
Aku segera masuk kedalam rumah,niat hati ingin segera merebahkan tubuhku,tapi ternyata....
Pyarrrr....
klontang....
suara barang-barang pecah berjatuhan.Aku segera bersembunyi dibalik gorden.Terdengar Papa dan Mama sedang bertengkar diruang tengah.
"Apa kamu sudah gila....?" teriak Papa marah.
"Ya aku memang sudah gila,lalu kamu mau apa???" teriak Mama tak mau kalah.
"Apa kamu nggak pernah sedikit pun mencintai aku hingga kamu berselingkuh dibelakangku?" tanya Papa sendu.
"Ini semua salah kamu,kamu nggak pernah ada waktu buat aku.Aku ini wanita normal yang butuh kehangatan dari seorang suami,jadi saat ada yang bisa memberikan aku kehangatan kenapa aku harus menolak!" jawab Mama.
"Kau kan tau sendiri kenapa aku selalu sibuk,ini semua demi kamu...demi keluarga kita...!"suara Papa merendah.
Papa mendekat kearah Mama mencoba untuk memeluknya,tapi Mama malah menepis tangan Papa.
"Ohhhh...Jadi sekarang kamu mau menyalahkan aku?" ujar Mama sambil berkacak pinggang.
"Bukan begitu,tapi setidaknya pikirkan bagaimana perasaan Kania kalau dia tau tentang hal ini" ujar Papa tetap merendah mencoba membujuk Mama.
Aku pun segera keluar dari balik gorden,tak tahan rasanya mendengarkan pertengkaran mereka lebih lama lagi.
"Tenang saja Pa....Ma.... tak perlu repot-repot menjelaskan padaku,aku sudah tau semuanya" ujarku pelan.
Mereka sangat terkejut menyadari kehadiranku.
"Kania.... sejak kapan kamu ada disitu nak?" tanya Papa terkejut melihat kehadiranku, kemudian ia berjalan menghampiriku.
"Aku sudah mendengar semuanya,kalian memang egois!" ujarku marah.
Aku pun bergegas lari menuju kamarku,air mataku terus bercucuran.
"Kania ....dengarkan penjelasan kami dulu nak!" ujar Papa sambil mengejar ku.
"Tidak ada yang perlu dijelasin lagi Pa.....semua sudah jelas,aku benci kalian berdua!" teriakku marah.
Kubanting pintu dan menguncinya rapat-rapat lalu kuhempaskan tubuhku diatas ranjang,terdengar Papa masih mencoba menjelaskan semuanya padaku.
Kuputar musik keras-keras,aku tak mau mendengarkan apapun lagi.
*w**ajar* *bila saa**t ini....
Kuiri* pada kalian....
yang hidup bahagia berkat suasana didalam rumah...
Sebuah lagu dari Last child terdengar mengalun.Air mataku semakin deras mengalir di pipiku.
Kutumpahkan semua kesedihanku lewat lagu ini,biarlah semua dukaku hilang bersama tetesan air mata ini.Tak terasa mataku pun terlelap karena lelah menangis.
...****************...
Semenjak pertengkaran itu suasana didalam rumahku bertambah buruk.Hampir setiap hari mereka bertengkar,bahkan mereka tidak perduli lagi walau saat itu ada aku atau tidak.Papa juga makin suka uring-uringan.
Selama ini ternyata Mama diam-diam menjalin hubungan dengan salah satu saingan bisnis Papa.
Puncak dari segala pertengkaran mereka terjadi saat ini,Mama berniat untuk pergi meninggalkan rumah dan menuntut Papa untuk bercerai,Mama bahkan telah mengemasi barang-barangnya.
"Ma kumohon jangan pergi dari sini,pikirkan tentang keluarga kita!!" pintaku mencoba menghentikan Mama.
"Tidak Kania,Mama tidak bisa lagi tinggal dirumah ini,Mama sudah tidak tahan lagi hidup dengan Papa kamu" jawab Mama sambil terus mengemasi barang-barangnya.
"Pa kumohon hentikan Mama,jangan biarkan Mama pergi" pintaku pada Papa.
"Iya Ma jangan pergi,aku janji akan memperbaiki semuanya.Kita mulai lagi dari awal ya..." bujuk Papaku.
"Kalau Mama pergi bagaimana dengan aku...?apa Mama nggak merasa kasian sama aku?" tukasku sambil bercucuran air mata.
Aku tahu sejak pertengkaran mereka malam itu,hal buruk seperti itu bisa saja terjadi dan aku telah mempersiapkan hatiku untuk itu,tapi saat hal itu benar-benar terjadi rasanya aku tak kuasa untuk menahan tangisku,rasanya sakit sekali.
