
Telah lama aku tidak mendengar kabar tentang kedua sahabatku,aku sudah berulang kali mencoba untuk menghubungi nomer mereka,tapi tetap tidak aktif.
Entah mengapa sejak mereka tahu perusahaan Papa sedang mengalami masalah,mereka seakan menghindari ku.
Sampai saat ini aku masih terus mencoba untuk menghubungi mereka,dan sekarang pun aku kembali mencoba untuk menghubungi mereka
Tutt......
Tuttttt...
Aku mencoba menghubungi nomer Tasya
Tutttt....
"Nomer yang anda tuju sedang berada diluar servis area,cobalah beberapa saat lagi....." terdengar seseorang bicara diseberang sana yang ternyata hanya operator.
"Mungkin Tasya emang lagi sibuk..." kataku mencoba berbaik sangka.
"Coba aku hubungi Nita,kali aja bisa!" lanjut ku
tutt....
tutttt...
"Halo......" terdengar suara dari seberang.
'akhirnya diangkat juga oleh Nita...'sorakku dalam hati.
"Hai Nita apa kabar? kamu kemana aja kok aku hubungi nggak pernah bisa?"cerocosku.
"Aku lagi sibuk!"jawabnya singkat.
"Kita ketemuan yuk,dah lama kan kita nggak ngumpul bareng!" pintaku
"Maaf ya Nia,aku nggak bisa!"
"Plisssss...!" rayuku.
"Ya udah kita mau ketemuan dimana?"
akhirnya setelah sedikit merayu ia mau juga.
"Di kafe biasa aja jam empat sore,gimana?" tanyaku.
"Ok...."
dan sambungan pun langsung terputus.
Sore hari aku segera bersiap dan bergegas untuk ke kafe yang sudah kami janjikan.
Sesampai disana aku mencari meja yang masih kosong.Kupanggil waitres dan memesan jus jeruk.
Cukup lama aku menunggu tapi Nita belum juga datang,bahkan aku sampai habis dua gelas minuman.Saat aku hendak beranjak untuk pergi nampak Nita baru datang.
"Syukurlah akhirnya kamu datang juga,tadinya aku pikir kamu nggak jadi datang,aku sampai habis dua gelas loh karena kelamaan nungguin kamu!"cerocosku,dalam hati sebenarnya aku merasa lega melihat kedatangannya.
"Maaf tadi aku masih sibuk!"jawabnya singkat.
"Kamu mau minum apa,aku pesanin dulu ya?" tawarku.
"Nggak usah,aku juga nggak bisa lama-lama disini.Ada hal penting yang ingin aku sampaikan ke kamu!" jawab Nita.
"Apa?" tanyaku sambil memasang wajah sok serius.
"Mulai sekarang jangan pernah lagi hubungi aku sama Tasya!!" kata Nita singkat.
"Tapi kenapa,kita kan sahabat?" tanyaku bingung.
"Karena sekarang kamu udah jatuh miskin dan aku nggak mau berteman dengan orang miskin!" ucapnya sinis.
"Lalu apa arti persahabatan kita selama ini?" tanyaku.
"Aku tuh mau temenan sama kamu karena kamu anak orang kaya,tapi karena sekarang kamu udah jatuh miskin aku nggak mau lagi jadi temen kamu!"
jlegerrrr!!!!
aku sangat terkejut mendengar penuturan Nita,aku sungguh tidak menyangka dia sekejam itu padaku.
Setelah mengatakan hal itu Nita bergegas pergi meninggalkanku.Aku sendiri masih diam terpaku tak percaya dengan apa yang baru saja kudengar,ternyata persahabatan mereka selama ini tidaklah tulus,akulah yang bodoh karena percaya begitu saja dengan mereka saat mereka mencoba mengulurkan tali persahabatan.
Kulangkahkan kakiku untuk kembali kerumah dengan perasaan hampa,sungguh hatiku sangat terluka olehnya.
...****************...
Semenjak pertemuan itu aku tak lagi berhubungan dengan sahabatku, ah bukan....mereka bukan sahabat,mereka cuma benalu yang numpang hidup padaku.
Aku memutuskan untuk lebih fokus lagi pada kuliahku,apalagi sekarang aku tengah menyusun skripsi,aku tak ingin membuang-buang waktu lagi,aku ingin secepatnya lulus.
Hari ini aku berniat untuk menemui dosen pembimbingku di kampus,aku ingin membicarakan tentang skripsiku.
Aku segera bersiap dan bergegas menuju basement,kupacu mobil Tesla roadster warna merah kesayanganku dengan kecepatan sedang.
Ya semua barang berharga kami telah terjual untuk menutupi hutang-hutang perusahaan,hanya mobil ini yang tersisa.
Waktu itu Papa tidak mengizinkan aku untuk menjualnya,karena ia tahu ini adalah mobil kesayanganku,banyak kenangan yang tersimpan didalamnya.
"Eh liat deh,itu kan orang miskin baru!"
""iya belagu banget dia,udah miskin masih aja sombong!"
"Mobil dari mana itu? itukan mobil mahal!"
"Iya itu kan mobil mahal, jangan-jangan dia jual diri,secara sekarang kan keluarganya udah jatuh miskin!"
Aku tak memperdulikan omongan mereka,itu tidaklah penting.Biarlah orang berkata apa yang penting aku tak seperti yang mereka kira.
Memang aku tak pernah memakai mobil ini bila hendak kekampus,jadi wajar bila mereka tidak tahu tentang mobil ini.
Aku bergegas menuju ruang dosen,aku tak mau membuang-buang waktuku lagi.
Sesampai diruang dosen,tampak ia tengah duduk menungguku,aku segera menyerahkan skripsiku.Dosen itu pun memeriksa dan meluluskan skripsiku,lusa aku akan disidang.
