The World Of Sword And Magic

The World Of Sword And Magic
Eps 129 : The Original Demons



Seluruh anggota Blue Predator pun terlihat pasrah karena sekuat apapun mereka mencoba, tetap saja bola api itu tak kunjung padam, harapan mereka pun musnah dan hanya bisa pasrah menunggu kematian mereka.


(Tek)


Zen pun menjentikkan jarinya dan seketika bola api itu mengecil dan perlahan musnah.


Angin pun menghembus ke seluruh colosseum akibat bola api yang Zen musnahkan itu masih menyisakan angin yang sedikit kuat.


Mereka semua pun terdiam ketakutan dan tercengang melihat kemampuan Zen yang sangat berbanding jauh dengan mereka, tetapi tiba tiba pemimpin dari blue predator langsung menyerang Zen saat ia masih berada di udara, pria itu muncul tepat di depan Zen dan mengayunkan pedangnya.


Veliona yang melihatnya pun sangat terkejut karena pria itu yang memiliki sayap Iblis serta kekuatannya yang meningkat drastis.


"Matilah!!" Pria itu mengayunkan pedangnya, tetapi tiba tiba sayapnya terpotong yang membuat semua orang terkejut, bahkan Zen juga sedikit terkejut karena bukan dirinya yang memotong sayap pria itu.


Bahkan Zen belum bergerak sedikitpun.


(Swof!!)


Tiba tiba seorang gadis muncul tepat di tengah tengah Zen dan pria itu, ia langsung menendang pria itu dengan sangat kuat yang membuatnya langsung terpelanting jauh.


Gadis itu adalah seorang Iblis , ia terlihat sangat memiliki aura yang begitu mencengkam, bahkan gadis tersebut dapat terbang di udara tanpa menggunakan sayapnya, matanya yang berwarna ungu dan pupil mata Iblisnya yang berwarna merah kehitaman, rambut berwarna putih serta pakaiannya yang terlihat seperti seorang penyihir.


Gadis itu pun terlihat begitu menyeramkan terlebih lagi auranya yang begitu ganas bahkan tatapannya yang begitu tajam dan penuh kehancuran.


Zen pun mendarat ke permukaan di ikuti oleh gadis itu.


...-Disisi Lain-...


Veliona pun seketika menjadi sangat serius dan langsung menidurkan Luca di bangku penonton.


"Yuuiki, jaga dia" Ucap Veliona serius yang membuat mereka semua kebingungan.


"Ada apa Veliona?" Tanya Rara.


"Hei kalian, kalian juga merasakan kekuatan gadis itu kan?" Tanya Veliona menatap ke arah Verina, Rias dan Silvia.


Mereka bertiga yang mendengarnya pun sangat terkejut karena mereka pikir jika hanya merekalah yang merasakan aura gadis itu.


"Aku juga merasakannya" Ucap Asuka mendekati Veliona.


Thira pun mengikuti langkah Asuka dari belakang dan mengatakan "Benar benar aura yang mencengkam" Ucapnya.


"Aku akan turun ke tempat Zen" Ucap Veliona yang langsung melompat dari bangku penonton colosseum itu.


"Aku juga ikut" Ucap Asuka yang ikut melompat ke permukaan.


Siyon yang melihat kakaknya pun ikut melompat, di susul oleh Thira.


Verina, Rias dan Silvia yang melihat mereka pun menjadi cemas karena mereka yakin jika gadis itu bukanlah gadis biasa, mereka pun ikut melompat dan menyusul Veliona.


Kiguno, Sayu, dan Elia yang melihat mereka ikut menyusul dari belakang.


...-Disisi Lain-...


Gadis itu pun turun ke permukaan tepat di depan Zen, Zen yang melihat gadis itu pun langsung bertanya "Siapa kamu" Tanya Zen dengan serius.


Saat gadis itu turun ke permukaan, auranya pun tiba tiba sedikit menurun yang membuat Zen, Veliona dan yang lainnya menjadi terkejut saat merasakan hawa keberadaan gadis itu yang menurun serta auranya yang sedikit lebih baik walau masih terasa mengancam.


Gadis itu pun menoleh ke arah Zen, terlihat matanya yang berubah menjadi hitam dengan pupil berwarna merah muda, rambutnya yang sedikit lebih hitam dari sebelumnya.


Veliona dan yang lainnya pun tiba di dekat Zen, Veliona pun mendekati Zen dan bertanya "Siapa dia Zen?" Tanya Veliona.


Gadis itu pun menoleh dan menjawab "Namaku adalah Shina, Iblis murni bawahan Koruga" Ucap gadis itu sembari tersenyum.


(Slash!!!)


(Ting!!!)


Terlihat Veliona langsung mengayunkan sabitnya ke arah gadis itu, tetapi gadis itu dengan mudah menahan serangan Veliona menggunakan sebuah tongkat sembari tersenyum.


