The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 139 : Return of the Destruction Demon



Kiguno pun jatuh ke permukaan dan tak sadarkan diri, terlihat gadis tersebut yang menatap tangan kanannya yang penuh dengan darah Kiguno.


"Kiguno!!!!!" Teriak Elia.


Elia pun menatap gadis itu dengan tatapan penuh kemarahan, sayap naga berwarna putih pun muncul dan ia pun terbang tinggi ke langit.


"Tak dapat di maafkan!! Tak akan ku maafkan!!!!" Kesal Elia.


Ia pun berhenti di udara tepat jauh di atas gadis itu dan mulai merapalkan mantra.


"Cahaya kehancuran, cahaya pemurnian, musnahkanlah kejahatan dan kegelapan di dunia ini!!" Partikel partikel cahaya pun muncul tepat di tangan Elia.


"Hikari No Yari!!!"


...•...


...光...


...の...


...槍...


...•...


...(Tombak Cahaya)...


Kilauan cahaya yang begitu terang pun menyinari langit yang gelap, tombak cahaya yang besar pun perlahan muncul di atas tangan Elia dan ia pun langsung melepaskan serangan tersebut ke arah gadis itu.


"Musnahlah!!!!"


(Swof!!!)


Tombak itu pun melaju kencang ke arah gadis itu, gadis itu yang telah menyadarinya pun menoleh ke atas dan terbang ke arah tombak itu yang membuat Elia terkejut.


"Kekuatan lemah seperti.., ini tidak akan dapat melukaiku." Ucap datar gadis itu.


Gadis itu pun mencengkram tombak cahaya itu dan seketika tombak cahaya itu pun musnah yang membuat semua orang sangat terkejut.


Elia pun tak bisa berkata apapun, ia sangat terkejut bahkan ia tidak bergerak sedikit pun dari sana, sedangkan gadis itu terus terbang ke arahnya dan langsung mencekiknya.


"Akh?!!!" Gadis itu mencekik Elia dengan sangat kuat yang membuatnya sedikit memuntahkan darah dari mulutnya.


"Lemah sekali.., sekarang sudah tahun berapa?." Ucap datar gadis itu.


Cekikkannya pun semakin kuat, Elia yang tak dapat melawan karena perbedaan kekuatan pun hanya bisa pasrah dan pingsan karena kesulitan bernafas.


Gadis itu pun dengan santai melempar Elia ke hutan.


"Siapa dia?!" Gumam Silvia sangat terkejut, karena ia belum pernah bertemu dengan Iblis seperti itu.


"Bangunlah!!!" Kesal Zen dalam hatinya.


Ia pun mencabut duri duri yang menancap pada lengannya dan mulai menyembuhkan dirinya.


Disisi lain, gadis itu pun menatap ke arah Zen dan yang lainnya, terlihat Asuka dan yang lainnya tidak dapat bergerak sedikitpun karena rasa ketakutan yang sangat luar biasa, tetapi gadis tersebut menyadari sesuatu.


Zen yang terlihat masih mampu bergerak dan seseorang yang sudah tidak ada di sana.


(Swof!!)


Tiba tiba Aina pun muncul tepat dibelakang gadis tersebut dan mengayunkan pedang Iblis miliknya.


(Ting!!!!)


Tetapi serangan Aina dapat dengan mudah di hentikan.


Tiba tiba api yang membara pun muncul dari pedang tersebut dan langsung membakar gadis itu.


"Apa berhasil?!" Gumam Aina.


Tetapi hal yang tidak terduga terjadi, walau api tersebut membakar seluruh tubuh gadis itu, gadis itu terlihat tidak terluka sedikitpun dan masih terlihat begitu tenang dan sangat santai.


"Pedang raja Iblis Asmodeus ya.., aku sedikit kagum denganmu yang bisa mendapatkannya, padahal Asmodeus sudah lama di musnahkan oleh Koruga, dan kau bisa mendapatkan pedang ini yang sudah lama menghilang..." Ucap datar gadis tersebut.


Aina pun berusaha menarik pedangnya kembali, tetapi kekuatan gadis itu sangat kuat yang membuatnya tidak dapat menarik kembali pedangnya.


"Terimalah sedikit pujian dariku.." Ucap gadis itu perlahan menarik pedang Aina.


"Aaghh!! Aahhh!!!" Gadis itu pun menarik pedang Aina dan memukul Aina dengan sangat kuat yang membuatnya terpelanting.


Gadis itu pun mengangkat tangannya dan kembali menariknya, secara bersamaan Aina yang terpelanting pun kembali tertarik ke gadis itu dengan cepat.


"Kekuatan gravitasi?!!" Panik Aina.


"Akan ku tunjukkan sedikit kekuatan dari pedang ini.." Ucap datar gadis tersebut.


Gadis itu pun menusuk Aina dengan pedang yang berada di tangannya dan mengucapkan sebuah kalimat.


"Penyiksaan, ketakutan, kematian" Ucap datar gadis itu.


"Aaahh!!!!!!!!!" Tiba tiba Api kegelapan pun muncul yang langsung membakar tubuh Aina dengan sangat ganas, bahkan tubuh Aina menerima banyak luka bakar.


Tiba tiba Zen pun muncul tepat di atas gadis itu dan langsung mengayunkan pedangnya.


(Slash!!!!)


(Ting!!!!!!!!!)


Tak di duga sebuah rantai kegelapan menahan serangan Zen, walau begitu Zen pun mengambil kesempatan itu untuk menyelamatkan Aina.


Ia menarik Aina dan langsung melemparkannya ke arah Silvia sembari berteriak "Sembuhkan Aina, Silvia!!!!" Teriak Zen dari kejauhan.


