
Tak butuh waktu lama mobil pun telah sampai ke hotel tersebut,Mas Abhimana segera melakukan check-in dan mengambil kunci kamar yang sudah ia pesan sebelumnya dibagian resepsionis.
Setelah mendapatkan kunci kamar,Mas Abhi segera membawaku menuju lantai teratas di hotel ini menggunakan lift yang disediakan oleh hotel.
Sesampainya dilantai atas,Mas Abhi segera mencari nomor kamar kami dan membukanya menggunakan kunci yang diberikan oleh resepsionis tadi yang berupa sebuah kartu elektronik.
Pintu pun terbuka,nampak sebuah kamar yang sangat luas dengan ranjang yang sangat besar,dekorasi ruangan yang begitu elegan dan sangat berkelas,juga sebuah balkon yang mengarah langsung ke menara Eiffel yang merupakan icon utama kota Paris.
Aku pun tak sabar dan segera berlari menuju kearah balkon.Sebuah pemandangan yang sangat indah pun terhampar didepanku.Dari sana aku bisa memandang seluruh keindahan kota ini,jalanan kota yang tertata rapi,lampu kota yang berkelap-kelip,dan masih banyak keindahan lainnya.
Mas Abhi pun segera menghampiriku dan berdiri di sampingku.
"Kamu suka honey?," tanya Mas Abhi tiba-tiba mengagetkanku.
aku pun tersentak dari lamunanku dan menoleh kearah Mas Abhi.Aku begitu terpesona dengan semua pemandangan ini sehingga aku tak sadar jika Mas Abhi sudah ada di sampingku.
"Suka Mas,sangat suka!" sahutku sambil menyunggingkan sebuah senyuman padanya,mataku berbinar-binar karena bahagia.
Mas Abhi pun ikut tersenyum melihat senyumanku.
"Syukurlah kalau kau suka!" ujar Mas Abhi.
"Oh ya Mas,kau menyebutku apa tadi, honey?" tanyaku sambil mengernyitkan dahi.
"Iya honey,itu adalah panggilan sayangku untukmu!" jawab Mas Abhi.
"Honey??,"tanyaku lagi.
"Kenapa? kamu nggak suka ya?" ujar Mas Abhi bertanya balik.
"Bukannya gitu Mas,aku hanya belum terbiasa aja mendengar panggilan itu!" ujarku menjelaskan maksud pertanyaanku tadi.
"Kalau begitu mulai sekarang kau harus terbiasa dengan penggilan itu,karena mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan sebutan honey!" ujar Mas Abhi sambil memeluk tubuhku dari arah belakang.
Mas Abhi meraih kedua tanganku dan menumpuknya didepan dadaku,kemudian ia merebahkan kepalanya diatas pundakku.Deru nafasnya menerpa wajahku terasa begitu hangat ditengkukku.
Tubuhku sedikit bergetar berada diposisi seperti ini,tapi aku berusaha sebisa mungkin untuk menguasai diri,aku tak ingin menolaknya lagi dan membuat ia kecewa.
"Bagaimana pemandangan disini menurutmu?" tanya Mas Abhi sambil menghirup aroma tubuhku.
"Sangat indah!" jawabku singkat.
"Besok kau akan melihat yang lebih indah dari ini!,karena besok kita akan berkeliling kota sampai puas," ujar Mas Abhi sambil melepaskan pelukannya.
"Benarkah?," tanyaku sambil berbalik arah menghadapnya.
"Tentu saja benar!" jawab Mas Abhi sambil menoel ujung hidungku.
"Sekarang beristirahatlah dulu!,isi tenagamu karena besok kita akan bersenang-senang seharian," ujar Mas Abhi lagi.
"Iya Mas!" jawabku sambil menganggukkan kepala.
Aku pun segera melangkah menuju tempat tidur dan menghempaskan tubuhku diatasnya,kemudian aku menarik selimut hingga menutupi separuh tubuhku.
"Mas Abhi nggak tidur juga?" tanyaku saat melihat Mas Abhi pun belum juga beranjak menuju tempat tidur.
"Kau tidurlah dulu, Mas mau keluar dulu sebantar,masih ada sedikit urusan yang harus segera diselesaikan!" ujar Mas Abhi.
"Ya udah, tapi jangan lama-lama ya perginya!" ucapku.
"Mana bisa Mas jauh darimu lama-lama!," ujar Mas Abhi meyakinkanku.
Mas Abhi pun melangkah mendekatiku dan duduk di sampingku.
"Mas janji, Mas nggak akan lama!" ujar Mas Abhi lagi sambil mengecup keningku dengan penuh mesrah.
Mas Abhi pun merebahkan kepalaku diatas bantal dan menyelimuti tubuhku,kemudian ia beranjak pergi meninggalkanku.
...****************...
Keesokan hari aku baru bangun ketika cahaya matahari menerobos masuk melalui balkon,aku mengerjapkan kedua mataku untuk menyesuaikan dengan cahaya.
Aku menengok kearah samping dan ternyata Mas Abhi sudah tidak ada disana.Semalam aku terbangun saat Mas Abhi pulang,tapi ternyata pagi ini Mas Abhi sudah tidak ada.
