
Selama berhari-hari aku masih setia memejamkan mata,selama berhari-hari pula Dinda tetap setia menungguku membuka mata.
"Kania hiks hiks... kumohon bukalah matamu.Apa kau tak ingin melihat wajah bayimu?,kau tahu bayimu sangat tampan,ia memiliki mata yang indah sama seperti matamu" kata Dinda sambil menyeka air matanya.
"Bangunlah Kania....kumohon bukalah matamu... kau sudah seperti keluarga bagiku, kumohon jangan tinggalkan aku,aku tak ingin sendirian lagi Kania!" tangis Dinda sambil menggenggam tanganku.
Tak berselang lama dokter pun masuk kedalam ruanganku.
"Permisi nona,maaf saya periksa dulu ya pasiennya!"
"I..iya dok,silahkan" jawab Dinda sambil menyeka air matanya dan segera menepi.
dokter pun segera melakukan tugasnya
"Bagaimana keadaan Kania dok?" tanya Dinda setelah dokter selesai memeriksa.
"Keadaan nona Kania masih belum menunjukkan perubahan apapun,tapi sebelumnya ada hal penting yang ingin saya tanyakan?"
"Silahkan dok!"
"Apa sebelumnya nona Kania pernah mengkonsumsi obat tertentu dalam jangka panjang?" tanya dokter serius.
"Iya dok,memangnya kenapa ya dok?"
"sepertinya obat itu sudah mempengaruhi kerja otaknya.Hal ini bisa memperburuk keadaannya,dan sepertinya ia juga mengalami trauma yang sangat berat!" jawab dokter sambil menghela nafas panjang.
"Kania memang pernah mengalami trauma dok,tapi apa tidak ada jalan keluar supaya Kania bisa cepat sadar?"tanya Dinda kembali.
"Coba anda terus ajak dia bicara,ingatkan ia tentang pengalaman manisnya atau hal-hal menyenangkan lainnya,hal seperti itu bisa merangsang alam bawah sadarnya,dan mungkin dengan itu ia mau membuka matanya" jawab dokter panjang lebar.
"Baik dok,saya akan lakukan semua saran yang dokter berikan!"
"Kita do'akan saja semoga ada keajaiban yang bisa membawanya kembali ke dunia nyata!"
"Amin...semoga saja ya dok"jawab Dinda ikut mengaminkan.
"Kalau begitu saya permisi dulu"
"Iya dok, terimakasih!"
dan dokter pun keluar dari ruangan itu.
Selepas kepergian dokter itu Dinda melakukan semua saran yang diberikan oleh dokter,ia mencoba mengajakku untuk bicara.
Dia terus mengingatkanku dengan pengalaman manis yang kita alami bersama,tapi hal itu tetap tak berpengaruh padaku.Aku masih setia dengan tidur panjangku,hingga tak terasa Dinda pun tertidur karena kelelahan.
...***************...
Sore hari Abhimana datang untuk menjengukku,saat masuk kedalam ruangan ia melihat Dinda yang tengah tertidur,ia pun mencoba membangunkannya
"Din...Dinda, ayo bangun" kata Abhimana sambil menepuk bahu Dinda pelan.
"Eng....siapa?" tanya Dinda sambil matanya tetap terpejam.
"Ini aku Din, Abhimana!" jawab Abhimana
karena tak melihat tanda-tanda bahwa Dinda akan bangun Abhimana pun kembali menepuk bahu Dinda.
"Din,ayo bangun!"
"Ish siapa sih ganggu aja orang lagi tidur!"
"Eh Abhimana,kapan kamu datang?"tanya Dinda setelah ia sadar.
"Aku baru saja tiba!" jawab Abhimana
"Kau terlihat sangat lelah,pulanglah dan beristirahatlah dulu!" kata Abhimana lagi.
"Tidak Abhi,aku tak bisa meninggalkan Kania disini sendirian"
"Kau tenang saja kan ada aku.Selama beberapa hari ini kau kan terus menjaganya,istirahatkanlah dulu dirimu barang sejenak dan lagi kau juga harus bekerja kan!"
