Say No To Drugs

Say No To Drugs
Bab 15



Keesokan hari aku terbangun saat matahari sudah diatas sepenggalan.Aku mengerjapkan mataku serta menggeliatkan tubuhku yang terasa kaku.


Kulihat jam beker disamping tempat tidurku,waktu menunjukkan pukul sembilan pagi.Aku tidur sangat pulas hingga tak menyadari hari mulai siang,mungkin karena kelelahan setelah perjalanan jauh.


Kusibakkan selimutku kesamping dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badanku.


Selesai mandi aku segera turun kebawah,cacing diperutku sudah berdemo meminta jatahnya.


Aku berjalan menghampiri bik Ijah,asisten rumah tanggaku yang sedang sibuk didapur.


"Bibik hari ini masak apa?" tanyaku sambil mendudukkan tubuhku diatas kursi.


"Eh non Kania sudah bangun non,tadi bibik masak nasi goreng Pattaya,telur mata sapi,sama udang goreng tepung,non Kania mau makan?" jawab bik Ijah.


"Iya bik,Kania lapar!" sahutku.


"Bentar ya non bibik panaskan lagi makanannya soalnya sudah dingin!"


aku pun mengangguk mengiyakan.


"Buatin Kania jus jeruk juga ya bik,oh ya Papa mana bik?" tanyaku kemudian.


"Tuan sudah berangkat pagi-pagi sekali non, buru-buru sampai tak sempat sarapan tadi, katanya sih pagi ini ada rapat penting!" jelas bik Ijah sambil tangannya terampil memainkan alat-alat masak.


"Nah ini sudah siap non,silahkan dinikmati!" kata bik Ijah lagi sambil menghidangkan makanan di depanku.


"makasih bik,bibik disini aja dulu temani Kania makan!"


Aku pun mulai melahap hidangan yang tersaji di depanku.


"Papa gimana selama Kania tidak ada dirumah bik? apa Papa masih suka pulang larut malam?" tanyaku disela-sela makan.


"Semenjak hubungan tuan dan non membaik tuan tidak pernah pulang larut malam lagi non,tuan juga nggak pernah membawa pulang masalah pekerjaannya kerumah" jelas bik Ijah.


"Kalau masalah kesehatannya gimana bik? apa Papa masih suka lupa makan kalau sedang sibuk?" tanyaku lagi.


"Kalau soal itu bibik kurang tahu non,tapi kalau dirumah tuan selalu makan kok!" tutur bik Ijah.


Aku pun mengangguk-angguk mendengar penjelasan bik Ijah. Aku segera menyelesaikan sarapan pagi ku (atau lebih tepatnya makan pagi menjelang siang,he he he),dan meneguk jus jerukku tadi.


"Bik Kania udah selesai makannya,Kania ke kamar dulu ya mau siap-siap, nanti Kania mau ke kantornya Arsen mau bikin kejutan buat dia,he he he..."


"Iya non" jawab bik Ijah tersenyum kecil dan segera membersihkan bekas makanku tadi.


Aku pun masuk ke kamarku dan segera bersiap-siap. Kukenakan dress berwarna peach selutut tanpa lengan,sepatu high heels dan tas tangan dengan warna senada.


Kutaburkan bedak diwajahku ,bibir kupoles dengan lipstik warna pink Cherry,rambut kubiarkan tergerai dengan jepit rambut kecil sebagai pemanis disalah satu sisi,terakhir kusemprotkan parfum kesekujur tubuhku dan aku pun telah siap.


Kulihat jam dipergelangan tanganku waktu telah menunjukkan pukul sebelas,sebentar lagi jam istirahat kantor aku bergegas turun kebawah dan menuju basement,jarak dari rumahku kekantor Arsen cukup jauh belum lagi kalau macet,aku tak ingin telat sampai disana dan kejutanku akan berakhir sia-sia.


Kupacu mobil Tesla roadster warna merah kesayanganku dengan kecepatan tinggi.


Empat puluh lima menit berlalu mobilku pun telah sampai di kantor Arsen,aku segera memarkirkan mobilku di area parkir dan segera masuk kedalam.


Kutahu dari resepsionis bahwa Arsen masih berada diruangannya,aku bergegas masuk kedalam lift khusus dan menuju ke ruangan Arsen.


Terdengar tawa cekikikan seorang wanita yang berasal dari ruangan Arsen,pintu sedikit terbuka dan menampakkan sekretaris Dona yang tengah mencoba menggoda Arsen.


Aku segera masuk kedalam,aku tak tahan melihat tingkah Dona yang tengah menggoda Arsen.


"Ehemmm!" kucoba menetralisir keadaan.