"Hei hei.. Tenang, aku hanya ingin menyampaikan pesan dari Koruga saja kok..." Ucapnya sembari sedikit tersenyum.


"Berisik!!" Kesal Veliona.


Veliona kembali mengayunkan sabitnya, tetapi Zen menahan tangan Veliona yang membuatnya terkejut.


"Dengarkan saja pesan darinya Vel, aku juga ingin tau" Ucap Zen.


Veliona yang mendengar perkataan Zen pun sedikit terkejut dan sabitnya pun perlahan hilang.


"Tapi Zen" Saat Veliona akan membantah Zen, Zen langsung mengelus kepalanya dan mengucapkan "Tidak akan terjadi apa apa kok, tenang saja" Ucap Zen.


Veliona yang mendengarnya pun menjadi tenang, tetapi tiba tiba keadaan semakin mengancam saat seorang pria tiba tiba muncul di belakang gadis itu.


"Biar aku saja yang memberi tau mereka" Ucap pria tersebut yang ternyata adalah Koruga itu sendiri.


"Oi bocah, aku akan memberi tau suatu hal" Ucap Koruga.


Zen yang mendengar perkataan itu pun menjadi sangat terkejut, karena Koruga yang lebih berbeda dari sebelumnya.


"Pria berambut putih, bermata merah, aura mengancam, leluhur Iblis?!" Gumam Asuka sangat terkejut.


"Aku akan menghancurkanmu" Ucap Koruga sembari menatap Zen dengan tatapan yang sangat tajam, tiba tiba ia muncul tepat di depan Zen dan langsung mengayunkan pedang berwarna hitam kegelapan.


(Slash!!!!)


(Ting!!!!!!!!!!!)


Tiba tiba seorang gadis berbaju kimono dengan topeng oni yang terikat di bagian kiri pada kepalanya langsung menahan serangan Koruga dengan santai yang membuat Zen sangat terkejut.


"Cepat sekali?!" Gumam Zen sangat terkejut melihat gadis itu.


Tidak hanya Zen, Veliona dan yang lainnya pun sangat terkejut saat melihat Koruga yang menyerang Zen, mereka tidak mampu menciptakan senjata mereka karena tekanan aura yang mengancam.


"Oi oi, jangan berpindah dimensi sesukamu dong" Ucap seorang pria siswa dari akademi Destro.


Koruga yang mendengarnya pun sangat terkejut karena merasakan hawa keberadaan dan aura yang luar biasa mengancam.


"Ka?!" Sebelum Koruga melontarkan sebuah kata, tiba tiba ia sudah terpelanting sangat jauh bahkan terpelanting hingga tembus dari dinding colosseum dan akademi, Koruga terus terpelanting sangat jauh hingga ke hutan di luar akademi water dragon akibat tendangan pria itu.


"Padahal aku sudah membiarkanmu hidup loh di dimensi itu" Ucap pria itu sembari tersenyum bengis.


Zen yang melihat pria itu pun seketika menyadari jika pria itu adalah Koruga, dan ternyata benar, pria itu adalah Koruga yang menyamar menjadi murid dari akademi Destro.


"Si?! Siapa kau?!" Panik gadis Iblis itu saat melihat Koruga yang menyamar menjadi murid akademi.


"Shina, kamu boleh menyimpan inti sihir miliknya kok, terserah mau kamu apakan, ingin kamu konsumsi atau buang ke dungeon juga tidak masalah" Ucap Koruga dengan santai.


"Baik tuan muda.. aku akan menggunakannya dengan baik.." Ucap seorang gadis yang sedang melayang di atas udara serta memegang inti sihir berwarna ungu sedikit bercaya dengan kekuatan yang hampir menyamai kekuatan Zen saat ini.


Gadis itu terlihat sangat mirip dengan gadis yang Veliona serang sebelumnya, ia adalah Shina bawahan Koruga yang sesungguhnya, tetapi ia terlihat memiliki sifat yang bertolak belakang dengan Shina yang sebelumnya, ia terlihat lebih dingin dibandingkan Shina yang sebelumnya.


Tiba tiba tubuh Shina yang berada di permukaan perlahan lenyap menjadi abu karena Shina yang sudah membunuhnya dengan sangat cepat.


"Apa apaan ini?!" Gumam Zen sangat terkejut.


Zen baru menyadari jika ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya, bahkan ia tidak dapat melontarkan sepatah kata pun dari mulutnya.


Koruga pun melihat Zen dan sadar, ia pun mengucapkan "Kamu sudah semakin kuat ya Zen, padahal aku menghentikan waktu tetapi kamu bisa mengendalikan dirimu" Ucap Koruga dengan santai yang membuat Zen sangat terkejut.


