Say No To Drugs

Say No To Drugs
Bab 7



Ting....


Pintu lift pun terbuka.


Dilantai paling atas hanya terdapat tiga ruangan.Pandanganku langsung tertuju pada ruangan yang terletak ditengah,ruangan yang paling besar diantara ruangan yang lain.Dan benar saja itu adalah ruangan kekasihku,Arsen.


Didekat ruangannya nampak sekretarisnya yang bernama Dona yang sedang asyik berkutat didepan laptopnya.


Sekretaris itu mengenakan pakaian yang super ketat hingga dadanya terlihat menyembul keluar,bedak yang tebal serta lipstik merah menyala.


Aku tertawa dalam hati melihat penampilannya,bukannya terlihat cantik tapi malah seperti ondel-ondel buatku.


Melihat kedatanganku ia pun mencoba menghentikan langkahku


"Maaf anda siapa ya? dan ada perlu apa?" tanyanya tak ramah,dari matanya aku melihat ada kecemburuan.


"Saya Kania,saya kesini mau ketemu Arsen" jawabku.


"Tuan Arsen sedang sibuk,nggak bisa diganggu!" tukasnya sinis.


"Oh ya,tapi maaf ya Tuan Arsen mu itu nggak mungkin nolak kedatanganku!" jawabku tak kalah sengit.


"Jangan berani-berani menggoda Tuan Arsen,dia calon pacar saya!" ujarnya sambil berapi-api.


"Baru calon kan,lah saya udah setahun jadi pacarnya!" jawabku enteng.


Dia nampak terkejut mendengar penuturanku,aku pun melanjutkan ucapanku.


"Oh ya kalau boleh ngasih saran,besok kalau mau kekantor pakaiannya yang sopan dikit yah,tuh dadanya sampe teriak kesempitan" kataku tersenyum mengejek sambil menunjuk kebagian dadanya.


Muka sekretaris itu semakin merah padam karena marah,aku pun lebih memilih pergi dari pada meladeni perempuan sok kegenitan itu.


Kulihat pintu sedikit terbuka menampakkan Arsen yang sedang serius memeriksa beberapa berkas.Kuketuk pintu dan dia pun menyuruhku untuk masuk tanpa melihat siapa yang datang.


Aku pun segera masuk sambil menyanyikan sebuah lagu selamat ulang tahun untuk Arsen.Ditanganku terdapat kue ulang tahun dengan lilin yang menyala.Arsen pun mendongakkan kepala mendengar suaraku,dia tersenyum bahagia melihat kedatanganku.


"Selamat ulang tahun sayang ...."ucapku sambil tersenyum sesampainya dihadapan Arsen.


"Tiup dulu donk lilinnya".


Dia pun berdiri dan meniup lilin itu.


"Sekarang kamu pejamkan mata dan buat permohonan!" lanjut ku.


Dia pun menuruti semua perkataan ku,di pejamkannya kedua matanya sambil mulutnya komat-kamit menyebutkan permohonannya.


"Nah....sekarang potong dulu ya kuenya"


Dia pun memotong kuenya.


"Ini untuk kekasihku tersayang....."ucapnya sambil menyuapiku sepotong kue.


"Kenapa kamu repot-repot kesini sayang?"katanya sambil memakan kue.


"Aku nggak merasa direpotkan kok sayang....justru aku senang bisa membuat kejutan ini untukmu" jawabku.


"Kamu memang baik hati,tak salah aku menjadikanmu sebagai kekasihku" pujinya sambil memelukku dan mengecup keningku


"Aku mencintaimu" lanjutnya.


"Apa kamu suka dengan kejutanku?" tanyaku.


"Suka.....sangat suka!"


"Oh ya...ini hadiah buat kamu"kataku sambil menyerahkan paper bag yang tadi kubawa.


"Apa ini...?"


"Bukalah...."


Dia pun membuka paper bag yang kuberikan.


"Wah... ini kan jam tangan keluaran terbaru" ujarnya sambil tersenyum kecil.


"Kamu suka...?"