"Zen!!" Silvia yang mendengarnya pun memaksakan dirinya untuk bangun dan langsung menangkap Aina.


Zen pun menciptakan satu lagi pedangnya dan bersiap untuk kembali menyerang gadis itu, gadis itu pun menatap Zen dengan tatapan dingin sembari mengucapkan "Kamu cukup hebat ya, kamu sudah pernah bertarung melawan Iblis murni lainnya ya.." Ucap datar gadis itu.


Zen pun tidak merespon ucapan gadis itu dan hanya menatapnya dengan aura pembunuh yang sangat tinggi.


"Akan ku beri tau satu hal, aku adalah tangan kanan Koruga, kau mengenalnya bukan?, akan ku perjelas saja, aku lebih kuat dari pada Code dan Lucifer" Ucap datar gadis itu sembari menatap Zen dengan tatapan dinginnya.


Zen yang mendengarnya pun seketika sangat terkejut "Dia?! Dia lebih kuat dari mereka berdua itu?!" Gumam Zen sangat terkejut.


"Jika begini, kami semua akan musnah!" Gumam Zen sedikit panik.


"Aku mengakuimu, dan akan ku tunjukan sesuatu yang menarik" Ucap datar gadis itu sembari menciptakan bola kegelapan kecil berduri dengan satu rantai yang mengikat di jari tangannya.


"Are-" Seketika kegelapan pun melahap semuanya, sebelum gadis itu menciptakan area tiba tiba seseorang menendang Zen dengan sangat kuat yang membuat Zen seketika terpelanting sangat jauh.


(Booommmm!!!!)


Zen pun terpelanting jauh di dalam hutan dan orang yang menendangnya adalah Code.


Gadis itu pun sedikit terkejut saat melihat Code karena auranya yang sudah jauh berbeda dari ratusan tahun sebelumnya.


Code pun menoleh dan teks sihir kegelapan pun muncul tepat di depannya yang bertuliskan "Koruga memintamu untuk kembali ke kastil, ia ingin bertemu denganmu" Jelas Code.


Gadis itu yang mengetahuinya pun mengatakan "Pastinya dia hanya tidak ingin aku membunuh anak itu bukan?" Ucap datar gadis itu.


Code pun hanya terdiam saat mendengar ucapan gadis itu, gadis itu pun berbalik dan menciptakan portal sembari mengucapkan "Aku memang baru bereinkarnasi kembali, tetapi aku memiliki kesadaran saat berada di dalam tubuh anak itu" Ucap gadis itu yang mengarah kepada Lolita, gadis yang menjadi wadahnya sebelum bereinkarnasi kembali.


Gadis itu pun masuk ke dalam portal dan Code pun mengikutinya dari belakang.


...-Disisi Lain-...


Zen pun memuntahkan darah yang cukup banyak dari mulutnya karena tendangan yang langsung mengarah tepat di tubuhnya dengan sangat cepat.


"Uhk uhk!!" Zen kembali memuntahkan darah dari mulutnya dan menoleh ke atas.


"Hah... Hahh..." Zen pun terengah engah sembari melihat dimana gadis itu berada, tetapi saat ia melihatnya ia hanya melihat sebuah portal yang tertutup.


"Hah.. Hah... Sepertinya kami selamat kali ini" Gumam Zen yang masih terengah engah.


Zen pun perlahan bangun dan berjalan ke arah Silvia dan yang lainnya.


...-Disisi Lain-...


Gadis itu pun keluar dari portal dan muncul tepat di depan Iblis murni lainnya.


Iblis murni tingkat 10 hingga 1 pun menundukkan kepala mereka, memberi hormat kepada gadis tersebut sembari mengucapkan "Selamat datang kembali, tuan putri!.." Serentak mereka semua.


Gadis itu pun menghiraukan mereka, ia tiba tiba menghilang dan muncul tepat di pangkuan Koruga yang sedang duduk santai di kursinya.


"Selamat datang kembali, Torita" Ucap santai Koruga.


Torita yang mendengarnya pun mengucapkan "Kenapa" Ucap Torita yang membuat Koruga sedikit kebingungan.


"Kenapa apa maksudmu??" Tanya Koruga.


"Kenapa kamu begitu halus kepadanya?!!" Ucap Torita dengan nada yang sedikit tinggi bersamaan dengan aura yang sangat mengancam dan mematikan keluar dari tubuhnya.


Iblis tingkat 10 hingga 1 pun sedikit merasa tertekan karena Aura pembunuh dan sangat mencengkam yang mereka rasakan.


Koruga pun mengelus kepala gadis itu sembari mengucapkan "Seharusnya kamu sudah tau kan, aku ingin melihat Zen semakin kuat" Ucap Koruga.


Torita yang mendengarnya pun sedikit kesal dan bertanya "Kenapa?" Tanya Torita.


Koruga pun menjawab "Karena dialah satu satunya yang membuatku tertarik dengan dunia ini, selagi menunggu dewi palsu itu menampakkan dirinya" Jelas Koruga.


Torita yang mendengarnya pun mengucapkan "Kamu sangat aneh" Ucap Torita.


Koruga pun hanya tersenyum mendengar ucapan Torita.


"Kalau begitu aku juga ingin bermain, aku tidak puas karena pertarunganku di hentikan" Ucap Torita sembari menoleh ke Iblis murni yang sedang tunduk di hadapan Koruga.


Koruga yang menyadari keinginan Torita pun mengucapkan "Lakukanlah yang ingin kamu lakukan selagi itu dapat memuaskan dirimu saat ini" Ucap Koruga.


Torita yang mendengarnya pun mengucapkan "Kalian semua bertarunglah melawanku" Ucap Torita sembari menatap semua Iblis murni itu.


...~Bersambung~...