"Sudahlah, aku akan pergi membunuh diriku yang terkahir yang ku biarkan hidup di dimensi itu terlebih dahulu, sampai jumpa Zen" Ucap Koruga perlahan jalan dan langsung menghilang.


Tiba tiba waktu pun kembali bergerak, tetapi Koruga, Shina dan gadis yang mengenakan kimono sebelumnya sudah menghilang padahal Zen dapat melihat mereka sebelumnya, tetapi saat waktu kembali berjalan tiba tiba mereka sudah menghilang.


"Zen?" Bingung Veliona sembari melihat Zen.


Zen yang mendengar ucapan mereka menjadi aneh pun sedikit kebingungan, tetapi tiba tiba ia merasakan hawa dingin yang menyambar ke arahnya dari luar akademi, tidak hanya Zen, Veliona dan yang lainnya pun ikut terkejut saat merasakan hawa dingin itu.


"Sepertinya sudah tiba" Gumam Zen.


"Maaf aku akan pergi keluar lebih dulu" Ucap Zen menoleh ke arah Veliona dan yang lainnya.


Setelah mendengar perkataan itu, Zen tiba tiba menghilang dari pandangan mereka, Zen berlari ke luar dengan sangat cepat, mata mereka yang tidak dapat menandingi kecepatan Zen pun melihat Zen yang seakan akan menghilang, padahal Zen hanya berlari.


Dan tanpa Zen sadari, ia sudah melupakan hal yang baru saja terjadi karena ingatan mereka yang di hapus oleh Koruga.


...-Disisi Lain-...


"Uhuk!!!!" Koruga yang di tendang sebelumnya pun memuntahkan darah yang banyak dari mulutnya dan tiba tiba ia terpelanting ke atas di tendang oleh Koruga.


"Akh!!!!"


Koruga dengan wujud samaran pun mencekik Koruga itu dengan sangat kuat.


"Oi oi, aku sudah membiarkanmu hidup disana, kamu satu satunya diriku yang aku kasihani tetapi kamu malah mencari keributan denganku ya... berani beraninya berpindah dimensi ke dimensi ini, sepertinya kamu ingin menyerap kekuatan Zen bukan? Hahahah!!!" Koruga pun tertawa puas sembari mencekiknya dengan kuat.


"Kau merusak rencanaku dasar bodoh" Ucap Koruga sembari menatapnya dengan tatapan yang sangat menyeramkan.


Tiba tiba sebuah portal muncul tepat di belakangnya dan Koruga pun melemparkannya ke dalam portal itu.


"Kali ini kau pasti akan mati wahai diriku yang bodoh" Ucap dingin Koruga.


Portal tersebut pun tertutup dan Koruga berjalan di udara dengan santai lalu menghilang.


...-Disisi Lain-...


"Akh!!" Koruga yang di lemparkan pun terlihat tidak berdaya.


"Sial! Aku ketahuan!" Gumam Koruga.


Ia pun menyembuhkan dirinya, tetapi saat ia membuka matanya ia dan bangun, ia sangat terkejut karena ia berada di sebuah wilayah yang begitu mengancam.


Wilayah berwarna merah dengan bangunan kerajaan leluhur Iblis yang sudah hancur yakni sebuah area ciptaan Koruga sendiri dan terlihat sudah ada puluhan Iblis murni yang menunggunya di sana.


"Oi kalian, pastikan dia mati kali ini" Suara Koruga pun terdengar di telinga puluhan Iblis murni dan mereka semua pun spontan mengucapkan "Baik tuan muda!"


"Ahahaha sudah lama sekali kita tidak berkumpul untuk membasmi makhluk lemah yang di kirimkan tuan muda ya..." Ucap seorang gadis berambut merah, dengan pakaian yang sedikit sexy, celana yang pendek hanya mencapai ujung lututnya serta baju kaos berwarna merah yang tidak memiliki lengan, tidak hanya itu matanya yang terlihat berwarna merah serta pupil matanya yang berwarna biru, ia terlihat duduk di atas batu tinggi sembari memainkan sebuah api di atas jari telunjuknya.


...(Niraha \= Iblis murni tingkat 7)...


"Kau saja yang terlalu lebai Niraha, kita juga sering bertemu di kastil" Ucap seorang pria dengan rambut biru hitam jubah manjang menutupi tubuhnya dan selendang berwarna hitam yang melingkar di lehernya yang duduk di bawah Niraha.


...(Rey \= Iblis murni tingkat 8)...


"Aku membenci orang yang mengganggu kesenangan kita semua!" Ucap seorang Iblis dengan suara yang menyeramkan, pria berambut panjang menutupi mata kanannya, kukunya yang tajam, matanya yang sayu tetapi tatapannya yang tajam dengan mata berwarna abu abu dan pupil matanya berwarna hitam pekat.


...(Akira \= Iblis murni tingkat 11)...