Dona segera menjauhi Arsen saat mendengar suara deheman,terlihat mereka jadi salah tingkah saat menyadari kedatanganku.


"Eh Kania kamu kok ada disini sayang!" kata Arsen setelah sadar dari keterkejutannya tadi.


"Kalian sedang ngapain tadi?" tanyaku tanpa memperdulikan pertanyaan Arsen.


"Eh itu anu kami ....."jawab Arsen tergeragap sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kami tadi sedang membahas proyek baru di kota xx nona" jawab sekretaris Dona.


"Iya benar sayang,masak aku bohong sih sama kamu!" jawab Arsen sambil beranjak mendekatiku.


"kamu nggak percaya sama aku ya?" tanyanya lagi sambil memasang wajah memelas.


aku pun menghela nafas panjang


"aku percaya kok sama kamu" jawabku akhirnya.


Aku memilih tak meneruskan kecurigaanku,aku takut Arsen malah marah padaku.


"Oh ya kamu belum jawab pertanyaanku tadi,kok kamu bisa ada disini sih sayang?" tanya Arsen lagi


"Sekarang disana lagi musim liburan dan aku memutuskan untuk pulang kerumah makanya sekarang aku ada disini,aku mau ngajakin kamu makan siang bareng,kamu mau kan sayang?" kataku.


Tampak Arsen berpikir sejenak


"Sekarang aku tak bisa kau kan dengar sendiri tadi kalau kami sedang membahas proyek, maaf ya sayang,gimana kalau ntar malem aja kita keluar?" katanya kemudian.


"Baiklah kalau begitu,kita mau pergi kemana?"


"Gimana kalau kita ke villa xx?,kita buat pesta kecil untuk menyambut kedatanganmu!"


"Baiklah kalau itu kemauanmu,


kamu sharelock aja alamatnya nanti malam aku akan datang ke sana! " jawabku akhirnya.


Sebetulnya aku sedikit kecewa atas penolakannya tadi,tapi aku tak ingin menunjukkannya pada Arsen.


Arsen terlihat menyunggingkan sebuah senyuman licik tapi sayang aku tak menyadari akan arti senyumannya itu.


"Kalau begitu aku pulang dulu ya sayang,kamu jangan lupa makan ini kan sudah jam makan siang!" kataku lagi.


"Iya entar aku makan,ini pekerjaanku tinggal dikit,nanggung kalau ditinggal sekarang. Kamu hati-hati dijalan ya...." ujar Arsen.


aku pun mengangguk mengiyakan.


Arsen berjalan ke arahku, lalu memeluk serta mencium keningku singkat. Aku pun segera berlalu dari hadapan Arsen.


Sesampainya dirumah aku segera masuk ke kamar dan menghempaskan tubuhku diatas ranjang.


Pikiranku menerawang mengingat kejadian dikantor Arsen tadi,aku tahu kalau sekretaris itu memang mempunyai rasa terhadap Arsen sejak pertama kali aku datang ke kantornya,tapi sungguh aku tak menduga dia akan terus menggoda Arsen setelah tahu bahwa aku adalah kekasihnya. Aku hanya bisa berharap semoga Arsen tidak tergoda olehnya.


Aku segera beranjak menuju toilet untuk membasuh muka,aku ingin menyegarkan pikiranku yang kusut.


Setelah selesai mencuci muka kuhidupkan televisi dikamarku,aku ingin menonton drakor untuk mengusir kebosananku sambil menunggu waktu malam tiba.


Drakor itu menceritakan tentang penghianatan seorang kekasih saat jarak memisahkan.


Aku begitu antusias mengikuti jalan ceritanya,kadang aku ikut menangis saat ada adegan yang menguras air mata,kadang juga aku ikut tertawa saat ada adegan yang lucu.


Mungkin inilah sebabnya Arsen tak pernah mau kalau aku ajak nonton,karena aku suka baperan kalau nonton.


Kantuk pun datang menyerang dan mataku pun akhirnya terpejam.


Saat aku terbangun langit mulai gelap,kulihat jam beker diatas nakas waktu telah menunjukkan pukul lima petang,aku bergegas membersihkan diri dan bersiap.


Setelah semua selesai aku segera berangkat menuju villa xx,aku tak ingin datang terlambat dan membuat Arsen menunggu lama.


Saat aku telah sampai di villa itu aku merasa ada hal yang tidak wajar,tapi segera kutepis kecurigaanku tadi dan bergegas masuk kedalam mencari keberadaan Arsen.


*


*


*


hai reader maaf ya beberapa hari ini author nggak bisa up,karena lagi ada sedikit masalah.


jangan lupa dukung author ya biar tambah semangat lagi up-nya...😂😂