"Kamu sudah besar Kania,kamu sudah bisa mengurus diri kamu sendiri!" tukas Mama.
Bujuk rayu dan air mataku tak mampu merubah keputusan Mama,ia tak bergeming sedikit pun,ia tetap dengan keputusannya untuk bercerai dan pergi dari rumah.
Tiba-tiba sebuah mobil sport berhenti didepan rumah dan keluarlah seorang pria didalamnya.
Pria itumengenakan setelan jas yang sangat rapi serta kacamata hitam yang bertengger diatas hidungnya.Ternyata pria itu adalah selingkuhan Mama,ia datang untuk menjemput Mama,Ia berjalan menghampiri Mama dan langsung mencium bibir Mama.
Aku yang melihat kejadian itu sungguh terkejut,aku tak menyangka Mama setega itu pada Kami.Mama bahkan tak malu sedikit pun mengumbar perselingkuhan mereka didepan ku.
"Kamu sudah siap sayang?" ujar pria itu.
"Sudah" jawab Mama.
"Kita pergi sekarang ya?"
Mama pun mengangguk mengiyakan.
Tampak Mama bergelayut manja dilengan pria itu dan mereka berjalan beriringan menuju mobil.Pria itu menaruh barang-barang Mama di bagasi dan mobil pun segera berlalu.
Hatiku hancur melihat kepergian Mama,sungguh aku sangat kecewa dengannya.
Papa hanya diam terpaku tanpa bisa berkata apa-apa melihat kejadian itu,hanya air mata yang menetes di pipinya.
Aku pun berjalan menghampiri Papa dan memeluknya,Kami saling menumpahkan kesedihan tanpa kata,hanya air mata yang bicara.
...****************...
Sejak kepergian Mama Papa merasa hancur,ia bahkan jarang pulang.Pernah aku melihat Papa baru pulang dinihari dalam keadaan mabuk,padahal sebelumnya ia tak pernah minum,sepertinya ia sangat terpukul dengan kepergian Mama.
Sungguh aku tak tega melihat kondisinya yang memprihatinkan,ia tak lagi memperhatikan kesehatannya.Tubuhnya semakin kurus karena jarang makan,mukanya terlihat letih dan lelah karena beban pikiran,dan ia tak pernah lagi mencukur wajahnya,penampilannya sungguh berantakan.
Di kantor pun Papa sering mengamuk hanya karena sebuah kesalahan kecil yang dilakukan oleh pegawainya bahkan ia tak segan-segan untuk memecatnya.
Terkadang ia hanya duduk melamun tanpa menghiraukan berkas-berkas yang menumpuk didepannya,pandangannya pun kosong.
Para klien banyak yang membatalkan kontrak kerja sama karena Papa tak pernah fokus pada pekerjaannya.
Lambat Laun perusahaan Papa semakin merosot.Para pemegang saham banyak yang protes atas kinerja Papa sekarang,bahkan hutang perusahaan pun semakin menumpuk,ditambah dengan adanya pihak yang membocorkan rahasia perusahaan.Kini perusahaan Papa berada diambang kebangkrutan sekarang.
Aku tak bisa melakukan apa pun untuk membantu Papa,karena aku tidak mengerti tentang bisnis sama sekali.
Pernah aku mencoba untuk meminta bantuan pada kekasihku Arsen,tapi ia juga tak bisa banyak membantu.Sekarang yang bisa aku lakukan hanya semakin giat belajar agar aku bisa segera lulus kuliah dan bekerja.
Tiap hari aku hanya belajar dan belajar,bahkan ajakan Arsen untuk bertemu pun aku tolak.
...****************...
Sidang putusan perceraian Papa dan Mama telah digelar dan hari ini adalah hasil putusan.
Papa pergi ke persidangan denganku,sedangkan Mama pergi dengan selingkuhannya itu.Hari ini mereka akan mendapatkan status baru,Mama tak ingin lagi ada mediasi,karena ia ingin segera menikah dengan pria itu.
Mama tak menuntut harta gono-gini,semua ia serahkan pada Papa karena aku ikut dengannya.Hakim pun mengetuk palu tanda hubungan mereka telah berakhir.
Papa pun keluar ruang persidangan dengan langkah gontai,ia tak lagi bicara ataupun menyapa Mama,hatinya telah hancur.
Dimobil papa terisak,air matanya jatuh bercucuran
"Ma kenapa kau sangat tega padaku,padahal aku sangat mencintaimu" ratapnya.
Aku tak bisa berkata apa-apa karena hatiku pun kini telah hancur