"Wah wah, tak di sangka kita akan diberikan giliran untuk membunuh tuan muda palsu dari dimensi lain" Ucap Cendra seakan akan sangat senang sembari memainkan jaring berwarna hitam menggunakan jari jarinya.


...(Cendra \= Iblis murni tingkat 10)...


"Sepertinya tuan muda ingin kita menyelesaikan ini secepatnya" Ucap seorang gadis berbaju kimono dengan topeng oni yang terikat di bagian kiri pada kepalanya sembari melihat sarung katana miliknya dan mengeluar masukkan katana miliknya.


...(Serika \= Iblis murni tingkat 5)...


"Mungkin begitu, aku juga ingin segera kembali ke kastil untuk menemui tuan muda" Ucap Shina dingin sembari menyentuh tangan kanannya dan menggenggamnya.


...(Shina \= Iblis murni tingkat 6)...


"Hah.. Aku ingin bermain kutukan lagi.." Ucap seorang gadis mengeluh dengan pakaian lengan pendek, celana sedikit panjang dan pakaiannya hingga celananya terlihat memiliki rantai berwarna hitam yang sudah seperti hiasan bagi dirinya, serta kedua sisi kiri kanannya yang terdapat kepala tengkorak berwarna putih terbakar api berwarna ungu.


...(Kiara \= Iblis murni tingkat 9)...


"Sudahlah, aku ingin kembali berlatih.." Keluh seorang gadis yang sedang duduk di permukaan sembari memegang dua bilah pedang berjeruji dan terlihat berbagai senjata lainnya seperti tombak, kapak, tongkat, sabit, pedang rantai, cambuk berduri besi, dan lain sebagainya.


...(Huira \= Iblis murni tingkat 12)...


"Jadi, kapan kita akan membunuhnya?" Tanya seorang pria dengan santai sembari tiduran di atas batu.


...(Kakeru \= Iblis murni tingkat 14)...


"Hei hei.. Kalian bukannya terlalu bersemangat??" Tanya Lucifer sembari tersenyum bahagia.


...(Lucifer \= Tangan kanan leluhur Iblis)...


Terlihat Code hanya diam dan melihat sebuah selendang tipis berwarna putih yang melilit di lengannya.


...(Code \= Tangan kanan leluhur Iblis)...


"Ckckckc" Hentakan gigi yang cepat terdengar keras dan sosok anjing besar di dalam kegelapan sedang tidur santai.


...(Soul Reaper \= Tangan kanan leluhur Iblis)...


...(Cerberus \= Tangan kanan leluhur Iblis)...


Terlihat Ren yang sedang duduk di atas kastil yang hancur sembari menatap Koruga itu dengan tatapan tajam.


...(Ren \= Iblis murni tingkat 2)...


"Lama sekali" Ucap seorang pria sembari membaca sebuah buku.


...(Taishi \= Iblis murni tingkat 13)...


"Aku sudah tidak sabar sekali!!!" Ucap seorang gadis sembari memegang sebuah tombak dengan penuh semangat.


...(Usai \= Iblis murni tingkat 15)...


"Tch lagi lagi makhluk yang merusak suasana" Ucap seorang pria sembari memegang dua tombak dua sisi yang terlihag tidak begitu panjang hanya seperti pedang biasa yang memiliki dua mata pedang.


...(Omoi \= Iblis murni tingkat 17)...


"Sudahlah, diam saja lebih baik agar semuanya lebih cepat berjalan" Ucap seorang kecil gadis yang sedang duduk di permukaan sembari memainkan batu di tangannya.


...(Lolita \= Iblis murni tingkat 16)...


"Maaf, maaf, maaf!..." Ucap aneh seorang gadis sembari meringkuk seakan akan ketakutan.


...(Noile \= Iblis murni tingkat 19)...


"Hei Noile, jangan meminta maaf terus sifatmu aneh sekali bisa berubah berubah" Ucap seorang pria yang kebingungan dengan situasi.


...(Yuno \= Iblis murni tingkat 18)...


"Hm.." Terlihat seorang gadis yang sedang terpaku melihat reruntuhan reruntuhan itu.


...(Vielsa \= Iblis murni tingkat 20)...


"Berisik sekali.. Aku muak berada di sini jika ada pria ini" Ucap seram akuma sembari menatap Koruga dengan tatapan tajam dan aura yang sangat mengancam.


...(Akuma \= Iblis murni tingkat 1)...


Terlihat seorang pria berambut biru muda, matanya yang berwarna hitam kemerahan serta pupil matanya yang berwarna biru menatap Akuma dari belakang dengan tatapan keseriusan seakan akan menghormati Akuma.


...(Leviatan \= Iblis murni tingkat 3)...


"Apa apaan ini??!!!" Panik Koruga melihat puluhan Iblis murni yang sudah mengepungnya.


...~Bersambung~...