"Hmmm...makasih ya sayang,gini deh sebagai gantinya ntar malem kita dinner ya...kan udah lama juga kita nggak dinner bareng,ntar aku yang jemput" ajaknya.


Aku pun mengangguk menyetujui ajakannya.


...****************...


Tak berselang lama sebuah mobil berhenti didepan rumahku.Tampak Arsen keluar dari mobilnya,dia terlihat sangat tampan dengan setelan jas yang ia kenakan,aku pun berjalan menghampirinya.


"Kau sudah siap sayang....." tanyanya.


Aku pun mengangguk.


"Kita berangkat sekarang ya....." katanya lagi


Dia pun membukakan pintu mobil dan mempersilahkan aku untuk masuk,kemudian ia sendiri masuk kedalam mobil,dan mobil pun meluncur membelah jalanan kota.


Arsen membawaku menuju restoran D'corner, sebuah restoran mewah yang terletak didalam sebuah mall terbesar dikota ini.


Kami menuju meja didekat jendela yang menghadap ke jalanan agar bisa menikmati pemandangan diluar.Arsen pun menarik sebuah kursi dan mempersilahkan aku duduk.


Kuhempaskan pantatku disana, selanjutnya ia menarik kursi untuk dirinya sendiri dan duduk diatasnya.Kami duduk saling berhadapan.


Kulambaikan tanganku untuk memanggil waitres dan seorang waitres pun datang menghampiri kami,dia menyodorkan sebuah buku menu padaku dan Arsen.


"Silahkan dipilih tuan....Nona"


Arsen memilih beberapa menu makanan dan minuman untuknya.


"Kamu mau pilih yang mana sayang?" tanyanya.


"Samakan aja dengan punyamu" jawabku.


Arsen pun kembali menyebutkan pesanan kami.waitres itu pun mencatat semua pesanan lalu mengambil buku menu.


"Mohon tunggu sebentar Tuan ...Nona!" ujar waitres itu sambil menganggukkan kepala dan berlalu.


Tak berselang lama pesanan kami pun datang.Waitres menata hidangan diatas meja.


"Silahkan dinikmati Tuan ...Nona,apa ada pesanan yang lain?"


"Tidak terimakasih!"


Waitres berlalu pergi dan kami pun mulai menikmati hidangan yang tersedia.


Setelah selesai makan Arsen mengajakku berbelanja.Kami memasuki sebuah toko dengan brand-brand ternama.


"Sayang pilihlah apapun yang kau inginkan" kata Arsen.


"Benarkah.....!" ujarku.


Arsen pun menganggukkan kepala.


Aku mulai memilih beberapa baju yang aku inginkan,dan mencobanya diruang pas,kemudian aku berjalan menghampiri Arsen untuk meminta pendapatnya


"Gimana...?" tanyaku.


"Cantik...!!" puji Arsen.


"Apanya? bajunya atau orangnya?" tanyaku meminta penjelasan.


"Dua-duanya...." jawab Arsen.


aku pun tersipu malu mendengar pujiannya.


"Aku pilih yang ini aja ya....".


aku pun segera kembali keruang pas dan mengganti pakaianku, kemudian menyerahkan baju yang kupilih tadi pada Arsen untuk dibayar.


Arsen pun mengeluarkan sebuah kartu kredit dan membayar belanjaanku dikasir.


"Apa ada yang lain yang kamu inginkan?" tanya Arsen.


"Nggak deh yank,itu aja!" jawabku.


Kami pun keluar dari toko itu.


"Kita pulang yuk aku udah capek nih...!" pintaku.


Arsen pun mengangguk dan kami pun berjalan menuju parkiran,lalu Arsen mengantarku pulang.


Tak berselang lama kami pun sampai dirumah dan aku segera turun dari mobil.


"Aku langsung balik aja ya yank,udah malem juga" pamitnya.


Aku pun mengangguk mengiyakan.kemudian Arsen memelukku dan mengecup bibirku sekilas.Mobil Arsen pun segera berlalu pergi dan aku sendiri segera masuk kedalam rumah.