Hari itu pun tiba,sekarang aku tengah sidang skripsi.Ada empat orang dosen yang akan mengujiku, mereka duduk dengan wajah dingin.
Melihatnya aku sedikit gugup,tapi aku mencoba untuk tetap tenang,aku tak ingin kegugupanku menghancurkan segalanya.Aku berdehem untuk menetralisir kegugupanku.
Kupresentasikan skripsiku dengan baik dan penuh percaya diri.Kemudian para dosen mengajukan beberapa pertanyaan bergantian,aku pun menjawab setiap pertanyaan yang mereka ajukan dengan lugas tanpa ada sedikitpun keraguan.
Suasana nampak tegang saat itu.Tak berselang lama mereka tampak mengangguk-anggukkan kepala sambil memandang satu sama lain.
Sejurus kemudian mereka berdiri dan tersenyum padaku,sebuah standing ovation mereka berikan tanda mereka puas atas presentasiku,dan mereka menyatakan bahwa aku lulus dengan predikat cumlaude.
Aku tersenyum bahagia,saaaaangat bahagia,akhirnya kerja kerasku selama ini tidaklah sia-sia.
Aku berjalan menghampiri para dosen itu untuk bersalaman dan mengucapkan terimakasih,kemudian aku segera keluar dari ruangan itu.
Sesampai diparkiran aku segera menghubungi Papa untuk memberikan kabar bahagia ini,ia tampak senang saat mendengarnya,tak lupa ia juga mengucapkan selamat padaku.
Setelah memberi kabar bahagia ini pada Papa,aku juga menghubungi Arsen kekasihku,karena ia juga berhak untuk tahu akan hal ini.
Ditelepon Arsen terdengar sangat bahagia saat aku membagi kabar bahagia ini,ia mengucapkan selamat atas keberhasilanku dan mengajakku untuk dinner nanti malam sebagai ucapan selamat darinya.
Aku pun mengiyakan ajakannya,toh sekarang aku tak lagi sibuk dan juga kami telah lama tak bertemu.Kami sepakat untuk dinner ditempat kita jadian dulu,yang sekarang menjadi tempat favorit kita berdua.Setelah selesai aku segera kembali kerumah.
Setiba dirumah aku segera menuju kamarku yang berada dilantai dua,aku ingin sejenak mengistirahatkan tubuhku,rasanya capek juga setelah menghadapi persidangan tadi.
Tak terasa matahari telah kembali diperaduannya dan digantikan posisinya oleh sang bulan dan bintang.
Aku bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang lengket.Kuhidupkan kran air dan kuisi bathtub dengan air hangat,aku ingin sejenak berendam dengan air hangat untuk merilekskan tubuhku,tak lupa kucampurkan beberapa tetes minyak aromaterapi dan segera berendam.
Tak berselang lama aku pun keluar dan segera bersiap.Kurias wajahku secantik mungkin,kukenakan gaunku yang paling indah,sepatu high heels,dan tas tangan, terakhir kusemprotkan parfum kesukaanku berapa kali.
Kulihat tampilan diriku sendiri dicermin.Satu kata,SEMPURNA.Aku ingin malam ini menjadi malam yang paling berkesan untuk kita berdua,karena itu aku tampil semaksimal mungkin.
Sekarang aku telah siap,kuambil kunci mobilku diatas nakas,kemudian bergegas turun kebawah dan menuju basement,kukemudikan mobil Tesla roadster warna merah kesayanganku.Mobil pun melaju membelah jalanan kota dengan kecepatan sedang.
Setiba disana aku segera masuk,kulihat Arsen telah menungguku disana,aku pun bergegas menghampirinya,aku tak ingin membuatnya lama menunggu.
Melihat kedatanganku Arsen segera berdiri dan menyambutku.Direngkuhnya tanganku dan dikecupnya penuh mesrah,kemudian ditariknya sebuah kursi untukku,aku pun segera menghempaskan pantatku diatas kursi itu.Arsen pun kembali duduk,kami saling berhadapan.
"Kamu sangat cantik malam ini" pujinya.
aku tersipu malu mendengar pujiannya.
"Maaf ya aku terlambat" kataku.
"Nggak pa pa,lagian aku juga baru datang" jawabnya.
"Aku mau ngasih hadiah buat kamu" lanjutnya.
"Untuk?"
"Untuk kekasihku sebagai ucapan selamat atas keberhasilanmu" jawabnya.
sejurus kemudian ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku jasnya dan memberikannya padaku.
"Ini apa sayang?" tanyaku.
"Bukalah!"
aku pun segera membuka isi kotak itu,tampak sebuah cincin bertahtakan berlian didalamnya.
"Wah ini sangat indah" ujarku sambil tersenyum.
"Kamu suka?" tanyanya.
"Suka,sangat suka" jawabku dengan mata berbinar.
"Aku pakaikan ya"
akupun mengangguk kecil.
Arsen pun segera melingkarkan cincin itu dijari manisku.Aku tersenyum bahagia karena Arsen sungguh memanjakan ku,tanpa aku sadari aku semakin dekat dengan kehancuranku.
Arsen memanggil seorang waitres untuk memesan makanan dan minuman, waitres pun mencatat semua pesanannya,kemudian ia memintaku untuk memilih,aku pun memilih makanan dan minuman yang ingin kumakan.
Setelah mencatat semua pesanan kami waitres itu meminta kami untuk menunggu dan berlalu pergi.Tak berselang lama pesanan kami pun datang,dan kami pun segera menyantap hidangan kami.
Malam semakin larut aku pun segera kembali kerumah dan mengistirahatkan tubuhku.