
Tak butuh waktu lama mobil pun sampai di salon, aku segera turun dari mobil dan melangkah masuk ke salon itu.
Saat aku sampai didepan pintu,seorang karyawan datang menyambut kedatanganku.
"Selamat pagi Nona Kania,mari silahkan masuk!" ucap karyawan itu.
Aku mengernyitkan dahi tak mengerti,bagaimana bisa karyawan itu mengenal namaku sementara aku baru kali ini mendatangi salon ini.
"Kok, kamu tahu nama saya?" tanyaku pada karyawan itu.
"Iya Nona, tadi Tuan Abhimana sudah memesan pelayanan disini untuk istrinya, karena itu saya tahu siapa Nona!" ujar karyawan itu menjelaskan.
"Suami saya?" tanyaku lagi, aku tak mengerti dengan apa yang dimaksud karyawan itu.
"Iya Nona!,suami anda bukanlah orang sembarangan,dia adalah salah satu orang yang paling berpengaruh,anda sangat beruntung bisa menjadi istrinya!" tukas pelayan itu.
Aku semakin penasaran dengan sosok Mas Abhi sebenarnya setelah mendengar ucapan karyawan tadi.
'Kayaknya karyawan ini tahu banyak mengenai Mas Abhi,aku harus mendapatkan informasi darinya,siapa tahu aku bisa tahu siapa Mas Abhi sebenarnya' batinku dalam hati.
"Mbak kayaknya tahu banyak ya tentang suami saya!,kalau boleh tahu siapa sih sebenarnya Mas Abhi itu?" tanyaku.
"Loh,emangnya Nona tidak tahu?" ujar karyawan itu bertanya balik.
aku hanya menjawab dengan menggelengkan kepala sambil tersenyum.
"Tuan Abhimana itu sebenarnya adalah seorang...."
Belum sempat karyawan itu menyelesaikan ucapannya,si pemilik salon datang menghampiri kami.
"Eh Nona Kania sudah datang,mari silahkan masuk Non!" ujar pemilik salon padaku sambil tersenyum.
"Iya bu!" sahutku sambil tersenyum pula.
"Kamu kenapa hanya diam saja disini!,ayo cepat bawa Nona Kania masuk dan beri dia pelayanan yang terbaik" tegur pemilik salon.
"Maafkan saya Bu!" ucap karyawan itu pada atasannya.
"Mari Nona,saya antar!"
Aku pun mengikuti langkah karyawan itu menuju kesebuah ruangan,disanalah ia memulai perawatan untukku.
Aku begitu menikmati semua rangkaian perawatan yang diberikan padaku hingga membuatku lupa akan pertanyaanku tadi.
Setelah beberapa lama akhirnya seluruh rangkaian perawatan telah selesai,aku menengok kearah jarum jam dan ternyata ini sudah sore.
Aku segera keluar dari salon dan bergegas mengajak pengawal pulang,aku kalut Mas Abhi sudah pulang dan aku malah belum ada dikamar hotel.
"Saya sudah selesai,sekarang ayo kita balik lagi ke hotel!" ujarku pada pengawal setelah aku sampai dihadapan mereka.
"Maaf Nona!,tapi Tuan memerintahkan saya untuk membawa anda ke butik dulu sebelum kembali kehotel" ujar pengawal.
"Tidak perlu,kita langsung kembali aja,saya takut Mas Abhi sudah pulang tapi sayanya malah belum ada disana" tolakku.
"Maaf Nona,ini adalah perintah dari Tuan Abhimana,saya tidak bisa membawa anda langsung pulang sebelum anda ke butik!," ucap pengawal.
Aku pun menghela napas panjang,dan lagi-lagi aku harus menuruti keinginan Mas Abhi.
"Ya sudah,antarkan saya kesana sekarang!," ujarku.
"Baik Nona!" ujar pengawal.
Pengawal itu pun membukakan pintu mobil untukku dan mempersilahkan aku masuk,kemudian mobil pun meluncur membawaku menuju butik.
Sesampainya di butik aku disambut langsung oleh si pemilik butik,kali ini pun dia bilang kalau Mas Abhi sudah memesankan beberapa gaun muslimah untukku.
Pemilik butik pun segera mengajakku masuk dan menunjukkan beberapa gaun rancangannya padaku.