"Tapi kalau aku pulang lalu siapa yang menjaga kania?" ujar Dinda kekeh tak mau pergi.
"Malam ini biar aku yang menjaga Kania,kau pulanglah!" jawab Abhimana.
"Baiklah kalau begitu aku akan pulang dulu,besok aku akan kembali lagi kesini dan aku ucapkan terima kasih karena kau sudah mau menjaga Kania"
"Tidak usah berterima kasih,Kania kan juga temanku.Sekarang kau pulanglah!"
Dinda pun mengangguk dan segera berlalu dari ruanganku.
Setelah kepergian Dinda, Abhimana pun mendekat ke arahku.
"Kania aku tahu apa yang kau alami itu tidaklah mudah untuk dilupakan,tapi kalau kau mau membuka mata maka kau akan melihat banyaknya kebahagiaan yang sudah menantimu"
"Kau tahu,masih banyak orang yang peduli dan sayang padamu termasuk aku!" ujar Abhimana sambil terus memandangi wajahku.
"kau ingat saat pertama kali kita bertemu? saat itu aku sangat terpesona dengan kebaikanmu,dan sejak itu aku pun terus mencari tahu tentang dirimu,tapi saat aku mengetahui bahwa kau sudah memiliki kekasih,aku pun mengubur perasaanku karena aku tak mau menghancurkan hubungan kalian" kata Abhimana lagi sambil menggenggam tanganku.
"Tapi takdir kembali mempertemukan kita.Andai aku tahu tentang keadaanmu sejak awal, maka takkan kubiarkan kau menderita seperti saat ini!"
"Kali ini aku takkan membiarkanmu menderita lagi,aku akan terus berada di sampingmu untuk menjaga dan melindungimu" ujar Abhimana sambil mengecup punggung tanganku.
Setelah lama berbicara,Abhimana pun bangkit dan mengambil air wudhu.Setelah selesai ia pun menghamparkan sajadah didekat ranjangku, lalu ia melakukan sholat dan berdo'a untuk kesembuhanku, serta membacakan ku ayat-ayat suci Al-Qur'an.Hingga larut malam Abhimana masih setia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
...****************...
Di alam bawah sadarku,aku merasa seakan berada disebuah taman yang sangat indah.Disana terdapat rumput hijau yang terhampar bagai permadani,juga berbagai macam bunga yang sangat indah yang semerbak harumnya mampu menenangkan jiwa.
Ditengah-tengah taman terdapat sebuah bangku yang berukir sangat indah,disanalah aku duduk sambil menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi dan kupu-kupu yang terbang bebas.
Aku merasa begitu tenang dan nyaman berada disana,hingga rasanya aku tak ingin pergi meninggalkan tempat itu.
Tiba-tiba seberkas cahaya putih datang dari langit,diikuti sebuah suara yang bergema di angkasa.
HAI JIWA YANG TENANG,KEMBALILAH KEJALAN TUHANMU.
Cahaya itu seakan menarik dan memaksaku untuk kembali ke dunia nyata.Aku berusaha lari dan menghindar dari cahaya itu,tapi semakin kuat aku berusaha semakin kuatlah cahaya itu menarikku,sementara suara itu terus bergema diangkasa.Aku pun tak kuasa untuk melawan,dan akhirnya aku pun kembali ke dunia nyata.
Saat pertama membuka mata,aku mendengar suara seseorang sedang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an,aku pun menoleh ke sumber suara itu dan kulihat ada Abhimana disana.
Tampak Abhimana tengah duduk diatas sajadah sambil membaca Ayat-ayat suci Al-Qur'an.Suaranya begitu merdu dan menenangkan,hatiku pun terasa tentram saat mendengarnya.Aku merasa suara inilah yang tadi menarikku kembali ke dunia nyata.
Tak terasa air mataku pun jatuh membasahi pipiku,aku merasa terharu ternyata masih ada orang yang peduli dan dengan setia terus mendo'akanku.
Mendengar suara tangisku, Abhimana pun menghentikan aktivitasnya dan segera menghampiriku.
"Kania kau sudah sadar!" pekik Abhimana sambil tersenyum gembira.