
"Arsen,lusa aku akan berangkat ke Inggris,maukah kau ikut mengantarku ke Bandara?" tanyaku saat kita sedang makan siang bareng disebuah kafe dekat kantornya.
Tadi pagi aku menelepon Arsen karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan,dan jadilah sekarang kami makan siang bersama disini.
"Jadi kamu tetap dengan keputusanmu untuk melanjutkan studi di Inggris?" tanya Arsen.
"Iya Arsen,aku tak ingin menyakiti hati Papa dengan penolakanku,dan lagi ini juga untuk masa depanku juga,aku harap kau bisa mengerti!" jawabku.
"Lalu bagaimana denganku? apa kau pikir aku juga tak akan kecewa?" ucap Arsen.
"Aku tahu kau kecewa dengan keputusanku ini,tapi Arsen kalau kau benar-benar mencintaiku kau pasti akan menungguku,kau pasti mendukungku seperti aku yang terus mendukung bisnismu" jawabku.
"Tapi....."
"Kumohon Arsen mengertilah posisiku saat ini,setelah sekian lama baru kali ini Papa bersikap hangat padaku,aku tak ingin kehilangan kasih sayang Papa juga setelah aku kehilangan kasih sayang dari Mama!" sahutku.
"Baiklah kalau itu mau kamu,aku tak bisa memaksamu!" ujar Arsen pasrah.
"Terima kasih Arsen,aku janji aku akan menyelesaikan kuliahku secepatnya,setelah itu kita akan menikah!" kataku lagi.
Arsen hanya mengangguk kecil tanpa ada senyum diwajahnya.
"Jadi kamu mau kan ikut mengantarkan aku ke Bandara nanti?" kataku mengulang pertanyaanku tadi
.
"Akan aku usahakan!" jawabnya lirih
kami pun melanjutkan makan siang kita tadi,setelah selesai Arsen langsung berpamitan
"Aku kembali ke kantor dulu,kamu nggak pa pa kan pulang sendiri?" ujar Arsen.
"Iya nggak pa pa" jawabku.
Arsen pun berlalu dari hadapanku tanpa memelukku terlebih dahulu.
Aku tahu aku sudah egois,aku telah mengecewakan Arsen,tapi saat ini Papa lebih penting bagiku.
Aku pun segera menyelesaikan makanku dan berlalu pergi.
...****************...
Hari ini adalah hari keberangkatanku,aku sudah memberi penjelasan pada Arsen dan dia mau menerima keputusanku walau dengan berat hati.
Pagi-pagi sekali aku telah selesai bersiap dan segera turun kebawah ,rencananya pesawatku nanti akan terbang pukul tujuh pagi dan Papa sendiri yang akan mengantarkan aku ke bandara.
Aku berulangkali mencoba menghubungi Arsen untuk bertemu sebelum aku berangkat,tapi entah kenapa ia tak menjawab satu pun panggilan dariku.Papa pun datang menghampiriku dan mengajakku untuk berangkat.
"Kania kamu sudah siap nak,kita berangkat sekarang ya" ajak Papa.
"Tunggu sebentar Pa aku menunggu Arsen,aku ingin bertemu dengannya sebelum aku berangkat!" jawabku.
"Ya sudah kita tunggu sepuluh menit lagi!" ujar Papa.
aku pun kembali mencoba menghubungi Arsen,tapi tetap ia tak menjawab teleponku.
"Gimana nak? sekarang sudah sepuluh menit,kita berangkat sekarang aja ya!" ujar Papa.
"Tapi Pa gimana dengan Arsen?"
"Kamu tinggalin pesan aja buat dia,nanti biar dia langsung nyusul kita ke bandara!" usul Papa.
aku pun mengangguk mengiyakan ucapan Papa dan segera meninggalkan pesan untuk Arsen agar dia menyusulku ke Bandara.
Papa pun memasukkan semua barang-barangku kedalam bagasi mobil dan mobil pun segera melesat menuju Bandara.
Papa sendirilah yang menyetir mobil karena setelah mengantarkanku ke Bandara Papa akan langsung pergi ke kantor.
Sesampainya di Bandara aku menunggu kedatangan Arsen didekat kursi tunggu dengan harap-harap cemas.Berulang kali aku melihat ke arah luar berharap Arsen akan segera datang.
Terdengar petugas mengumumkan pesawat menuju ke Inggris akan segera berangkat,aku pun melangkahkan kaki menuju jalur keberangkatan dengan berat hati.
Aku menoleh kebelakang sebelum masuk kedalam pesawat berharap Arsen telah datang,tapi semua hanya tinggal harapan,Arsen tetap tak datang.
Hanya ada Papa yang terlihat sedang melambaikan tangan untuk melepas keberangkatanku,aku pun membalas lambaian tangan Papa dengan senyum tipis,kemudian tubuhku pun menghilang didalam pesawat.