Aku pun memcobanya beberapa gaun rancangannya dikamar ganti,tapi belum ada satupun yang cocok denganku.Kemudian ia pun menunjukkan gaun terakhirnya padaku.
Aku pun segera keluar dari kamar ganti dan memilih gaun ini.
"Pilihan yang sangat bagus, Nona!,anda tetlihat semakin cantik mengenakan gaun ini" ucap pemilik butik sambil tersenyum padaku.
Aku pun ikut tersenyum mendengar pujian yang dilontarkannya padaku.
Setelah selesai memilih baju aku pun mengajak pengawal untuk segera kembali ke hotel,ini sudah malam dan aku takut Mas Abhi menungguku terlalu lama.
Mobil pun segera meluncur membawaku kembali ke hotel,dalam hati aku sangat yakin Mas Abhi pasti suka dengan penampilanku kali ini.
Sesampainya di hotel aku pun segera naik dan membuka pintu kamar.Alangkah terkejutnya aku melihat kamar dalam keadaan gelap.
Aku pun segera melangkah masuk dan mencari saklar untuk menyalakan lampu, samar-samar kulihat sebuah cahaya dari arah balkon.
Aku pun segera menuju ke sana dan ternyata ia sudah menungguku disana.
"Kamu sudah pulang,honey!" ujar Mas Abhi,ia terus memandangiku dan terpesona melihat tampilan ku malam ini.
"Kau terlihat sangat cantik malam ini!" puji Mas Abhi.
Aku pun tersipu malu mendengar pujiannya.
"Apa kita akan berdiri terus seperti ini, Mas?" tegurku membuyarkan lamunannya.
"Oh ya maaf,mari sini silahkan duduk!" ujar Mas Abhi sambil menarik sebuah kursi untukku.
aku pun segera menghempaskan pantatku diatas kursi itu,kemudian Mas Abhi pun menarik kursi yang lain dan duduk diatasnya,kami duduk saling berhadapan.
Aku mengedarkan pandanganku dan terpukau dengan kejutan yang dia persiapkan.
"Jadi kau menyuruhku pergi seharian agar kau bisa membuat kejutan ini untukku!, jangan-jangan kau bilang ada urusan itu hanya alasanmu saja" ujarku.
Mas Abhi pun tersenyum mendengar ucapanku.
"Iya honey,kau benar sekali!".
"Apa kau suka dengan kejutan ini?" tanya Mas Abhi.
"Suka Mas!,aku sangat suka" ucapku.
"Syukurlah kalau kau suka!" jawab mas Abhi sambil tetap tersenyum.
Kemudian Mas Abhi meraih tanganku dan mengecup punggung tanganku.
"Apa kau mau berdansa denganku?" tanya Mas Abhi.
"Tapi aku tidak bisa berdansa,Mas!" ucapku.
"Tidak apa,kau tinggal mengikuti gerakan ku saja!"
Mas Abhi menuntunku menjauh dari kursi dan meletakkan sebelah tanganku diatas pundaknya,kemudian ia melingkarkan sebelah tangannya diatas pinggangku dan menggenggam tanganku.
Aku pun meliuk-liuk,bergerak kesana-kemari mengikuti gerakannya,temaramnya cahaya lilin semakin menambah suasana romantis.
Mas Abhi Pun mendekatkan wajahnya didepan wajahku dan mendaratkan ciuman diatas bibirku,aku pun membalas ciumannya.
Ciuman itu semakin lama semakin dalam, dan kini ciuman itu berubah menjadi pagutan.Lidah Mas Abhi menerobos masuk kedalam mulutku dan membelit lidahku,mengabsen semua yang ada didalamnya.
Aku pun membalas perlakuan Mas Abhi terhadapku,dan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukannya.
Suasana semakin panas,Mas Abhi semakin bergelora melihatku membalas tindakannya.Pandangan matanya berubah menjadi sayu,ia tak lagi mampu menahan hasratnya.
"Apa aku boleh melakukannya sekarang?" tanya Mas Abhi sambil melepas pagutannya.
Aku pun menganggukkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaannya.
Mas Abhi pun tersenyum melihat jawabanku,ia kembali mendaratkan ciumannya diatas bibirku dan membawaku masuk kedalam tanpa melepaskan ciumannya padaku.