut karena Zen malah merasa kesal dan memarahi Yujin.


"Apa katamu sialan?!!!" Kesal Yujin.


"Pahlawan?! gelar macam apa itu yang kau dapatkan!?! kau bahkan hanya setara dengan kesatria!, aku malah merasa sangat kecewa dengan pahlawan jika pahlawan hanya sekuatmu!" Kesal Zen.


"Kau tidak tau betapa kuatnya Iblis di luar sana!!, kau hanya bermain main gelar pahlawan, kau belum sama sekali bertemu dengan Iblis yang sesungguhnya!" Kesal Zen.


"Jika pahlawan hanya seperti ini! semua manusia di dunia ini pasti akan musnah di bantai habis oleh para Iblis!" Kesal Zen.


"Apa maksudmu!? aku bahkan sudah membasmi lebih dari 50 Iblis, kau bilang aku bermain main gelar pahlawan!!?" Kesal Yujin.


"50 Iblis? apakah kau yakin 50 Iblis itu adalah Iblis tingkat menengah?! Iblis tingkat atas!?" Kesal Zen.


"Aku tidak mengerti apa maksudmu! Iblis hanyalah Iblis! dan tugas pahlawan adalah membasmi Iblis!!" Seru Yujin.


Zen menggertakkan giginya karena merasa sangat emosi.


"Baiklah kalau begitu, keluarkan kekuatan terkuatmu sekarang! kita lihat, apakah kau benar benar pahlawan atau hanya bermain gelar pahlawan!" Kesal Zen.


Veliona hanya terdiam mendengar ucapan Zen.


"Baiklah! aku tidak akan menanggung resiko jika kau harus mati!" Kesal Yujin.


Yujin pun mengangkat pedangnya keatas dan merapalkan mantra sihir.


"Wahai pedang keseimbangan! hancurkanlah semua kegelapan yang menghalangi pandangan dan jalanku ini!!" Yujin~


Sebuah cahaya berwarna putih pun muncul dan mengaliri pedang itu.


Yujin pun menggenggam pedang itu dengan kedua pedangnya.


"Teknik pedang pemusnah-" Yujin pun mengayunkan pedangnya dan pedang itu menciptakan gelombang sihir yang sangat kuat.


Gelombang sihir itu terdiri dari tiga elemen sihir. Api, Angin, dan Petir.


Gelombang itu dengan cepat mengarah ke Zen.


"Menghindarlah Zen!" Teriak Veliona yang memiliki firasat buruk.


"Tidak" Ucap Zen.


Rambut dan pupil mata Zen perlahan mulai berubah menjadi putih dan merah.


"C'Sword" Zen menciptakan satu lagi pedang di tangannya dan ia langsung berlari ke arah gelombang sihir milik Yujin.


(Tst!!)


"Teknik pedang ganda-" Zen~


Zen pun berada tepat di depan gelombang sihir itu dan ia menebas gelombang sihir itu dengan kedua pedangnya.


"Twin slash!!"


(Slash!!!!!!!)


(Bom!!!!!!!!!!!!!!!!!!)


Ledakan yang sangat kuat pun terjadi yang membuat para murid langsung keluar dari asrama dan melihat keluar.


"Apa yang terjadi??" Bingung para murid.


...-Disisi lain-...


Siyon yang sedang asik mengobrol dengan Sayu, Rily, dan Rara pun seketika terkejut saat mendengar suara ledakan.


"Suara apa itu?!" Bingung Siyon.


"Sepertinya ada sesuatu di luar" Ucap Rara.


"Ayo kita keluar!" Ucap Siyon.


Siyon, Rara, Sayu, dan Rily pun keluar dari kamar Siyon dan langsung berlari keluar asrama.


Setelah sampai di luar, mereka terkejut karena ledakan dasyat terjadi di depan mereka.


"Apa apaan ini?!" Gumam Siyon terkejut dan tidak percaya.


...-Disisi lain-...


"Zen.." Gumam Veliona khawatir dengan Zen.


Tiba tiba Zen pun keluar dari kabut asap yang membuat semua orang terkejut.