Didalam pesawat aku segera mencari kursiku dan setelah ketemu aku segera menghempaskan pantatku diatasnya.
Hatiku sungguh kecewa karena Arsen tak mau menemuiku apalagi membalas pesanku.
Perjalanan berlangsung selama kurang-lebih tujuh belas jam,kucoba untuk memejamkan mata untuk mengusir kekecewaan ku dan lagi mataku masih mengantuk karena subuh tadi aku sudah bangun,akhirnya mataku pun terpejam juga.
...****************...
Pesawat telah mendarat dengan selamat di Bandara Gatwich,salah satu Bandara internasional terbesar di Inggris yang terletak 60 mil diutara kota London.
Aku segera turun dari pesawat dan mencari taksi untuk mengantarkanku mencari tempat tinggal.
kehabisan tempat dan terpaksa harus mencari tempat tinggal yang lain.
Setelah lama berputar-putar akhirnya aku menemukan sebuah tempat semacam indekost bernama Private hall
of Residence,letaknya tidak jauh dari kampus.
Setelah menyelesaikan pembayaran aku segera masuk kedalam kamar yang sudah ditunjukkan untuk mengistirahatkan tubuhku.
Setelah sejenak beristirahat dan membersihkan tubuh,aku mengambil handphoneku yang ada di tas kecilku,aku ingin memberi kabar pada Arsen.
Tuttttt
Tutttt
telepon tidak diangkat,aku mencobanya lagi
Tuttttt
Tuttttt
masih tidak diangkat
'mungkin Arsen sedang sibuk,nanti akan aku coba lagi' batinku,kemudian aku melanjutkan dengan menghubungi Papa.
Tutttt
Tutttt
"Halo....." terdengar sahutan dari seberang
"Halo Pa ini Kania,Nia mau ngabarin kalo Nia sudah nyampek di Inggris" jawabku.
"Syukurlah,kamu baik-baik saja kan nak? apa kamu sudah dapat tempat tinggal?" tanya Papa.
"Nia baik Pa,Nia juga sudah dapat tempat tinggal letaknya tidak jauh dari kampus" jawabku.
"Bagus kalau begitu,kamu jaga diri baik-baik disana ya nak!"
"Iya Pa,Papa juga jaga kesehatan Papa,jangan lupa makan dan jangan kerja sampai larut malam"
"Iya Papa ngerti,ya sudah Papa tutup dulu ya teleponnya,kamu lanjut istirahat dulu"
"Iya Pa,dah Papa Kania sayang Papa"
"Papa juga sayang kamu!"
dan sambungan telepon pun terputus.
Setelah menghubungi Papa aku mencoba untuk menghubungi Arsen lagi
Tutttt
Tutttt
panggilan masih tak terjawab,sungguh aku sangat sedih dengan hal ini.Berulangkali aku mencoba meneleponnya tapi entah kenapa Arsen tak mau menjawab satu pun telepon dariku.
Kuletakkan kembali ponselku didalam tas saat mendengar bunyi perutku yang keroncongan,aku baru ingat kalau aku belum makan apapun sejak datang.
Aku memutuskan keluar sebentar untuk membeli beberapa bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari ku nanti disini.
Aku segera berganti pakaian dan mengambil tas kecilku tadi,kemudian menaiki sebuah taksi yang kebetulan sedang mangkal didekat situ menuju supermarket terdekat.
Sesampainya di supermarket aku segera menuju rak bahan makanan dan memilih beberapa bahan makanan yang aku butuhkan.
Setelah selesai memilih bahan makanan aku beralih ke rak kebutuhan sehari-hari,aku membeli beberapa perlengkapan mandi dan lain-lain.
Setelah semua selesai aku segera menuju kasir untuk membayar belanjaanku. Aku menenteng dua kantong belanjaan penuh sekeluar supermarket,sebelum pulang aku mampir ke kedai dipinggir jalan untuk membeli sandwich dan minuman.
Aku bergegas kembali ke rumah setelah membeli semua yang aku butuhkan.
Sesampainya dirumah aku segera memakan sandwich yang tadi kubeli,cacing diperutku sudah tidak sabar untuk diberi makan,kemudian aku meminum sebotol air mineral.
Ahh sekarang perutku terasa kenyang,aku segera membuang sisa makanku dan menata barang belanjaanku tadi.
Setelah semua selesai aku bergegas mengistirahatkan tubuhku,rasanya penat sekali setelah seharian berkeliling mencari tempat tinggal.
Tak berselang lama aku pun telah masuk ke alam mimpiku,tanpa kutahu saat ini seseorang dibelahan dunia lain tengah mabuk karena kekecewaan yang dialaminya.
...****************...
Hai reader makasih ya sudah setia membaca cerita Kania.....
moga kalian suka dengan karyaku dan jangan lupa like n komentnya,biar aku makin semangat buat up.🤗🤗🤗