'Mas Abhi Kemana sepagi ini?' tanyaku dalam hati.
Sepertinya semalam aku sangat kelelahan setelah menempuh perjalanan kemarin,hingga pagi ini aku terlambat bangun dan melewatkan waktu sholat subuh.
"Pagi honey,kamu udah bangun?" sapa Mas Abhi saat aku keluar dari kamar mandi.
"Mas Abhi kenapa nggak bangunin aku sih? terus tadi habis dari mana?" tanyaku dengan sedikit kesal.
"Mas sengaja nggak bangunin kamu karena mas nggak tega buat bangunin kamu,kamu terlihat begitu pulas saat tidur tadi!" jawab Mas Abhi.
"Terus tadi habis dari mana?" tanyaku lagi.
"Mas tadi pergi beli makanan buat sarapan kita!" jawab Mas Abhi sambil menunjukkan paper bag berisi makanan padaku.
Kupandangi Mas Abhi dari atas sampai bawah,ia terlihat sangat menawan walau hanya mengenakan kaus hitam dan juga celana jeans selutut,penampilannya kali ini terlihat sangat casual.
"Mas Abhi udah rapi aja,emangnya kita mau kemana?" tanyaku setelah beberapa saat memperhatikan penampilannya tadi.
"Emangnya kamu udah lupa!,kan kemarin Mas udah bilang kalau hari ini kita akan jalan-jalan berkeliling kota Paris" ujar Mas Abhi.
"Oh iya,maaf Mas aku lupa!," jawabku sambil menepuk dahi,bagaimana bisa aku lupa dengan ucapan Mas Abhi semalam.
"Emangnya kamu mau berada dikamar terus seharian?" tanya Mas Abhi sambil mencubit hidungku kecil.
"Enggak Mas!,bisa mati kebosanan aku dikamar seharian" ujarku.
"Makanya kamu cepetan siap-siap dan kita sarapan dulu,setelah itu kita baru berangkat!" ujar Mas Abhi.
"Iya Mas, kalau gitu aku siap-siap dulu ya!" ujarku sambil berlalu dari hadapan Mas Abhi.
Mas Abhi segera meletakkan bungkusan makanan yang ia bawa tadi diatas meja,kemudian ia menyajikan makanan itu diatas piring.
Selesai bersiap aku segera menghampiri Mas Abhi,dan kami pun mulai menikmati sarapan bersama.
Selesai makan aku segera membereskan sisa makanan kami tadi dan membuangnya ketempat sampah,dan setelah semua selesai aku kembali menghampiri Mas Abhi.
"Kamu udah siap, honey?" tanya Mas Abhi.
"Udah Mas!," jawabku.
"Kalau gitu kita berangkat sekarang yuk!" ajak mas Abhi.
Aku pun menjawab dengan anggukan kepala.
Mas Abhi meraih tanganku dan menggenggamnya erat,kemudian kami berjalan beriringan menuju lift.
Tak butuh waktu lama lift pun telah sampai dilantai bawah,pintu terbuka dan kami melangkah menuju pintu keluar.
Sesampainya diluar kami disambut oleh kedua orang yang sama dengan yang menyambut kami di bandara kemarin,dia segera membukakan pintu mobil dan mempersilahkan kami masuk.
Belum sempat aku masuk,mas Abhi segera mencegahku dan menghampiri kedua orang tadi.
"Hari ini kami ingin pergi berdua,kalian berdua boleh pergi!" ujar Mas Abhi.
"Baik Tuan!" jawab kedua orang tadi,kemudian mereka berlalu meninggalkan kami.
"Ayo masuk!" ucap Mas Abhi sambil membukakan pintu depan mobil.
Aku pun segera masuk kedalam, begitu juga dengan Mas Abhi,dan setelah itu mobil pun meluncur membelah jalanan kota.
*
*
*
Hai reader semua,Jumpa lagi dengan author.Sebelumnya author mau minta maaf karena kemarin nggak bisa up, author sedikit mengalami masalah yang membuat author kehilangan semangat buat up,tapi malam hari author dapat kabar yang membuat mood author balik lagi.
Jadi semalam itu author dapat kabar kalau author resmi dikontrak,sebuah kabar yang menggembirakan setelah menunggu hampir dua bulan lamanya.
Mungkin bagi sebagian orang ini bukan sesuatu yang besar,tapi buat aku ini adalah sebuah pencapaian yang bagus dimana aku tidak punya kemampuan apa-apa dalam menulis.
Ini semua tak luput dari beberapa teman author yang sudah membantuku dalam berkarya.Ada Syabil aw,Leli Leli,dan juga banyak lagi lainnya yang nggak bisa aku sebutin satu per satu.tentu saja ini juga berkat dukungan dari reader semua,tanpa kalian aku bukanlah apa-apa.
Aku mau ngucapin terima kasih sebanyak-banyaknya kepada semua orang yang sudah membantu dan mendukungku,semoga Allah membalas semua kebaikan kalian,dan semoga kesuksesan selalu mengiringi setiap langkah kita.
Terus dukung author ya dengan cara like,koment, favorit,vote,hadiah dll biar author makin semangat dalam berkarya.🤗🤗🤗