"Zen!" Veliona pun langsung berlari mendekati Zen.


Zen tidak terluka sama sekali akibat serangan Yujin barusan.


"Zen kamu tidak apa apa?!" Khawatir Veliona.


"Aku baik baik saja" Ucap Zen.


Kabut asap perlahan memudar, Yujin sangat terkejut melihat Zen yang masih selamat dari serangannya.


"Bagaimana bisa?!?!" Ucap Yujin terkejut dan tidak percaya.


Zen menatap Yujin dan mengucapkan "Karena kau bukanlah pahlawan, kau sangat jauh dari kata pahlawan" Ucap Zen.


Yujin yang kesal pun mengucapkan "Diam kau!, kau tidak mengerti apa itu pahlawan yang sesungguhnya!" Kesal Yujin.


"Justru aku lebih tau darimu" Ucap Zen.


Zen berlari dengan cepat ke arah Yujin, Yujin pun langsung mengangkat pedangnya dan memperkuat pertahanannya.


Tetapi Zen tidak menyerangnya, Zen malah melewatinya.


(Slash!!!)


(Ting!!!)


"Suara apa itu?!" Bingung Yujin sembari menoleh kebelakang.


Seketika Yujin terkejut karena Zen melindunginya dari serangan Iblis.


"Iblis?! bagaimana bisa? aku tidak merasakan hawa kehadirannya sama sekali!" Gumam Yujin.


"Oi.. kenapa.. kau menghalangiku?.. manusia?!..." Ucap Iblis itu dengan nada suara yang berat dan menakutkan.


Zen hanya menatap Iblis itu dengan tatapan tajam.


Iblis itu pun menendang Zen, tetapi Zen menahan tendangan Iblis itu dengan kakinya.


Iblis itu adalah tangan kanan Raja Iblis.


...-Informasi-...


(Tangan kanan Raja Iblis yang di maksud adalah, Iblis kepercayaan dari Raja Iblis, atau bisa di sebut juga dengan anak buah kepercayaan yang memiliki kekuatan melebihi Iblis tingkat atas)


Iblis itu pun menatap Zen dengan tatapan sinis dan aura pembunuhnya sangat mengancam.


"Kenapa.. kau.. menghalangi ku?..." Tanya Iblis itu.


"Dia sangat berbahaya! dari semua Iblis yang pernah ku temui dan ku lawan, ini salah satu Iblis yang memiliki aura hampir setara dengan kakak Veliona!!" Gumam Zen.


"Oi oi.. jawab pertanyaanku!.. kenapa kau melindunginya!?" Kesal Iblis itu.


Zen pun menjawab "Karena aku harus melindunginya" Ucap Zen sembari menatap Iblis itu dengan tatapan kewaspadaan.


"Melindunginya?.. berarti kau adalah penghianat.. penghianat harus segera di musnahkan!.." Seru Iblis itu.


"Penghianat? apa maksudnya?" Gumam Zen kebingungan.


Iblis itu mengangkat kedua tangannya ke atas.


Seketika Zen memiliki firasat buruk, Zen langsung menarik tangan Yujin dan melemparnya ke arah Veliona.


"Veliona! ciptakan pelindung sekuat tenagamu!!!!" Teriak Zen dari kejauhan.


Veliona yang mendengar teriakan Zen pun menuruti perintah Zen dan langsung menciptakan perlindungan sekuat tenaganya.


"Protection!!!" Veliona~


Zen langsung berlari ke arah Veliona dengan sangat cepat dan masuk kedalam perlindungan itu.


"Teknik kegelapan..." Iblis itu pun mencakar udara yang seketika menciptakan sepuluh gelombang hitam yang sangat besar dan langsung mengarah ke Zen.


"Ice!!" Zen menciptakan dinding es yang sangat tebal dan ia pun menciptakan perlindungan sihir yang sangat kuat untuk menahan serangan Iblis itu.


(Swof!!!)


(Booooommmmmm!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!)


"Zen!!! Veliona!!!" Teriak Siyon dari kejauhan.


...~Bersambung~...